{"id":81339,"date":"2020-10-05T13:40:56","date_gmt":"2020-10-05T06:40:56","guid":{"rendered":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/?p=81339"},"modified":"2022-01-26T12:27:43","modified_gmt":"2022-01-26T05:27:43","slug":"diusir-dari-kantor-polisi-karena-pakai-sandal-jepit-emang-ada-aturannya","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/diusir-dari-kantor-polisi-karena-pakai-sandal-jepit-emang-ada-aturannya\/","title":{"rendered":"Diusir dari Kantor Polisi karena Pakai Sandal Jepit. Emang Ada Aturannya?"},"content":{"rendered":"<p><span style=\"font-weight: 400;\">&#8220;Maaf Pak, ini sudah aturan kantor dinas mana pun, tidak boleh tamu masuk menggunakan sandal jepit, jadi bapak tidak boleh masuk. Silakan tunggu di luar!&#8221; Ujar seorang polisi, yang saya lupa siapa namanya. Dengan nada sedikit arogan, dia meminta salah seorang sahabat saya agar tidak memasuki kantor polisi.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Saya kaget, bagaimana tidak, setahu saya kantor polisi adalah tempat pelayanan sosial. Dalam kaidah ilmu sosial, tentu masyarakat kita memiliki tingkatan strata sosial yang berbeda-beda. Ya, kalau bahasanya Pak Karl Marx, masyarakat terbagi atas dua kelas, borjuis dan proletar. Tidak semua orang yang datang ke tempat pelayanan sosial mampu berpakaian rapi dan berdasi.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Kalau pejabat negara, ya masuk akal. Lha, bagaimana dengan rakyat biasa y<\/span><span style=\"font-weight: 400;\">ang mungkin hanya memiliki sandal jepit sebagai harta satu-satunya? Memang dipandang agak konyol, tapi itulah faktanya. Kok tau? Ya, iya. Soalnya inilah yang terjadi pada kawan saya. Hanya itu sandal yang beliau punya.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Bukan kebetulan, kawan saya ini memang hanya menggunakan sandal jepit dan kaos oblong. Menurt saya yang dia kenakan tidak terlalu lusuh apalagi rusuh.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Hari itu kami datang ke kantor polisi untuk mengurus SIM, bukan sebagai tersangka kasus pencurian. Tapi, apalah daya, kawan saya sempat tertahan di luar kantor polisi hanya gara-gara sandal jepit yang seolah-olah bisa merusak citra lembaga negara.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Padahal, waktu itu di lokasi, tidak ada aturan atau papan larangan yang tertera di lingkungan perkantoran. Kalaupun ada, tentu kawan saya sudah tahu diri untuk tidak masuk.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">&#8220;Oh negeriku! Apakah kami ini terlalu hina hanya karena pakai sandal jepit?&#8221; Perasaan saya berkecamuk.<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: center;\"><span style=\"font-weight: 400;\">***<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Sepulang dari kantor polisi, saya pun mencari referensi dan regulasi khusus yang melarang sandal jepit masuk kantor layanan masyarakat. Saya penasaran sekali dengan hal ini. Hari itu, jujur saja, menjadi hari yang tidak menyenangkan bagi saya sebagai warga negara.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Apakah benar lembaga negara memang punya aturan seperti itu?<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Saya searching sana sini, buka buku itu dan buka buku ini, tapi saya tidak menemukan aturan yang melarang pengguna sandal jepit memasuki kantor polisi.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Memang ada tata tertib terkait aturan perkantoran yang melarang penggunaan sandal jepit, tapi itu hanya ditujukan untuk pegawai atau anggota yang bekerja di dalamnya.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Sebab, seseorang yang bekerja di lembaga pelayanan, memang sepatutnya terlihat rapi dan wangi. Agar yang dilayani terasa nyaman dan betah. Nggak heran karena pekerjaan mereka memang berhadapan langsung dengan orang-orang.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Makanya ada slogan yang sering kita dengar di kantor polisi, &#8220;Kami siap melayani&#8221;. Jika memang benar tindakan menggunakan sandal jepit dianggap tidak sopan, harusnya ditulis di papan pengumuman agar setiap orang masuk mengerti dan memahami.\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Tugas Polisi adalah melindungi, mengayomi, dan melayani. Saya tidak tahu, pengayoman macam apa ini? Apakah mengusir orang yang pakai sandal jepit termasuk mengayomi?<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">&#8220;Kampret!&#8221; saya mengutuk di dalam hati.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Jika memang benar sandal jepit dianggap merusak citra lembaga sosial, orang-orang yang bekerja di dalamnya haruslah \u201cbanyak akal\u201d, bukan hanya membuat aturan yang dipandang \u201csakral\u201d.