{"id":80412,"date":"2020-10-06T21:08:56","date_gmt":"2020-10-06T14:08:56","guid":{"rendered":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/?p=80412"},"modified":"2020-10-06T21:08:56","modified_gmt":"2020-10-06T14:08:56","slug":"sariawan-bisa-merupakan-tanda-stres-atau-depresi","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/sariawan-bisa-merupakan-tanda-stres-atau-depresi\/","title":{"rendered":"Sariawan Bisa Merupakan Tanda Stres atau Depresi"},"content":{"rendered":"<p><span style=\"font-weight: 400;\">Beberapa hari ini saya menahan perih dan ketidaknyamanan dalam beraktivitas sehari-hari lantaran menderita sariawan di mulut. Meskipun bukan tergolong penyakit yang serius, ternyata sariawan sukses membuat saya malas melakukan apa pun.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Menurut dunia medis, sariawan adalah luka kecil yang biasanya muncul di mulut. Luka ini bisa muncul di dalam bibir, gusi, atau lidah. Oleh karena itu, adanya penyakit ini tentu menyebabkan rasa tidak nyaman di mulut.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Pernah suatu ketika ada wali murid mengizinkan anaknya untuk tidak masuk sekolah lantaran sakit. Namun, anehnya sakit yang ditulis oleh wali murid tersebut dengan jujur dituliskan bahwa anaknya sedang sakit sariawan.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Hal itu sontak membuat guru-guru yang membaca surat izin tersebut tertawa terbahak-bahak. Dalam kasus lain, ada kawan saya izin tidak ikut rapat organisasi lantaran terdapat beberapa sariawan di mulutnya.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Dirinya mengungkapkan bahwa percuma saja datang, lantaran tidak bisa leluasa berpendapat. Dan benar saja, kini saya merasakan sariawan yang bahkan bisa menghambat beberapa rutinitas yang biasa saya lakukan sehari-hari.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Dalam kebanyakan kasus, sariawan tidak berbahaya, bahkan dapat sembuh dengan sendirinya dalam rentang waktu dua minggu. Namun, menahan perih dan ketidaknyamanan saat makan, minum, dan berkomunikasi tentu menjadi persoalan sendiri.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Dalam dunia medis konon terdapat beberapa hal yang menyebabkan seseorang terserang penyakit ini. Dari mulai hal-hal sederhana seperti tidak sengaja menggigit lidah, memakan makanan yang panas, sampai pada penggunaan kawat gigi.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Lebih dari itu, sariawan juga dapat disebabkan oleh reaksi terhadap obat-obatan tertentu, kekurangan vitamin atau folat, tidak menjaga kebersihan gigi dan mulut, serta faktor genetik atau keturunan.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Namun, penyebab secara pasti munculnya sariawan sampai saat ini belum diketahui. Bahkan, ada yang menjelaskan bahwa sariawan bisa disebabkan oleh faktor psikososial, seperti kelelahan, stres, dan depresi.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Bahkan, situs resmi sebuah kampus negeri di Surabaya pernah merilis hasil riset yang menjelaskan hubungan antara depresi dan sariawan. Depresi tersebut diukur menggunakan kuesioner yang terdiri dari 10 pertanyaan. Sedangkan penyakit sariawan diukur berdasarkan laporan responden tanpa disertai pemeriksaan klinis. Beberapa faktor lain yang ikut dalam analisis adalah tingkat stres yang dialami oleh responden, umur, dan jenis kelamin.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Penelitian tersebut memperoleh hasil bahwa stres dan depresi merupakan faktor risiko terjadinya sariawan. Semakin tinggi gejala depresi dan stres yang dialami oleh seseorang, kemungkinan terserang penyakit sariawan semakin tinggi.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Sebagai seorang yang rutin melakukan sikat gigi teratur dua kali sehari serta menggunakan sikat gigi yang lembut, berkualitas baik, dan sesuai dengan bentuk mulut, tentu saya bisa mengklaim sariawan yang terjadi pada diri saya tidak disebabkan oleh kurangnya menjaga kebersihan gigi dan mulut.