{"id":80470,"date":"2020-09-30T06:55:26","date_gmt":"2020-09-29T23:55:26","guid":{"rendered":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/?p=80470"},"modified":"2020-10-01T14:12:49","modified_gmt":"2020-10-01T07:12:49","slug":"restu-suami-itu-teori-faktanya-restu-istri-adalah-kunci","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/restu-suami-itu-teori-faktanya-restu-istri-adalah-kunci\/","title":{"rendered":"Restu Suami Itu Teori, Faktanya, Restu Istri Adalah Kunci"},"content":{"rendered":"<p><span style=\"font-weight: 400;\">Syahdan, sebelum corona melanda, Rabu jam sembilan pagi menjadi waktu yang kami sepakati untuk ngobrol bareng minum kopi di kantin pojok kampus. Gerombolan kami yang berisi bapak-bapak tidak jarang mengeluarkan jokes yang luar biasa membuat kami tertawa jegigisan. <\/span><span style=\"font-weight: 400;\">Namun, Rabu pagi kali ini berbeda dengan Rabu-rabu yang lain. Suasana terasa begitu horor. Ini berawal dari cerita Dedi, anggota sekaligus \u201ckomisioner\u201d acara ngantin ini, tadi malam Dedi mengalami trauma psikologis yang cukup mengerikan, yaitu berantem dengan istri.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">\u201cApes, apes, apes. Tadi malam saya bertengkar dengan istri, hanya gara-gara popok. Akhirnya saya terpaksa berangkat ke minimarket dengan berat hati. Mantra misuh-misuhku saya keluarkan semua. Setelah membeli, ternyata cerita belum selesai. Lhadalah, motorku nggak bisa nyala sama sekali. Jah!\u201d Katanya sambil berapi-api.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">\u201cTerus, pulangmu gimana?\u201d Tanyaku.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">\u201cLha, sialnya lagi, hapeku juga ketinggalan. Asyem! Motorku aku titipkan, aku pulang pesan Gojek dengan pinjam hape pegawai minimarket, Cuk! Apa ini yang namanya istri tidak merestui, ya. Cen gawat tenan kalau begini,\u201d simpulnya.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Saya godek-godek tidak percaya mendengarnya, padahal Dedi yang berada di depan saya ini mempunyai perawakan yang tinggi besar, dengan bulu badan yang membuat wibawanya bertambah ratusan persen. Melihatnya takluk di hadapan istri membuat kami semua tertawa.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">\u201cLho masak? Nggak kamu aja, Je!\u201d Nurdin, teman saya, sang maestro mancing tiba-tiba menambah perbendaharaan cerita ini. Nurdin mencoba duduk dengan tenang, dan menghisap rokoknya sebelum bercerita.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">\u201cAku sekarang tidak akan berangkat mancing, kecuali istriku benar-benar mengizinkannya, bisa fatal akibatnya.\u201d<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">\u201cSebulan yang lalu, aku berangkat mancing, saya lihat istriku hanya cemberut saja saat berangkat. Dasar aku yang sudah pengalaman bertahun-tahun mancing, pede saja tetap berangkat. Lhadalah, umpanku nggak ada yang nyenggol seharian penuh. Jah.\u201d<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">\u201cPadahal, biasanya saya selalu membawa banyak ikan. Kiloan, Je. Dasar apes, saya kapok sudah, saya milih nyerah saja sama istri,\u201d Nurdin bercerita dengan mimik yang serius.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Rupanya ceritanya bersambut ke Ahmad seorang pejuang NIP yang terhitung sudah berkali-kali daftar setiap negara membuka pendaftaran. Sejauh yang saya tahu, teman saya satu ini sangat sayang kepada istrinya. Saya banyak membaca status-status medsosnya yang banyak menggugat ketidaksetaraan laki-laki dan perempuan dalam wacana dan kehidupan sosial.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">\u201cSudah kuduga memang begitu, ini saya alami sendiri. Saat itu saya berangkat ke Tulungagung untuk tes CPNS, berangkat dari rumah sendiri dari Nganjuk, sedangkan istri di Madiun bersama orang tuanya. Nah, kesalahan saya sebenarnya sederhana sih, memakai motor orang tua saya tanpa izin istri. Izin istri lho ya, tau sendiri kan sensitifnya perempuan dalam hal ini,\u201d mimik Ahmad begitu datar.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">\u201cDalam perjalanan, ban belakang saya bocor. Dan, saat itu hari Minggu, tidak ada tukang tambal ban yang buka. Alhasil, saya menuntun motor berkilo-kilo meter sebelum akhirnya menemukan tukang tambal ban yang saya paksa buka. Saya kirim WA ke istri tentang apa yang saya alami. Tahu apa yang dia bilang?