{"id":80452,"date":"2020-10-02T05:52:18","date_gmt":"2020-10-01T22:52:18","guid":{"rendered":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/?p=80452"},"modified":"2020-10-01T15:14:27","modified_gmt":"2020-10-01T08:14:27","slug":"hunter-x-hunter-anime-yang-menabrak-tabu-dan-menyingkirkan-klise","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/hunter-x-hunter-anime-yang-menabrak-tabu-dan-menyingkirkan-klise\/","title":{"rendered":"Hunter x Hunter: Anime yang Menabrak Tabu dan Menyingkirkan Klise"},"content":{"rendered":"<p><span style=\"font-weight: 400;\">Sebagai wibu amatir, saya mulai rajin menonton serial anime. Saya menemukan banyak anime bagus dengan segenap keunikannya. Namun ada beberapa daya tarik yang hanya saya temukan saat menonton <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">Hunter x Hunter<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\">: menabrak tabu dan meminimalisir klise.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Serial anime ini diadaptasi dari manga dengan judul yang sama karangan Yoshihiro Togashi sejak 1999. Kemudian anime ini mengalami hiatus panjang dan dirilis ulang pada 2011 oleh studio Madhouse.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Namun pada 2014, setelah mendapat 148 episode, anime ini mengalami libur panjang lagi hingga sekarang. Meski begitu, saya akan memberi penjelasan mengapa kalian harus menontonnya.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Anime ini bercerita tentang Gon, bocah 12 tahun yang ingin mengikuti jejak ayahnya, Ging. Gon terobsesi pada ayahnya, yang ia kira sudah meninggal. Namun, ternyata sang ayah \u201chanya\u201d meninggalkannya saat masih bayi untuk menjalani profesi sebagai hunter.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Walau dititipkan ke bibinya, Gon tidak merasa ditelantarkan. Ia malah menghormati keputusan ayahnya untuk mencapai impian menemukan tempat-tempat bersejarah di seluruh dunia.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Hal itu menjadi salah satu daya tarik anime ini. Sebab dalam norma masyarakat, orang tua yang meninggalkan anaknya demi ambisi pribadi merupakan hal tabu. Namun dengan sikap Gon itu, kita dapat melihat toleransi tahap ekstrem. Yang sekali-kali diperlukan sebagai keikhlasan dalam hidup.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Selain itu, sikap Ging juga merupakan tabu dalam kehidupan rumah tangga. Premis ini juga menabrak klise dalam pengangkatan hal tabu dalam suatu karya. Padahal, hal tabu yang diangkat dalam kisah rumah tangga biasanya hanya seputar masalah seks, keuangan, dan perselingkuhan.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Hunter dalam serial\u00a0<em>Hunter x Hunter<\/em> adalah profesi pemburu dalam hal apapun (tempat bersejarah, hewan langka, pelaku kriminal, dll) yang memiliki lisensi dari Asosiasi Hunter. Lisensi tersebut\u00a0 didapat setelah mengikuti proses seleksi yang ketat. Bahkan hanya 1 dari 1000 orang yang bisa lulus. Namun, Gon, di usianya yang belia mampu lulus dari ujian itu.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Dalam ujian itu, Gon bertemu dengan 3 orang yang akhirnya menjadi sahabatnya: Killua, Kurapika, dan Leorio. Meski baru bertemu saat ujian hunter, eratnya persahabatan mereka bukan isapan jempol belaka.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Contohnya, saat Killua dalam tekanan dan disiksa keluarganya karena mengikuti ujian itu, mereka bertiga menyambangi rumahnya untuk memberikan support. Menurut keluarga Killua, yang merupakan keluarga pembunuh bayaran itu, pertemanan hanyalah batu sandungan.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Untung saja, mereka mampu meyakinkan ikatan persahabatannya sehingga berhasil membawa Killua keluar dari rumah, meninggalkan kekangan keluarganya.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Sayangnya, mereka harus berpisah mencapai tujuan masing-masing di tengah jalan. Kurapika mencari kelompok yang membantai sukunya. Leorio melanjutkan sekolah kedokteran. Kemudian hanya tersisa Gon yang berambisi menemukan ayahnya dengan ditemani Killua. Singkat cerita, persahabatan kedua bocah itu makin erat. Mereka sama-sama berlatih untuk menjadi lebih kuat lagi.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Persahabatan antarbocah, yang dalam dunia nyata nyaris tak ada, mampu menunjukkan solidaritas tanpa pamrih kepada teman. Kepolosan seorang bocah yang sudah mampu berpikir jernih terkandung di dalamnya.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Dari kepolosan itu pula, mereka menunjukkan sikap kekanak-kanakan yang tidak terlampau konyol dan memaksa lucu. Pas sekali sebagai cerminan dalam menjalin pertemanan bagi orang dewasa, yang kadang masih ada pamrihnya.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Selain persahabatan, ada juga unsur seram di dalamnya. Setiap arc\u2014yang terdiri dari total 6 arc\u2014mampu menunjukkan kengerian secara mendalam. Disiratkan bahwa pembunuhan dan kematian merupakan sebuah tragedi belaka yang bisa terjadi kapan saja dan di mana saja.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Dengan episode pertama yang memperlihatkan Gon sedang memancing, saya nggak bisa mengira bahwa anime ini juga memuat unsur yang begitu \u201cgelap\u201d di episode-episode selanjutnya. Yang juga membuat saya berpikir bahwa perpaduan kepolosan bocah dan darah adalah narasi yang benar-benar brilian, jauh dari kata klise.