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Terlepas dari itu, sakit sariawan ternyata memang tidak bisa diremehkan. Digunakan untuk makan dan minum perih, digunakan untuk ngomong juga tidak nyaman, dan bahkan dalam situasi tertentu membuat malas melakukan apa pun.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Memang benar kata pepatah, \u201cMencegah itu lebih baik daripada mengobati.\u201d Oleh karena itu, ada beberapa hal yang mungkin bisa kalian perhatikan agar terhindar dari sariawan, di antaranya sebagai berikut.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Pertama, merawat dan menjaga kebersihan mulut. Kedua, menjaga asupan gizi. Ketiga, hindari mulut dalam kondisi kering. Keempat, hindari stres dan bahagialah selalu. Kelima, periksa ke dokter gigi secara teratur.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Tapi, apabila kalian sudah telanjur terkena penyakit sariawan seperti saya, tenang saja, kalian hanya perlu bersabar dan menunggunya sembuh sendiri dalam waktu sekitar dua minggu.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Apabila kalian bukan termasuk orang yang sabar seperti saya, kalian bisa mencoba obat-obatan herbal yang disarankan orang tua, misalnya kumur dengan air garam atau air lemon, mengoleskan kunyit yang dihaluskan ke bagian yang luka, dan memakan yogurt. Soalnya di dalam yogurt terdapat probiotik yang merupakan bakteri baik. Probiotik dalam yogurt diharapkan bisa mengembalikan keseimbangan bakteri baik maupun jahat yang ada di mulut.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Apabila ternyata setelah mencoba obat-obatan alternatif tersebut sariawan belum juga sembuh, tak ada nasihat imbauan yang lebih selain agar berkonsultasi ke dokter.<\/span><\/p>\n<p><em>Photo by <a href=\"https:\/\/unsplash.com\/@viniciusbenedit?utm_source=unsplash&amp;utm_medium=referral&amp;utm_content=creditCopyText\">Vinicius Benedit<\/a> on <a href=\"https:\/\/unsplash.com\/s\/photos\/mouth-ache?utm_source=unsplash&amp;utm_medium=referral&amp;utm_content=creditCopyText\">Unsplash<\/a><\/em><\/p>\n<p><strong>BACA JUGA <a href=\"https:\/\/mojok.co\/red\/penjaskes\/mitos-kolesterol-dan-bahayanya-orang-yang-merasa-tahu\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener noreferrer\">Mitos Kolesterol dan Bahayanya Orang yang Merasa Tahu<\/a> dan tulisan\u00a0<a href=\"https:\/\/mojok.co\/terminal\/author\/a-fikri-amiruddin-ihsani\/\">A. Fikri Amiruddin Ihsani<\/a>\u00a0lainnya.<\/strong><\/p>\n<p><i>Terminal Mojok merupakan platform User Generated Content (UGC) untuk mewadahi jamaah mojokiyah menulis tentang apa pun. Submit esaimu secara mandiri lewat cara\u00a0<\/i><a href=\"https:\/\/mojok.co\/terminal\/kirim-tulisan\/\"><i>ini<\/i><\/a><i>\u00a0ya.<\/i><\/p>\n<p><i>Pernah menulis di Terminal Mojok tapi belum gabung grup WhatsApp khusus penulis Terminal Mojok? Gabung dulu, yuk. Klik link-nya<\/i>\u00a0<a href=\"https:\/\/bit.ly\/wamojok\"><i>di sini.<\/i><\/a><\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Situs resmi sebuah kampus negeri di Surabaya pernah merilis hasil riset yang menjelaskan hubungan antara depresi dan sariawan.<\/p>\n","protected":false},"author":697,"featured_media":81950,"comment_status":"closed","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"_lmt_disableupdate":"","_lmt_disable":"","jnews-multi-image_gallery":[],"jnews_single_post":[],"jnews_primary_category":[],"jnews_override_counter":[],"jnews_post_split":[],"footnotes":""},"categories":[6],"tags":[2589,9063,4775],"class_list":["post-80412","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-artikel","tag-depresi","tag-sariawan","tag-stres"],"modified_by":"Prima Sulistya","amp_enabled":true,"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/80412","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/users\/697"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=80412"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/80412\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/media\/81950"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=80412"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=80412"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=80412"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}