{"id":77005,"date":"2020-09-17T07:02:48","date_gmt":"2020-09-17T00:02:48","guid":{"rendered":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/?p=77005"},"modified":"2020-09-17T15:22:06","modified_gmt":"2020-09-17T08:22:06","slug":"budaya-kita-bukan-tertib-tapi-mumpung-belom","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/budaya-kita-bukan-tertib-tapi-mumpung-belom\/","title":{"rendered":"Budaya Kita Bukan Tertib, tapi &#8216;Mumpung Belom&#8230;&#8217;"},"content":{"rendered":"<p><span style=\"font-weight: 400;\">Senin ini, DKI Jakarta kabarnya melakukan PSBB total. Tentu keputusan ini, bagi sebagian orang, terasa berat karena bisa &#8220;menggoyang&#8221; pekerjaan mereka. Dan juga, mungkin DKI Jakarta akan sama seperti awal-awal Maret dulu. Jalanan lengang, sepi, kualitas udara meningkat.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Keputusan ini tentu memancing polemik. Pemerintah pusat yang seakan &#8220;dicuekin&#8221; oleh pemprov melancarkan protes, isu mempengaruhi IHSG, tentangan dari kota-kota tetangga, dan goyangan terhadap ekonomi nasional adalah polemik yang harus dihadapi.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Namun, saya tidak akan membahas hal tersebut. Pertama, saya sudah muak melihat polemik-polemik &#8220;balapan&#8221; antara pusat-pemprov atau kebalikannya. Kedua, PSBB atau tidak, beberapa oknum masyarakat yang masih &#8220;genit&#8221; dalam menerapkan PSBB ini masih menyebar di penjuru-penjuru daerah yang, bisa jadi, menjadi dinamit bagi masyarakat lain dalam menyebarkan &#8220;kegenitan&#8221; ini.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Genit yang saya maksudkan adalah, salah satunya, adalah tindakan melanggar PSBB keluyuran tanpa ada alasan jelas seperti bekerja, dinas, atau yang sifatnya penting. Dan parahnya, mereka bahkan liburan ke daerah-daerah wisata ke kota-kota satelit dan daerah di luar Jakarta. Padahal, salah satu tujuan PSBB adalah membatasi dan memutus mata rantai progres penyebaran Covid itu sendiri.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Contoh konkretnya begini. Senin ini akan dilakukan PSBB, pengumumannya Jumat kemarin, lalu &#8220;Berarti, hari Senin kita udah nggak bisa ke mana-mana dong&#8221; akan menjadi kalimat yang familiar di hari ketika pengumuman PSBB disiarkan. Masih ada jeda di hari Sabtu dan Minggu, dan di kedua hari itu pembaca akan langsung mengerti apa yang dilakukan orang-orang yang menggunakan kata tersebut.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">&#8220;Mumpung belum mulai PSBB-nya, ayok jalan-jalan dulu&#8221; atau &#8220;mumpung malming nih, senin udah PSBB, kuy lah ngumpul&#8221; atau kalimat-kalimat lain yang memiliki makna yang sama. Hasilnya, ada kemungkinan di kedua hari tersebut akan terdapat kenaikan pengendara menuju keluar Jakarta atau pada Sabtu-Minggu orang-orang akan tetap berlalu-lalang di sekitaran Jakarta.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Padahal diumumkannya jadwal dilaksanakan PSBB agar menjadi rujukan untuk tidak sama sekali keluar rumah. Begini, pengumuman ini harusnya memiliki efek tidak langsung pada kehendak orang-orang untuk keluar tanpa keperluan, alias cuman jalan-jalan. Efek tidak langsung yang saya maksud ialah pengumuman PSBB ini sebagai lampu kuning sebelum menuju lampu merah, yakni PSBB itu sendiri.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">&#8220;Kegenitan&#8221; itu tidak hanya terjadi saat ini. Kerap kali, pun pembaca mungkin juga pernah bertemu model &#8220;kegenitan&#8221; begini. Waktu sebelum dilarangnya sesuatu akan digunakan semaksimal mungkin melakukan hal-hal yang nanti akan dilarang. Dalihnya seperti di atas, &#8220;mumpung belum dilarang&#8221; atau &#8220;mumpung masih boleh&#8221; atau mumpung-mumpung yang lainnya.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Disadari atau tidak, mungkin budaya kita adalah memanfaatkan kesempatan semaksimal mungkin. Mungkin jargon-jargon ini didapat dari seminar-seminar entrepreneurship dan bisnis yang acap kali menggunakan pita suara berlebihan. Iya, seminar yang sering teriak-teriak untuk membangkitkan semangat itu.