{"id":76892,"date":"2020-09-17T05:09:20","date_gmt":"2020-09-16T22:09:20","guid":{"rendered":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/?p=76892"},"modified":"2021-08-13T12:38:55","modified_gmt":"2021-08-13T05:38:55","slug":"menebak-asal-usul-istilah-udan-kethek-untuk-menyebut-fenomena-hujan-saat-panas","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/menebak-asal-usul-istilah-udan-kethek-untuk-menyebut-fenomena-hujan-saat-panas\/","title":{"rendered":"Menebak Asal-usul Istilah &#8216;Udan Kethek&#8217; untuk Menyebut Fenomena Hujan Saat Panas"},"content":{"rendered":"<p><span style=\"font-weight: 400;\">Masa peralihan dari musim panas menuju musim penghujan menyebabkan cuaca menjadi susah diprediksi, cepat sekali berubahnya. Misal hari ini hujan, besoknya panas terik. Paginya hujan, siang panas terik, sore hujan lagi. Lalu muncullah satu fenomena yang cukup unik dan nggateli, yaitu \u201cudan kethek\u201d atau dalam bahasa Indonesia berarti \u2018hujan monyet\u2019.\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Udan kethek adalah hujan yang turun saat matahari sedang terik. Fenomena ini biasanya terjadi pada sore hari, sekitar pukul 14.00-16.00. Hal ini disebabkan oleh awan mendung yang berada tepat di atas kita, namun di saat bersamaan matahari bersinar dari arah barat. Jadilah hujan sambil panas-panasan.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Bicara soal udan kethek, ternyata masih banyak yang bingung soal namanya. Bahkan orang Jawa sekalipun masih nggak ngerti asal-usulnya. Mereka yang bingung beralasan bahwa hujan ini nggak ada sangkut pautnya dengan kethek atau monyet. Lebih baik kita bedah bersama-sama alasan kenapa istilahnya demikian.<\/span><\/p>\n<h4><b>#1 Sarana untuk mengolok-olok<\/b><\/h4>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Pada zaman dulu, setiap rumah di Jawa memiliki penampungan air bernama gentong yang diletakkan di depan rumah. Fungsi dari gentong ini untuk menampung air. Air kemudian digunakan untuk membersihkan diri sebelum masuk ke rumah. Konon, tradisi ini juga sarana untuk tolak bala.\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Sebenarnya ada fungsi lain dari gentong yang berkaitan dengan perilaku malasnya manusia. Gentong kerap digunakan untuk melihat apakah di luar benar-benar sedang hujan atau tidak. Jika air dalam gentong tenang artinya belum hujan, jika airnya beriak artinya hujan sudah datang.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Lalu, apa hubungannya dengan perilaku malas dan udan kethek?<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Sebenarnya gentong bisa digunakan untuk memastikan cuaca tanpa seseorang harus keluar dari rumah dan menengadah ke langit. Ketika hujan datang saat panas terik, orang di dalam rumah hanya bisa melihat panas teriknya. Untuk memastikan hujan atau tidak, orang tersebut tinggal menengok ke luar melalui jendela dan melihat air yang ada dalam gentong. Praktis dan memfasilitasi perilaku malasmu bukan?<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Kenapa hal ini disebut udan kethek? Sebab saat ada orang menengok ke luar jendela, yang terlihat hanyalah kepalanya. Mirip dengan perilaku monyet saat bertemu dengan manusia, cuma ngintip-ngintip. Dari situlah masyarakat Jawa mulai menyebut fenomena ini sebagai udan kethek, yaitu hujan saat banyak \u201ckethek\u201d menengok ke luar jendela. Masyarakat seolah sedang mengolok-olok mereka yang pemalas, untuk memastikan hujan saja tidak mau berjalan ke luar rumah.<\/span><\/p>\n<h4><b>#2 Perilaku monyet yang sering turun gunung saat kemarau<\/b><\/h4>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Alasan kedua berasal dari kebiasaan monyet yang turun gunung ketika persediaan makanan di gunung sudah habis. Tujuan dari monyet-monyet ini adalah mencari sumber makanan di pemukiman warga. Perilaku atau kebiasaan turun gunung ini terjadi ketika musim panas, saat banyak tanaman yang mati kekeringan sehingga memengaruhi stok makanan.