{"id":83879,"date":"2020-10-19T16:05:26","date_gmt":"2020-10-19T09:05:26","guid":{"rendered":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/?p=83879"},"modified":"2020-10-19T16:05:26","modified_gmt":"2020-10-19T09:05:26","slug":"penobatan-hey-look-ma-i-made-it-sebagai-lagu-rock-terbaik-versi-billboard-itu-sungguh-nggak-masuk-akal","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/penobatan-hey-look-ma-i-made-it-sebagai-lagu-rock-terbaik-versi-billboard-itu-sungguh-nggak-masuk-akal\/","title":{"rendered":"Penobatan &#8216;Hey Look Ma, I Made It!&#8217; sebagai Lagu Rock Terbaik Versi Billboard Itu Sungguh Nggak Masuk Akal"},"content":{"rendered":"<p><span style=\"font-weight: 400;\">Lagu \u201cHey Look Ma, I Made It!\u201d milik band Panic! At The Disco beberapa waktu lalu dinobatkan menjadi lagu rock terbaik di ajang penghargaan musik Billboard 2020. Haaa&#8230; nggak salah? Sebentar, saya koprol dulu bolak-balik!<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Coba kita dengerin aja lagunya bareng-bareng ya.\u00a0<\/span><\/p>\n<p><iframe src=\"https:\/\/www.youtube.com\/embed\/BzbxacRr5Gk\" width=\"560\" height=\"315\" frameborder=\"0\" allowfullscreen=\"allowfullscreen\"><\/iframe><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Saat mendengar kalimat \u201cmusik rock\u201d saya yakin yang ada di kepala kalian rata-rata sama dengan saya. Raungan gitar yang penuh distorsi, teriakan keras nan melengking, sampai penampilan yang didominasi warna hitam, dan umumnya anti-metroseksual. Tapi, setelah mendengar lagu itu, apa yang terbayang? Sepertinya lagu tersebut lebih cocok buat joget \u201cajeb-ajeb\u201d di diskotik ketimbang moshing dan headbang ala anak metal.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Kok bisa ya musik di lagu itu dikategorikan sebagai musik rock? Apa sekelas Billboard nggak bisa bedain antara musik rock dan musik dugem?<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Tiga puluh tahun menggemari aliran musik rock\/metal, saya perhatikan semakin lama pengelompokan musik rock semakin campur aduk. Saya mengenal aliran musik ini dari band-band hard rock semacam Guns N\u2019Roses, Skid Row, White Snake dan lainnya di sekolah menengah. Berlanjut ke yang lebih keras seperti<\/span> <span style=\"font-weight: 400;\">Metallica, Anthrax, Suicidal Tendencies, dan akhirnya mengenal Sepultura sampai band speed metal Dragonforce.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Perkembangan musik \u201cold school\u201d ini kemudian agak tersisih pada era rock alternatif seperti Collective Soul, The Smashing Pumpkins, atau Foo Fighters yang sempat digemari pada era \u201990-an. Bahkan ketika band My Chemical Romance atau Dashboard Confessional menggebrak zaman milenial dengan aliran \u201cemo\u201d, saya bisa menerima.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Pengelompokan lagu \u201cHey Look Ma, I Made It!\u201d ke dalam genre rock ini mengingatkan saya pada fenomena band Maroon 5. Saya mulai terusik ketika Maroon 5 dikategorikan sebagai band rock. Okelah, album perdananya yang \u201cmeledak\u201d itu belum terlalu \u201cdance floor\u201dseperti lagu-lagunya sekarang. Apalagi lagu \u201cHarder To Breathe\u201d diletakkan di urutan awal. Suara gitarnya bisa juga mengindikasikan aliran rock di sini. Tapi, mungkin karena lagu \u201cThis Love\u201d yang nggak ada nuansa rock-nya blas itu ngetop banget, grup ini pun membelokkan aliran musiknya di album kedua dan seterusnya, dengan warna musik yang sama dengan lagu tersebut.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Tapi, status \u201cgrup rock\u201d kadung disematkan ke grup ini. Jadilah publik menyebut Maroon 5 sebagai band rock sampai sekarang, walaupun mayoritas lagunya ngajak \u201cMoves Like Jagger\u201d. Apalagi penampilan Adam Levine yang penuh tato itu benar-benar bisa jadi branding yang kuat untuk mengekspresikan \u201cgue rocker!\u201d<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Menurut saya, fenomena ini yang juga terjadi dengan Panic! At The Disco. Di kuping saya, tiga album pertamanya terdengar beraliran \u201cemo\u201d. Namun, di album <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">Too Weird To Live, Too Rare To Die!