{"id":83392,"date":"2020-10-16T07:34:20","date_gmt":"2020-10-16T00:34:20","guid":{"rendered":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/?p=83392"},"modified":"2020-10-16T00:55:28","modified_gmt":"2020-10-15T17:55:28","slug":"menghitung-penghasilan-schneider-di-bayern-munchen-musuh-bebuyutan-tsubasa","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/menghitung-penghasilan-schneider-di-bayern-munchen-musuh-bebuyutan-tsubasa\/","title":{"rendered":"Menghitung Penghasilan Schneider di Bayern M\u00fcnchen, Musuh Bebuyutan Tsubasa"},"content":{"rendered":"<p><span style=\"font-weight: 400;\">Captain Tsubasa adalah pengiring generasi 90-an untuk mengenal dunia sepak bola. Terutama masyarakat Jepang. Jika bisa diringkas secara kasar, mungkin begini alurnya; dari Captain Tsubasa, Brazil 2002, sepak bola Italia, Manchester United di tangan Sir Alex, Timnas Spanyol, hegemoni duo Spanyol atas nama Barcelona dan Madrid, bagai sebuah ramalan, semua ada dalam Captain Tsubasa.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Selain itu, patut diakui, bak sebuah ramalan yang berhasil menebak beberapa kejadian di dunia sepak bola sungguhan, manga ini turut membangun mimpi federasi Jepang\u2014JFA\u2014untuk membangun federasi yang solid. Setidaknya ada tiga ramalan yang sudah terbukti, <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">pertama<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\"> adalah<\/span><a href=\"https:\/\/mojok.co\/terminal\/menghitung-penghasilan-tsubasa-ozora-di-barcelona\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener noreferrer\"> <span style=\"font-weight: 400;\">Tsubasa Ozora di Barcelona<\/span><\/a><span style=\"font-weight: 400;\"> yang menggambarkan kehadiran Lionel Messi. <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">Kedua<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\">, ekspansi besar-besaran pemain Jepang ke Eropa. <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">Ketiga<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\"> adalah Bayern Munchen dan pemain muda Jerman.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Dikisahkan bahwa Genzo Wakabayashi hijrah ke Jerman dan menimba ilmu bersama Hamburg SV, ada dua sosok hebat yang menjadi karibnya, yakni Hermann Kaltz dan Schneider. Bagai sebuah dream team, Hamburger SV Junior menyimpan berbagai kekuatan di berbagai sektor. Genzo di depan gawang, Kaltz sebagai tengah, dan Schneider berada di depan. Dengan tendangan api milik Schneider, tekel landak milik Kaltz, dan SGGK akronim dari Super Ganbatte Goalkeeper milik Genzo, tim ini tak terkalahkan di level junior.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Dalam Arc Road to 2002 pun problem mulai hadir ketika mereka menginjak usia remaja. Ayah Schneider, Rudi Frank Schneider, yang merupakan legenda Timnas Jerman dan pelatih kepala Bayern Munchen pun merekrut permata emas Jerman, Sang Kaisar Schneider, ke dalam tubuh Bayern.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Tidak sampai di sana, bagai sebuah ramalan di dunia nyata yang menampilkan Bayern doyan dengan \u201cdaun muda\u201d menjanjikan, mereka juga merekrut kapten Timnas Swedia Junior, Stefan Levin dari FC Koln. Selain itu, mereka mencari tandem Schneider di lini depan dengan merekrut pemain berbakat China sekaligus rival<\/span><a href=\"https:\/\/mojok.co\/terminal\/menghitung-penghasilan-kojiro-hyuga-di-juventus\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener noreferrer\"> <span style=\"font-weight: 400;\">Kojiro Hyuga<\/span><\/a><span style=\"font-weight: 400;\">, Xiao Junguang. Sungguh krezi, bukan?<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Rudi menginginkan Genzo sebagai kiper Bayern dan Kaltz sebagai pengatur gelandang bertahan. Ia menugaskan anaknya untuk mendekati dua sahabatnya agar sudi bergabung dengan Bayern. Kaltz menolak karena loyalitas dan balas jasa kepada Hamburg SV, sedangkan Genzo memilih untuk menjadi rival abadi trio Schneider, Xiao, dan Levin.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Di akhir, Schneider mengatakan, \u201cTujuan kami bukan Bundesliga lagi, tapi Liga Champions dengan menantang Tsubasa di Barcelona.\u201d Walau begitu, Genzo tetap menolak ajakan Schneider untuk bergabung dengan Bayern.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Jelas sudah dikonfirmasi bahwa Schneider merupakan penghargaan khusus bagi legenda Jerman, Karl-Heinz Rummenigge, oleh sang mangaka, Yoichi Sensei. Namun, jika dikomparasikan dengan zaman sekarang, tentu Schneider belum menjadi sosok legenda. Ketika Hyuga dipinjamkan oleh Juventus ke Reggina guna mendapatkan jam terbang, dan Tsubasa ditempatkan di Barcelona B untuk mengambil hati agar menembus squad utama, Schneider seakan memiliki wild card dan menjadi tulang punggung Bayern untuk meraih title Bundesliga dan Liga Champions.