{"id":80505,"date":"2020-09-30T13:26:30","date_gmt":"2020-09-30T06:26:30","guid":{"rendered":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/?p=80505"},"modified":"2021-08-13T12:55:52","modified_gmt":"2021-08-13T05:55:52","slug":"barista-hari-ini-gaya-terdepan-standar-operasi-belakangan","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/barista-hari-ini-gaya-terdepan-standar-operasi-belakangan\/","title":{"rendered":"Barista Hari Ini: Gaya Terdepan, SOP Belakangan"},"content":{"rendered":"<p><span style=\"font-weight: 400;\">Perjalanan perkopian Nusantara selalu menarik bagi saya. Tapi, bukan karena ragam kopi tiap daerah maupun olahannya. Yang menarik adalah perjalanan kultur dan manusia dalam dunia kopi. Dan ketertarikan saya ini berujung pada diskusi hangat dengan salah satu pelaku usaha kopi yang punya kesamaan dengan saya: suka nyinyir. Kali ini topiknya barista.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Pada artikel sebelumnya, saya membahas perihal<\/span><a href=\"https:\/\/mojok.co\/terminal\/kedai-kopi-jogja-persaingan-blok-utara-vs-blok-selatan\/\"> <span style=\"font-weight: 400;\">blok kopi<\/span><\/a><span style=\"font-weight: 400;\"> bersama Mas Akrom Dimyati. Beliau adalah pengusaha kopi di Jogja yang tidak perlu saya jelaskan lebih jauh (nanti dikira promosi). Nah, pembicaraan saya dan Mas Akrom ini berlanjut pada perkara barista, sang peracik kopi.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Sebagai orang yang suka berkunjung ke berbagai kedai kopi, saya juga menemui beragam barista. Tentu, keunikan karakter barista bukanlah urusan saya. Tapi, saya merasa ada yang kurang dari para barista yang saya temui. Dan kebetulan, apa yang saya rasa kurang itu selalu muncul di kedai kopi yang beda.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Bagi saya, barista adalah pemandu rasa. Maksudnya, barista adalah orang yang memandu konsumen untuk menemukan kopi yang tepat bagi dia. Tapi, sering kali saya tidak mendapat panduan yang tepat. Seperti template, banyak yang fokus pada istilah-istilah yang hanya penikmat kopi \u201csejati\u201d.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Memang, menjelaskan dalam bahasa aneh-aneh memunculkan kesan keren. Tapi, jika informasi yang diberikan tidak sampai ke konsumen ya buat apa? Tidak semua konsumen datang untuk mengagumi si barista. Dan saya pikir konsumen lebih butuh informasi yang mudah dimengerti dan tepat guna.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Masalah tata kebersihan juga sering membuat saya tersenyum kecut. Patut diingat, saya tidak bermaksud memosisikan diri sebagai raja. Tapi, meja yang berantakan saat konsumen datang memang cukup mengganggu. Kalau saya tahu di mana tempat mencuci gelas dan diizinkan, saya sih santai saja. Tapi, apa daya, yang pegang kendali kan bukan saya.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Jika kondisi kedai sedang ramai, saya sih maklum saja. Namun, sering kali saya menemui barista yang sibuk sendiri dan terkesan abai pada konsumen. Kadang kala, pesanan konsumen harus dikorbankan karena harus sibuk berinteraksi dengan kawan mereka yang berkunjung. Masalahnya, hanya Anda yang saya harapkan agar saya bisa minum kopi. Tolong saya, wahai mas barista yang malah sibuk bersenda gurau.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Pengalaman saya ini mungkin terkesan berlebihan dan mendiskreditkan. Mungkin juga pernyataan ini layak menjadi alasan untuk menolak kehadiran saya. Namun, keluh kesah saya juga diamini oleh beberapa barista lain yang saya rasa masih nggenah lakunya. Dan ketika keluhan ini saya sampaikan ke Mas Akrom, beliau mengamini dan menekankan pada krisis standard operational procedure (SOP).<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Mas Akrom mengkritisi barista hari ini yang dipandang terlalu mengedepankan penampilan. Tidak sekadar outfit, namun juga dalam bekerja. Banyak yang tenggelam dalam perkara mencari identitas diri. Tidak masalah sih, tapi berbahaya jika harus menggugurkan kewajiban.