{"id":78613,"date":"2020-09-21T15:49:11","date_gmt":"2020-09-21T08:49:11","guid":{"rendered":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/?p=78613"},"modified":"2020-09-22T14:10:57","modified_gmt":"2020-09-22T07:10:57","slug":"jadilah-impostor-sukses-nan-menyebalkan-di-game-among-us","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/jadilah-impostor-sukses-nan-menyebalkan-di-game-among-us\/","title":{"rendered":"Jadilah Impostor Sukses nan Menyebalkan di Game Among Us"},"content":{"rendered":"<p><span style=\"font-weight: 400;\">Permainan berbasis daring <\/span><span style=\"font-weight: 400;\">Among Us<\/span><span style=\"font-weight: 400;\"> yang lahir di 2018 ini sedang naik daun lagi. Bukan karena kualitas visual atau kompleksitas permainan, melainkan kesederhanaan game ini yang memberikan daya tarik tersendiri. Game seberat 125 MB ini adalah jawaban bagi kalian yang memakai smartphone kentang.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Gameplay dari Among Us sangat sederhana, tapi pengalaman bermain yang akan Anda dapatkan sangat kompleks. Anda akan menjadi astronot yang berusaha bertahan hidup. Anda harus menjaga berbagai peranti bertahan hidup agar tetap berfungsi. Sebenarnya tugas ini mudah jika tidak ada \u201cimpostor\u201d. Impostor memiliki peran berlawanan dengan pemain standar. Dia harus menyabotase peranti tadi serta membunuh pemain lain.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Nah, kemenangan <\/span><span style=\"font-weight: 400;\">Among Us <\/span><span style=\"font-weight: 400;\">ditentukan dari keberhasilan 2 kelompok ini. Pemain standar akan menang jika sukses bertahan hidup dan membongkar kedok impostor dengan voting. Impostor akan menang jika sukses menyabotase peranti serta membunuh banyak pemain. Nah, tugas impostor ini memang cukup sulit.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Kesulitan pertama ada pada komposisi. Impostor hanya berjumlah 1-3 pemain, sedangkan pemain lain berjumlah 6-10. Dengan jumlah lebih sedikit, impostor akan menjadi buruan pemain lain. Kondisi ini kadang menyebabkan pemain impostor salah tingkah. Namanya salah tingkah pasti berakhir dengan kekalahan. Baik urusan <\/span><span style=\"font-weight: 400;\">Among Us<\/span><span style=\"font-weight: 400;\"> atau urusan hidup.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Apalagi, peran pemain dipilih secara acak oleh sistem. Maka, menjadi impostor adalah kejutan yang memicu salah tingkah ini. Selain salah tingkah, sikap selama bermain juga menyebabkan impostor ketahuan. Dalam artikel ini, saya bagikan sedikit tips agar Anda sukses menjadi impostor. Selain sukses, Anda akan menjadi orang paling menyebalkan dalam permainan ini. Menarik kan, Mylov?<\/span><\/p>\n<h4><b>1. Tetap tenang ketika menjadi impostor<\/b><\/h4>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Salah satu kesalahan pertama seorang impostor adalah berubah sikap. Ketika di lobby, mungkin dia sangat ramah. Namun, saat dalam voting dia bisa menjadi pendiam. Bisa juga sebaliknya. Mungkin dia pasif saat di lobby, namun aktif bahkan caper ketika masuk voting. Perubahan sikap dan kepanikan ini sering diamati pemain yang jeli.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Maka, hal pertama yang harus Anda lakukan adalah tetap tenang. Jangan berubah karakter secara mendadak. Tetap seperti biasa seolah tidak ada kejadian apa pun. Dengan tetap tenang, setidaknya Anda telah lolos dari tudingan impostor di awal permainan.<\/span><\/p>\n<p><b>2. Membangun citra sejak awal permainan<\/b><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Ini adalah kiat penting ketika memulai permainan. Citra yang saya maksud lebih kepada karakter serta sikap personal. Seperti pada kiat pertama, citra diri jangan berubah sebelum dan saat permainan. Kesempatan membangun citra diri adalah pada saat berkumpul di lobby sebelum permainan.