<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\">, terlihat sekali mereka \u201cbanting setir\u201d dari rocker menjadi adis alias anak disko. Warna musik itu pun berlanjut sampai album terakhir \u201cPray For The Wicked\u201d yang menelurkan hits \u201cHey Look Ma, I Made It!\u201d itu.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Seperti halnya Maroon 5, nggak heran stempel \u201cband rock\u201d nggak akan bisa lepas di jidat personel Panic! At The Disco, yang akhirnya membuat lagu-lagu mereka dimasukan dalam kategori<\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\"> Billboard\u2019s<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\"> hot rock songs. Buat saya yang didikan Axl Rose dan James Hetfield, jelas kenyataan ini bikin saya lari keliling lapangan bola!<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Buat perbandingan nih, apakah kalian masih inget lagu \u201cNothing Else Matters\u201d milik band Metallica di tahun 1992? Saya ingetin lagi deh yaaa&#8230;<\/span><\/p>\n<p><iframe src=\"https:\/\/www.youtube.com\/embed\/tAGnKpE4NCI\" width=\"560\" height=\"315\" frameborder=\"0\" allowfullscreen=\"allowfullscreen\"><\/iframe><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Mungkin kalian nggak menyangka kalau Metallica bakal menciptakan lagu slow seperti ini. Kebetulan, lagu ini ngetop pula di jamannya. Apakah itu berarti musik mereka jadi \u201clembek\u201d karena perubahan warna musik di lagu tersebut? Buat saya jawabannya tidak, karena mereka konsisten dengan aliran musik trash metalnya, sampai saat ini. Satu lagu yang punya tampilan beda nggak bisa dijadikan patokan bahwa band tersebut punya aliran tertentu. Dan tentu saja, pakai distorsi belum tentu alirannya cadas. Jarang loh ada band yang nggak pakai distorsi sama sekali, kecuali band akustik.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Lagu \u201cNothing Else Matters\u201d pun tetap berhak menyandang gelar lagu rock, dan publik pun mengakuinya sampai sekarang. Tapi, lagu \u201cHey Look Ma, I Made It!\u201d? Ayolaaah&#8230; bakal diketawain Eddie Van Halen di alam baka!<\/span><\/p>\n<p><b>BACA JU<\/b><strong>GA\u00a0<a href=\"https:\/\/mojok.co\/terminal\/pekerjaan-yang-bukan-tanggung-jawabmu-sebaiknya-ditolak-biar-nggak-stres\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener noreferrer\">Pekerjaan yang Bukan Tanggung Jawabmu Sebaiknya Ditolak biar Nggak Stres\u00a0<\/a><\/strong><b>dan tulisan\u00a0<\/b><a href=\"https:\/\/mojok.co\/terminal\/author\/dessy-liestiyani\/\"><b>Dessy Liestiyani<\/b><\/a><b>\u00a0lainnya.<\/b><\/p>\n<p><i>Terminal Mojok merupakan platform User Generated Content (UGC) untuk mewadahi jamaah mojokiyah menulis tentang apa pun. Submit esaimu secara mandiri lewat cara<\/i><a href=\"https:\/\/mojok.co\/terminal\/kirim-tulisan\/\"><i>\u00a0ini<\/i><\/a><i>\u00a0ya.<\/i><\/p>\n<p><i>Pernah menulis di Terminal Mojok tapi belum gabung grup WhatsApp khusus penulis Terminal Mojok? Gabung dulu, yuk. Klik link-nya<\/i>\u00a0<a href=\"https:\/\/bit.ly\/wamojok\"><i>di sini.<\/i><\/a><\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Tiga puluh tahun menggemari aliran musik rock\/metal, saya perhatikan semakin lama pengelompokan musik rock semakin campur aduk.<\/p>\n","protected":false},"author":680,"featured_media":22947,"comment_status":"closed","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"_lmt_disableupdate":"","_lmt_disable":"","jnews-multi-image_gallery":[],"jnews_single_post":[],"jnews_primary_category":[],"jnews_override_counter":[],"jnews_post_split":[],"footnotes":""},"categories":[6],"tags":[9251,2755,9250,2699],"class_list":["post-83879","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-artikel","tag-billboard","tag-metallica","tag-panic-at-the-disco","tag-rock"],"modified_by":"Rizky Prasetya","amp_enabled":true,"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/83879","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/users\/680"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=83879"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/83879\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/media\/22947"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=83879"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=83879"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=83879"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}