{"id":82479,"date":"2020-10-13T14:16:01","date_gmt":"2020-10-13T07:16:01","guid":{"rendered":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/?p=82479"},"modified":"2020-10-13T14:16:01","modified_gmt":"2020-10-13T07:16:01","slug":"pengalaman-memalukan-saat-pertama-kali-makan-di-restoran-jepang","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/pengalaman-memalukan-saat-pertama-kali-makan-di-restoran-jepang\/","title":{"rendered":"Pengalaman Memalukan Saat Pertama Kali Makan di Restoran Jepang"},"content":{"rendered":"<p><span style=\"font-weight: 400;\">Saat awal-awal merantau di Surabaya dulu, ada satu hal yang sebisa mungkin saya hindari, yaitu makan di tempat mewah (entah di restoran atau di mal). Saya pasti akan menolak dengan berbagai alasan tiap kali ada yang ngajakin saya buat kumpul-kumpul di tempat-tempat kayak gitu.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Pertimbangan saya selalu menolak, pertama, jelas karena duit saya pas-pasan. Tapi, ini bukan alasan yang cukup kuat, sebab toh saya bisa saja memilih makanan dengan harga paling murah. Nah, alasan kedua nih yang sebenarnya bikin saya nggak mau-mau bener, yaitu takut nggak bisa cara makannya.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">\u201cEh, gimana-gimana?\u201d<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Jadi gini, saya adalah anak kampung yang tentu lebih nyaman makan di warteg atau warung-warung biasa saja. Nggak repot. Tata caranya juga simpel, kalau nggak pakai sendok ya tinggal sombor saja pakai tangan.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Tapi, beda kasus misalnya harus nurutin ajakan temen-temen buat makan di restoran Jepang gitu katakanlah. Serius\u2014pada masa-masa tersebut\u2014saya sama sekali nggak paham gimana caranya pakai sumpit. Hla ini kalau saya makan bareng temen-temen terus clingak-clinguk nggak mudeng kan ya lucu. Oke mungkin bisa sih, minta garpu sama pelayan, Tapi, lagi-lagi, tak jamin pasti bakal jadi bahan ketawaan dan cemoohan karena saya nggak bisa menggunakan sumpit.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Sialnya, pernah suatu kali saya terjebak dalam situasi memalukan tersebut.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Ceritanya, Mbak sepupu saya yang kebetulan sudah empat tahun lebih bekerja di Surabaya ngajakin saya buat hangout<\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">. <\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\">Sebenarnya sudah dari sebelum-sebelumnya Mbak sepupu saya ngajakin. Namun, saya selalu saja mengelak dengan dalih sibuk urusan kampus lah, ini lah, itu lah. Pokoknya alasan apa saja biar nggak jadi keluar.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Baru di malam itu, setelah kehabisan alasan, akhirnya saya nggak bisa menolak ajakannya. Dari awal saya sudah curiga, pasti bakal diajak kulineran yang aneh-aneh. Sebab, pas saya jemput dia di kosan, dia sudah ngasih prolog gini, \u201cNggak bosen apa makan pecel sama lodeh tiap hari? Kali ini kamu harus coba kuliner yang lain. Yang seger-seger, lah.\u201d<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Mak glek! Mendengar itu firasat saya yang sebelumnya sudah buruk malah jadi lebih buruk.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Benar saja, setelah mengikuti rute yang dia arahkan, kami akhirnya berhenti di sebuah restoran Jepang belakang Grand City.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Baru saja ngadepin daftar menu di restoran Jepang tersebut, saya sudah dag dig dug ser, Cah. Sumpah, saya sudah salah tingkah. Hla piye, wong satu pun nggak ada yang familiar, je. Satu-satunya yang sedikit saya tahu cuma ramen, berkat beberapa kali nonton serial Naruto. Eh itu pun nggak tahu juga jenis-jenis toppingnya.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Jadi pas saya cuma bilang, \u201cSaya mau ramen saja,\u201d saya langsung gelagapan ketika mendapat serangan balik dari si pelayan, \u201cRamen yang apa?\u201d Modyar kowe!!!<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Begitulah hingga akhirnya saya memutuskan untuk menyamakan saja dengan ramen yang dipesan oleh Mbak sepupu saya. Menu-menu lain juga saya serahkan sepenuhnya sama dia. Daripada bingung kalau ditanya balik, mending cari aman aja dah.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Cerita masih berlanjut. Ketika pesanan kami sudah dihidangkan, saya juga auto mikir keras, gimana coba caranya makan ramen, susi, dan entah apa lagi itu pakai sumpit? Secara, selama di kampung saya terbiasa makan pakai tangan atau mentok ya sendok-garpu. Sementara Mbak sepupu saya sudah lhab-lheb lhab-lheb.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">\u201cLoh, dimakan to, Li. Jangan dilihatin, thok,\u201d ujar Mbak sepupu pas melihat saya masih bingung caranya megang sumpit. \u201cOooo, kamu nggak bisa pakai sumpit, tho?