{"id":81360,"date":"2020-10-05T15:10:26","date_gmt":"2020-10-05T08:10:26","guid":{"rendered":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/?p=81360"},"modified":"2020-10-05T15:10:33","modified_gmt":"2020-10-05T08:10:33","slug":"7-makanan-khas-wonosobo-selain-mi-ongklok-yang-nggak-kalah-nylekamin","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/7-makanan-khas-wonosobo-selain-mi-ongklok-yang-nggak-kalah-nylekamin\/","title":{"rendered":"7 Makanan Khas Wonosobo Selain Mi Ongklok yang Nggak Kalah &#8216;Nylekamin&#8217;"},"content":{"rendered":"<p><span style=\"font-weight: 400;\">Ketika berkunjung ke suatu daerah, jangan lupa untuk wisata kuliner. Apalagi kalau ke Wonosobo yang terkenal dengan hawa sejuknya, membuat siapa pun ingin mencicipi jajanan yang lezat nan <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">nylekamin. <\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\">Makanan khas Wonosobo bakal cocok banget buat dijadikan teman di kala kedinginan.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Bagi yang pernah berkunjung, tentu tidak akan asing dengan sajian mie dengan kuah kental alias mi ongklok. Makanan khas ini bisa ditemukan dengan mudah, tinggal tulis kata kunci di google<\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">,<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\"> informasi terkait bakal muncul.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Namun, makanan khas Wonosobo tidak hanya mi ongklok, masih ada banyak makanan khas lainnya yang layak untuk dijadikan konten Instastory ataupun sebagai ajang ria<\/span> <span style=\"font-weight: 400;\">di media sosial.<\/span><\/p>\n<h4><b>#1 Soto Golak<\/b><\/h4>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Makanan berkuah seperti soto memang sudah tidak asing di Indonesia, di Banyumas kita bisa menemukan soto dengan tambahan bumbu kacang, di Jakarta umumnya soto disajikan dengan kuah santan, di Wonosobo olahan soto kerap diberi tambahan bihun. Tidak hanya perkara bihun, soto golak merupakan sajian soto dengan \u201cgolak\u201d sebagai pengganti nasi, ketupat, atau lontong.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Golak adalah olahan dari saripati singkong yang digoreng. Penggunaan golak sebagai pengganti nasi memiliki sejarah kelam, yakni ketika Wonosobo mengalami gagal panen sehingga olahan singkong dipilih sebagai asupan karbohidrat pengganti nasi untuk sementara waktu.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Makanan khas Wonosobo yang satu ini nggak kalah enak dibanding soto Sokaraja dan soto Lamongan yang terkenal itu.<\/span><\/p>\n<h4><b>#2 Geblek<\/b><\/h4>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Makanan ini satu marga dengan cireng dan cimol. Bedanya, untuk mengunyah makanan ini, rahang kita akan dipaksa mengeluarkan tenaga ekstra karena teksturnya yang agak alot. Umumnya makanan ini berbentuk angka delapan seperti lanting bumbu khas kebumen.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Camilan yang satu ini akan semakin niqmat jika dicocol dengan bumbu pecel atau sebagai pugas ketika makan bakso.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Oiya jangan salah, cara membaca \u201cgeblek\u201d itu g\u00ea-bl\u00e8k, dengan huruf \u201ce\u201d depan yang dibaca seperti halnya mengeja \u201cberat\u201d dan huruf \u201ce\u201d belakang seperti mengeja \u201cbebek\u201d.<\/span><\/p>\n<h4><b>#3 Tempe kemul<\/b><\/h4>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Nama makanan ini sempat naik daun ketika Juara 1 Bintang Pantura Toto Anggit mendeklarasikan \u201cSalam Tempe Kemul\u201d.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Sekilas penganan ini mirip mendoan tapi digoreng garing, namun berbeda tampilan. Tempe kemul identik dengan warna kuning dengan hiasan kucai. Umumnya, tempe kemul bisa ditemukan di berbagai sudut kota hingga pelosok Wonosobo.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Mahasiswa yang tengah menjalani KKN di Wonosobo, hampir bisa dipastikan akan mendapatkan suguhan ini entah di induk semang atau ketika menjalani pertemuan dengan pihak perangkat desa.<\/span><\/p>\n<h4><b>\u00a0#4 Nasi megono<\/b><\/h4>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Makanan ini mungkin kalah pamor dengan megono khas Pekalongan, tapi percayalah, sajian nasi dengan campuran kubis, parutan kelapa, dan ebi khas Wonosobo ini akan membuat perut berdemo menuntut tambahan nutrisi.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Menikmati makanan ini akan lebih enak jika disajikan di atas daun pisang, ditemani tempe kemul sebagai lauk.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Menikmati nasi megono dengan tempe kemul bakal membuat kita lupa tentang apa itu program diet ataupun skripsi yang tak kunjung dikerjakan. Keduanya adalah pasangan yang lebih serasi ketimbang Raffi dan Nagita.