{"id":78835,"date":"2020-09-22T14:00:38","date_gmt":"2020-09-22T07:00:38","guid":{"rendered":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/?p=78835"},"modified":"2020-09-22T14:24:07","modified_gmt":"2020-09-22T07:24:07","slug":"balasan-untuk-artikel-film-the-social-dilemma-yang-katanya-nihil-solusi","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/balasan-untuk-artikel-film-the-social-dilemma-yang-katanya-nihil-solusi\/","title":{"rendered":"Balasan untuk Artikel Film &#8216;The Social Dilemma&#8217; yang Katanya Nihil Solusi"},"content":{"rendered":"<p><span style=\"font-weight: 400;\">Pada 19 September 2020, Terminal Mojok mengunggah tulisan Kak Muhammad Fikri Arrahman yang berjudul \u201c<\/span><a href=\"https:\/\/mojok.co\/terminal\/film-the-social-dilemma-nihil-solusi-dan-melahirkan-ketakutan-belaka\/\"><span style=\"font-weight: 400;\">Film \u2018The Social Dilemma\u2019 Nihil Solusi dan Melahirkan Ketakutan Belaka<\/span><\/a><span style=\"font-weight: 400;\">.\u201d<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Bagi yang belum nonton, <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">The Social Dilemma<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\"> merupakan film dokumenter tentang dampak negatif sosial media dan sejenisnya. Beberapa topik pembahasan termasuk cara perusahaan seperti Facebook, YouTube, dan lainnya dalam mempengaruhi perilaku manusia dalam menggunakan produknya. Ada pula pembahasan tentang alur uang yang menjadi landasan sistem \u201cperusakan\u201d media sosial terhadap manusia.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Menariknya, orang-orang yang memberikan informasi tentang bahaya sosial media dan sejenisnya merupakan orang-orang yang dahulu merancangnya sehingga informasi ataupun opini mereka terasa meyakinkan. Selain pemaparan narasumber, ada pula animasi serta adegan-adegan sebagai bentuk ilustrasi masalah.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Tulisan Kak Fikri mempermasalahkan film <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">The Social Dilemma<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\"> yang hanya memberi ketakutan, tanpa adanya solusi. Apabila kita baca artikelnya secara lengkap, dia sudah menjawab kegelisahannya sendiri.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Dia menulis, <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">\u201c<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\">Pasalnya, film ini memang hanya memaparkan masalah-masalah yang sedang dialami oleh pengguna smartphone alias tidak ada solusi sama sekali yang diberikan. Beberapa \u201chikmah\u201d memang disampaikan di akhir film, namun <\/span><b>solusi-solusi tersebut hanya diucapkan<\/b><span style=\"font-weight: 400;\">, tidak dikaji penuh layaknya masalah-masalah yang diberikan sebelumnya<\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">.\u201d<\/span><\/i><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Terlepas hanya ucapan atau pemaparan solusi yang bukan hasil dari kajian, itu tetap solusi. Apa pun bentuknya dan seberapa kuat atau lemahnya solusi, itu namanya tetap solusi. Apabila kita menilik latar belakang para narasumber yang merupakan orang-orang yang pernah bekerja di perusahaan media sosial, sebagian besar pemaparan mereka di awal juga bukan hasil kajian. Itu merupakan pengalaman kerja serta penjabaran terkait sistem.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Jadi, tidak masalah apabila solusi yang mereka berikan bukan hasil kajian. Sebab, merekalah yang pernah membuat sistem di media sosial, setidaknya argumen mereka cukup kuat.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Lebih lanjut dalam artikelnya, Kak Fikri juga menulis, \u201cBanyak banget teman saya yang saya ajak diskusi soal kekosongan solusi di film ini, namun responsnya hanya begini, \u201cYa intinya smartphone tuh bikin nagih, makanya jangan pakai smartphone lagi.\u201d<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Sepertinya Kak Fikri secara kebetulan bertemu dengan teman yang suka solusi praktis, jadi dia mendengar solusi itu. Terlepas dari solusi dari teman Kak Fikri yang semoga selalu bahagia di mana pun berada, ada beberapa solusi dalam film yang mungkin Kakak lewatkan.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Setidaknya ada beberapa hal yang saya ingat. Solusi untuk mengurangi kecanduan dan dampak negatif dari media sosial dengan cara mendesak pemerintah untuk mengatur atau meregulasi perusahaan media sosial, khususnya dalam hal data pribadi. Data pribadi menjadi salah satu inti sistem ini berjalan. Publik juga perlu mendesak pemerintah memperbaiki dan mengawasi sistem keuangan media sosial, termasuk iklan, pajak, dan lainnya.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Sepertinya terlalu berat ya untuk warga sipil seperti kita melakukan solusi itu, terlebih di negara Indonesia. Tapi bisa jadi Kak Fikri juga melewatkan solusi yang lebih ringan seperti hapus aplikasi (bukan tinggalkan smartphone), matikan notifikasi (hal ini ditekankan oleh banyak narasumber di film), jangan klik rekomendasi di YouTube atau yang berbau clickbait, jauhkan smartphone saat hendak tidur (setidaknya 30 menit menjelang tidur), dan beri batas waktu bagi anak untuk memainkan smartphone.