{"id":83315,"date":"2020-10-15T07:31:34","date_gmt":"2020-10-15T00:31:34","guid":{"rendered":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/?p=83315"},"modified":"2020-10-14T07:33:10","modified_gmt":"2020-10-14T00:33:10","slug":"5-pesawat-radiologi-yang-penyebutannya-kerap-digebuk-rata-jadi-alat-rontgen","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/5-pesawat-radiologi-yang-penyebutannya-kerap-digebuk-rata-jadi-alat-rontgen\/","title":{"rendered":"5 Pesawat Radiologi yang Penyebutannya Kerap Digebuk Rata Jadi \u2018Alat Rontgen\u2019"},"content":{"rendered":"<p><span style=\"font-weight: 400;\">Di artikel saya tentang<\/span><a href=\"https:\/\/mojok.co\/terminal\/keresahan-radiografer-yang-suka-dikatain-mandul-dan-profesinya-nggak-ada-di-kbbi\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener noreferrer\"> <span style=\"font-weight: 400;\">profesi radiografer<\/span><\/a><span style=\"font-weight: 400;\"> yang dimuat Terminal Mojok, saya berpendapat bahwa radiografer memiliki beberapa kesamaan dengan fotografer. Namun di tulisan tersebut, saya lupa memasukkan satu lagi, yaitu perihal jenis alatnya yang sama-sama beragam.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Dalam fotografi tentu terdapat berbagai jenis kamera, yang diklasifikasikan berdasar entah apa (mungkin kebutuhan?). Walau demikian, masyarakat kebanyakan hanya tahu bahwa dalam fotografi kamera ya itu-itu saja.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Begitu pun di radiografi. Di sini terdapat beberapa jenis pesawat atau alat pemeriksaan radiologi. Namun kembali lagi, banyak orang menggebuk rata penyebutannya dengan \u201calat rontgen\u201d.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Padahal, di radiografi setiap alat memiliki kemampuan pencitraan yang berbeda-beda. Ada yang hanya 2 dimensi, ada pula yang 3 dimensi. Ada yang hanya sekali tangkap gambar, ada juga yang <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">real time<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\"> atau secara langsung, seperti di video gitu.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Jadi, menurut saya, menyebut semua itu hanya dengan \u201calat rontgen\u201d itu kurang tepat.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Ditambah lagi, terdapat beberapa pemeriksaan radiologi yang tidak memanfaatkan sinar X. Sementara Wilhelm Conrad Rontgen kan penemu sinar X, bukan penemu pemeriksaan radiologi.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Oh iya, yang saya maksud di sini adalah pemeriksaan radiologi diagnostik, ya. Pemeriksaan yang bertujuan untuk mendeteksi kondisi dan kelainan dalam tubuh manusia. Bukan radioterapi. Pasalnya, ini hanya mendeteksi, bukan mengobati.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Dan semua itu, saya simpulkan setidaknya terdapat 5 jenis pesawat sebagai berikut:<\/span><\/p>\n<h4>#1 Pesawat Sinar X Konvensional<\/h4>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Penampakan alat pemeriksaan ini saya kira sudah tidak asing lagi. Jika kamu ke rumah sakit dan mendapat pemeriksaan radiologi seperti thoraks, tulang-belulang, atau organ lainnya, pasti menggunakan alat ini.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Seperti namanya, alat ini memang ditujukan untuk pemeriksaan yang biasa dan sederhana karena hanya menghasilkan gambar 2 dimensi.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Sebenarnya, terdapat pesawat sinar X lain yang termasuk konvensional tapi dikhususkan, antara lain: pesawat panoramic dan chepalometri untuk pemeriksaan kepala dan gigi keseluruhan; pesawat dental untuk memeriksa gigi; dan pesawat mammografi untuk memeriksa payudara.