{"id":79651,"date":"2020-09-27T05:31:40","date_gmt":"2020-09-26T22:31:40","guid":{"rendered":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/?p=79651"},"modified":"2026-03-06T16:05:08","modified_gmt":"2026-03-06T09:05:08","slug":"memutuskan-mengisap-rokok-karena-camilan-dan-fastfood-lebih-buruk","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/memutuskan-mengisap-rokok-karena-camilan-dan-fastfood-lebih-buruk\/","title":{"rendered":"Memutuskan Mengisap Rokok karena Camilan dan Fastfood Lebih Buruk"},"content":{"rendered":"<p><span style=\"font-weight: 400;\">Saat sedang ngumpul dan mengisap rokok, seorang teman datang dan mengatakan, \u201cDaripada rokok, lebih baik ini.\u201d sambil menunjuk kue serupa spons yang diletakkan di meja. Saya yakin ungkapan teman itu bukan untuk menasihati agar berhenti merokok, karena pada dasarnya dia juga perokok.\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Saya kemudian merespons dengan mengutip sebuah aforisme, \u201cFaktanya orang yang meninggal karena diabetes lebih banyak dibanding orang yang meninggal karena rokok, tapi mengapa tidak ada orang yang melarang saat kamu memakan snack, sebagaimana mereka melarang saat kamu sedang mengisap rokok?\u201d Sebuah ungkapan yang terdengar hebat meski saya sendiri tidak tahu kebenarannya.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Saat kamu memutuskan untuk berhenti merokok atau memilih untuk tidak merokok ketika teman-temanmu yang lain merokok, kamu akan mencari cara lain untuk menyibukkan mulut. Entah dengan ngemil atau menikmati minuman dingin. Tentu sangat tidak mengasyikkan saat teman-temanmu yang lain menghisap rokoknya dan menyeruput kopinya sementara kamu hanya meneguk air mineral.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Hidup ini bukan hanya tentang menjadi sehat dan berumur panjang, kita juga butuh gaya hidup dan bersosialisasi dengan berbagai macam orang. Sialnya rokok kadang menjadi media yang efektif untuk menjalin relasi dan keakraban dengan banyak kalangan.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Berdasarkan pengamatan dan pengalaman saya, seorang perokok tidak akan menghabiskan terlalu banyak makanan dan camilan karena dibanding ngemil, mereka lebih memilih mengisap rokok.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Misalnya pada pagi hari saat mengawali aktivitas. Cukup sebatang dua batang rokok dan secangkir teh atau kopi. Jika sudah ada itu, perokok cenderung tidak bernafsu dengan kue, roti atau nasi goreng yang memang terlalu berat untuk sarapan. Begitu pun saat nongkrong atau menikmati waktu kerja. Mereka tidak butuh snack, gorengan, atau sejenis makanan lainnya untuk dijadikan hidangan ngumpul-ngumpul yang juga tidak sehat-sehat amat. Mulut perokok lebih sibuk mengisap dan mengepulkan asap.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Secara langsung saya ingin mengatakan bahwa kemungkinan usus dan lambung seorang perokok tidak terlalu banyak diisi dengan karbohidrat, protein, serat, dan berbagai jenis kandungan makanan lain. Perokok cukup menikmati sensasi mengisap rokoknya baik saat waktu senggang maupun untuk meningkatkan konsentrasi saat bekerja.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Apa yang saya jelaskan di atas mungkin terkesan kasuistik. Di lingkungan kita, sangat jarang ditemui orang menderita penyakit yang murni karena kebiasaan merokok, kebanyakan karena komplikasi dengan penyakit lain. Misalnya darah tinggi, kolesterol, asam urat, dan berbagai penyakit di usia renta lainnya.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Kita semua sepakat bahwa rokok tidak baik untuk paru-paru, sama halnya dengan minuman dingin, snack, fastfood, es krim, dan penganan lainnya yang \u201ctampak\u201d lebih aman. Padahal, bisa jadi penganan tersebut mengandung zat yang jauh lebih berbahaya dari nikotin dan tar pada rokok. Tidak menutup kemungkinan makanan rumahan yang kita konsumsi setiap harinya akan berakibat buruk untuk kesehatan di masa depan. Bahkan orang yang menjalani gaya hidup sehat pun, tidak mutlak akan terlepas dari segala risiko penyakit.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Saya tidak sedang mengatakan bahwa rokok itu lebih sehat, tidak, ini bukan pilihan hitam putih tentang mana yang baik dan mana yang buruk. Ini pilihan tentang mana yang lebih kecil mudaratnya.