{"id":76135,"date":"2020-09-08T20:15:27","date_gmt":"2020-09-08T13:15:27","guid":{"rendered":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/?p=76135"},"modified":"2020-09-09T09:27:39","modified_gmt":"2020-09-09T02:27:39","slug":"ini-yang-dipelajari-kalau-kamu-kuliah-jurusan-jamu","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/ini-yang-dipelajari-kalau-kamu-kuliah-jurusan-jamu\/","title":{"rendered":"Ini yang Dipelajari kalau Kamu Kuliah Jurusan Jamu"},"content":{"rendered":"<p><span style=\"font-weight: 400;\">Nama jamu sudah sangat familier di telinga masyarakat Indonesia. Tanaman obat seperti jahe dan kunyit sudah jadi teman bagi sebagian masyarakat Indonesia.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Bicara soal dunia jamu selalu sukses membuat Laila bersemangat. Pasalnya, sejak 2017 ia telah menjadikan jamu sebagai subjek utama yang dia pelajari di kampus.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Laila Nurul Baety merupakan mahasiswa Politeknik Kesehatan Kementerian Kesehatan (Poltekkes Kemenkes) Surakarta angkatan 2017. Jurusan yang dia ambil merupakan jurusan yang kurang dikenal masyarakat: Jurusan Jamu.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Tahun 2017, ketika dia masih baru-barunya menjadi mahasiswa, pertanyaan terkait kampus dan jurusan sangat sering dia terima. Ketika dia menjawab bahwa dia berkuliah di Poltekkes, mayoritas langsung berpikir ke arah jurusan yang umum diketahui seperti Jurusan Keperawatan. Ketika dia menjawab lebih lanjut bahwa dia mahasiswa Jurusan Jamu, lawan bicara biasanya terdiam sebentar dan bertanya, \u201cOh, ada jurusan yang seperti itu di Poltekkes?\u201d<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Semakin sering ditanya, Laila semakin terbiasa menjawabnya. \u201cMemang jurusan itu masih sangat awam dan terdengar aneh. Bahkan beberapa kali, ketika saya jawab Jurusan Jamu, dia malah mengira saya bercanda,\u201d ungkapnya.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Laila bukanlah anak yang terlahir di keluarga yang berkecimpung di dunia kesehatan atau dunia herbal, namun dia mengakui bahwa sejak pertama mendengar jurusan tersebut, dia langsung tertarik.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Jamu, Laila menjelaskan, adalah sebutan untuk obat tradisional khas Indonesia atau yang sering juga disebut obat herbal. Jamu terdiri dari berbagai jenis, seperti jamu seduh, godok, serbuk, dan sirup. Selain jenis yang dikonsumsi seperti tadi, ada pula yang pemakaiannya dari luar, misalnya boreh dan masker herbal.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Selama tiga tahun kuliah, Laila yang menyelesaikan sidang skripsinya Maret lalu, telah mempelajari banyak hal tentang dunia jamu. Mulai dari pengenalan jamu, tanaman-tanaman herbal, berbagai macam penyakit dan cara penanganannya melalui pengobatan herbal, hingga pembuatan jamu.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Ia dan rekan sejurusannya juga melakukan praktik lapangan di tiga tempat. Pertama, di tempat produksi jamu. Di sana, dia dikenalkan tentang proses pembuatan jamu, terutama jamu instan yang umum seperti jahe instan.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Kedua, praktik di Balai Besar Penelitian dan Pengembangan Tanaman Obat dan Obat Tradisional (B2P2TOOT) Tawangmangu, Kabupaten Karanganyar, Jawa Tengah. Bisa menjalani praktik lapangan di sini membuatnya belajar banyak tentang penelitian jamu. Di sana, dia belajar berbagai hal yang spesifik terkait tanaman obat, misalnya cara mengambil intisari tumbuhan serta mempelajari tentang kadar air dan kadar abu tanaman obat.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">\u201cUntuk praktik, fokusnya di tumbuhan. Tapi sebenarnya, jamu bisa juga berasal dari hewan dan mineral,\u201d jelas Laila.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Tempat praktik selanjutnya adalah praktik pelayanan di klinik. Di sanalah dia mulai belajar berkomunikasi langsung dengan pasien.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Laila menyadari masih banyak masyarakat salah kaprah terhadap jamu. \u201cJamu itu bukan untuk menyembuhkan penyakit seperti yang dipersepsikan sebagian masyarakat, melainkan untuk mengurangi gejala penyakit. Penggunaan jamu bisa dikatakan sebagai tindakan preventifnya.