\u201d<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Kami diam saja Ahmad berkata demikian, menunggu dia menjawab sendiri pertanyaannya.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">\u201cKapok! Aku nggak ikhlas, Mas. Begitu balas istriku. Asem tenan\u201d<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">\u201cHahaha &#8230;\u201d akhirnya tawa kami meledak juga.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Saya hanya terdiam, ingatanku menerawang sambil membenarkan. Saya sendiri punya kisah saat melamar pekerjaan di berbagai tempat beberapa tahun yang lalu, tak ada panggilan yang saya dapatkan. Jika ada panggilan pun, saya selalu berhadapan dengan kegagalan.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Belakangan, ketika saya diterima untuk menjadi pengajar di kota yang tak jauh dari rumah asal istri saya. Dia mengaku memang berdoa dengan rajin untuk diterima mengajar di kota dekat kelahirannya. Dan, saya pun diterima. Entah kenapa Tuhan lebih mendengar doa istri saya, daripada doa saya sendiri. Saya kepala keluarga lho.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Dalam beberapa literatur, saya sering menemukan berbagai nasihat yang sangat bersimpangan dengan cerita teman-teman saya di atas. Di antaranya nasihat untuk taat kepada suami, tidak boleh membantah perkataan suami, hingga ancaman-ancaman yang didapatkan oleh seorang istri manakala membangkang untuk taat kepada suaminya.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Bentuk ancamannya pun berbagai macam, mulai dari laknat dari para malaikat, jauh dari wangi surga, hingga ancaman siksaan neraka. Kesemuanya itu diberikan kepada para istri yang tidak patuh kepada istrinya.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Saya masih memikirkan mengapa justru kesialan yang didapatkan suami ketika istri tidak meridai. Apa mungkin surga tidak hanya di bawah telapak kaki ibu, melainkan ibu yang disebut di situ ialah ibu rumah tangga, termasuk istri kita?<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Ah, sepulang dari sini, saya jadi ingin bertanya kepada istri saya tercinta, \u201cBuk, kau berdoa apa untukku kali ini?\u201d<\/span><\/p>\n<p><strong>BACA JUGA\u00a0<a href=\"https:\/\/mojok.co\/terminal\/seni-menghadapi-harta-dunia-melalui-peribahasa-madura-asel-ta-adina-asal\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener noreferrer\">Seni Menghadapi Harta Dunia Melalui Peribahasa Madura Asel Ta\u2019 Adina Asal<\/a>\u00a0dan artikel\u00a0<a href=\"https:\/\/mojok.co\/terminal\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener noreferrer\">Terminal Mojok<\/a>\u00a0lainnya.<\/strong><\/p>\n<p><em>Terminal Mojok merupakan platform User Generated Content (UGC) untuk mewadahi jamaah mojokiyah menulis tentang apa pun. Submit esaimu secara mandiri lewat cara\u00a0<a href=\"https:\/\/mojok.co\/terminal\/kirim-tulisan\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener noreferrer\">ini<\/a>\u00a0ya.<\/em><\/p>\n<p><em>Pernah menulis di Terminal Mojok tapi belum gabung grup WhatsApp khusus penulis Terminal Mojok? Gabung dulu, yuk. Klik link-nya<\/em>\u00a0<em><a href=\"https:\/\/bit.ly\/wamojok\" target=\"_blank\" rel=\"noopener noreferrer\">di sini.<\/a><\/em><\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Banyak literatur menyebutkan larangan-larangan istri kepada suami. Tapi, faktanya, tanpa restu istri, suami nggak bisa apa-apa.<\/p>\n","protected":false},"author":1049,"featured_media":2965,"comment_status":"closed","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"_lmt_disableupdate":"","_lmt_disable":"","jnews-multi-image_gallery":[],"jnews_single_post":[],"jnews_primary_category":[],"jnews_override_counter":[],"jnews_post_split":[],"footnotes":""},"categories":[6],"tags":[566,5833,8972,5087],"class_list":["post-80470","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-artikel","tag-ibu","tag-kesialan","tag-restu-istri","tag-suami"],"modified_by":"Prima Sulistya","amp_enabled":true,"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/80470","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/users\/1049"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=80470"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/80470\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/media\/2965"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=80470"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=80470"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=80470"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}