\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Saya mungkin mulai tampak seperti orang keras kepala yang tidak mau dinasihati. Seperti kata pepatah, \u201cSulit meyakinkan lalat bahwa bunga lebih harum dari sampah.\u201d Lagi pula, orang goblok macam apa yang berusaha meyakinkan lalat untuk berhenti menyukai sampah, padahal kita semua tahu bahwa lalat memang lebih senang dengan sampah. Itulah yang membuat hidupnya bahagia.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Saya bukanlah orang goblok yang berprinsip, \u201cMerokok mati tidak merokok mati. Lebih baik merokok sampai mati.\u201d Namun, pada akhirnya saya harus memohon maaf karena menutup tulisan ini dengan kalimat hambar, \u201cSemua kembali ke pribadi masing-masing.\u201d<\/span><\/p>\n<p><strong>BACA JUGA <a href=\"https:\/\/mojok.co\/terminal\/kevin-sanjaya-sukamuljo-pelawak-yang-kebetulan-pemain-badminton\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener noreferrer\">Kevin Sanjaya Sukamuljo, Pelawak yang Kebetulan Pemain Badminton<\/a>\u00a0dan tulisan\u00a0<a href=\"https:\/\/mojok.co\/terminal\/author\/muhammad-dzal-anshar\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener noreferrer\">Muhammad Dzal Anshar<\/a>\u00a0lainnya.<\/strong><\/p>\n<p><em>Terminal Mojok merupakan platform User Generated Content (UGC) untuk mewadahi jamaah mojokiyah menulis tentang apa pun. Submit esaimu secara mandiri lewat cara\u00a0<a href=\"https:\/\/mojok.co\/terminal\/kirim-tulisan\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener noreferrer\">ini<\/a>\u00a0ya.<\/em><\/p>\n<p><em>Pernah menulis di Terminal Mojok tapi belum gabung grup WhatsApp khusus penulis Terminal Mojok? Gabung dulu, yuk. Klik link-nya<\/em>\u00a0<em><a href=\"https:\/\/bit.ly\/wamojok\" target=\"_blank\" rel=\"noopener noreferrer\">di sini.<\/a><\/em><\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Sangat tidak mengasyikkan saat teman-temanmu yang lain menghisap rokok dan menyeruput kopinya, kamu hanya meneguk air mineral.<\/p>\n","protected":false},"author":647,"featured_media":8555,"comment_status":"closed","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"_lmt_disableupdate":"no","_lmt_disable":"","jnews-multi-image_gallery":[],"jnews_single_post":{"format":"standard","override":[{"template":"1","parallax":"1","fullscreen":"1","layout":"right-sidebar","sidebar":"default-sidebar","second_sidebar":"default-sidebar","sticky_sidebar":"1","share_position":"float","share_float_style":"share-normal","show_share_counter":"1","show_featured":"1","show_post_meta":"1","show_post_author":"1","show_post_author_image":"1","show_post_date":"1","post_date_format":"default","post_date_format_custom":"Y\/m\/d","post_reading_time_wpm":"300","post_calculate_word_method":"str_word_count","show_zoom_button":"1","zoom_button_out_step":"3","zoom_button_in_step":"4","show_post_tag":"1","show_comment_section":"1","number_popup_post":"3","show_author_box":"1","show_post_related":"1","show_inline_post_related":"1"}],"image_override":[{"single_post_thumbnail_size":"no-crop","single_post_gallery_size":"crop-500"}],"trending_post_position":"meta","trending_post_label":"Trending","sponsored_post_label":"Sponsored by","disable_ad":"0","subtitle":""},"jnews_primary_category":[],"jnews_override_counter":{"view_counter_number":"0","share_counter_number":"0","like_counter_number":"0","dislike_counter_number":"0"},"jnews_post_split":{"post_split":[{"template":"1","tag":"h2","numbering":"asc","mode":"normal","first":"0","enable_toc":"0","toc_type":"normal"}]},"footnotes":""},"categories":[13080],"tags":[31332,256],"class_list":["post-79651","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-personality","tag-bebas-iklan","tag-kesehatan"],"modified_by":"Administrator","amp_enabled":true,"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/79651","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/users\/647"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=79651"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/79651\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":394545,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/79651\/revisions\/394545"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/media\/8555"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=79651"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=79651"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=79651"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}