{"id":81885,"date":"2020-10-07T06:51:31","date_gmt":"2020-10-06T23:51:31","guid":{"rendered":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/?p=81885"},"modified":"2020-10-06T16:54:29","modified_gmt":"2020-10-06T09:54:29","slug":"4-alasan-puan-maharani-adalah-ketua-dpr-ri-terbaik-sepanjang-sejarah","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/4-alasan-puan-maharani-adalah-ketua-dpr-ri-terbaik-sepanjang-sejarah\/","title":{"rendered":"4 Alasan Puan Maharani Adalah Ketua DPR RI Terbaik Sepanjang Sejarah"},"content":{"rendered":"<p><span style=\"font-weight: 400;\">Puan Maharani tidak bisa dimungkiri\u2014menurut saya\u2014adalah Ketua DPR RI terbaik sepanjang sejarah. Di usianya yang masih sangat muda (46), ia berhasil merengkuh jabatan Ketua DPR RI berkat <span style=\"text-decoration: line-through;\">Megawati <\/span><\/span><span style=\"font-weight: 400;\">kapasitas dan pengetahuan politiknya yang begitu mumpuni. Putri dari Bu Megawati sekaligus cucu dari Sukarno ini menurut saya sudah sangat sukses dalam menjalankan amanahnya sebagai Ketua DPR.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Bagaimana tidak, walaupun tidak ada catatan mentereng dari Puan ketika dia menjabat sebagai Menko Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan, ia mampu merayu Pak Jokowi untuk menjadikannya sebagai Ketua DPR RI 2019-2024.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Pilihan Pak Jokowi pun ternyata berbuntut pada hasil yang mengesankan. Kinerja Puan menurut saya cukup memuaskan dan kebijakan-kebijakannya pun sangat revolusioner. Berikut beberapa alasan mengapa Puan adalah Ketua DPR RI terbaik sepanjang sejarah.<\/span><\/p>\n<h4><b>Pertama, mampu menyatukan fraksi-fraksi di DPR<\/b><\/h4>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Ini adalah hal yang menurut saya tidak bisa dilakukan oleh sembarang orang, kecuali Puan yang dialiri oleh semangat persatuan nasionalisme ala Bung Karno. Dulu, Bung Karno bercita-cita ingin menyatukan seluruh masyarakat Indonesia yang terpecah belah dari berbagai elemen supaya kemerdekaan Indonesia bisa tercapai.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Puan sebagai cucu Bung Karno tentu saja tak ketinggalan. Dengan menjabat sebagai Ketua DPR, Puan sukses melanjutkan tongkat estafet persatuan dari Bung Karno yang termanifestasi dari sedikitnya oposisi yang ada di Senayan di periode kepemimpinannya. Dengan kata lain, DPR era Puan lebih bersatu padu dan lebih solid <span style=\"text-decoration: line-through;\">dalam menindas rakyat <\/span><\/span><span style=\"font-weight: 400;\">dibanding DPR periode sebelumnya. Lihat saja bagaimana kompaknya DPR ketika mengesahkan UU Minerba, Revisi UU KPK, dan Omnibus Law. Disahkannya undang-undang tersebut tak bisa dilepaskan dari tangan dingin seorang Puan Maharani. Tabik!<\/span><\/p>\n<h4><b>Kedua<\/b><b><i>,<\/i><\/b><b> bermental baja<\/b><\/h4>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Coba Anda bayangkan bagaimana kondisi mental Puan Maharani ketika dihujani gelombang protes dari masyarakat terhadap UU Omnibus Law? Apa tidak bergetar hati Puan melihat buruh dari berbagai daerah memprotes dirinya? Jawaban dari pertanyaan ini simpel saja, Puan sudah terbiasa dengan kritikan. Saking biasanya, terbentuklah mental baja dalam dirinya.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Punya mental yang kuat adalah prasyarat yang wajib dimiliki oleh setiap pejabat dan Puan berhasil membuktikannya. Tak peduli secerdas apapun Anda, jika tidak mempunyai mental baja, jangan harap bisa <span style=\"text-decoration: line-through;\">menyengsarakan rakyat<\/span><\/span><span style=\"font-weight: 400;\">\u00a0membuat suatu kebijakan tanpa menimbulkan protes dari rakyat!<\/span><\/p>\n<h4><b>Ketiga, tidak suka pamer kebaikan<\/b><\/h4>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Coba Anda lihat, apakah DPR RI era Puan pernah menghasilkan kebijakan yang pro terhadap rakyat? Sebagian besar dari Anda mungkin akan menjawab tidak. Tapi, tahukah Anda jika itu merupakan kamuflase dari sifat sebenarnya dari seorang Puan Maharani?<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Sebelum ditarik ke pemerintahan Jokowi, Puan sejatinya adalah wong cilik yang selalu kritis terhadap kebijakan-kebijakan pemerintah terutama jika berkenaan dengan kenaikan harga BBM. Hal ini tentu saja sangat mengherankan saya karena kok ketua DPR ini tidak mau gitu mempamerkan kebaikannya seperti aktivis-aktivis tempo dulu yang sekarang jadi pejabat? Lama berpikir, akhirnya saya tahu kalau Mbak Puan ini orangnya sangat rendah hati dan orang yang gamau pamer kebaikan sampai-sampai sifat anti riya ini berlanjut ke kursi legislatif di mana saya tidak menemukan satu pun kebijakan-kebijakan DPR yang isinya kebaikan. Ada sih kebaikan, tapi itu cuman buat &#8230;&#8230;. *Silahkan interpretasikan jawabannya masing-masing*<\/span><\/p>\n<h4><b>Keempat<\/b><b><i>,<\/i><\/b><b> tegas<\/b><\/h4>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Sebagai seorang pemimpin, ketegasan adalah hal yang sangat penting dan Puan menurut saya adalah sosok yang sangat tegas ketika memimpin suatu rapat di DPR. Contohnya, ketika Rapat Paripurna pengesahan RUU Omnibus Law kemarin di mana Puan mematikan mikrofon dari seorang legislator Partai Demokrat bernama Irwan Fecho yang menyampaikan keberatannya.