{"id":82175,"date":"2020-10-07T20:56:30","date_gmt":"2020-10-07T13:56:30","guid":{"rendered":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/?p=82175"},"modified":"2020-10-13T16:09:16","modified_gmt":"2020-10-13T09:09:16","slug":"kasih-ibu-sepanjang-masa-kasih-anak-sebatas-download-in-drama-korea","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/kasih-ibu-sepanjang-masa-kasih-anak-sebatas-download-in-drama-korea\/","title":{"rendered":"Kasih Ibu Sepanjang Masa, Kasih Anak Sebatas Download-in Drama Korea"},"content":{"rendered":"<p><span style=\"font-weight: 400;\">Ketika saya sedang kucing-kucingan dengan rasa takut pandemi, menuju kafe nunut wi-fi guna download Genshin Impact, tiba-tiba ibu saya malah WhatsApp begini, \u201cjangan lupa download My Country episode tiga sampai enam belas, ya. Kisahnya Seo Hwi related banget sama jaman dulu itu tuh\u2026\u201d katanya dengan diakhiri emoticon tertawa. Padahal saya sangat yakin, maksudnya adalah emoticon sedih atau menangis.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Saya pun cuma hanya bisa mengiyakan. Katanya, perintah Ibu adalah segalanya. Saya, sih, hanya manut. Bukan karena takut dosa, tapi karena takut nggak dikasih makan malam. Repot. Ada rasa lapar yang harus dituntaskan dengan cara nggak mengeluarkan rupiah.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Saya adalah seorang penikmat kultur pop Jepang, sepak bola, dan penggemar militan Happy Asmara. Saya lebih suka ngibing ketimbang nonton film. Saya lebih suka Purawisata ketimbang bioskop. Ya pokoknya begitu. Jauh dari kultur Korea dan nggak bermaksud membencinya juga, sih.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Ya, pada saat itu saya belum berdamai dengan lingkungan bahwasannya keluarga saya adalah pecinta kultur pop Korea. Bagaimana tidak, saya saja perlu waktu beberapa tahun agar berdamai bahwa saya ini seorang wibu<\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">. <\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\">Padahal hanya suka baca manga, tidak dengan anime.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Nah, kebetulan, saya selalu terjebak dalam pusaran hobi dua wanita terdekat dalam hidup saya. Yakni ibu dan kakak saya. Apapun yang sedang populer, mereka libas. Mereka\u2014ibu dan kakak saya\u2014kalau menyukai sesuatu itu selalu sifatnya nyebelin. Misalkan ketika jaman-jamannya India. Mereka bahkan pernah koleksi film India bajakan yang banyaknya hampir satu kardus.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Anehnya, percaya atau tidak, mereka hanya nonton palingan tiga film saja secara diulang-ulang. Sisanya hanya dijadikan pajangan alias tidak ditonton. Tapi, ketika saya koleksi komik satu gudang dan kebetulan saya hanya membaca Slam Dunk, dan beberapa saja, amukan lah yang saya dapatkan.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Amarah Hades putera Kronos si penguasa dunia bawah nggak ada apa-apanya ketimbang amukan Ibu saya. Kadang Ibu saya ini seperti sifatnya seperti para petinggi ibu pertiwi, nggak adil dan cenderung nyebelin.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Kultur India pernah, Amerika Latin pernah, Taiwan pernah, Jepang pernah, dan yang terakhir adalah Korea. Barangkali Korea-lah yang terlama dan tidak mudah menebak kapan trend ini akan luntur sebagaimana Jerry Yan, Vic Zhou, Ken Zhu, dan Vanness Wu yang beranjak tua.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Jika memang nantinya Korean wave luntur, kultur apa yang akan menggantikannya? Uzbekistan? Entah. Semua melaju sebagaimana mustinya, ada rel-rel yang mereka lalui tanpa mengkhianatinya.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Tapi, semenjak adanya drakor dalam otak ibu saya, jelas banyak mengubah banyak hal yang kadang membuat saya berpikir, kok jadi saya yang repot? Tapi, di suatu titik, ada juga beberapa hal unik setelah Ibu saya kecemplung di dunia Korea ini.<\/span><\/p>\n<p><b>Pertama<\/b><span style=\"font-weight: 400;\">, ibu saya jadi sedikit bertambah perhatian. Terlebih, merantaunya kakak saya ke ibukota, jelas ibu saya kehilangan orang yang bisa diajak untuk ngobrol perihal kultur pop Korea. Mau ajak bicara siapa lagi? Nenek saya? Bahkan blio lebih paham perkembangan hubungan rumah tangganya Mas Pur <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">Tukang Ojek Pengkolan<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\"> ketimbang oppa Song Joong\u2011ki.