{"id":80507,"date":"2020-10-01T06:37:35","date_gmt":"2020-09-30T23:37:35","guid":{"rendered":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/?p=80507"},"modified":"2020-10-01T13:50:00","modified_gmt":"2020-10-01T06:50:00","slug":"anime-japan-sinks-2020-tidak-disarankan-untukmu-yang-lemah-iman","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/anime-japan-sinks-2020-tidak-disarankan-untukmu-yang-lemah-iman\/","title":{"rendered":"Anime &#8216;Japan Sinks: 2020&#8217; Tidak Disarankan untukmu yang Lemah Iman"},"content":{"rendered":"<p><span style=\"font-weight: 400;\">Sebuah kajian ilmiah dalam <\/span><span style=\"font-weight: 400;\">jurnal<\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\"> Nature<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\"> menyampaikan mengenai potensi gempa besar dan tsunami hebat di Selatan Jawa. Sebenarnya hal ini sudah diamini oleh BMKG, menengok letak negara kita yang berada di persimpangan lempeng aktif. Tentunya, beberapa medialah yang membuat dunia persilatan ini geger. Sudah tahu minat baca negara kita rendah, menginformasikan sesuatu masih saja menggunakan formula clickbait. Susah. Mendingan nonton anime <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">Japan Sinks: 2020<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\"> kayak saya.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Selama ini kita memang terjebak dalam belenggu sebuah &#8220;ramalan&#8221;. Ramalan bintang saja percaya, apalagi &#8220;ramalan saintifik&#8221;. Padahal, apa yang dikembangkan oleh sebelas peneliti itu sifatnya bukan ramalan, namun potensi. Sudut pandang tataran terminologi saja, kadang kita masih sulit membedakan, apalagi melihat realitas secara utuh dan adil.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Lantas, bagaimana jadinya semisal sebuah ramalan yang awalnya dianjing-anjingkan, bahkan sampai dianggap gila, jebul terjadi beneran? <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">Japan Sinks: 2020<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\">, anime garapan Netflix, punya cerita tersendiri.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Anime ini diadaptasi dari novel garapan Sakyo Komatsu yang berjudul <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">Japan Sinks<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\">. Novel yang mengudara pada 1973 ini, digarap oleh Masaaki Yuasa dalam panji Netflix yang mulai serius melirik dunia anime. Katanya, anime adalah cara terbaik untuk melawan hegemoni animasi milik Disney. Kita akan bahas ini lain kali, yang jelas, anime ini menghadirkan ketegangan yang mencekam.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Untuk kelas gambar, memang kita yang biasa menonton anime shonen maupun seinen akan dibawa ke tahap yang berbeda. Mulai dari warna, gerak, realisasi suasana, Netflix melakukan hal baru. Seakan mereka menegaskan sebuah ciri khas yang nantinya akan mereka kembangkan.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Menurut saya pribadi, sih, ini adalah tipikal Masaaki Yuasa dengan bukti kualitasnya dalam <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">Ride Your Wave<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\"> (2019) dan <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">The Night Is Short, Walk on Girl<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\"> (2019). Atau ini merupakan tipikal ala studio Science SARU? Entahlah, yang jelas, jika Netflix mau &#8220;menantang&#8221; Disney melalui anime, tidak akan menetapkan satu &#8220;artwork keras&#8221; saja dalam pengembangannya.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Dalam segi sinopsis, saya nggak bisa bercerita terlalu banyak soal <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">Japan Sinks: 2020<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\">. Titik pangkalnya adalah perjuangan keluarga Muto yang mencoba menyelamatkan diri dari bencana besar bernama gempa, banjir, yang menurut ramalan, akan menenggelamkan Jepang secara keseluruhan. Jepang akan binasa dan peradaban mereka akan hancur sama sekali.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Dari premis yang mengajak kita untuk berfantasi, anime ini nyatanya akan berjalan lebih liar dari fantasi yang telah kita ciptakan. Saya belum membaca novelnya secara langsung, namun menurut beberapa jawaban dari diskusi anime di Facebook, novel ini sejatinya lebih liar dari animenya.\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Satu hal yang membuat saya terus mengikuti dan setidaknya bertahan dengan artwork Masaaki Yuasa yang kurang cocok dengan selera saya adalah perihal pembangunan karakter yang dihadirkan. Setiap karakter yang menjadi highlight, nggak mentah begitu saja. Tokoh yang bakalan mati atau bertahan, setidaknya akan menyimpan arti tanpa percuma begitu saja.