{"id":76881,"date":"2020-09-12T10:41:20","date_gmt":"2020-09-12T03:41:20","guid":{"rendered":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/?p=76881"},"modified":"2020-09-12T10:41:20","modified_gmt":"2020-09-12T03:41:20","slug":"kaesang-pangarep-juga-perlu-selidiki-3-jenis-penipu-ini","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/kaesang-pangarep-juga-perlu-selidiki-3-jenis-penipu-ini\/","title":{"rendered":"Kaesang Pangarep Juga Perlu Selidiki 3 Jenis Penipu Ini"},"content":{"rendered":"<p><span style=\"font-weight: 400;\">\u201cGak seru ah. Akun olshop penipu pada ngeblok saya,\u201d begitu bunyi cuitan Kaesang Pangarep di akun Twitter-nya.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Akhir-akhir ini Kaesang memang tengah membuat dunia online shop bodong ketar-ketir. Pasalnya, anak ketiga Jokowi itu beberapa kali mengisengi para pedagang online shop bodong. Bahkan ia sempat mengancam akan melacak orang di balik akun online shop tersebut.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Siapa yang nggak ngeri, Bos, kalau tiba-tiba pintu rumah digedor paspampres? Samlekom!<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Bahkan, salah satu akun online shop abal-abal itu sampai mengubah username-nya jadi maafkakkaesangkhilaf. Se666an~<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Tapi kalau boleh usul, ada baiknya Mas Kaesang juga menyelidiki beberapa penipu yang kerap meresahkan masyarakat luas. Sepertinya dengan background sebagai <\/span><span style=\"font-weight: 400;\"><del datetime=\"2020-09-12T03:06:20+00:00\">anak presiden<\/del><\/span><span style=\"font-weight: 400;\"> pengusaha sukses, Mas Kaesang bisa membuat para penipu itu kocar-kacir.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Alasan lain ya apa lagi kalau bukan biar masyarakat tahu kalau privilej itu bisa menembus sekat-sekat kejahatan. Ceileh.<\/span><\/p>\n<h4><b>#1 Oknum VCS berbayar<\/b><\/h4>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Mungkin bagi sebagian orang pedagang yang satu ini cukup saru. Tapi keberadaanya benar-benar ada loh. Silakan download aplikasi MiChat. Kalau sudah ter-install, daftar saja menggunakan nomor telepon. Lakukan pencarian pada tab orang di sekitar, Anda akan dengan gampang menemukan akun yang memiliki bio \u201cOpen VCS berbayar, yang basa-basi minggir dulu\u201d.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Nah, di situlah tempat sarang penyamun. Tempat yang seharusnya menjadi tempat senang-senang, tapi malah menjadi tempat menemui kenestapaan.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Sebagai orang yang sangat peduli dengan hal-hal detail, saya pernah mencoba menghubungi akun-akun tersebut. Tentu saja dalam rangka pembuktian benar atau tidaknya klaim di bio tadi. Ehem.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Benar saja, si pemilik akun dengan bio open VCS berbayar itu langsung mengirimkan price list-nya. Berhubung saya kurang modal, saya memutuskan menawar harga terendah di price list. Saya rikues dibolehkan bayar setengah harga. Singkat cerita, transaksi selesai dan saya segera mengirimkan pulsa yang nggak banyak-banyak amat itu.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Dan benar. Setelah pulsa tersebut terkirim, kontak saya langsung diblok. Nah, ini sangat meresahkan orang banyak pastinya. Oleh karena itu, ada baiknya Mas Kaesang Pangarep juga menelusuri dunia hitam VCS bodong di aplikasi MiChat ini.<\/span><\/p>\n<h4><b>#2 Pemberi lowongan ngelem benang teh celup<\/b><\/h4>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Fix, bisnis ini sudah menjadi penipuan terorganisir di tanah air. Di mana ada tiang listrik di situ pula akan ada selebaran lowongan menggiurkan ini. Korbannya sudah banyak dan tersebar di mana-mana.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Teman saya pernah menjadi korban lowongan nggatheli ini. Itu terjadi saat kami baru mulai kuliah di sebuah universitas negeri di Malang.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Sebenarnya saya juga ditawari, tapi saya menolak tawaran tersebut. Sementara kawan saya langsung berangkat dengan semangat berapi-api. Jujur, saat itu sebenarnya saya sempat tergiur.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Pulang dari lokasi melamar kerja sebagai tukang lem benang teh celup, wajah teman saya tak tampak semringah lagi.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">\u201cGimana? Lancar bos?\u201d tanya saya.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Awalnya ia tak merespons. Ia hanya membanting pelan boks berisi kantong teh dari dalam tas. \u201cTaek, taek\u2026,\u201d umpatnya, masih dengan wajah lesu.