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Jelas komunikasi kami sekarang berjalan dua arah. Yang semula saya pulang kuliah atau kegiatan lainnya, masuk kamar dan kemudian menulis untuk <\/span><span style=\"font-weight: 400;\">skripsi<\/span><span style=\"font-weight: 400;\"> Terminal Mojok, sekarang ibu saya mulai banyak bicara dan bercerita. Sialnya, blio lebih banyak cerita tentang drama yang habis ia tamatkan. Ya, mana paham saya tentang <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">Crash Landing on You<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\"> atau <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">Doctor Romantic<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\">?<\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\"> Doctor Stone<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\"> baru saya paham.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Contohnya ketika saya sedang bedah <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">Shonen Magz<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\">, tiba-tiba blio datang dan berkata, \u201cKasian banget ya Goblin harus nunggu reinkarnasi Ji Eun-Tak selama berpuluh-puluh tahun.\u201d Dan saya pun nimpali, \u201ciya, Bu, sama. Aku juga kayaknya harus nunggu puluhan tahun biar lihat anime <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">Boruto<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\"> isinya bukan filler terooos.\u201d<\/span><\/p>\n<p><b>Kedua<\/b><span style=\"font-weight: 400;\">, banyak mengaplikasikan nilai luhur yang dipetik dalam drakor. Contohnya ketika saya pulang kuliah. Sedang asik-asiknya balas chat dan nunggu maghrib, ibu saya datang dan duduk sambil menanyakan bagaimana kuliah saya, apakah mau ganti sepatu, apakah mau beli baju lagi sampai-sampai bilang tas yang saya gunakan sudah tidak layak pakai.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Ternyata, ketika saya tanya kenapa, ini adalah hasil didikan drakor yang membuka mindset ibu saya akan pentingnya komunikasi dengan anak. Lantas ibu saya juga jadi sering bagi-bagikan masakannya kepada tetangga. Saya pun jadi bingung, emang sekarang jadwal blio nakjil, ya? Sambil ngeplak kepala saya, blio menjelaskan bahwa ini adalah efek dari nonton drama <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">Reply 1988<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\">. Sebegitunya.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Sebagai manusia biasa yang mengusung prinsip philos dan logos, saya pun download dengan diam-diam melalui laptop. Hasilnya adalah mbrebes mili, yakin. Apa lagi ada scene yang memperlihatkan Deok-sun\u2014si anak kedua\u2014yang ulang tahunnya dirapel dengan kakaknya karena tanggal lahir mereka hampir sama.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Dan tepat Oktober ini, kejadian serupa menimpa saya karena tanggal ultah saya dan kakak hanya berjarak tiga hari. Pertanyaannya, kenapa sih drakor itu sebetulnya mengambil premis sederhana tapi selalu bermakna?<\/span><\/p>\n<p><b>Ketiga<\/b><span style=\"font-weight: 400;\">, membuka ruang diskusi yang luas antara saya dan ibu. Contohnya seperti pertanyaan di awal, apakah Korean wave bertahan lama? Ibu saya memberi analisis logis yang berangsur menggeser stigma di otak saya. Katanya blio, \u201cKorea akan bertahan lama. Soalnya bukan seperti India yang bertumpu pada Shah Rukh Khan dan Hrithik Roshan, ketika mereka sudah mulai tua dan lelah, ya udah. Tapi, Korea ini selalu muncul idola yang baru. Idola satu dan idola lainnya pun punya fanbase yang terbagi rata. Bukan hanya drama saja, tapi juga bidang kesenian yang lain.\u201d<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Tiba-tiba saya langsung kepikiran Son Heung-min.