\u201d<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">\u201cEh, bisa kok bisa. Bentar\u2026\u201d kilah saya gelagapan setengah malu saat diseruduk dengan pertanyaan punchline<\/span> <span style=\"font-weight: 400;\">kayak gitu.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Bedebahnya, saya kok ya nggak berhasil-berhasil nyepit ramen pakai sumpit. Pasti merucut terus. Akhirnya terpaksa pakai sendok yang fungsi sebenarnya cuma buat nyeruput kuah. Berlanjut pas sesi makan sushi, bolak-balik cengkeraman sumpit saya lepas.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Melihat usaha saya yang mendekati kata muspra, Mbak Sepupu cuma bisa cekikikan. Ah ya sudah lah. Karena sudah kepalang malu, saya pun memutuskan buat makan sushi menggunakan tangan. Comot, celupin sausnya, terus masukin ke mulut. Beres. Harusnya bisa sesimpel itu, loh, kok ya harus ribet pakai sumpit segala. Hmmmm.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Namun, nggak bisa dimungkiri, pengalaman memalukan makan di restoran Jepang itu memberi saya beberapa catatan penting.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Pertama, kalau emang nggak bisa, ya sudah bilang aja nggak bisa. Nggak usah sok-sok gengsi kalau ujung-ujungnya malah malu-maluin diri sendiri. Kalau dari awal bilang nggak bisa kan mungkin saya bisa saja minta diajari dulu sama Mbak sepupu saya, meski dengan kemungkinan terburuk bakal diketawain dulu.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Sama-sama malunya, sih. Tapi, dibanding malu saat langsung terus terang, kayaknya lebih malu lagi pas kita akhirnya ketahuan cuma pura-pura bisa. Dan itu bikin ribet diri sendiri emang.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Kedua, setelah kejadian itu, saya berusaha lebih survive<\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">. <\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\">Jadi misalnya diajak makan di tempat yang \u2018aneh-aneh\u2019 sama temen, saya pasti perhatikan dulu cara makannya gimana, cara megang sumput itu kayak gimana, dan hal-hal teknis receh kayak gitu pasti saya perhatikan. Walhasil seolah udah biasa gitu, loh, makan model gituan.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Nggak cuma urusan makan aja, sih. Ke mana pun dan mau ngapain aja, kalau sekiranya masih awam, saya pasti menyempatkan diri buat belajar tutorial dari YouTube. Misalnya, pas awal-awal temen saya ngajak naik gunung, saya auto siap-siap nontonin gimana tutorial masang tenda yang presisi, eh biar nggak jatuh di lubang yang sama lagi, heuheuheu.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Emang bener kata Mas Sabrang (Noe), bisa bener dan presisi itu memang dimulai dari kesalahan dan hal-hal memalukan dulu. Ntabs.<\/span><\/p>\n<p><b>BACA JUGA <a href=\"https:\/\/mojok.co\/terminal\/3-pengetahuan-dasar-tentang-terminal-bungurasih-yang-wajib-diketahui\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener noreferrer\">3 Pengetahuan Dasar Tentang Terminal Bungurasih yang Wajib Diketahui<\/a><\/b><b><\/b><b>\u00a0dan tulisan\u00a0<\/b><a href=\"https:\/\/mojok.co\/terminal\/author\/aly-reza\/\"><b>Aly Reza<\/b><\/a><b>\u00a0lainnya.<\/b><\/p>\n<p><i>Terminal Mojok merupakan platform User Generated Content (UGC) untuk mewadahi jamaah mojokiyah menulis tentang apa pun. Submit esaimu secara mandiri lewat cara\u00a0<\/i><a href=\"https:\/\/mojok.co\/terminal\/kirim-tulisan\/\"><i>ini<\/i><\/a><i>\u00a0ya.<\/i><\/p>\n<p><i>Pernah menulis di Terminal Mojok tapi belum gabung grup WhatsApp khusus penulis Terminal Mojok? Gabung dulu, yuk. Klik link-nya<\/i>\u00a0<a href=\"https:\/\/bit.ly\/wamojok\"><i>di sini.<\/i><\/a><\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Pengalaman saya makan di restoran Jepang adalah salah satu pengalaman mengerikan dalam hidup. Ya gimana, saya saja nggak bisa pake sumpit.<\/p>\n","protected":false},"author":540,"featured_media":83226,"comment_status":"closed","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"_lmt_disableupdate":"","_lmt_disable":"","jnews-multi-image_gallery":[],"jnews_single_post":[],"jnews_primary_category":[],"jnews_override_counter":[],"jnews_post_split":[],"footnotes":""},"categories":[6],"tags":[9161,9160,4796,405],"class_list":["post-82479","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-artikel","tag-ramen","tag-restoran-jepang","tag-sumpit","tag-surabaya"],"modified_by":"Rizky Prasetya","amp_enabled":true,"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/82479","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/users\/540"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=82479"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/82479\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/media\/83226"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=82479"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=82479"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=82479"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}