{"id":8231,"date":"2019-07-29T08:30:33","date_gmt":"2019-07-29T01:30:33","guid":{"rendered":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/?p=8231"},"modified":"2022-01-19T10:40:02","modified_gmt":"2022-01-19T03:40:02","slug":"maudy-ayunda-bicara-soal-beauty-bullying-orang-orang-jelek-makin-sedih","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/maudy-ayunda-bicara-soal-beauty-bullying-orang-orang-jelek-makin-sedih\/","title":{"rendered":"Maudy Ayunda Bicara Soal Beauty Bullying, Orang-Orang Jelek Makin Sedih"},"content":{"rendered":"<p>Artis kita yang tengah naik daun, Maudy Ayunda angkat bicara soal <em>beauty bullying<\/em> <a href=\"https:\/\/www.instagram.com\/tv\/B0SLV7WAOMS\/?igshid=10nkslt4m6jsm\">di Instagram<\/a>. Sambil menunggu sesi <em>photoshoot<\/em> yang entah di mana lokasinya, artis kita ini masih sempat-sempatnya meluangkan waktu membuat video pendek untuk menyuarakan pendapatnya mengenai fenomena <em>body shaming<\/em>\u2014atau apalah namanya.<\/p>\n<p>Sebenarnya, kalau disimak dari video berdurasi 3 menit 39 detik itu, Maudy bukannya mengutarakan pendapat, melainkan curhat. Artis kita ini curhat karena banyak netizen (iri) yang mengejek beberapa bagian tubuhnya yang dianggap cacat. Ada tiga ejekan yang diutarakannya dalam video itu, yakni \u2018mata yang besar sebelah\u2019, \u2018tubuh yang kurus kayak triplek\u2019, dan \u2018giginya yang kayak gigi kelinci\u2019.<\/p>\n<p>Saya punya pendapat sendiri terhadap pernyataan Maudy. Ringkasnya, menurut penyimakan saya, secara keseluruhan Maudy bukannya merasa terejek, tetapi justru sebaliknya. Kecuali pada bagian \u2018mata yang besar sebelah\u2019 itu\u2014dan ini memang masalah utamanya\u2014Maudy justru merasa bangga dengan bagian tubuhnya yang diejek itu, dan sekaligus ingin memamerkan, baik dua gigi kelincinya yaang imut-imut itu, maupun tubuhnya yang kurus.<\/p>\n<p>Kenapa saya bisa bilang begitu? Tentu saya punya argumentasinya. Pertama, bahwa Maudy punya badan kurus dan gigi kelinci, dari dulu semua orang sudah tahu, dan itulah aset yang membuat penggemarnya tergila-gila. Dan sebagai pemiliknya, tentu saja Maudy tahu soal itu dan merawatnya sebaik mungkin.<\/p>\n<p>Misalnya coba perhatikan baik-baik, apakah Anda tidak lihat bahwa gigi kelinci Maudy makin hari makin presisi saja\u2014bandingkan dengan Maudy yang dulu saat masih remaja awal? Apakah Anda tidak perhatikan bahwa makin hari gigi kelincinya makin ditampak-tampakkan saja setiap kali bicara?<\/p>\n<p>Rasa bangga Maudy akan dua asetnya itu bisa disimak dari caranya menuturkan ini, \u201cada yang komentar, \u2018ih, badannya gepeng banget kayak triplek\u2019. And\u2026ada yang mengomentarin <em>bunny teeth<\/em> (gigi kelici) aku juga\u2026.\u201d.<\/p>\n<p>Nada bicaranya saat mengungkapkan ini sangat berbeda dengan saat ia menceritakan bagian \u2018matanya yang besar sebelah\u2019 (nanti bisa kita simak). Kita semua pun sama-sama tahu, bahwa tak sedikit cewek-cewek\u2014dan ada juga beberapa yang cowok\u2014yang pengin punya gigi kelinci dan tubuh tinggi kurus seperti Maudy Ayunda.<\/p>\n<p>Kedua, Maudy Ayunda sendiri memakai istilah <em>beauty bullying<\/em> untuk kasus yang menimpanya, dan bukannya <em>body shaming<\/em> sebagaimana yang umum dipakai orang-orang. Mungkin Maudy sadar sesadar-sadarnya kalau dia memang cantik. Jadi, ejekan yang membuatnya gelisah sampai-sampai harus membuat video itu sebenarnya cuma satu: mata kanannya lebih besar dari mata kirinya. Hal itu bisa disimak pada bagian berikut, \u201c&#8230;ada yang komentar, \u2018ih, matanya kecil sebelah\u2019. Terus banyak nge-<em>like comment<\/em> itu juga\u2026\u201d<\/p>\n<p>Di sini tampak, Maudy bukan cuma resah dengan komentar \u2018mata besar sebelah\u2019 itu, tapi juga gelisah dengan jumlah <em>like<\/em> yang diberikan netizen lain untuk komentar itu.Memang benar, hampir semua foto yang pernah dipos oleh Maudy menunjukkan matanya besar sebelah. Dan saya kira hanya netizen-netizen jeli lagi syirik yang bisa mendeteksi itu dengan cermat. Dahsyat betul!<\/p>\n<p>Bahwa mata besar sebelah adalah alasan sebenarnya dan satu-satunya kegelisahan Maudy Ayunda, itu juga saya punya argumentasinya. Dari tiga ejekan yang diterimanya dan dicurhatkannya, \u2018mata besar sebelah\u2019 disebutkannya di urutan pertama. Ini bisa dipahami bahwa ejekan \u2018mata besar sebelah\u2019 adalah ejekan satu-satunya yang terngiang di kepalanya. Sudah umum kita tahu, bagi kebanyakan orang yang tubuh dan rupanya sudah bagus\u2014cantik atau tampan\u2014kecacatan kecil akan menjadi gangguan besar.