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Pun, Hyuga harus bersaing ketat dengan pemain-pemain senior Juventus seperti Alessandro Delphi (Del Piero), Filippo Inzars (Filippo Inzaghi) dan Tresaga (David Tr\u00e9z\u00e9guet). Sedangkan Tsubasa Ozora bersaing serius dengan legenda nomor 10 Barcelona dan Timnas Brazil saat itu, Rivaul (Rivaldo). Ia juga bersaing dengan striker kawakan lain semisal Luikal (Frank Rijkaard), Neto&#8217;o (Samuel Eto&#8217;o), dan Savishe (Javier Saviola). Dalam Tsubasa Fandom yang membahas Bayern Munchen, tidak disebutkan ada striker lain selain Schneider dan Xiao.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Jika dalam masa sekarang, mungkin Schneider melambangkan striker utama Bayern saat ini, Robert Lewandowski, walau usia mereka terpaut lumayan jauh. Sedangkan Xiao ini seperti Serge Gnabry dan Stefan Levin seperti Thomas M\u00fcller.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Tsubasa yang masih berkutat di Barcelona B dan juga masih di bawah bayang-bayang Rivaul, sangat cocok mendapatkan gaji di kisaran angka 144 ribu euro per tahun belum ditambah bonus. Sedangkan rivalnya dalam final arc Junior Youth, Schneider, yang kini perannya setara dengan Robert Lewandowski, memiliki gaji di angka 30 juta euro atau<\/span><a href=\"https:\/\/www.transfermarkt.com\/lewandowski-extends-bayern-munich-contract-wages-on-coutinho-rsquo-s-level\/view\/news\/344460\" target=\"_blank\" rel=\"noopener noreferrer\"> <span style=\"font-weight: 400;\">480 miliar rupiah<\/span><\/a><span style=\"font-weight: 400;\"> per tahunnya. Ya, itu semua adalah uang. Uang yang dihasilkan dari fire shoot dan kaisar tackle yang tidak kenal ampun itu.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Jika Tsubasa Ozora bisa berfoya-foya dengan cara membeli cilor dan basreng di depan SD Nankatsu untuk seluruh masyarakat Dusun Nankatsu, Schneider bisa menggunakan gajinya untuk membuka peternakan encu di Munchen dan membuka cabang di seluruh kota di Jerman.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Hal ini juga diikuti oleh kawan-kawannya seperti Xiao dengan gaji 5,5 juta euro per tahun dan Stefan Levin dengan 16 juta euro per tahun. Jika menengok fakta seperti ini, pemain muda mendapat kesempatan bermain di level atas dan gaji yang berlimpah. Pantas bukan bahwa, \u201cSemua akan Bayern pada waktunya\u201d? Entah di kartun atau di dalam kenyataan sekalipun.<\/span><\/p>\n<p><strong>BACA JUGA <a href=\"https:\/\/mojok.co\/terminal\/4-hal-yang-sebaiknya-dilakukan-manchester-united-dan-ini-serius\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener noreferrer\">4 Hal yang Sebaiknya Dilakukan Manchester United dan Ini Serius<\/a><\/strong> <strong>dan tulisan\u00a0<a href=\"https:\/\/mojok.co\/terminal\/author\/gusti-aditya\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener noreferrer\">Gusti Aditya<\/a>\u00a0lainnya.<\/strong><\/p>\n<p><em>Terminal Mojok merupakan platform User Generated Content (UGC) untuk mewadahi jamaah mojokiyah menulis tentang apa pun. Submit esaimu secara mandiri lewat cara\u00a0<a href=\"https:\/\/mojok.co\/terminal\/kirim-tulisan\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener noreferrer\">ini<\/a>\u00a0ya.<\/em><\/p>\n<p><em>Pernah menulis di Terminal Mojok tapi belum gabung grup WhatsApp khusus penulis Terminal Mojok? Gabung dulu, yuk. Klik link-nya\u00a0<\/em><a href=\"https:\/\/bit.ly\/wamojok\"><em>di sini.<\/em><\/a><\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Schneider bisa menggunakan gajinya untuk membuka peternakan encu di Munchen dan membuka cabang di seluruh kota di Jerman.<\/p>\n","protected":false},"author":130,"featured_media":83589,"comment_status":"closed","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"_lmt_disableupdate":"","_lmt_disable":"","jnews-multi-image_gallery":[],"jnews_single_post":[],"jnews_primary_category":[],"jnews_override_counter":[],"jnews_post_split":[],"footnotes":""},"categories":[6],"tags":[8718,9203,5247],"class_list":["post-83392","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-artikel","tag-bayern-munchen","tag-schneider","tag-tsubasa"],"modified_by":"Audian Laili","amp_enabled":true,"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/83392","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/users\/130"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=83392"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/83392\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/media\/83589"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=83392"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=83392"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=83392"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}