<\/span><\/p>\n<p><b>Keempat<\/b><span style=\"font-weight: 400;\">, nasihat-nasihat ibu saya yang selalu mengatakan, tidak suka itu tidak selalu harus membenci. Tapi, jika boleh jujur, saya sebenarnya netral-netral saja sama kultur pop Korea. Pun, jika misal saya membenci, punya kekuatan apa saya untuk membenci mereka? Drakor pun ada beberapa yang membekas di hati saya. Selain <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">Reply 1988<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\">, ada juga <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">Thumping Spike, Hotel Del Luna <\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\">dan<\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\"> Kingdom<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\">. Playlist saya pun kadang disisipi oleh \u201cBoy With Luv\u201d dari <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">BTS<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\"> atau lagu-lagu dari Mbak-mbak <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">Twice<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\"> dan <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">Black Pink<\/span><\/i> <i><span style=\"font-weight: 400;\">in your area<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\">.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Ada yang dramanya kurang dan musiknya kurang nampol di kuping? Jelas ada. Tapi, saya nggak punya waktu dan senorak mereka yang membenci dan membentuk aliansi kubu mara-mara ngatain plastik. Maksud saya, buat apa?<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Yang jelas, <\/span><b>keempat<\/b><span style=\"font-weight: 400;\"> adalah hal yang paling saya suka, yakni ibu saya mengijinkan hobi tidak sehat saya. Apa lagi jika bukan begadang. Sehabis ibadah Isya, blio selalu datang menghampiri saya di ruang tamu. Sambil membawakan segelas kopi, blio berkata, \u201cdownload-in <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">Itaewon Class<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\">, ya. jangan tidur dulu soalnya paket malem 15GB berlaku mulai jam 1.\u201d<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Well, kasih ibu memang sampai kapan pun tidak akan pernah bisa saya kembalikan. Namun, setidaknya, download-in drakor untuk blio adalah kebanggaan tersendiri bagi saya yang tidak pernah membahagiakan blio dalam hal akademik dan prestasi. Kasih Ibu sepanjang masa, kasih anak sebatas download-in drama korea.<\/span><\/p>\n<p><em>Sumber Gambar:\u00a0<a href=\"https:\/\/www.youtube.com\/watch?v=kRipt69_hYs\" target=\"_blank\" rel=\"noopener noreferrer\">YouTube Rod Sevilla<\/a>.<\/em><\/p>\n<p><strong>BACA JUGA\u00a0<a href=\"https:\/\/mojok.co\/terminal\/kenangan-ketakutan-dan-merinding-ketika-membaca-novel-goosebumps\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener noreferrer\">Kenangan Ketakutan dan Merinding ketika Membaca Novel Goosebumps<\/a><\/strong>\u00a0<strong>dan tulisan\u00a0<a href=\"https:\/\/mojok.co\/terminal\/author\/gusti-aditya\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener noreferrer\">Gusti Aditya<\/a>\u00a0lainnya.<\/strong><\/p>\n<p><em>Terminal Mojok merupakan platform User Generated Content (UGC) untuk mewadahi jamaah mojokiyah menulis tentang apa pun. Submit esaimu secara mandiri lewat cara\u00a0<a href=\"https:\/\/mojok.co\/terminal\/kirim-tulisan\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener noreferrer\">ini<\/a>\u00a0ya.<\/em><\/p>\n<p><em>Pernah menulis di Terminal Mojok tapi belum gabung grup WhatsApp khusus penulis Terminal Mojok? Gabung dulu, yuk. Klik link-nya\u00a0<\/em><a href=\"https:\/\/bit.ly\/wamojok\"><em>di sini.<\/em><\/a><\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Kasih ibu memang tidak akan pernah bisa saya balas. Namun, setidaknya, download-in drakor untuk blio adalah kebanggaan tersendiri<\/p>\n","protected":false},"author":130,"featured_media":73349,"comment_status":"closed","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"_lmt_disableupdate":"","_lmt_disable":"","jnews-multi-image_gallery":[],"jnews_single_post":[],"jnews_primary_category":[],"jnews_override_counter":[],"jnews_post_split":[],"footnotes":""},"categories":[6],"tags":[2538,1293,566,9162,5503],"class_list":["post-82175","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-artikel","tag-blackpink","tag-drama-korea","tag-ibu","tag-kasih-ibu","tag-reply-1988"],"modified_by":"Rizky Prasetya","amp_enabled":true,"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/82175","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/users\/130"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=82175"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/82175\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/media\/73349"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=82175"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=82175"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=82175"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}