\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Itu hal yang sepertinya bisa kita coba lakukan, tanpa harus meninggalkan smartphone sama sekali, seperti perkataan teman Kak Fikri.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Tapi ada hal yang menurut saya lebih dalam dari perdebatan apakah <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">The Social Dilemma<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\"> memberi solusi atau tidak. Dari tulisan Kak Fikri, ada semacam anggapan bahwa setiap kritik perlu berbarengan dengan solusi.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Anggaplah <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">The Social Dilemma<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\"> merupakan medium kritik untuk perusahaan media sosial, maka film itu tidak punya keharusan untuk memberikan solusi. Kritik dan solusi adalah dua hal yang berbeda. Setiap partikelnya punya teknik berbeda pula untuk mengupasnya.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Tidak hanya dalam konteks film, dalam jurnalistik juga mirip. Misalnya dalam sebuah berita investigasi, mereka memaparkan kebobrokan sebuah lembaga atau orang, apakah si jurnalis perlu memberikan solusi di beritanya? Tentu tidak. Sebenarnya, dengan memberikan pemaparan yang lengkap dan kuat, hal itu bisa jadi bentuk solusi.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Begitu pun dalam film yang sedang kita bahas ini. Dalam salah satu ucapannya, Tristan Haris yang merupakan salah satu narasumber di film berkata, \u201cBagaimana kita terbangun dari matriks saat kita tidak tahu ada di matriks.\u201d Film ini bertugas menyadarkan kita bahwa penggunaan media sosial dan sejenisnya tidak melulu baik, ada sistem yang bisa merusak kehidupan manusia.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Kritik yang komprehensif dalam <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">The Social Dilemma<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\"> (dan juga produk lain seperti jurnalistik) merupakan sebuah \u201cpeta\u201d. Nantinya, peta itu digunakan untuk panduan para pejalan dalam melangkah ke berbagai arah. Para kreator tidak mengarahkan hanya pada satu jalan, tapi lebih dari itu, mereka berusaha \u201cmemerdekakan\u201d si pejalan dalam memilih arah yang paling sesuai dengan dirinya.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Tetap semangat menulis Kak Fikri. Saya ikut senang di Terminal Mojok semakin banyak bahasan tentang film.<\/span><\/p>\n<p><strong>BACA JUGA <a href=\"https:\/\/mojok.co\/terminal\/setelah-ratusan-jam-nonton-sinetron-india-ada-5-hal-yang-baru-aku-tahu\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener noreferrer\">Setelah Ratusan Jam Nonton Sinetron India, Ada 5 Hal yang Baru Aku Tahu<\/a>\u00a0dan tulisan\u00a0<a href=\"https:\/\/mojok.co\/terminal\/author\/sirojul-khafid\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener noreferrer\">Sirojul Khafid<\/a>\u00a0lainnya.<\/strong><\/p>\n<p><em>Terminal Mojok merupakan platform User Generated Content (UGC) untuk mewadahi jamaah mojokiyah menulis tentang apa pun. Submit esaimu secara mandiri lewat cara\u00a0<a href=\"https:\/\/mojok.co\/terminal\/kirim-tulisan\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener noreferrer\">ini<\/a>\u00a0ya.<\/em><\/p>\n<p><em>Pernah menulis di Terminal Mojok tapi belum gabung grup WhatsApp khusus penulis Terminal Mojok? Gabung dulu, yuk. Klik link-nya<\/em>\u00a0<em><a href=\"https:\/\/bit.ly\/wamojok\" target=\"_blank\" rel=\"noopener noreferrer\">di sini.<\/a><\/em><\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Ada anggapan keliru bahwa setiap kritik perlu berbarengan dengan solusi. Apa salahnya jika The Social Dilemma memang kritik saja?<\/p>\n","protected":false},"author":741,"featured_media":78149,"comment_status":"closed","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"_lmt_disableupdate":"","_lmt_disable":"","jnews-multi-image_gallery":[],"jnews_single_post":[],"jnews_primary_category":[],"jnews_override_counter":[],"jnews_post_split":[],"footnotes":""},"categories":[6],"tags":[401,773],"class_list":["post-78835","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-artikel","tag-kritik-sosial","tag-review-film"],"modified_by":"Ajeng Rizka","amp_enabled":true,"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/78835","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/users\/741"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=78835"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/78835\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/media\/78149"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=78835"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=78835"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=78835"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}