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Berbagai citra bisa Anda ciptakan sejak awal. Namun, ada beberapa jenis citra pemain yang sering menjadi buruan pertama untuk dieliminasi. Yang pertama adalah orang rese. Kedua adalah orang pendiam. Terakhir adalah orang yang tak jelas bahasanya.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Saya selalu membentuk citra diri saya sebagai pemain baru di game Among Us. Salah satu kelebihannya adalah Anda bisa terlihat sangat bodoh tanpa perlu dicurigai. Citra ini juga membantu saya bisa berkeliaran tidak jelas. Bahkan ketika saya adalah impostor dan berniat membuntuti pemain lain untuk membunuhnya.<\/span><\/p>\n<h4><b>3. Membangun komunikasi dengan salah satu pemain standar<\/b><\/h4>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Kelebihan dari impostor adalah bisa mengetahui impostor lain dalam permainan. Dengan begitu, Anda bisa memastikan mana pemain standar yang menjadi buruan Anda. Sebaiknya, Anda berusaha mengakrabkan diri dengan salah satu pemain. Seandainya Anda bermain dengan teman sendiri, usahakan tetap mendekati pemain asing jika ada.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Tujuan dari pendekatan ini adalah menyiapkan alibi yang kuat ketika membunuh pemain lain. Jadi, pastikan pemain yang dekat dengan Anda tidak terbunuh hingga fase akhir. Pemain ini dapat membantu Anda dalam menguatkan alibi saat voting untuk membongkar kedok impostor.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Seandainya Anda bermain <\/span><span style=\"font-weight: 400;\">Among Us <\/span><span style=\"font-weight: 400;\">dengan teman sendiri dalam server private, teknik ini cukup berbahaya jika diterapkan. Alasan utamanya karena teman Anda telah mengenal baik pribadi Anda. Maka, gunakan teknik ini dengan hati-hati. Jangan sampai Anda terkesan caper dan membuat teman sendiri curiga.<\/span><\/p>\n<p><b>4. Siapkan alibi saat membunuh dan menyabotase<\/b><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Nah, perkara alibi ini adalah perkara yang cukup tricky. Namun, dengan membiasakan diri, membangun alibi bisa sangat mudah. Pertama, saya jelaskan tentang alibi saat membunuh pemain lain.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Membunuh pemain lain sering dilakukan di tempat sepi. Tentu tujuannya agar tidak diketahui pemain lain. Namun, Anda perlu melakukan pelarian setelah melakukan pembunuhan. Siapkan jalur yang berlawanan dengan jalur pertama. Sebisa mungkin, jalur tersebut berujung pada peranti bertahan hidup. Jadi, ketika Anda kabur, Anda bisa berpura-pura sedang mengerjakan sesuatu.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Urusan sabotase juga bisa menjadi alibi sekaligus memerlukan alibi. Tentu, pastikan tidak ada pemain lain yang melihat. Setelah melakukan sabotase, Anda dapat bersembunyi di ruang lain sembari menanti pemain standar yang kebingungan dan sendirian. Menyabotase pencahayaan akan sangat berguna untuk memancing keributan dan kelengahan pemain standar.<\/span><\/p>\n<h4><b>5. Jika nekat, gunakan self report<\/b><\/h4>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Ini adalah teknik yang riskan sekaligus bermanfaat. Anda bisa melaporkan pemain yang terbunuh, seolah-olah bukan Anda pelakunya. Namun, teknik ini bisa membongkar kedok Anda seketika itu juga. Terutama, jika Anda tidak punya alibi saat melaporkan mayat pemain lain.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Jika ingin mencoba teknik ini, Anda harus memahami jalur pelarian. Setelah membunuh, larilah ke sebuah peranti dan kerjakan sesuatu. Jika mayat pemain korban Anda tidak segera dilaporkan, kembalilah ke lokasi pembunuhan dan berlagak terkejut bahkan shock dan terpukul. Untuk menyempurnakan teknik ini, Anda perlu mempersiapkan teknik berikutnya.