{"id":83797,"date":"2020-10-18T06:14:30","date_gmt":"2020-10-17T23:14:30","guid":{"rendered":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/?p=83797"},"modified":"2020-10-18T02:49:42","modified_gmt":"2020-10-17T19:49:42","slug":"tak-perlu-malu-jadi-buruh-pabrik-malulah-kalau-jadi-pejabat-korup","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/tak-perlu-malu-jadi-buruh-pabrik-malulah-kalau-jadi-pejabat-korup\/","title":{"rendered":"Tak Perlu Malu Jadi Buruh Pabrik, Malulah kalau Jadi Pejabat Korup"},"content":{"rendered":"<p><span style=\"font-weight: 400;\">&#8220;Pak, kenapa sih buruh pada demo kemarin?&#8221; tanya seorang siswi. Kebetulan hari itu saya mengajar para siswi madrasah aliyah di Islamic Boarding School, tepatnya di Sukabumi. Saya sangat bersyukur, meskipun dalam keadaan pandemi, pondok pesantren merupakan lembaga pendidikan yang diperbolehkan membuka pembelajaran tatap muka.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Lalu saya menjawab pertanyaan siswi tersebut, &#8220;Jika nanti kalian nanti bekerja jadi buruh di pabrik, kalian harus perjuangin hak kalian.&#8221;<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">&#8220;Pak, jangan doain kita jadi pegawai buruh pabrik dong, Pak.&#8221; Celetuk seorang siswi.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">&#8220;Iya, Pak.&#8221; Sahut temannya yang lain.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">&#8220;Emang kenapa dengan buruh pabrik?&#8221; Tanya saya kepada mereka.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">&#8220;Nggak sih, Pak, tapi&#8230; &#8221; Jawab seorang siswi, namun terlihat masih ragu mengungkapkannya.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">&#8220;Kenapa? Malu kalo jadi buruh pabrik?&#8221; Jawab saya langsung.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">&#8220;Nggak sih, Pak, tapi gimana ya&#8230; &#8221; Jawab siswi lain sambil bingung mau bilang apa mereka.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Lalu saya timpal kembali, &#8220;Jujur saja, kalian malu kalo jadi buruh pabrik? Gengsi ya dengan pekerjaannya? Lalu, bapak mau kasih contoh apa?&#8221; Sambil terus saya kasih pertanyaan tanpa ampun pada mereka.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Ternyata mereka jawab juga, \u201cYa contohnya pekerja kantoranlah pak, yang lebih terhormat.&#8221;<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">&#8220;Astaghfirullah.&#8221; Ungkap saya dalam hati.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Sambil menghela nafas, saya mencoba untuk menyasar dulu, ada sebuah problem dalam pikiran mereka, yang selama ini mereka anggap buruk kepada pekerjaan buruh pabrik.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">&#8220;Baik anak-anak, Bapak jelaskan sedikit yaa\u2026 Kalian tahu, apa bedanya mereka yang bekerja di kantoran sama buruh pabrik?&#8221; Tanya saya.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">&#8220;Kalo di kantoran, Pak, lebih rapi, lebih punya nama, nggak gengsi kalo ngakuin kita bekerja di sana.&#8221;<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">&#8220;Oh gitu yaaa, jadi kalo bekerja di pabrik itu tidak rapi, tidak punya nama dan malu mengakuinya?&#8221;<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">&#8220;Iya, Pak.&#8221; Mereka semua jawab barengan.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Saya makin menghela nafas lebih panjang. Kemudian saya diam sejenak untuk berpikir, apa yang harus saya katakan pada mereka selanjutnya.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">&#8220;Anak-anakku, bekerja di kantor atau bekerja di pabrik itu tidak ada bedanya. Mungkin tempat, iya berbeda. Mungkin juga pakaian, iya lebih rapi di kantor, pakai kemeja, dasi, dan sepatu mengkilat. Mungkin juga gaji yang diterima lebih besar di kantor, tapi kadang di pabrik juga sama besar.&#8221;<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">&#8220;Namun, pada dasarnya mereka semua pekerja. Mereka semua buruh. Buruh kantoran, buruh pabrik. Bapak juga sekarang ngajar kalian sebagai guru tidak jauh berbeda dengan buruh, karena bapak ngajar di sini, menjual jasa sebagai pengajar.