\u201d<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Jika bicara soal jamu best seller di Indonesia, Laila mengatakan bahwa sampai sekarang merek yang paling familier di masyarakat adalah Sidomuncul dengan Tolak Angin-nya.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Hal yang baginya menarik, di sana dia juga belajar tentang ilmu kecantikan. Selain belajar tentang \u201cjamu\u201d yang biasa kita kenal, dia juga belajar tentang produk kecantikan. \u201cJamu itu tidak hanya tentang minuman. Produk kecantikan herbal pun masuk dalam kategori jamu,\u201d tegas Laila.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Laila pernah melakukan praktik pembuatan sabun, body lotion, minyak penumbuh rambut, dan scrub bibir. Selain itu, dia juga berlatih cara memijat serta cara mencuci rambut sebagaimana teknik-teknik yang biasa dilakukan di salon kecantikan.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Hal tentang kecantikan dipelajari oleh mahasiswa jurusan jamu supaya mereka juga bisa bekerja di tempat-tempat berbau skincare, misalnya salon dan tempat produksi produk kecantikan.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">\u201cSetelah dibilang tukang jamu, bisa juga dibilang tukang salon,\u201d canda Laila seusai bercerita perihal skincare.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Sembari menunggu wisuda, Laila mulai mencari peluang kerja. \u201cBiasanya, lulusan jamu mencari peluang kerja di pabrik jamu atau buka usaha sendiri. Bisa juga fokus di bidang penelitian terkait pengobatan herbal,\u201d tutupnya.<\/span><\/p>\n<p><em>Foto oleh Wisnu Bangun Saputro via <a href=\"https:\/\/commons.wikimedia.org\/wiki\/File:Traditional_herbal_medicine_of_Jamu.jpg\" target=\"_blank\" rel=\"noopener noreferrer\">Wikimedia Commons<\/a><\/em><\/p>\n<p><strong>BACA JUGA <a href=\"https:\/\/mojok.co\/red\/penjaskes\/ramuan-jamu-tradisional-rahasia-kebugaran-jokowi\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener noreferrer\">Ramuan Jamu Tradisional, Rahasia Kebugaran Jokowi<\/a> dan tulisan\u00a0<a href=\"https:\/\/mojok.co\/terminal\/author\/Nursyifa-Afati-Muftizasari\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener noreferrer\">Nursyifa Afati Muftizasari<\/a>\u00a0lainnya.<\/strong><\/p>\n<p><em>Terminal Mojok merupakan platform User Generated Content (UGC) untuk mewadahi jamaah mojokiyah menulis tentang apa pun. Submit esaimu secara mandiri lewat cara\u00a0<a href=\"https:\/\/mojok.co\/terminal\/kirim-tulisan\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener noreferrer\">ini<\/a>\u00a0ya.<\/em><\/p>\n<p><em>Pernah menulis di Terminal Mojok tapi belum gabung grup WhatsApp khusus penulis Terminal Mojok? Gabung dulu, yuk. Klik link-nya<\/em>\u00a0<em><a href=\"https:\/\/bit.ly\/wamojok\" target=\"_blank\" rel=\"noopener noreferrer\">di sini.<\/a><\/em><\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Jurusan Jamu bisa dijumpai di Politeknik Kesehatan Kemenkes Surakarta. Di sini, mahasiswa mempelajari ramuan-ramuan khas Indonesia.<\/p>\n","protected":false},"author":261,"featured_media":76138,"comment_status":"closed","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"_lmt_disableupdate":"","_lmt_disable":"","jnews-multi-image_gallery":[],"jnews_single_post":[],"jnews_primary_category":[],"jnews_override_counter":[],"jnews_post_split":[],"footnotes":""},"categories":[1],"tags":[1971,8706,436],"class_list":["post-76135","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-nusantara","tag-jamu","tag-jurusan-jamu","tag-kuliah"],"modified_by":"Prima Sulistya","amp_enabled":true,"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/76135","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/users\/261"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=76135"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/76135\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/media\/76138"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=76135"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=76135"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=76135"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}