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Barista memang keren, tapi tetap merupakan pekerjaan. Ia adalah nahkoda dari sebuah kedai kopi. Dan menjadi nahkoda bukan sekadar gagah dalam balutan outfit kapten. Namun, memastikan kedai kopi beroperasi dengan baik. Salah satunya ya dalam melayani konsumen.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Kondisi mengedepankan identitas daripada pekerjaan disebut Mas Akrom sebagai \u201c90% gaya, 10% skill\u201d. Bagi beliau, bicara skill tidak sekadar bisa membuat kopi susu. Namun, mengurus kedai kopi juga. Jangan lupa, barista adalah nahkoda kedai kopi.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Makin jauh, Mas Akrom juga menyinggung masalah outfit. Seperti artikel<\/span><a href=\"https:\/\/mojok.co\/terminal\/barista-dan-mereka-yang-ngopi-di-kedai-kopi-punya-standar-penampilan-dan-itu-menyebalkan\/\"> <span style=\"font-weight: 400;\">Mas Riyanto<\/span><\/a><span style=\"font-weight: 400;\">, beliau juga merasa perkara outfit ini malah menjadi fokus mayoritas barista hari ini. Memang, berpakaian pantas adalah lumrah dalam dunia kerja. Apalagi jika selalu bertemu dengan tamu. Tapi, apakah outfit ini harus lebih utama dari kewajiban?<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Menurut Mas Arkom, seorang barista wajib memahami SOP. Tidak hanya SOP membuat kopi. Tapi bagaimana memperlakukan bar berikut peralatannya, kedai secara keseluruhan, dan konsumen yang datang.\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Tapi, jika SOP digadaikan demi penampilan dan identitas, untuk apa?<\/span><\/p>\n<p><em>Photo by <a href=\"https:\/\/www.pexels.com\/@ketut-subiyanto\" target=\"_blank\" rel=\"noopener noreferrer\">Ketut Subiyanto<\/a> via <a href=\"https:\/\/images.pexels.com\/photos\/4353591\/pexels-photo-4353591.jpeg?auto=compress&amp;cs=tinysrgb&amp;dpr=2&amp;h=750&amp;w=1260\" target=\"_blank\" rel=\"noopener noreferrer\">Pexels.com<\/a><\/em><\/p>\n<p><strong>BACA JUGA <a href=\"https:\/\/mojok.co\/terminal\/di-mata-sains-kesurupan-bukan-perkara-menyeramkan\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener noreferrer\">Di Mata Sains, Kesurupan Bukan Perkara Menyeramkan<\/a><\/strong>\u00a0<strong>dan tulisan\u00a0<a href=\"https:\/\/mojok.co\/terminal\/author\/dimas-prabu-yudianto\/\">Prabu Yudianto<\/a>\u00a0lainnya.<\/strong><\/p>\n<p><i>Terminal Mojok merupakan platform User Generated Content (UGC) untuk mewadahi jamaah mojokiyah menulis tentang apa pun. Submit esaimu secara mandiri lewat cara\u00a0<\/i><a href=\"https:\/\/mojok.co\/terminal\/kirim-tulisan\/\"><i>ini<\/i><\/a><i>\u00a0ya.<\/i><\/p>\n<p><i>Pernah menulis di Terminal Mojok tapi belum gabung grup WhatsApp khusus penulis Terminal Mojok? Gabung dulu, yuk. Klik link-nya\u00a0<\/i><a href=\"https:\/\/bit.ly\/wamojok\"><i>di sini.<\/i><\/a><\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Saya merasa ada yang kurang dari para barista yang saya temui di kedai kopi. Mulai dari mengedepankan outfit dan melupakan SOP.<\/p>\n","protected":false},"author":793,"featured_media":80621,"comment_status":"closed","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"_lmt_disableupdate":"","_lmt_disable":"","jnews-multi-image_gallery":[],"jnews_single_post":[],"jnews_primary_category":[],"jnews_override_counter":[],"jnews_post_split":[],"footnotes":""},"categories":[6],"tags":[6856,637],"class_list":["post-80505","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-artikel","tag-kafe","tag-kedai-kopi"],"modified_by":"Prima Sulistya","amp_enabled":true,"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/80505","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/users\/793"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=80505"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/80505\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/media\/80621"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=80505"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=80505"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=80505"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}