{"id":83073,"date":"2020-10-14T06:07:12","date_gmt":"2020-10-13T23:07:12","guid":{"rendered":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/?p=83073"},"modified":"2020-10-13T18:40:03","modified_gmt":"2020-10-13T11:40:03","slug":"vlog-barbie-dan-kanal-youtubenya-lebih-berfaedah-dibanding-vlog-para-manusia","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/vlog-barbie-dan-kanal-youtubenya-lebih-berfaedah-dibanding-vlog-para-manusia\/","title":{"rendered":"Vlog Barbie dan Kanal YouTubenya Lebih Berfaedah Dibanding Vlog Para Manusia"},"content":{"rendered":"<p><span style=\"font-weight: 400;\">Saya mengikuti beberapa YouTuber yang memiliki konten bermanfaat dan menghibur, salah satunya adalah Barbie Vlog di kanal YouTube Barbie Official. Konten dari kanal ini bisa dibilang jauh lebih baik dari kebanyakan vlogger di Indonesia. Walau sejatinya, Barbie bahkan bukan manusia.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Benar, Barbie suka buat vlog layaknya vlogger profesional. Saya baru mengetahuinya tahun lalu, saat secara nggak sengaja YouTube algoritma membawa saya ke vlog Barbie. Begitu saya iseng coba menonton, saya langsung jatuh hati! Nggak perlu video sensasional dan kontroversial untuk eksis di YouTube, Barbie tetap jadi favorit banyak orang dengan videonya yang inspiratif dan sederhana. Terbukti dengan subscriber-nya yang terus meningkat belakangan.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Setidaknya saya punya alasan kenapa vlog Barbie lebih baik dari kebanyakan vlog seleb YouTube yang kontennya itu-itu aja dan kadang dibumbui gimik nggak penting. Menarik atensi memang nggak selamanya harus bikin konten ndakik-ndakik dengan kontroversi di sana-sini.<\/span><\/p>\n<h4><b>Menebar pesan positif<\/b><\/h4>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Tentu saja alasan paling utama kenapa saya senang menonton vlog Barbie adalah karena kontennya yang bermanfaat. Barbie suka mengutarakan isi hati dan pikirannya di kanal vlognya. Biasanya dia mengangkat masalah yang umumnya dihadapi banyak orang atau isu terkini yang masih bisa dengan mudah dicerna anak-anak.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Meskipun target utamanya anak-anak, menurut saya pesan yang Barbie sampaikan juga relatable dan penting diketahui untuk orang dewasa. Mungkin karena Barbie sudah dewasa jadi wawasannya luas dan argumennya masuk akal (Barbie sudah ada sejak tahun 1959, meskipun sampai sekarang nggak keriput juga).<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Saya juga senang mendengar komentar-komentar dari temannya Barbie yang nggak kalah bijaknya. Ketika membicarakan suatu masalah, nggak jarang Barbie mengundang teman-temannya yang dirasa memiliki wawasan lebih soal topik tersebut. Tindakan ini juga merupakan bukti nyata bahwa Barbie adalah orang yang open-minded karena dia senang memberikan perspektif baru baik untuk penontonnya maupun dirinya sendiri. Dia juga orang yang peduli karena memberikan ruang bicara untuk teman-temannya, tanpa bermaksud meraih popularitas karena isunya sedang viral seperti beberapa YouTuber yang banyak ngasih panggung sama isu-isu viral dan urgensinya nggak ada.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Video jenis ini menjadi favorit saya dalam kanalnya Barbie karena pesannya yang bagus dan juga durasinya yang pendek. Meski rata-rata videonya hanya berdurasi 2-4 menit, namun durasi itu menurut saya cukup. Barbie dengan jelas menyampaikan pendapat dan pesannya. Nggak bertele-tele terus menghabiskan kuota penontonnya. Vlog Barbie memang pro rakyat!<\/span><\/p>\n<h4><b>Nggak ada prank aneh<\/b><\/h4>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Salah satu alasan kenapa saya malas mengikuti beberapa YouTuber terkenal adalah karena banyak di antara mereka yang membuat video prank nggak berbobot. Merusak alat kosmetik milik pacar contohnya atau membuat pesanan fiksi yang bikin ojol jantungan. Di dalam kanal YouTube Barbie, nggak ada perbuatan bodoh semacam itu.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Saya heran sih dengan YouTuber yang senang melakukan aksi prank tanpa pikir panjang. Bahkan saya menduga-duga otak mereka sudah nggak ada, dijual buat membeli subscriber. Maksudnya apa coba? Biar viral gitu? Nggak punya kualitas diri banget. Saya suka emosi lihatnya. Tapi, di kanal YouTube dan vlog Barbie ini nggak ada yang bikin emosi semacam itu. Ternyata Barbie yang katanya hanya bermodal makeup ini lebih berakal dibandingkan beberapa manusia. Coba mas, mbak, otaknya di-makeup.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Barbie suka bercanda dengan teman-teman dan saudara-saudaranya dan bercandaan mereka benar-benar menghibur untuk kedua belah pihak. Nggak ada yang merasa dirugikan. Dibandingkan dengan prank, Barbie melakukan challenge yang bisa mengeratkan hubungan antara dirinya dan kawan-kawannya. Biasanya di vlog, Barbie melakukan challenge menarik semacam makeup challenge, yoga challenge, whisper challenge, dan memasak.