{"id":82677,"date":"2020-10-13T07:33:26","date_gmt":"2020-10-13T00:33:26","guid":{"rendered":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/?p=82677"},"modified":"2020-10-12T19:39:55","modified_gmt":"2020-10-12T12:39:55","slug":"kenangan-ketakutan-dan-merinding-ketika-membaca-novel-goosebumps","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/kenangan-ketakutan-dan-merinding-ketika-membaca-novel-goosebumps\/","title":{"rendered":"Kenangan Ketakutan dan Merinding ketika Membaca Novel Goosebumps"},"content":{"rendered":"<p><span style=\"font-weight: 400;\">Saya nggak mengatakan semua sekolah menengah atau SMP diberkahi perpustakaan yang besar dan lengkap. Perpustakaan yang tiap sudutnya dilengkapi novel-novel yang digandrungi pada saat itu semisal <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">Lima Sekawan, Trio Detektif<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\">, hingga buku-buku Roald Dahl. Sebuah sekolah dan perpustakaan adalah manunggal yang harusnya nggak bisa dilepaskan. Maka, perpustakaan dan novel Goosebumps, pun harusnya sama.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Goosebumps adalah novel karya RL Stine yang sering menyapamu di perpustakaan SMP atau malah SMA. Atau bahkan hingga kini? Ya, terakhir cek di grup jual beli buku bekas, ternyata buku-buku karya RL. Stine hingga Enid Blyton\u2014walau bekas\u2014harganya termasuk mahal. Betapa beruntungnya, hasil koleksi saya dari SMP sampai kuliah, masih terbingkai manis di lemari buku keluarga.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Novel series Goosebumps karya RL Stine ini bertemakan horor yang sangat renyah untuk anak-anak dan remaja. Sebelum thread-thread horor berseliweran di lini masa Twitter, novel-novel inilah yang sering bikin bulu kudu merinding sampai takut pergi ke kamar mandi sekolah sendirian. Selain itu, topik yang diambil rasanya sangat dekat dengan masa-masa remaja dulu. Walau beberapa suasana, bahasa, nama flora dan fauna yang keminggris, tidak mengurangi suasana yang mencekam.<\/span><\/p>\n<p><b><i>Contoh pertama<\/i><\/b><span style=\"font-weight: 400;\"> adalah hal-hal klenik. Seri nomor 53 ini memiliki judul asli <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">Chicken Chicken<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\"> memang seri paling underrated dalam semua seri Goosebumps. Masuk dalam daftar 10 seri terburuk, justru seri ini yang membuat saya merinding setengah mati. Mulai dari covernya yang sangat absurd\u2014seekor ayam raksasa dengan wajah manusia\u2014juga isi ceritanya yang benar-benar terjadi di kehidupan saya dulu.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Entah menyebutnya pamali atau apa, seri ini mengangkat plot yang serupa. Bercerita mengenai seorang remaja yang kehilangan saudaranya ketika bermain di pelataran rumah (jangan-jangan mainnya pas Magrib, nih). Kalau di desa saya dibilang digondol kelongwewe, orang sana bilang diculik penyihir. Mantranya pun unik: <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">ayam, ayam, ayam<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\">. Ruben Onsu bakal repot jika tinggal di sini.<\/span><\/p>\n<p><b><i>Contoh kedua<\/i><\/b><span style=\"font-weight: 400;\">, mengangkat tema lingkungan terdekat kita. Tetangga rumah, misalnya. Pernah nggak punya pikiran bahwa tetangga kita itu orang jahat atau alien? Saya pernah! Ketika membaca Goosebumps seri ke-10 yang memiliki judul asli <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">The Ghost Next Door, <\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\">saya hanya cekikikan. Tetapi, setelah membaca lebih jauh, saya ngewel merinding.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Selain tetangga, ada juga salah satu bagian rumah yang menurut desas-desus keluarga, itu angker. Pernah? Ada bagian rumah kalian yang dianggap wingit? Coba baca Goosebumps seri ke-9, <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">Jauhi Ruang Bawah Tanah<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\"> atau judul aslinya <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">Stay Out of the Basement<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\">. Walau terkesan agak wagu, tetapi perpindahan antara bab, bisa bikin dahimu berkerut dan makin penasaran.<\/span><\/p>\n<p><b><i>Contoh ketiga<\/i><\/b><span style=\"font-weight: 400;\">, berhubungan dengan sekolah. Misalkan pada novel Goosebumps seri ke-9 <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">Selamat Datang di Camp Nightmare<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\">. Kegiatan pramuka asik itu\u2014menurut saya\u2014ada seutuhnya di tangan pembina atau panitianya. Jika pembinanya asyik, kegiatan ini akan menghasilkan kesan yang baik pula. Pun sebaliknya, jika pembinanya itu demit, wah <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">ambyar!