<\/span><\/p>\n<h4><b>6. Bersikaplah normal saat voting<\/b><\/h4>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Sikap terlalu agresif bisa memunculkan kecurigaan pemain lain di game <\/span><span style=\"font-weight: 400;\">Among Us<\/span><span style=\"font-weight: 400;\">. Namun, sikap pasif saat dilakukan voting juga mencurigakan. Inilah yang menjadi tantangan seorang impostor. Saya bisa memahami, menjadi impostor adalah \u201cbeban moral\u201d bagi beberapa orang. Namun, ini cuma permainan. Permainan yang baik adalah permainan yang dimenangkan.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Bersikaplah sewajarnya saat voting. Tunjukkan alibi ketika memulai diskusi saat voting. Beberapa kasus salah tuduh terjadi karena pemain terlalu lambat memberikan alibi dalam diskusi. Tentunya, Anda bisa bermanuver untuk menyerang pemain yang lambat ini dan membebaskan diri dari ancaman dibuang pemain standar.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Selamat bermain dan nikmatilah sensasi saling fitnah di game <\/span><span style=\"font-weight: 400;\">Among Us<\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">.<\/span><\/i><\/p>\n<p><em>Sumber gambar: YouTube <\/em><em><a class=\"yt-simple-endpoint style-scope yt-formatted-string\" dir=\"auto\" spellcheck=\"false\" href=\"https:\/\/www.youtube.com\/channel\/UCRu4Stv2mLoUaLw2kWsowSA\">TapGameplay<\/a><\/em><\/p>\n<p><strong>BACA JUGA <a href=\"https:\/\/mojok.co\/terminal\/menyuruh-orang-untuk-cari-kerja-biar-nggak-protes-melulu-itu-aneh\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener noreferrer\">Menyuruh Orang untuk Cari Kerja biar Nggak Protes Melulu Itu Aneh<\/a><\/strong>\u00a0<strong>dan tulisan\u00a0<a href=\"https:\/\/mojok.co\/terminal\/author\/dimas-prabu-yudianto\/\">Prabu Yudianto<\/a>\u00a0lainnya.<\/strong><\/p>\n<p><em>Terminal Mojok merupakan platform User Generated Content (UGC) untuk mewadahi jamaah mojokiyah menulis tentang apa pun. Submit esaimu secara mandiri lewat cara\u00a0<\/em><a href=\"https:\/\/mojok.co\/terminal\/kirim-tulisan\/\"><em>ini<\/em><\/a><em>\u00a0ya.<\/em><\/p>\n<p><em>Pernah menulis di Terminal Mojok tapi belum gabung grup WhatsApp khusus penulis Terminal Mojok? Gabung dulu, yuk. Klik link-nya\u00a0<\/em><a href=\"https:\/\/bit.ly\/wamojok\"><em>di sini.<\/em><\/a><\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Saya bagikan sedikit tips agar Anda sukses menjadi impostor. Selain sukses, Anda akan menjadi orang paling menyebalkan dalam permainan ini.<\/p>\n","protected":false},"author":793,"featured_media":78794,"comment_status":"closed","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"_lmt_disableupdate":"","_lmt_disable":"","jnews-multi-image_gallery":[],"jnews_single_post":[],"jnews_primary_category":[],"jnews_override_counter":[],"jnews_post_split":[],"footnotes":""},"categories":[6],"tags":[6003,7261],"class_list":["post-78613","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-artikel","tag-game","tag-permainan"],"modified_by":"Ajeng Rizka","amp_enabled":true,"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/78613","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/users\/793"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=78613"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/78613\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/media\/78794"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=78613"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=78613"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=78613"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}