{"id":84149,"date":"2023-05-30T06:17:33","date_gmt":"2023-05-29T23:17:33","guid":{"rendered":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/?p=84149"},"modified":"2023-07-10T10:42:06","modified_gmt":"2023-07-10T03:42:06","slug":"nopia-makanan-khas-banyumas-yang-selama-ini-dianaktirikan","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/nopia-makanan-khas-banyumas-yang-selama-ini-dianaktirikan\/","title":{"rendered":"Nopia, Makanan Khas Banyumas yang Selama Ini Dianaktirikan"},"content":{"rendered":"<p><span style=\"font-weight: 400;\">Hampir setiap orang yang berkunjung di daerah Banyumas, pasti akan mencari dan membeli makanan khas Banyumas seperti mendoan (bukan tempe goreng, ya!!!), getuk goreng, keripik tempe, maupun sale pisang. Namun, tahukah kalian bahwa ada satu makanan khas asli Banyumas yang hampir tidak pernah disebut oleh orang-orang? Makanan itu bernama nopia.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Mengapa saya mengatakan demikian? Menurut data ala-ala kuis <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">Family 100<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\">, survei membuktikan bahwa orang-orang luar Banyumas nyaris tidak pernah menyebutkan secara langsung makanan yang bernama nopia. Makanan yang sering disebut oleh orang luar Banyumas yang ada di urutan teratas adalah mendoan (sekali lagi, bukan tempe goreng). Kemudian disusul getuk goreng, dan keripik tempe. Nama nopia jarang sekali muncul dalam perbincangan para pelancong yang menyempatkan singgah di Banyumas dan sekitarnya.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Contoh pertama. Saya punya teman, namanya Mustofa. Dia teman saya asal Purworejo sekaligus teman kos-kosan saya dulu waktu kuliah. Setiap saya pulang kampung, dia selalu minta titip beli Getuk Goreng Haji Tohirin, getuk goreng yang terkenal di Banyumas. Namun, ia tidak pernah minta titip nopia.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Contoh kedua yaitu teman kerja saya, Mas Budi, yang notabene punya saudara di Jakarta. Pagi tadi saya iseng-iseng bertanya ke dia.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">\u201cMas Bud, njenengan punya saudara di luar Banyumas?\u201d<\/span><span style=\"font-weight: 400;\"><br \/>\n<\/span><span style=\"font-weight: 400;\">\u201cPunya, Mas. Di Jakarta sih. Kenapa, tha?\u201d<\/span><span style=\"font-weight: 400;\"><br \/>\n<\/span><span style=\"font-weight: 400;\">\u201cItu, kalau saudaranya lagi pengin oleh-oleh khas Banyumas, biasanya nyari apa, Mas?\u201d<\/span><span style=\"font-weight: 400;\"><br \/>\n<\/span><span style=\"font-weight: 400;\">\u201cOh ya paling getuk goreng, sale pisang, sama keripik tempe gitu.\u201d<\/span><span style=\"font-weight: 400;\"><br \/>\n<\/span><span style=\"font-weight: 400;\">\u201cLah, nopia nggak pernah dicari, Mas?\u201d<\/span><span style=\"font-weight: 400;\"><br \/>\n<\/span><span style=\"font-weight: 400;\">\u201cAh, jarang banget. Eh, nggak pernah malahan, Mas. Paling cuma tiga itu.\u201d<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Sebenarnya, apa yang terjadi? Seakan-akan ia dianaktirikan dan kurang dianggap keberadaannya. Tidak seperti makanan khas Banyumas yang lain. Padahal, nama nopia itu cantik. Mirip dengan nama perempuan yaitu \u201cNovia\u201d, walau penyebutannya dalam logat Sunda.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Begini sobat <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">madyangers<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\">, nopia itu salah satu makanan khas dari Banyumas. Bentuknya setengah bulat. Tekstur luarnya keras dengan isian yang lebih ke arah manis-manis gurih dan lembut. Cara masaknya bukan digoreng, juga bukan di-oven, tapi dipanggang dalam gentong tanah liat yang sebelumnya sudah dibakar. Itulah sebabnya kenapa setiap menikmatinya sering dijumpai aroma-aroma gosong khas tanah liat. Di Banyumas, sebenarnya juga dikenal dengan nama \u201cmino\u201d. Mino sendiri juga berasal dari kata \u201cmini nopia\u201d.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Kulit luar nopia terbuat dari tepung terigu ditambah sedikit gula. Sedangkan isiannya berasal dari campuran tepung terigu dan gula merah. Dulu, waktu saya kecil rasanya cuma satu, manis gula merah. Sekarang, seiring perkembangan zaman dan lidah orang-orang yang makin hobi sama rasa-rasa variatif, pilihan isiannya jadi bermacam-macam. Mulai dari rasa coklat, keju, pandan, dan duren. Hanya satu yang tidak tersedia, yaitu rasa(h) bayar.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Cara membuatnya pun cukup mudah. Bikin terlebih dahulu adonan kulit dan isiannya. Terus ditempelkan ke dinding dalam gentong yang sebelumnya sudah dibakar bagian dalamnya. Makanya, proses penempelan adonan ke gentong dilakukan sangat hati-hati, agar tangan tidak kena luka bakar saking panasnya dinding dalam gentong. Proses pemanggangannya dilakukan selama 15 menit.