<\/span><\/p>\n<h4>#2 Pesawat Sinar X Fluoroscopy<\/h4>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Alat ini biasanya oleh beberapa merk dijadikan satu dengan jenis di atas sehingga juga bisa digunakan untuk pemeriksaan konvensional. Namun konsep fluoroscopy sendiri cukup berbeda karena<\/span> <span style=\"font-weight: 400;\">real time, seperti memvideo organ. Jadi sinar X terus memancar selama pemeriksaan. Biasanya, alat ini digunakan pada pemeriksaan intervensional untuk keperluan pemasangan alat seperti selang, pen, atau lainnya ke dalam tubuh.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Ada juga jenis ini yang khusus hanya untuk fluoroscopy, yaitu pesawat C-Arm. Bentuknya seperti huruf \u201cc\u201d yang mengapit meja pemeriksaan. Biasanya digunakan khusus di ruang operasi itu, loh. Tahu, kan?<\/span><\/p>\n<h4>#3 Pesawat Sinar X CT (Computed Tomography) Scan<\/h4>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Sudah terbayang, kan, dengan alat yang satu ini? Iya, yang kaya terowongan itu.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Nah, CT Scan<\/span> <span style=\"font-weight: 400;\">mampu menghasilkan gambar dalam bentuk 3 dimensi dan berjumlah banyak. Jika yang pertama memotret hanya dengan satu sudut pandang, pesawat ini mampu menggambarkan dari banyak sudut pandang.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Meniru analogi yang dipakai dosen saya, sederhananya pesawat ini mampu menggambarkan timun dari beberapa potongan: 1) axial, yang menampakan depan hingga belakang (sehingga gambar berbentuk lingkaran); 2) horisontal, menampakkan potongan dari atas hingga bawah (berbentuk lonjong); dan 3) vertikal, yang menampakkan potongan dari sisi kanan dan kiri (bentuknya apa, ya? Lonjong juga kayaknya).<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Dari semua gambaran yang dihasilkan melalui berbagai sudut pandang itulah, dokter mampu melihat secara lebih jelas letak kelainan pada tubuh pasien.<\/span><\/p>\n<h4>#4 Pesawat MRI (Magnetic Resonance Imaging)<\/h4>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Bentuk pesawat ini hampir sama seperti CT scan, tapi sumber radiasi yang digunakan adalah gelombang magnet bukan sinar X. Sebenarnya saya agak lupa konsep pemeriksaan di alat ini.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Yang saya ingat adalah keuntungan pemeriksaan ini yang tidak memiliki efek paparan radiasi seperti pemeriksaan sinar X sehingga aman dilakukan bagi ibu hamil. Selain itu, seingat saya detail gambaran pada pemeriksaan ini juga lebih baik. Namun, biayanya mahal dan dibutuhkan waktu yang lama dalam sekali pemeriksaan.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Maaf ya, saya nggak bisa menjelaskan konsepnya. Sebab, saat mata kuliah MRI dasar saya nggak tertarik sampai tertidur. Ya, soalnya saat saya bekerja kelak, pemeriksaan ini bukanlah kompetensi saya yang hanya lulusan D3. Dan untuk bisa menguasainya, perlu menambah kuliah satu tahun lagi dan mendapat gelar Sarjana Terapan Radiologi.<\/span><\/p>\n<h4>#5 Pesawat PET (Positron Emission Tomography)<\/h4>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Jika keempat alat di atas memanfaatkan radiasi eksternal, berbeda dengan alat ini yang memanfaatkan radiasi dari radioisotop\u2014anggap saja obat berbahan zat radioaktif \u2013yang dimasukkan ke dalam tubuh.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Nah, radioisotop itu akan mendeteksi letak kanker dalam tubuh setelah radiasi tersebut ditangkap oleh detektor alat ini. Singkatnya, sih, begitu. Soalnya, waktu praktik lapangan di RS Kariadi, saya dalam keadaan ngantuk. Hehehe.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Pemeriksaan dengan alat ini juga merupakan bidang khusus, yaitu nuclear medicine<\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">,<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\"> yang secara aneh diterjemahkan hingga menjadi \u201ckedokteran nuklir\u201d. Aneh, kan?