{"id":78254,"date":"2020-09-20T05:33:12","date_gmt":"2020-09-19T22:33:12","guid":{"rendered":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/?p=78254"},"modified":"2020-09-18T22:23:47","modified_gmt":"2020-09-18T15:23:47","slug":"stereotip-ngehek-bagi-bapak-bapak-yang-masih-suka-nonton-anime","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/stereotip-ngehek-bagi-bapak-bapak-yang-masih-suka-nonton-anime\/","title":{"rendered":"Stereotip Ngehek bagi Bapak-bapak yang Masih Suka Nonton Anime"},"content":{"rendered":"<p><span style=\"font-weight: 400;\">Sejak kecil hingga memasuki usia dewasa awal seperti sekarang, saya masih rutin nonton anime dan banyak film kartun. Bahkan masih rutin mengikuti jalan ceritanya.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Entah kenapa, bagi saya selalu ada hal yang menyenangkan ketika nonton anime. Apa pun genrenya. Olahraga, mecha, petualangan, dan lain sebagainya. Saking sukanya, saya memberi nama anak sesuai dengan salah satu karakter di anime tersebut. Namun, ketahuilah. Di usia mendekati 30 tahun dan sudah memiliki seorang anak, punya hobi kayak gitu nggak mudah. Selalu dilekatkan dengan stereotip tertentu. Rasanya bikin mangkel.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">\u201cUdah bapak-bapak, masih aja nonton kartun. Nggak cocok sama umur!\u201d<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">\u201cKayak anak-anak aja tontonannya begituan.\u201d<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">\u201cKeseringan nonton kartun gitu nanti malah kekanak-kanakan, loh. Kapan dewasanya kalau kayak gitu.\u201d<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Saya sudah cukup begah mendapat pernyataan seperti itu dari orang terdekat, lingkungan kerja, sampai orang yang baru kenal. Bahkan, saya nggak peduli jika memang disebut sebagai wibu. Nggak akan terpengaruh untuk mengaduh atau melakukan pembelaan. Ya, saya memang begini adanya. Masih suka baca komik, nonton kartun, dan mengikuti serial anime.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Sebagian anime memang memiliki batas usia minimal bagi para penontonnya. Tapi, tidak ada kriteria batas usia maksimal, kan? Artinya, sah-sah saja dong jika seseorang yang memasuki usia dewasa awal, dewasa madya, maupun masa tua, masih menonton anime?<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Sama halnya seperti kedewasaan tidak bisa diukur dari berapa usia seseorang, anime juga tidak bisa menentukan apakah seseorang masih saja kekanak-kanakan atau sulit menjadi sosok yang dewasa. Itu adalah dua hal yang berbeda.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Selain itu, entah kenapa seseorang yang masih gemar dengan serial anime, sering kali dianggap cupu, aneh, dan tidak pandai bergaul. Bukannya mau melakukan suatu pembelaan, tapi anggapan ini bagi saya keliru. Sebab, pencinta anime, termasuk wibu mana pun, justru punya komunitas yang terbilang cukup besar dan berkumpul pada periode tertentu. Begitu pula dengan teman-teman saya yang juga pencinta anime.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Belum lagi kalau ikut cosplay. Pasti selalu ramai yang datang. Baik dari peserta, orang yang sekadar menonton, atau teman yang mendukung.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Sering kali, saya dianggap menyia-nyiakan waktu cuma karena mantengin adegan gelut Naruto. Sebab, menurut sebagian orang, anime itu nggak ada gunanya dan kegiatan yang berkaitan dengannya hanya sia-sia. Hm, menurut saya, ini juga keliru. Begini.\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Pada saat nonton anime, seseorang, termasuk saya, bisa menemukan insight, hiburan, dan quotes yang mind-blowing terus bikin kita mikir, \u201cBener juga, ya.\u201d Jadi, selama bisa memberi hiburan, seharusnya bukan hal yang sia-sia, kan?