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Saya tidak bisa menjelaskan secara detail bagaimana cara membuat nopia di sini. Saya bukan ahlinya. Tapi, tenang, bagi yang ingin tahu informasi lebih banyak tentang makanan satu ini dan ingin melihat secara langsung pembuatannya, bisa berkunjung ke Kampung Nopia-Mino. Kampung ini terletak di Desa Pekunden, Kecamatan Banyumas. Selain diperlihatkan sekaligus mencoba praktik cara-cara pembuatan nopia, di sana bisa juga berswafoto untuk sekedar memenuhi memori di smartphone dan postingan media sosialmu sambil ber-caption, \u201cAku sudah pergi ke Kampung Nopia-Mino, Desa Pekunden, Banyumas, lho. Kamu kapan?\u201d<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Dengan mengunggah foto-foto ke media sosialmu setelah dari \u201cKampung Nopia-Mino\u201d, sobat-sobat sudah membantu nama nopia menjadi lebih keren lagi dan lebih banyak dicari orang-orang.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Selain itu, tujuan meraih keadilan bagi nopia akan terwujud. Mengingat nopia saat ini kedudukannya seperti kurang sejajar dibanding mendoan dan getuk goreng. Masa makanan seenak ini yang bisa dipakai sebagai teman waktu ngopi atau ngeteh pamornya kayak anak tiri sih?<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Belum lagi keunggulan yang luar biasa dari nopia, yaitu tahan lama. Mendoan mentah hanya bisa bertahan sampai 7-10 hari. Sama seperti daya tahan getuk goreng. Kripik tempe dan sale pisang paling cuma bertahan kurang lebih 1 bulan. Nopia bisa bertahan sampai 4 bulan. Lumayan lama kan? Padahal tidak ada bahan pengawet sama sekali. Yang penting dimasukkan ke dalam toples yang tertutup.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Semoga besok tidak akan ada lagi pertanyaan, \u201cEmang nopia makanan apaan sih?\u201d Paling tidak ketika nitip oleh-oleh khas Banyumas, ada satu kata nyempil di sana, \u201cMas, aku nitip mendoan sama nopia dong? Aku mau nyobain soalnya.\u201d<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Mungkin saatnya kita galakkan kembali kampanye \u201cAyo beli Nopia!\u201d demi keadilan bagi seluruh makanan khas Banyumas. Seandainya nopia bisa merasa seperti manusia, dia tidak akan merasa seperti saudara tiri lagi yang keberadaannya diabaikan. Pokoknya kalau tidak beli dan makan nopia, tenggelamkan!<\/span><\/p>\n<p><em>Sumber gambar: <a href=\"https:\/\/commons.wikimedia.org\/w\/index.php?search=banyumas&amp;title=Special%3ASearch&amp;go=Go&amp;ns0=1&amp;ns6=1&amp;ns12=1&amp;ns14=1&amp;ns100=1&amp;ns106=1#\/media\/File:Gunung_Slamet_dari_Kr_Salam.jpg\" target=\"_blank\" rel=\"noopener noreferrer\">Wikimedia Commons<\/a><\/em><\/p>\n<p><b>BACA JU<\/b><strong>GA <a href=\"https:\/\/mojok.co\/terminal\/bagi-saya-operasi-masker-itu-sangat-tidak-efektif\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener noreferrer\">Bagi Saya, Operasi Masker Itu Sangat Tidak Efektif\u00a0<\/a>d<\/strong><b>an tulisan<\/b><a href=\"https:\/\/mojok.co\/terminal\/author\/hepi-nuriyawan\/\">\u00a0<b>Hepi Nuriyawan<\/b><\/a><b>\u00a0lainnya.<\/b><\/p>\n<p><i>Terminal Mojok merupakan platform User Generated Content (UGC) untuk mewadahi jamaah mojokiyah menulis tentang apa pun. Submit esaimu secara mandiri lewat cara\u00a0<\/i><a href=\"https:\/\/mojok.co\/terminal\/kirim-tulisan\/\"><i>ini<\/i><\/a><i>\u00a0ya.<\/i><\/p>\n<p><i>Pernah menulis di Terminal Mojok tapi belum gabung grup WhatsApp khusus penulis Terminal Mojok? Gabung dulu, yuk. Klik link-nya<\/i>\u00a0<a href=\"https:\/\/bit.ly\/wamojok\"><i>di sini.<\/i><\/a><\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Survei membuktikan bahwa orang-orang luar Banyumas nyaris tidak pernah menyebutkan secara langsung makanan yang bernama nopia.<\/p>\n","protected":false},"author":925,"featured_media":84434,"comment_status":"closed","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"_lmt_disableupdate":"no","_lmt_disable":"","jnews-multi-image_gallery":[],"jnews_single_post":[],"jnews_primary_category":[],"jnews_override_counter":[],"jnews_post_split":[],"footnotes":""},"categories":[6],"tags":[438,479],"class_list":["post-84149","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-artikel","tag-kuliner","tag-oleh-oleh"],"modified_by":"Ibil S Widodo","amp_enabled":true,"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/84149","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/users\/925"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=84149"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/84149\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/media\/84434"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=84149"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=84149"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=84149"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}