<\/span><\/p>\n<h4><b>DIY dan life hacks yang masuk akal<\/b><\/h4>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">YouTube adalah tempatnya DIY dan life hacks menarik. Tapi saking out of the box-nya, nggak jarang DIY dan life hacks tersebut malah nggak masuk akal dan bisa dikategorikan sebagai video pembodohan. Tentu saja lain halnya dengan DIY dan life hacks versi vlog Barbie.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Barbie senang membagikan DIY versi dirinya yang biasanya berhubungan dengan makeup dan baju. Nggak jarang juga dia membuat mainan-mainan seru yang mudah dibuat. Meski saya belum pernah coba langsung DIY-nya, saya rasa pasti akan berhasil dan sesuai ekspektasi karena Barbie menggunakan bahan-bahan yang masuk akal. Life hacks Barbie juga nggak macam-macam, pasti bisa sangat membantu subscriber-nya.<\/span><\/p>\n<h4><b>Nggak clickbait<\/b><\/h4>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Beberapa jenis video di atas diunggah Barbie dengan judul yang sesuai dengan substansinya. Barbie nggak akan nulis, \u201cI Made 1,000$ for Just Staying in Bed for 1 Hour!!!\u201d atau \u201cKen Ternyata Suka Pakai 5 Produk Kecantikan Ini, Nomor 3 Bikin Tercengang!\u201d Nggak, nggak. Barbie nggak akan nulis judul semacam itu. Dia adalah YouTuber yang jujur dan berkualitas, jadi dia menulis judul video yang sederhana dan sesuai. Nggak akan ada orang yang kecewa ketika menonton vlog Barbie karena judulnya memang apa adanya, sesuai dengan isi video tersebut.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Jelas sekali YouTuber harus berguru kepada Barbie agar kualitas video mereka lebih baik dan bermanfaat. Barbie adalah bukti nyata bahwa kualitas lebih penting di atas segalanya mengabaikan kriteria \u201cjadi manusia\u201d demi \u201cjadi beradab\u201d. Nggak perlu sensasional, dia tetap eksis dan menjadi kesayangan banyak orang. Barbie adalah content creator hebat yang menggunakan platformnya dengan bijak. Popularitasnya selama setengah abad ini nggak membuat dia congkak. Sebaliknya, Barbie adalah sosok yang rendah hati dan peduli akan lingkungannya. Dear \u201cYouTuber terkenal\u201d, cobalah nonton vlog Barbie dan anteng.<\/span><\/p>\n<p><em>Sumber gambar: YouTube <a href=\"https:\/\/www.youtube.com\/watch?v=tyWt60OfeDE\" target=\"_blank\" rel=\"noopener noreferrer\">Barbie<\/a><\/em><\/p>\n<p><strong>BACA JUGA <a href=\"https:\/\/mojok.co\/terminal\/pygmalion-effect-guru-yang-baik-adalah-guru-yang-memberi-semangat\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener noreferrer\">Pygmalion Effect: Guru yang Baik adalah Guru yang Memberi Semangat<\/a> dan tulisan <a href=\"https:\/\/mojok.co\/terminal\/author\/amalia-salsabila\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener noreferrer\">Amalia Salsabila<\/a> lainnya\u00a0<\/strong><\/p>\n<p><i>Terminal Mojok merupakan platform User Generated Content (UGC) untuk mewadahi jamaah mojokiyah menulis tentang apa pun. Submit esaimu secara mandiri lewat cara<\/i><a href=\"https:\/\/mojok.co\/terminal\/kirim-tulisan\/\"><i>\u00a0ini<\/i><\/a><i>\u00a0ya.<\/i><\/p>\n<p><em>Pernah menulis di Terminal Mojok tapi belum gabung grup WhatsApp khusus penulis Terminal Mojok? Gabung dulu, yuk. Klik link-nya<\/em>\u00a0<em><a href=\"https:\/\/bit.ly\/wamojok\" target=\"_blank\" rel=\"noopener noreferrer\">di sini.<\/a><\/em><\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Dear \u201cYouTuber terkenal\u201d, cobalah nonton vlog Barbie dan anteng. Lihatlah betapa seorang Barbie yang bukan manusia saja bisa bermanfaat.<\/p>\n","protected":false},"author":982,"featured_media":83268,"comment_status":"closed","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"_lmt_disableupdate":"","_lmt_disable":"","jnews-multi-image_gallery":[],"jnews_single_post":[],"jnews_primary_category":[],"jnews_override_counter":[],"jnews_post_split":[],"footnotes":""},"categories":[6],"tags":[102,514],"class_list":["post-83073","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-artikel","tag-media-sosial","tag-youtuber"],"modified_by":"Ajeng Rizka","amp_enabled":true,"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/83073","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/users\/982"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=83073"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/83073\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/media\/83268"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=83073"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=83073"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=83073"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}