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Selain itu, bencana yang hadir silih berganti, entah ulah manusia atau saklek yang berlangsung dari alam, menambah unsur ke-asu-an tersendiri. Kita dibuat senyum karena salah memprediksi, sekaligus manyun dan manggut-manggut karena betapa kejamnya <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">Japan Sinks: 2020 <\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\">mengambil &#8220;hak hidup&#8221; seorang tokoh yang bertutur.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Bukan hanya bencana alam saja yang akan menguras perasaan kalian, seperti yang saya katakan, bencana yang dibuat oleh manusia. Contohnya adalah rasisme. Dipertegas dengan salah satu bagian bahwa hanya keturunan murni Jepang saja yang boleh ikut kapal (guna menyelamatkan diri). Sedangkan Ayumu, sang tokoh utama, adalah keturunan\u2026 ya, lihat sajalah. Pokoknya gayeng dalam masalah ini.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Apa kekurangan <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">Japan Sinks: 2020<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\">? Sejatinya amat personal, sih. Selain artwork yang bukan selera saya, titik paling aneh adalah penokohan Kaito atau Kite. Datang di tengah cerita, hadirnya sosok ini membuat saya selalu berharap, &#8220;Ah, Ayumu dan keluarga pasti nggak apa-apa, soalnya ada Kite.&#8221; Perasaan ini yang mengganggu ketegangan saya dalam melihat anime survival yang satu ini.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Kite telah masuk dalam teritori keluarga ini terlalu dalam walau saya nggak bisa menafikan &#8220;YouTuber&#8221; konten traveling dan survival ini keren setengah mampus. Bayangkan saja kalau nggak ada Kite yang serba bisa, dijamin bakal degdegan sampai ngewel kaki saya. Salah satu adegan, ketika Ayumu terpisah dengan Kite di lautan, saya sampai berpikir bahwa tokoh utama bakal mati. Ternyata\u2026 ya, lihat sajalah.<\/span><\/p>\n<p><i><span style=\"font-weight: 400;\">Japan Sinks 2020<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\"> berisikan sepuluh episode dengan durasi yang sama seperti kebanyakan anime yang kita saksikan biasanya. Saran saya, nggak usah siapkan camilan atau malah makanan. Cukup air putih, duduk manis, genggam tangan orang di sebelahmu. Oh, iya, tidak disarankan untuk kamu yang lemah iman. Kenapa? Ya, lihat sajalah.<\/span><\/p>\n<p><em>Sumber gambar: <a href=\"https:\/\/www.netflix.com\/title\/80993018\" target=\"_blank\" rel=\"noopener noreferrer\">Netflix<\/a><\/em><\/p>\n<p><strong>BACA JUGA <a href=\"https:\/\/mojok.co\/terminal\/daripada-blusukan-daring-gibran-rakabuming-mending-lakukan-hal-yang-lebih-wangun\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener noreferrer\">Daripada Blusukan Daring, Gibran Rakabuming Mending Lakukan Hal yang Lebih Wangun <\/a><\/strong><strong>dan tulisan\u00a0<a href=\"https:\/\/mojok.co\/terminal\/author\/gusti-aditya\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener noreferrer\">Gusti Aditya<\/a>\u00a0lainnya.<\/strong><\/p>\n<p><em>Terminal Mojok merupakan platform User Generated Content (UGC) untuk mewadahi jamaah mojokiyah menulis tentang apa pun. Submit esaimu secara mandiri lewat cara\u00a0<a href=\"https:\/\/mojok.co\/terminal\/kirim-tulisan\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener noreferrer\">ini<\/a>\u00a0ya.<\/em><\/p>\n<p><em>Pernah menulis di Terminal Mojok tapi belum gabung grup WhatsApp khusus penulis Terminal Mojok? Gabung dulu, yuk. Klik link-nya\u00a0<\/em><a href=\"https:\/\/bit.ly\/wamojok\"><em>di sini.<\/em><\/a><\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Japan Sinks: 2020 menceritakan usaha penyelamatan diri keluarga Muto dari bencana yang akan menenggelamkan Jepang secara keseluruhan.<\/p>\n","protected":false},"author":130,"featured_media":80669,"comment_status":"closed","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"_lmt_disableupdate":"","_lmt_disable":"","jnews-multi-image_gallery":[],"jnews_single_post":[],"jnews_primary_category":[],"jnews_override_counter":[],"jnews_post_split":[],"footnotes":""},"categories":[6],"tags":[3854,8977],"class_list":["post-80507","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-artikel","tag-rekomendasi-film","tag-review-anime"],"modified_by":"Prima Sulistya","amp_enabled":true,"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/80507","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/users\/130"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=80507"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/80507\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/media\/80669"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=80507"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=80507"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=80507"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}