<\/span><\/p>\n<h4><b>#5 Sagon<\/b><\/h4>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Camilan ini adalah perpaduan antara tepung ketan, gula pasir, parutan kelapa, dan vanili sebagai penguat aroma. Makanan khas Wonosobo\u00a0 ini kerap ditemui saat pagi hari di pinggir jalan ataupun di labirin pasar darurat yang tak kunjung pindah ke pasar induk karena kebakaran beberapa tahun lalu.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Sebelum Pasar Induk terbakar, terdapat belasan penjual Sagon yang tersebar di berbagai sudut pasar, tetapi sekarang populasi mereka mulai berkurang.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Pastinya, ada sensasi tersendiri ketika menikmati sagon yang dimasak dengan arang. Makanan dengan diameter 20 cm ini dibanderol dengan harga kurang dari Rp2000 per buahnya.<\/span><\/p>\n<h4><b>#6 Kacang babi<\/b><\/h4>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Makanan ini sudah jelas halalnya, nama \u201cbabi\u201d hanyalah sebutan masyarakat Wonosobo yang merujuk pada kacang koro atau Kacang Dieng. Makanya, tidak ada dasar bagi siapa pun untuk mengubah sebutannya menjadi \u201ckacang celeng\u201d.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Kacang babi umumnya bisa didapatkan di toko oleh-oleh. Namun, jika ingin mendapatkannya secara gratis, sowanlah ke beberapa kerabat ketika lebaran tiba. Sebab, camilan ini kerap dijadikan isi toples ketika lebaran.<\/span><\/p>\n<h4><b>#7 Carica<\/b><\/h4>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Konon buah carica hanya bisa tumbuh di daerah tropis dengan hawa dingin seperti Wonosobo. Meski menjadi khas dari Kabupaten Wonosobo, namun bukan berarti Carica tidak ditemukan di kota tetangga seperti Banjarnegara yang berbatasan langsung dengan Dieng.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Umumnya, Carica disajikan dalam bentuk manisan. Anehnya olahan buah ini justru lebih nikmat ketika dikonsumsi di daerah panas. Makanan khas Wonosobo, tapi jadi enak kalau dikonsumsi di Jakarta. Nah, kocak.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Saran terbaik untuk untuk mendapatkan kesegaran paripurna dari manisan ini adalah tambahkan es atau air dingin. Tambahkan pula biji selasih yang mirip telur kodok agar lebih instagramable.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Kenangan pahit kiranya memang perlu untuk dilupakan, namun melupakan kenangan tentang makanan khas Wonosobo adalah hal yang sulit untuk dilakukan. Bagi yang belum pernah mencicipi, silakan mencobanya kalau sedang berkunjung.<\/span><\/p>\n<p><strong>BACA JUGA <a href=\"https:\/\/mojok.co\/terminal\/6-lagu-yang-tolong-sekali-jangan-pernah-dibuat-versi-koplonya\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener noreferrer\">6 Lagu yang, Tolong Sekali, Jangan Pernah Dibuat Versi Koplonya<\/a>\u00a0dan tulisan\u00a0<a href=\"https:\/\/mojok.co\/terminal\/author\/dhimas-raditya-lustiono\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener noreferrer\">Dhimas Raditya Lustiono<\/a>\u00a0lainnya.<\/strong><\/p>\n<p><em>Terminal Mojok merupakan platform User Generated Content (UGC) untuk mewadahi jamaah mojokiyah menulis tentang apa pun. Submit esaimu secara mandiri lewat cara\u00a0<a href=\"https:\/\/mojok.co\/terminal\/kirim-tulisan\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener noreferrer\">ini<\/a>\u00a0ya.<\/em><\/p>\n<p><em>Pernah menulis di Terminal Mojok tapi belum gabung grup WhatsApp khusus penulis Terminal Mojok? Gabung dulu, yuk. Klik link-nya<\/em>\u00a0<em><a href=\"https:\/\/bit.ly\/wamojok\" target=\"_blank\" rel=\"noopener noreferrer\">di sini.<\/a><\/em><\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Makanan khas Wonosobo tidak hanya mi ongklok, masih ada lainnya yang layak untuk dijadikan konten Instastory atau untuk ajang ria di medsos.<\/p>\n","protected":false},"author":770,"featured_media":81653,"comment_status":"closed","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"_lmt_disableupdate":"","_lmt_disable":"","jnews-multi-image_gallery":[],"jnews_single_post":[],"jnews_primary_category":[],"jnews_override_counter":[],"jnews_post_split":[],"footnotes":""},"categories":[6],"tags":[438,7588],"class_list":["post-81360","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-artikel","tag-kuliner","tag-traveling"],"modified_by":"Ajeng Rizka","amp_enabled":true,"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/81360","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/users\/770"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=81360"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/81360\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/media\/81653"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=81360"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=81360"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=81360"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}