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Ternyata teman saya sudah membayar biaya pendaftaran sebesar Rp200 ribu. Lalu pihak (((agensi))) pengeleman benang teh itu baru akan mengupah teman saya jika ia berhasil merekrut orang lain untuk ikut kerja ngelem juga. Ternyata ini sistemnya MLM, gaes!<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Mengingat penipuan jenis ini sudah sangat terorganisir, mohon Mas Kaesang menyelidiki sesegera mungkin. Jika membutuhkan narasumber, bisa hubungi<\/span><a href=\"https:\/\/mojok.co\/agm\/esai\/lowongan-kerja-abal-abal\/\"> <span style=\"font-weight: 400;\">Agus Mulyadi sebagai salah satu penyintas<\/span><\/a><span style=\"font-weight: 400;\">.<\/span><\/p>\n<h4><b>#3 Pedagang omong kosong<\/b><\/h4>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Yang terakhir adalah pedagang omong kosong. Pedagang omong kosong ini langkahnya lebih terorganisir. Juga, pedagang ini memiliki power yang sangat besar yang tidak dimiliki pedagang mana pun di Indonesia.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Pedagang ini sudah ada sejak pemilihan presiden tahun lalu. Entah apa omong kosongnya pada saat itu. Terlalu banyak sampai saya lupa.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Baru-baru ini pedagang tersebut mengatakan Indonesia akan baik-baik saja meski sedang dihajar virus corona. Pedagang itu juga pernah menjanjikan akan mendatangkan sekitar dua juta tablet avigan untuk menanggulangi Covid-19. Tapi sampai Covid-19 sudah separah sekarang, obat yang dijanjikan belum kunjung datang.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Mungkin pedagang tersebut sudah lupa kalau punya janji. Namanya juga manusia.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Tapi, meskipun sudah lupa dengan janjinya tersebut, kini pedagang omong kosong tersebut berjanji lagi. Gile, gigih bener. Kini ia berjanji akan memvaksinasi masyarakat Indonesia pada Januari 2021.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Nah, supaya pedagang ini nggak ingkar janji lagi, Mas Kaesang bisa membantu memonitor pergerakannya. Bukan apa-apa, kalau pedagang ini ingkar janji, yang dirugikan seluruh rakyat Indonesia loh.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Jika Mas Kaesang beneran sanggup mengatasi pedagang ini, pesen saya satu. Nggak usah kaget ya, Mas. Santai. Anggap saja bapak sendiri.<\/span><\/p>\n<p><em>Foto oleh Pemkot Semarang via <a href=\"https:\/\/commons.wikimedia.org\/wiki\/File:Kaesang_Madhang.png\" target=\"_blank\" rel=\"noopener noreferrer\">Wikimedia Commons<\/a><\/em><\/p>\n<p><strong>BACA JUGA <a href=\"https:\/\/mojok.co\/alx\/esai\/5-cara-agar-kaesang-pangarep-lebih-diakui-sebagai-anak-presiden\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener noreferrer\">5 Cara Agar Kaesang Pangarep Lebih Diakui Sebagai Anak Presiden<\/a>\u00a0<\/strong><\/p>\n<p><em>Terminal Mojok merupakan platform User Generated Content (UGC) untuk mewadahi jamaah mojokiyah menulis tentang apa pun. Submit esaimu secara mandiri lewat cara\u00a0<a href=\"https:\/\/mojok.co\/terminal\/kirim-tulisan\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener noreferrer\">ini<\/a>\u00a0ya.<\/em><\/p>\n<p><em>Pernah menulis di Terminal Mojok tapi belum gabung grup WhatsApp khusus penulis Terminal Mojok? Gabung dulu, yuk. Klik link-nya<\/em>\u00a0<em><a href=\"https:\/\/bit.ly\/wamojok\" target=\"_blank\" rel=\"noopener noreferrer\">di sini.<\/a><\/em><\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Masyarakat Indonesia sangat berharap Mas Kaesang Pangarep turut membasmi ketiga jenis penipu ini. Biar nggak cuma olshop yang dibabat.<\/p>\n","protected":false},"author":1022,"featured_media":76939,"comment_status":"closed","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"_lmt_disableupdate":"","_lmt_disable":"","jnews-multi-image_gallery":[],"jnews_single_post":[],"jnews_primary_category":[],"jnews_override_counter":[],"jnews_post_split":[],"footnotes":""},"categories":[8],"tags":[1465,2561,6426,2016],"class_list":["post-76881","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-featured","tag-kaesang-pangarep","tag-olshop","tag-penipu","tag-penipuan"],"modified_by":"Prima Sulistya","amp_enabled":true,"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/76881","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/users\/1022"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=76881"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/76881\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/media\/76939"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=76881"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=76881"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=76881"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}