<\/span><\/i><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Selain tiga alasan di atas, faktor objektif dari saya adalah kebanyakan judul itu clickbait pada masanya. Coba, gimana nggak penasaran ketika membaca sebuah judul <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">Serigala di Rawa Demam <\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\">yang judul aslinya <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">The Werewolf of Fever<\/span><\/i> <i><span style=\"font-weight: 400;\">Swamp<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\">. Secara nalar, anak kecil seperti saya dulu pasti bakal tertarik. Belum lagi ada <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">Bergaya Sebelum Mati<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\">, padahal judul aslinya <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">Say Cheese and Die!<\/span><\/i><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Juaranya, menurut saya, ada 2 seri. <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">Pertama,<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\"> Goosebumps seri ke-7 <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">Si Boneka Hidup Beraksi. <\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\">Sama seperti Chucky, boneka ventriloquist yang akrab disapa Slappy ini sama ikoniknya. Bahkan, dua film live-action Goosebumps, banyak bertumpu pada biang keladi yang satu ini. \u00a0 <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">Kedua<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\">, yang paling gila, <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">Attack of the Mutant. <\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\">Ketika Slappy terlihat menyebalkan dan menyeramkan, tapi antagonis di sini malah terlihat keren. Untuk pertama kalinya, saya nggak mau masuk ke dunia superhero. Seseram-seramnya Gotham, masih terpantik rasa penasaran untuk singgah. Lha kalau ini, wegah!<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Apa yang membuat novel <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">Goosebumps<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\"> ini menjadi jagoan saya ketika kecil? Seperti kebanyakan cerita RL. Stine (terlebih seri Goosebumps lain seperti Goosebumps HorrorLand, Goosebumps Series 2000, dan Give Yourself Goosebumps), ending adalah saat-saat paling baik mengucapkan bajingan karena anjay dilarang! Kenapa? Plot twist ala Stine di masa itu, setara dengan ilmu hitam yang menyihir pembaca anak-anak seperti saya.<\/span><\/p>\n<p><strong>BACA JUGA <a href=\"https:\/\/mojok.co\/terminal\/pengalaman-saya-ditipu-penjual-buku-online-bilangnya-buku-original-ternyata-bajakan\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener noreferrer\">Pengalaman Saya Ditipu Penjual Buku Online, Bilangnya Buku Original Ternyata Bajakan<\/a><\/strong> <strong>dan tulisan <a href=\"https:\/\/mojok.co\/terminal\/author\/gusti-aditya\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener noreferrer\">Gusti Aditya<\/a>\u00a0lainnya.<\/strong><\/p>\n<p><em>Terminal Mojok merupakan platform User Generated Content (UGC) untuk mewadahi jamaah mojokiyah menulis tentang apa pun. Submit esaimu secara mandiri lewat cara\u00a0<a href=\"https:\/\/mojok.co\/terminal\/kirim-tulisan\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener noreferrer\">ini<\/a>\u00a0ya.<\/em><\/p>\n<p><em>Pernah menulis di Terminal Mojok tapi belum gabung grup WhatsApp khusus penulis Terminal Mojok? Gabung dulu, yuk. Klik link-nya\u00a0<\/em><a href=\"https:\/\/bit.ly\/wamojok\"><em>di sini.<\/em><\/a><\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Sebelum thread-thread horor berseliweran di lini masa Twitter, novel Goosebumps inilah yang sering bikin bulu kudu merinding sampai takut.<\/p>\n","protected":false},"author":130,"featured_media":83015,"comment_status":"closed","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"_lmt_disableupdate":"","_lmt_disable":"","jnews-multi-image_gallery":[],"jnews_single_post":[],"jnews_primary_category":[],"jnews_override_counter":[],"jnews_post_split":[],"footnotes":""},"categories":[6],"tags":[9151,29,4397],"class_list":["post-82677","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-artikel","tag-goosebumps","tag-horor","tag-novel"],"modified_by":"Audian Laili","amp_enabled":true,"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/82677","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/users\/130"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=82677"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/82677\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/media\/83015"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=82677"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=82677"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=82677"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}