<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Sudah semestinya pemikiran bahwa siapa pun yang masih suka hal-hal demikian di usia dewasa dianggap kekanak-kanakan atau \u201ctidak tahu umur\u201d dihilangkan. Meskipun ada yang demikian, tidak bisa digeneralisir. Sebab, nonton anime di usia dewasa bukanlah suatu dosa. Selama tidak melanggar apa pun, sah-sah saja, kan?<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Pada titik yang paling menyebalkan, ketika saya sedang nonton anime, seorang teman pernah berkata bahwa saya cupu. Hanya karena suka kartun Jepang. Pada akhirnya saya tahu bahwa ia pun tertarik untuk mengikuti alur cerita anime yang sama.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Bahkan sebelumnya, karena keranjingan nonton anime, secara blak-blakan saya dibilang nggak pandai bersosialisasi. Padahal, saya selalu merasa tidak ada yang salah dengan cara saya dalam bersosialisasi. Saya masih punya beberapa teman untuk berdiskusi, nongkrong, dan bercanda. Saya sudah membuktikan bahwa hal tersebut tidak benar. Stereotip tentang wibu atau orang dewasa yang suka nonton anime, sering kali hanya berupa asumsi tanpa melihat realitanya seperti apa.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Begini, Pak, Bu, rekan-rekan semuanya yang saya sayangi. Nonton anime itu hak siapa pun, termasuk orang dewasa. Selama masih dalam batasan wajar dan kontrol yang tepat, tidak perlu lah diberi stereotip yang mengada-ada. Apalagi saya, mungkin juga teman-teman yang lain, masih bersosialisasi seperti biasanya dan tidak menutup diri dari dunia luar, perkembangan sosial terkini, juga segala informasi dan pengetahuan terbaru.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Jadi, biarkanlah kami menikmati sekaligus mendapatkan suatu insight dari anime yang ditonton. Meski usia kami tidak tergolong muda lagi.<\/span><\/p>\n<p><b>BACA JUGA <a href=\"https:\/\/mojok.co\/terminal\/fantasy-premier-league-permainan-strategi-dan-kejelian-dalam-memilih-pemain\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener noreferrer\">Fantasy Premier League: Permainan, Strategi, dan Kejelian dalam Memilih Pemain <\/a><\/b><b>dan artikel\u00a0<\/b><a href=\"https:\/\/mojok.co\/terminal\/author\/setowicaksono\/\"><b>Seto Wicaksono<\/b><\/a><b>\u00a0lainnya.<\/b><\/p>\n<p><i>Terminal Mojok merupakan platform User Generated Content (UGC) untuk mewadahi jamaah mojokiyah menulis tentang apa pun. Submit esaimu secara mandiri lewat cara\u00a0<\/i><a href=\"https:\/\/mojok.co\/terminal\/kirim-tulisan\/\"><i>ini<\/i><\/a><i>\u00a0ya.<\/i><\/p>\n<p><i>Pernah menulis di Terminal Mojok tapi belum gabung grup WhatsApp khusus penulis Terminal Mojok? Gabung dulu, yuk. Klik link-nya<\/i>\u00a0<a href=\"https:\/\/bit.ly\/wamojok\"><i>di sini.<\/i><\/a><\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Nonton anime di usia dewasa bukanlah suatu dosa. Selama tidak melanggar apa pun, sah-sah saja, kan? Tolong diubah lah pemikirannya.<\/p>\n","protected":false},"author":24,"featured_media":69410,"comment_status":"closed","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"_lmt_disableupdate":"","_lmt_disable":"","jnews-multi-image_gallery":[],"jnews_single_post":[],"jnews_primary_category":[],"jnews_override_counter":[],"jnews_post_split":[],"footnotes":""},"categories":[6],"tags":[2775,2776],"class_list":["post-78254","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-artikel","tag-anime","tag-wibu"],"modified_by":"Ajeng Rizka","amp_enabled":true,"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/78254","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/users\/24"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=78254"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/78254\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/media\/69410"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=78254"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=78254"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=78254"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}