&#8221;<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Mereka mulai diam, lalu saya lanjutkan. &#8220;Segala sesuatu yang mereka abdikan untuk orang lain, entah itu tenaga, pikiran, dan sebagainya, lalu mereka dibayar dengan hal tersebut, itulah buruh.&#8221; Ucap saya dengan nada tinggi.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Lalu saya coba melogiskan kembali, &#8220;Apakah mereka yang bekerja di pabrik mendapatkannya tidak halal? Apakah mereka yang bekerja di pabrik bukan pahlawan bagi keluarga mereka? Apakah dengan mereka yang bekerja di pabrik hidup mereka jadi hina?&#8221;<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Mereka mulai bingung tidak ada yang berani menjawab, hanya saling tatap satu sama lain. Lalu, kembali saya lanjutkan.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">\u201cMereka yang bekerja di pabrik mendapatkan dengan cara halal, mereka tidak mencuri dan tidak meminta-minta. Mereka yang bekerja di pabrik berjasa betul kepada kita semua. Pakaian kita ini, tanpa mereka kita tak bisa menutupi aurat kita. Makanan yang kita makan dan segala sesuatu yang berhubungan dengan mereka. Kendaraan, jalan, ada berkat para buruh.\u201d<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">&#8220;Mereka juga menjadi pahlawan bagi keluarga mereka, menghidupi keluarganya, bisa menyekolahkan, membeli makan, mengasihi susu bayi, dan mungkin saja saudara mereka juga tertolong akibat dari mereka bekerja sebagai buruh pabrik.&#8221;<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">\u201cBukan hanya pada mereka yang bekerja buruh pabrik saja. Mereka yang bekerja serabutan, sebagai petani, nelayan, orang yang bekerja pembuatan jalan raya, jalan kereta, jalan tol. Juga mereka yang bekerja sebagai buruh bangunan, pedagang asongan, pengamen jalanan, tukang bersih-bersih dan seterusnya. Mereka semua adalah orang yang berjasa pada kehidupan ini.\u201d<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">\u201cJangan pandang mereka hina dalam pekerjaannya, ada banyak nyawa yang mereka selamatkan, paling tidak, keluarga mereka yang bisa dihidupi, juga jangan menilai rendah pekerjaan mereka. Mungkin saja mereka lebih mulia dibanding kita.\u201d<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">\u201cKalian tahu, mereka yang berdasi rapi, bekerja di kantoran, ruang ber-AC, fasilitas mobil terjamin, khususnya mereka sebagai wakil rakyat kita, mereka bekerja dengan gaji yang besar, tunjangan yang bejibun. Tapi, mereka bekerja dengan tidak jujur, mereka korupsi dengan segala kebijakannya.\u201d<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">\u201cAkibatnya adalah ribuan nyawa rakyat yang hilang akibat dari kebijakan yang mereka buat dengan sembrono. Pembukaan lahan yang semena-mena dengan alasan pembangunan, pembukaan jalan baru, pembuatan bandara Internasional, jalan tol, jalan kereta api dengan menggusur rumah masyarakat yang sudah berpuluh tahun tinggal di sana. Berapa ribu masyarakat adat yang terusir akibat pembukaan lahan sawit. Nyawa yang hilang akibat bencana alam diakibatkan dari eksploitasi alam secara besar-besaran.\u201d<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">\u201cMereka, wakil rakyat yang seharusnya bekerja dengan baik harusnya dapat menyelamatkan jutaan nyawa, jika dibanding dengan buruh pabrik yang hanya cukup untuk makan sehari-hari saja.\u201d<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">\u201cMereka seharusnya membuat kebijakan tentang lingkungan hidup, pendidikan, kesehatan, ekonomi, hukum dan seterusnya. Secara adil, memihak pada rakyat banyak, kemaslahatan dan hajat orang banyak. Kalian boleh cita-cita jadi wakil rakyat, tapi yang jujur. Yang memihak dan memperjuangkan rakyat banyak secara adil. Kalian tidak boleh malu juga jika nanti menjadi buruh pabrik, pekerja serabutan, guru honor seperti bapak sekarang.\u201d<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">&#8220;Kita tidak tahu jalan hidup kedepan akan seperti apa. Kalian mungkin bisa merencanakan ingin jadi apa, atau mau seperti apa. Lalu, apakah kalian bisa menjamin ke depannya itu akan berhasil apa yang kalian inginkan?