<\/p>\n<p>Jerawat tumbuh sebiji didramatisir seperti orang jerawatan yang gak sembuh-sembuh. Badan berisi sedikit dilebay-lebaykan seolah sudah jadi orang gendut sepanjang masa. Wajah terkena debu sedikit diromantisir layaknya wajah kusam gelandangan.<\/p>\n<p>Persoalannya, untuk kasus Maudy, bagaimana cara mendramatisir mata yang besar sebelah itu tanpa mengurangi kadar\u2014malah kalau bisa menambah\u2014kekaguman para penggemar?<\/p>\n<p>Apakah akan ampuh, misalnya, dengan bilang \u201cDuh, mataku digigit tawon. Jadi besar sebelah gini. Hiks.\u201d Apakah dengan demikian netizen dan fans akan empati dan bilang, \u201cGWS, ya, Maudy. <em>I love you<\/em>,\u201d atau \u201cwalau matamu besar sebelah, kau tetap tambatan hatiku, Maudy sayang\u201d, dan sebagainya?<\/p>\n<p>Mungkin Maudy sempat berpikiran begitu, tetapi lekas-lekas diurungkannya. Sebab, bagaimana mungkin digigit tawon bengkaknya tidak seberapa begitu? Kalaupun mau diganti dengan \u2018digigit kecoa\u2019, ya, tetap saja itu akan mencurigakan bagi para netizen karena dari hari ke hari, mata yang besar sebelah itu, kok, nggak pulih-pulih.<\/p>\n<p>Persoalan mata besar sebelah ini memang banyak dialami orang. Saya sendiri termasuk salah satunya. Ada yang bilang, itu karena kebanyakan membaca atau karena memaksakan diri terjaga saat mata sudah ingin terpejam. Bagi orang biasa, persoalan ini tak terlalu jadi masalah. Toh, cuma akan kelihatan ketika difoto doank.<\/p>\n<p>Tetapi bagi artis sekelas Maudy ceritanya ternyata berbeda. Doi tampaknya memang benar-benar terganggu dengan itu, lebih-lebih karena <a href=\"https:\/\/mojok.co\/srl\/esai\/mengenal-7-jenis-ras-republik-netizen\/\">netizen mengejeknya<\/a>. Kalau tidak terganggu, mana mungkin doi repot-repot bikin video itu di sela-sela <em>photoshoot<\/em>.<\/p>\n<p>Sebagai fans garis kalem, saya agak kecewa dengan sikap Maudy kali ini. Saya kecewa dengan sikapnya yang\u2014menurut saya\u2014kelewat reaktif menanggapi ejekan berbau fisik seperti itu. Terlebih-lebih karena doi sudah cantik dan sadar pula akan kecantikannya.<\/p>\n<p>Tidakkah Maudy kepikiran kalau para pengejeknya itu sebenarnya cuma iri belaka dengan kecantikannya, sehingga sempat-sempatnya meneliti setiap inci tubuhnya hingga ketahuanlah bahwa matanya besar sebelah?<\/p>\n<p>Tidakkah Maudy kepikiran, bahwa di luar dirinya, banyak orang-orang jelek, yang bukan lagi punya mata besar sebelah, tetapi mata yang melirik ke selatan tapi sebenarnya melihat ke utara, berhidung seperti colokan listrik, berwajah seperti kera, berpipi peyot, bergigi tonggos, berbibir dower, berbadan seperti gentong, dan sebagainya?<\/p>\n<p>Jadi menurut saya, alih-alih membesarkan hati para korban body-shaming, video Maudy itu justru malah membuat <a href=\"https:\/\/mojok.co\/sfy\/esai\/rasanya-jadi-orang-jelek-secara-harfiah\/\">orang-orang jelek<\/a> semakin sadar atas kejelekannya\u2014dan karenanya semakin minder dan sedih.<\/p>\n<p>Di saat yang sama, Maudy juga seolah haus akan afirmasi dari orang-orang atas kecantikannya. (*)<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Maudy Ayunda sendiri memakai istilah beauty bullying untuk kasus yang menimpanya, dan bukannya body shaming sebagaimana yang umum dipakai orang-orang.<\/p>\n","protected":false},"author":30,"featured_media":8244,"comment_status":"closed","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"_lmt_disableupdate":"","_lmt_disable":"","jnews-multi-image_gallery":[],"jnews_single_post":[],"jnews_primary_category":[],"jnews_override_counter":[],"jnews_post_split":[],"footnotes":""},"categories":[12906],"tags":[2070,726,2072,2069,2073,2071],"class_list":["post-8231","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-media-sosial","tag-beauty-bullying","tag-bully","tag-iri","tag-maudy-ayunda","tag-orang-jelek","tag-wanita-cantik"],"modified_by":"Ibil S Widodo","amp_enabled":true,"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/8231","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/users\/30"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=8231"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/8231\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/media\/8244"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=8231"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=8231"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=8231"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}