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Yang menarik lagi dari anime ini, yaitu nggak adanya kepastian menang di setiap pertarungan yang Gon hadapi. Di anime lain, dengan sangat jelas tokoh protagonis selalu akan menang pada akhirnya. Namun tidak demikian dengan Gon sebagai lakon utamanya. Ada semacam kekhawatiran saat melihat ia bertarung. Penonton seolah-olah dibawa untuk merasa kasihan kepadanya.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Dalam beberapa pertarungan di awal cerita, Gon memang dapat menang dengan mudah dan terkesan over power. Namun, di beberapa pertarungan lain, ia harus menerima kekalahan telak bahkan hampir mati. Kekacauan ini kemudian akan dibereskan sisanya oleh Killua. Hal ini mendorong Killua lebih populer bagi penonton dibandingkan Gon.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Namun, yang paling membuat saya sangat kagum dengan <em>Hunte x Hunter <\/em>adalah kompleksitas karakter yang ditampilkan dengan sangat baik. Tak kentara ada hitam-putih, baik-jahat. Setiap karakter memiliki hitam sekaligus putih, bahkan Gon dan Killua sebagai tokoh protagonis pun punya sisi lain.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Kompleksitas itu diperlihatkan dengan mengalir apa adanya, tanpa terkesan memaksakan melalui flashback latar belakang tokoh di masa lalu (kayak Naruto wqwqwq~) sehingga plot cerita tersusun dengan rapi dan enak untuk ditonton.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Jika tokoh terkesan jahat, nanti ada scene yang menunjukan sisi kelembutan tokoh. Jika ada tokoh yang baik, nanti akan ditunjukkan pula sisi gelapnya. Hal ini dapat dilihat pada karakter Killua yang humble, lucu, keren, namun sesekali juga ditunjukkan kebengisannya dalam menghabisi musuh. Bahkan, Gon yang terkesan baik dan lugu, pernah sekali waktu terus mendaratkan pukulan pada musuhnya yang sudah mati.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Menurut saya, semua daya tarik di atas merupakan keunikan yang tak saya temukan di anime lain yang pernah saya tonton: <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">Attack on Titan<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\">, <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">One Piece<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\">, <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">Naruto Shippuden<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\">, <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">Sword Art online<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\">, <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">Kimetsu No Yaiba<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\">, dll. Seakan-akan anime ini hadir sebagai penawar kebosanan.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Sebab, tidak dimuatnya klise dan nilai moral mainstream itulah yang membuat <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">Hunter x Hunter<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\"> lebih menarik. Apalagi jika dibandingkan dengan produk industri hiburan dalam negeri. Tabu dalam masyarakat selalu dianggap riskan untuk diangkat sehingga yang tersisa hanya klise. Padahal jika berani, hal tersebut dapat menjadi inovasi dan memberi warna baru di tontonan masyarakat kita.<\/span><\/p>\n<p><strong>BACA JUGA <a href=\"https:\/\/mojok.co\/terminal\/lupakan-kinerja-terawan-mari-kita-bahas-gelar-beliau\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener noreferrer\">Lupakan Kinerja Terawan, Mari Kita Bahas Gelar Beliau<\/a> dan tulisan\u00a0<a href=\"https:\/\/mojok.co\/terminal\/author\/fadlir-rahman\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener noreferrer\">Fadlir Rahman<\/a>\u00a0lainnya<\/strong><\/p>\n<p><em>Terminal Mojok merupakan platform User Generated Content (UGC) untuk mewadahi jamaah mojokiyah menulis tentang apa pun. Submit esaimu secara mandiri lewat cara<a href=\"https:\/\/mojok.co\/terminal\/kirim-tulisan\/\">\u00a0ini<\/a>\u00a0ya.<\/em><\/p>\n<p><em>Pernah menulis di Terminal Mojok tapi belum gabung grup WhatsApp khusus penulis Terminal Mojok? Gabung dulu, yuk. Klik link-nya\u00a0<a href=\"https:\/\/bit.ly\/wamojok\" target=\"_blank\" rel=\"noopener noreferrer\">di sini.<\/a><\/em><\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Konflik dari Hunter x Hunter mengalir tanpa terkesan memaksa melalui flashback latar belakang tokoh di masa lalu (kayak Naruto wqwqwq~)<\/p>\n","protected":false},"author":933,"featured_media":80899,"comment_status":"closed","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"_lmt_disableupdate":"","_lmt_disable":"","jnews-multi-image_gallery":[],"jnews_single_post":[],"jnews_primary_category":[],"jnews_override_counter":[],"jnews_post_split":[],"footnotes":""},"categories":[6],"tags":[2775,8995],"class_list":["post-80452","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-artikel","tag-anime","tag-rekomendasi-anime"],"modified_by":"Ajeng Rizka","amp_enabled":true,"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/80452","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/users\/933"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=80452"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/80452\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/media\/80899"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=80452"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=80452"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=80452"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}