<\/span><\/p>\n<blockquote class=\"twitter-tweet\">\n<p dir=\"ltr\" lang=\"in\">Detik 00:13<br \/>\nKetua DPR Puan Maharani<br \/>\n(Bukan Pimpinan Sidang)<br \/>\nMenekan Tombol<br \/>\nMematikan Microphone<br \/>\nYang Digunakan<br \/>\nH. Irwan, S.IP., M.P.<br \/>\n(Fraksi Partai Demokrat)<br \/>\nSaat Sedang Menyampaikan<br \/>\nBahayanya<br \/>\n&#8220;Omnibus Law Cipta Kerja&#8221; <a href=\"https:\/\/t.co\/0V8L8Ld6vg\">pic.twitter.com\/0V8L8Ld6vg<\/a><\/p>\n<p>\u2014 Agus Susanto II (@Cobeh09) <a href=\"https:\/\/twitter.com\/Cobeh09\/status\/1313216246238773249?ref_src=twsrc%5Etfw\">October 5, 2020<\/a><\/p><\/blockquote>\n<p><script async src=\"https:\/\/platform.twitter.com\/widgets.js\" charset=\"utf-8\"><\/script><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Lihat, kan? Puan Maharani memang ditakdirkan untuk jadi Ketua DPR RI terbaik sepanjang sejarah. Berkat ketegasannya tersebut, UU Omnibus Law dapat disahkan dengan lancar, sehat, dan tentunya berjalan secara demokratis hehe<\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">.<\/span><\/i><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Berkat keempat alasan tersebut lah saya berani bilang bahwa Puan Maharani adalah seorang wanita kuat yang mampu mengontrol DPR untuk tetap dalam satu visi, satu misi, dan satu tujuan. Tak banyak Ketua DPR yang mampu <\/span><span style=\"font-weight: 400;\">disetir <\/span><span style=\"font-weight: 400;\">menelurkan legacy-nya di lembaga ini pasca reformasi dan Puan Maharani adalah yang terbaik menurut saya.<\/span><\/p>\n<p><em>Sumber gambar: Akun Twitter <a href=\"https:\/\/twitter.com\/Harian_Jogja\/status\/1311193448574189570?s=20\" target=\"_blank\" rel=\"noopener noreferrer\">@Harian_Jogja<\/a><\/em><\/p>\n<p><strong>BACA JUGA <a href=\"https:\/\/mojok.co\/terminal\/dilema-melihara-kucing-liar-bikin-iba-tapi-suka-ngeselin\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener noreferrer\">Dilema Melihara Kucing Liar: Bikin Iba, tapi Suka Ngeselin<\/a> dan tulisan <a href=\"https:\/\/mojok.co\/terminal\/author\/raihan-rizkuloh-gantiar-putra\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener noreferrer\">Raihan Rizkuloh Gantiar Putra<\/a> lainnya.<\/strong><\/p>\n<p><em>Terminal Mojok merupakan platform User Generated Content (UGC) untuk mewadahi jamaah mojokiyah menulis tentang apa pun. Submit esaimu secara mandiri lewat cara\u00a0<a href=\"https:\/\/mojok.co\/terminal\/kirim-tulisan\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener noreferrer\">ini<\/a>\u00a0ya.<\/em><\/p>\n<p><em>Pernah menulis di Terminal Mojok tapi belum gabung grup WhatsApp khusus penulis Terminal Mojok? Gabung dulu, yuk. Klik link-nya<\/em>\u00a0<em><a href=\"https:\/\/bit.ly\/wamojok\" target=\"_blank\" rel=\"noopener noreferrer\">di sini.<\/a><\/em><\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Puan Maharani tidak bisa dimungkiri\u2014menurut saya\u2014adalah Ketua DPR RI terbaik sepanjang sejarah. Lho, saya serius, nggak percaya?<\/p>\n","protected":false},"author":1039,"featured_media":81896,"comment_status":"closed","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"_lmt_disableupdate":"","_lmt_disable":"","jnews-multi-image_gallery":[],"jnews_single_post":[],"jnews_primary_category":[],"jnews_override_counter":[],"jnews_post_split":[],"footnotes":""},"categories":[6],"tags":[9054,5479,3710,9046],"class_list":["post-81885","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-artikel","tag-ketua-dpr","tag-omnibus-law","tag-puan-maharani","tag-uu-cipta-kerja"],"modified_by":"Rizky Prasetya","amp_enabled":true,"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/81885","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/users\/1039"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=81885"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/81885\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/media\/81896"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=81885"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=81885"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=81885"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}