<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Sebenarnya, ada satu alat lagi yang pemeriksaannya dikategorikan sebagai pemeriksaan radiologi. Yaitu USG. Namun, saya nggak mau bahas. Selain karena masyarakat nggak menyebutnya sebagai alat rontgen, juga karena<\/span><a href=\"https:\/\/mojok.co\/red\/rame\/kilas\/menkes-terawan-diprotes-puluhan-asosiasi-kedokteran-terkait-permenkes-nomor-24-tahun-2020\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener noreferrer\"> <span style=\"font-weight: 400;\">belakangan ini USG jadi isu sensitif<\/span><\/a><span style=\"font-weight: 400;\">.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Kok, bisa? Ya, bisa dong. Berkat Lord Terawan gitu loh, melalui Permenkes Nomor 24 Tahun 2020-nya itu. Jangan pura-pura nggak tahu, saya nanti kepancing buat<\/span><a href=\"https:\/\/mojok.co\/terminal\/lupakan-kinerja-terawan-mari-kita-bahas-gelar-beliau\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener noreferrer\"> <span style=\"font-weight: 400;\">ngomongin beliau lagi<\/span><\/a><span style=\"font-weight: 400;\">. Gimana?<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Tapi, sekalimat mungkin boljug lah, ya: Pak Terawan, jangan mentang-mentang USG merupakan pemeriksaan radiologi, sehingga yang dibolehkan melakukannya hanya dokter radiologis, ya. Udah ah, cukup. Gitu aja.<\/span><\/p>\n<p><strong>BACA JUGA <a href=\"https:\/\/mojok.co\/terminal\/keresahan-radiografer-yang-suka-dikatain-mandul-dan-profesinya-nggak-ada-di-kbbi\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener noreferrer\">Keresahan Radiografer yang Suka Dikatain Mandul dan Profesinya Nggak Ada di KBBI<\/a><\/strong> <strong>dan tulisan <a href=\"https:\/\/mojok.co\/terminal\/author\/fadlir-rahman\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener noreferrer\">Fadlir Rahman<\/a>\u00a0lainnya.<\/strong><\/p>\n<p><em>Terminal Mojok merupakan platform User Generated Content (UGC) untuk mewadahi jamaah mojokiyah menulis tentang apa pun. Submit esaimu secara mandiri lewat cara<a href=\"https:\/\/mojok.co\/terminal\/kirim-tulisan\/\">\u00a0ini<\/a>\u00a0ya.<\/em><\/p>\n<p><em>Pernah menulis di Terminal Mojok tapi belum gabung grup WhatsApp khusus penulis Terminal Mojok? Gabung dulu, yuk. Klik link-nya\u00a0<a href=\"https:\/\/bit.ly\/wamojok\" target=\"_blank\" rel=\"noopener noreferrer\">di sini.<\/a><\/em><\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Terdapat beberapa jenis alat pemeriksaan radiologi. Namun, banyak orang menggebuk rata penyebutannya dengan \u201calat rontgen\u201d.<\/p>\n","protected":false},"author":933,"featured_media":83331,"comment_status":"closed","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"_lmt_disableupdate":"","_lmt_disable":"","jnews-multi-image_gallery":[],"jnews_single_post":[],"jnews_primary_category":[],"jnews_override_counter":[],"jnews_post_split":[],"footnotes":""},"categories":[6],"tags":[9170,9171,4725],"class_list":["post-83315","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-artikel","tag-radiologi","tag-rontgen","tag-terawan"],"modified_by":"Audian Laili","amp_enabled":true,"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/83315","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/users\/933"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=83315"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/83315\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/media\/83331"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=83315"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=83315"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=83315"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}