\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Misal, jika di dalam suatu kantor tidak boleh merokok sembarangan, tentu di kantor manapun akan membuat suatu tempat khusus untuk bebas merokok (smoking area). Begitu pula untuk mereka yang datang hanya menggunakan sandal jepit, ada baiknya disediakan juga sandal alternatif bagi pengunjung. Atau entah bagaimana lah solusinya agar orang yang sudah telanjur datang tidak pulang dengan tangan kosong.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Maka tidak akan ada kata, &#8220;Maaf, Pak, tidak boleh masuk karena menggunakan sandal jepit.&#8221; Tapi, &#8220;Maaf, Pak, Bapak menggunakan sandal jepit, silakan ganti dulu dengan sandal yang telah kami sediakan agar bapak bisa masuk dan siap kami layani.\u201d<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Saya yakin jika itu yang terjadi, masyarakat mana pun respek. Nggak ada ceritanya gondok dan diusir dari kantor polisi cuma karena pakai sandal jepit. Otomatis akan tercipta iklim untuk saling menghormati dan menghargai.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Kata-kata \u201cmelayani\u201d harus sarat dengan akal, bukan dengan larangan-larangan tanpa dasar.<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: center;\"><span style=\"font-weight: 400;\">***<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Dari apa yang telah terjadi, saya semakin meyakini bahwa peristiwa seperti ini tidak hanya terjadi pada kami, tapi juga terjadi pada masyarakat di luar sana. Tidak terjadi hanya di kantor polisi, bisa jadi di kantor-kantor dinas pelayanan lain.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Negara kita adalah negara demokrasi, seharusnya ada alasan di balik aturan seperti ini. Kalau perlu, ada dialektika tanggung jawab antara pemerintah dan masyarakat. Termasuk menciptakan institusi kepolisian yang melahirkan model aturan yang dekat san konkret esuai dengan kebutuhan masyarakat. Bukan sebaliknya.<\/span><\/p>\n<p>Ralat: Gambar fitur telah diubah untuk mencegah kesalahpahaman. Semua gambar fitur dari Terminal Mojok dimaksudkan hanya sebagai ilustrasi, bukan foto dari peristiwa asli. Atas kesalahpahaman yang terjadi, redaksi Terminal Mojok memohon maaf.<\/p>\n<p><em>Photo by <a href=\"https:\/\/www.pexels.com\/@kat-wilcox-329096\" target=\"_blank\" rel=\"noopener noreferrer\">kat wilcox<\/a> via <a href=\"https:\/\/images.pexels.com\/photos\/923681\/pexels-photo-923681.jpeg?auto=compress&amp;cs=tinysrgb&amp;dpr=2&amp;h=750&amp;w=1260\" target=\"_blank\" rel=\"noopener noreferrer\">Pexels.com<\/a><\/em><\/p>\n<p><strong>BACA JUGA <a href=\"https:\/\/mojok.co\/terminal\/kemiripan-hikayat-september-maret-pangeran-diponegoro-dan-presiden-sukarno\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener noreferrer\">Kemiripan Hikayat September-Maret Pangeran Diponegoro dan Presiden Sukarno<\/a><\/strong><\/p>\n<p><em>Terminal Mojok merupakan platform User Generated Content (UGC) untuk mewadahi jamaah mojokiyah menulis tentang apa pun. Submit esaimu secara mandiri lewat cara\u00a0<a href=\"https:\/\/mojok.co\/terminal\/kirim-tulisan\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener noreferrer\">ini<\/a>\u00a0ya.<\/em><\/p>\n<p><em>Pernah menulis di Terminal Mojok tapi belum gabung grup WhatsApp khusus penulis Terminal Mojok? Gabung dulu, yuk. Klik link-nya<\/em>\u00a0<em><a href=\"https:\/\/bit.ly\/wamojok\" target=\"_blank\" rel=\"noopener noreferrer\">di sini.<\/a><\/em><\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Jika sandal jepit dianggap merusak citra kantor polisi, orang-orang yang bekerja di dalamnya haruslah \u201cbanyak akal\u201d.<\/p>\n","protected":false},"author":1056,"featured_media":82300,"comment_status":"closed","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"_lmt_disableupdate":"","_lmt_disable":"","jnews-multi-image_gallery":[],"jnews_single_post":[],"jnews_primary_category":[],"jnews_override_counter":[],"jnews_post_split":[],"footnotes":""},"categories":[13087],"tags":[2504,4104],"class_list":["post-81339","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-pojok-tubir","tag-polisi","tag-sim"],"modified_by":"Administrator","amp_enabled":true,"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/81339","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/users\/1056"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=81339"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/81339\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/media\/82300"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=81339"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=81339"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=81339"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}