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Lalu, apa hubungannya sama istilah udan kethek? Sebab, momen turunnya hujan mirip-mirip dengan momen ketika kethek turun gunung saat cuaca sedang panas. Cukup masuk akal kan?<\/span><\/p>\n<h4><b>#3 Pisuhan seseorang<\/b><\/h4>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Alasan ini dijelaskan oleh teman saya yang bisa jadi berdasarkan asumsi dia sendiri. Katanya, saat orang sedang sibuk menjalankan aktivitas dan tiba-tiba datang hujan deras tanpa mendung, orang tersebut cenderung akan misuh dengan mengatakan, \u201cPancen udan kethek!!! Aku gek kerjo iki lho.\u201d Saking kesalnya karena aktivitas terganggu, hujan pun dipisuhi dan dikata-katai \u201cmonyet\u201d.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Untuk alasan ketiga ini, saya sih curiga hal ini terinspirasi dari pengalaman pribadi teman saya yang kesal saat beraktivitas, tapi tiba-tiba hujan. Soalnya teman saya ini seorang petani yang kadang <\/span><span style=\"font-weight: 400;\">membajak sawah. Wajar misuh-misuh waktu lagi asyik ngurusin padi.\u00a0<\/span><\/p>\n<p><em>Photo by <a href=\"https:\/\/images.pexels.com\/photos\/1337975\/pexels-photo-1337975.jpeg?auto=compress&amp;cs=tinysrgb&amp;dpr=2&amp;h=650&amp;w=940\" target=\"_blank\" rel=\"noopener noreferrer\">Min An<\/a> via <a href=\"https:\/\/images.pexels.com\/photos\/1337975\/pexels-photo-1337975.jpeg?cs=srgb&amp;dl=pexels-min-an-1337975.jpg&amp;fm=jpg\" target=\"_blank\" rel=\"noopener noreferrer\">Pexels.com<\/a><\/em><\/p>\n<p><strong>BACA JUGA <a href=\"https:\/\/mojok.co\/terminal\/kok-bisa-ya-arwah-di-film-horor-itu-pada-sakti\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener noreferrer\">Kok Bisa ya Arwah di Film Horor Itu pada Sakti?<\/a><\/strong><strong>\u00a0dan tulisan\u00a0<\/strong><a href=\"https:\/\/mojok.co\/terminal\/author\/imron-amrulloh\/\"><strong>Imron Amrulloh<\/strong><\/a><strong>\u00a0lainnya.<\/strong><\/p>\n<p><em>Terminal Mojok merupakan platform User Generated Content (UGC) untuk mewadahi jamaah mojokiyah menulis tentang apa pun. Submit esaimu secara mandiri lewat cara\u00a0<\/em><a href=\"https:\/\/mojok.co\/terminal\/kirim-tulisan\/\"><em>ini<\/em><\/a><em>\u00a0ya.<\/em><\/p>\n<p><em>Pernah menulis di Terminal Mojok tapi belum gabung grup WhatsApp khusus penulis Terminal Mojok? Gabung dulu, yuk. Klik link-nya<\/em>\u00a0<a href=\"https:\/\/bit.ly\/wamojok\"><em>di sini.<\/em><\/a><\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Kadang orang Jawa sekalipun masih nggak ngerti asal-usul istilah udan kethek karena dianggap nggak ada sangkut pautnya sama monyet.<\/p>\n","protected":false},"author":765,"featured_media":77854,"comment_status":"closed","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"_lmt_disableupdate":"","_lmt_disable":"","jnews-multi-image_gallery":[],"jnews_single_post":[],"jnews_primary_category":[],"jnews_override_counter":[],"jnews_post_split":[],"footnotes":""},"categories":[6],"tags":[763,762],"class_list":["post-76892","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-artikel","tag-bahasa-jawa","tag-budaya"],"modified_by":"Ajeng Rizka","amp_enabled":true,"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/76892","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/users\/765"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=76892"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/76892\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/media\/77854"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=76892"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=76892"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=76892"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}