&#8221;<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">&#8220;Lika-liku kehidupan itu penuh kejutan. Untuk hari besok saja kadang kita bingung akan terjadi seperti apa, apalagi ini untuk waktu yang cukup lama. Bukan berarti Bapak merendahkan seseorang yang punya cita-cita tinggi, Nggak juga. Kalian boleh punya rencana yang baik, cita-cita setinggi langit, lanjutkan. Hanya saja kita tidak bisa memungkiri ada jalan usaha dan takdir kita yang setia mengikuti.&#8221;<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">\u201cSekali lagi, jangan memandang rendah suatu pekerjaan hanya dari, tampilan, gajinya, tapi pandanglah mereka seberapa banyak manfaat dari pekerjaan yang mereka lakukan untuk orang lain. Lalu, bersyukur atas penderitaan orang lain pun itu juga jangan dilakukan, karena itu biadab. Misalnya orang lain pekerjaannya buruh pabrik, lalu kita bersyukur bahwa kita tidak menjadi buruh pabrik. Atau orang lain mempunyai pekerjaan rendah menurut kacamata kita, lalu kita bersyukur karena mempunyai pekerjaan lebih baik. Nah itu lebih biadab. Paham kalian?&#8221;<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">&#8221; Paham, Pak.&#8221; Ungkap seorang siswi.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">&#8220;Lho, kenapa yang lain tidak jawab?&#8221; Pas saya lihat ternyata mereka udah pada ngantuk.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">&#8220;ASTAGHFIRULLAH!!!&#8221;<\/span><\/p>\n<p><strong>BACA JUGA\u00a0<a href=\"https:\/\/mojok.co\/terminal\/terlalu-banyak-ustaz-bukannya-maslahat-malah-membuat-ribet-umat\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener noreferrer\">Terlalu Banyak Ustaz, Bukannya Maslahat, Malah Membuat Ribet Umat\u00a0<\/a><\/strong><strong>dan tulisan-tulisan <a href=\"https:\/\/mojok.co\/terminal\/author\/didim-dimyati\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener noreferrer\">Didim Dimyati<\/a> lainnya di <a href=\"https:\/\/mojok.co\/terminal\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener noreferrer\">Terminal Mojok<\/a>.<br \/>\n<\/strong><\/p>\n<p><em>Terminal Mojok merupakan platform User Generated Content (UGC) untuk mewadahi jamaah mojokiyah menulis tentang apa pun. Submit esaimu secara mandiri lewat cara\u00a0<a href=\"https:\/\/mojok.co\/terminal\/kirim-tulisan\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener noreferrer\">ini<\/a>\u00a0ya.<\/em><\/p>\n<p><em>Pernah menulis di Terminal Mojok tapi belum gabung grup WhatsApp khusus penulis Terminal Mojok? Gabung dulu, yuk. Klik link-nya<\/em>\u00a0<em><a href=\"https:\/\/bit.ly\/wamojok\" target=\"_blank\" rel=\"noopener noreferrer\">di sini.<\/a><\/em><\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Jadi buruh pabrik itu nggak memalukan. Asal halal, semua pekerjaan itu terhormat. Kecuali jadi pejabat yang bikin rakyat sengsara, baru malu.<\/p>\n","protected":false},"author":856,"featured_media":66721,"comment_status":"closed","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"_lmt_disableupdate":"","_lmt_disable":"","jnews-multi-image_gallery":[],"jnews_single_post":[],"jnews_primary_category":[],"jnews_override_counter":[],"jnews_post_split":[],"footnotes":""},"categories":[6],"tags":[9229,9231,1115,9230,656],"class_list":["post-83797","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-artikel","tag-buruh-pabrik","tag-culas","tag-korupsi","tag-pegawai","tag-pejabat"],"modified_by":"Rizky Prasetya","amp_enabled":true,"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/83797","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/users\/856"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=83797"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/83797\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/media\/66721"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=83797"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=83797"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=83797"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}