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Mungkin, di satu sisi, itu baik. Memanfaatkan kesempatan sekecil mungkin itu baik loh ya. Tapi kalo jargon itu digunakan saat corona begini, aduh, mending jangan deh. Bagi yang tidak urgent ya di rumah aja. Nggak semua kesempatan kudu wajib diambil kok.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Mumpung belum PSBB itu ya baiknya dipakai buat beli persediaan makanan atau kebutuhan rumah tangga yang lain. Kalau PSBB kan bakal banyak rumah makan tutup, kalau kalian nggak pake waktu senggang sebelum PSBB itu buat beli persediaan, terus kalian mau makan apa? Emang liburan bikin kenyang? Emang Insta story rasanya gurih?<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Lagian kalau nggak liburan ngapa sih? Mati? Kan nggak juga. Suka atau tidak, PSBB ini punya niat yang bagus. Virus kan belum jelas nih vaksinnya, daripada ketularan konyol gara-gara liburan, mending di rumah dulu aja. Heran saya, asli.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Katakanlah kalau kalian nekat liburan karena mumpung belum PSBB, dan di jalan kalian malah menemui kemacetan. Bukannya bahagia, malah bete karena kena macet. Waktu yang dipakai buat istirahat malah habis buat marah-marah. Coba kalau di rumah aja, beres.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Sebaiknya kita tahan dulu keinginan kita untuk melakukan hal-hal yang kita (pikir) kita inginkan, dahulukan keselamatan. Mumpung PSBB, mending kita habiskan dengan bersih-bersih kamar, baca buku, apa maraton drakor.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Gitu, Mylov~<\/span><\/p>\n<p><b>BACA JUGA <\/b><a href=\"https:\/\/mojok.co\/rzp\/ulasan\/pojokan\/rakyat-protes-new-normal-pemerintah-berlalu\/\"><b>Rakyat Protes New Normal, Pemerintah Berlalu<\/b><\/a><b> dan tulisan<\/b><a href=\"https:\/\/mojok.co\/terminal\/author\/raflidila-azhar\/\"> <b>Raflidila Azhar<\/b><\/a><b> lainnya.<\/b><\/p>\n<p><i><span style=\"font-weight: 400;\">Terminal Mojok merupakan platform User Generated Content (UGC) untuk mewadahi jamaah mojokiyah menulis tentang apa pun. Submit esaimu secara mandiri lewat cara <\/span><\/i><a href=\"https:\/\/mojok.co\/terminal\/kirim-tulisan\/\"><i><span style=\"font-weight: 400;\">ini<\/span><\/i><\/a><i><span style=\"font-weight: 400;\"> ya.<\/span><\/i><\/p>\n<p><i><span style=\"font-weight: 400;\">Pernah menulis di Terminal Mojok tapi belum gabung grup WhatsApp khusus penulis Terminal Mojok? Gabung dulu, yuk. Klik link-nya<\/span><\/i> <a href=\"https:\/\/bit.ly\/wamojok\"><i><span style=\"font-weight: 400;\">di sini.<\/span><\/i><\/a><i><span style=\"font-weight: 400;\"> d<\/span><\/i><\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>&#8220;Mumpung belum mulai PSBB-nya, ayok jalan-jalan dulu&#8221; atau &#8220;mumpung malming nih, senin udah PSBB, kuy lah ngumpul&#8221; adalah budaya kita.<\/p>\n","protected":false},"author":907,"featured_media":73380,"comment_status":"closed","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"_lmt_disableupdate":"","_lmt_disable":"","jnews-multi-image_gallery":[],"jnews_single_post":[],"jnews_primary_category":[],"jnews_override_counter":[],"jnews_post_split":[],"footnotes":""},"categories":[6],"tags":[762,529,6176],"class_list":["post-77005","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-artikel","tag-budaya","tag-jakarta","tag-psbb"],"modified_by":"Rizky Prasetya","amp_enabled":true,"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/77005","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/users\/907"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=77005"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/77005\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/media\/73380"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=77005"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=77005"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=77005"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}