{"id":76124,"date":"2020-09-08T19:37:17","date_gmt":"2020-09-08T12:37:17","guid":{"rendered":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/?p=76124"},"modified":"2020-09-08T19:37:17","modified_gmt":"2020-09-08T12:37:17","slug":"bagaimana-kkn-mahasiswa-uns-tetap-offline-di-masa-pandemi","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/bagaimana-kkn-mahasiswa-uns-tetap-offline-di-masa-pandemi\/","title":{"rendered":"Bagaimana KKN Mahasiswa UNS Tetap Offline di Masa Pandemi"},"content":{"rendered":"<p>Jumat pagi (5\/6) pukul 07.00 WIB, Yama Kinanti mulai mengemas stiker informasi cara memakai masker yang benar. Stiker tersebut akan dimasukkan ke plastik masker kain, untuk dibagikan kepada masyarakat Desa Ngringo, Kecamatan Jaten, Kabupaten Karanganyar, Jawa Tengah.<\/p>\n<p>Yama, mahasiswa Pendidikan Fisika angkatan 2017 di Universitas Sebelas Maret yang sudah tiga bulan melakukan kuliah jarak jauh, kini tengah menjalani program \u201cRelawan UNS Tanggap Covid-19\u201d yang merupakan rekognisi dari program KKN, atau sering disebut KKN Covid-19. Program tersebut bertujuan agar mahasiswa KKN UNS ikut ambil peran dalam pemutusan rantai penyebaran Covid-19.<\/p>\n<p>Tanggal 30 April 2020, Rektor UNS Prof. Dr. Jamal Wiwoho memberi pembekalan dan\u00a0launching\u00a0KKN melalui siaran langsung YouTube. UNS mengambil kebijakan bahwa pada KKN Covid-19 ini, mahasiswa melaksanakan KKN di sekitar rumah. Mahasiswa bisa memilih akan membuat program KKN tingkat RT, RW, atau desa\/kelurahan, sesuai dengan target yang mereka tetapkan.<\/p>\n<p>Dengan konsep KKN yang terfokus pada Covid-19, mahasiswa UNS \u201cdipaksa\u201d untuk belajar lebih dalam tentang Covid-19 supaya bisa membuat program yang sesuai.<\/p>\n<p>\u201cKampus memberi delapan tema pilihan, dari sanalah mahasiswa mendapat kelompok dan dosen pembimbing lapangan.\u00a0Tapi ini KKN-nya individu. Jadi fungsinya kelompok hanya untuk pemantauan,\u201d ungkap Yama.<\/p>\n<p>Sesuai dengan arahan kampus, Yama membuat sepuluh program, yakni penyemprotan disinfektan, produksi dan pembagian\u00a0hand sanitizer, pendataan warga pulang dari perantauan, pembagian masker, sosialisasi perilaku hidup bersih dan sehat, sosialisasi informasi Covid-19, pendampingan belajar siswa SMA, ketahanan pangan desa, pelatihan pemulasaraan jenazah korban Covid-19, dan persiapan lomba kampung siaga Covid-19.<\/p>\n<p>Pagi itu, sesuai jadwal, Yama akan memasang spanduk dan stiker kawasan wajib pakai masker. Selain itu, dia juga menyiapkan enam buah poster ukuran A3 untuk ditempel. Poster tersebut berisi langkah cuci tangan, etika batuk, cara pakai masker, cara menjaga kebersihan, imbauan untuk menggerakkan badan supaya tetap bugar, dan pesan untuk warga pendatang.<\/p>\n<p>Setelah semua persiapan selesai, Yama berangkat menuju Balai Desa Ngringo. Celana panjang biru tua yang dia kenakan tampak senada dengan almamater UNS yang berwarna biru muda. Kerudung hitam dan masker kain warna merah turut meramaikan penampilannya pagi itu.<\/p>\n<p>Pukul 09.00 WIB, Yama secara simbolis menyerahkan poster dan spanduk kepada Kepala Desa Ngringo untuk kemudian dipasang di berbagai tempat umum.<\/p>\n<p>Dibantu kepala dan perangkat desa, dia memasang spanduk dengan rapi di depan Kantor Balai Desa Ngringo. Enam buah poster juga dia pasang di gerbang masuk balai desa sehingga dapat dibaca semua orang dan mengedukasi warga yang berkunjung ke balai desa. Selanjutnya, masker kain yang sebelumnya sudah ditata rapi dengan stiker, Yama sebarkan ke warga desa. Masker tersebut merupakan produk buatan warga Ngringo yang sudah Yama beli sebelumnya.<\/p>\n<p>Sepuluh program yang Yama susun telah dia mulai sejak 5 Mei 2020, baik secara tatap muka maupun melalui media daring. Selain poster yang dia tempel di balai desa, sebelumnya Yama sudah beberapa kali menyebarkan poster online melalui instagram.<\/p>\n<p>Dia menyusun jadwal harian KKN hingga 19 Juni 2020. Oleh karena bulan Mei masih belum masuk masa libur, Yama lebih fokus pada program online dan berbagai persiapan untuk program tatap muka. Bulan Juni, barulah dia bisa lebih fokus untuk program tatap muka dengan masyarakat.<\/p>\n<p>\u201cMeski KKN ini individu dan program saya banyak, tapi saya mendapat banyak bantuan dari berbagai pihak juga,\u201d tutur Yama.<\/p>\n<p>Masih dengan kisah KKN Covid-19 di Kabupaten Karanganyar, mari kita bergeser ke Kecamatan Tasikmadu.<\/p>\n<p>Rabu pagi (17\/6), Adha Ratia mengunjungi rumah salah satu warga Dusun Jetis, RT 02 RT 04, Desa Suruh, Kecamatan Tasikmadu, Kabupaten Karanganyar, Jawa Tengah. Dia hendak melakukan sosialisasi tentang Covid-19.<\/p>\n<p>Sebagai mahasiswa yang mengambil mata kuliah KKN di masa pandemi, Adha, mahasiswa Pendidikan Ekonomi angkatan 2017, juga membuat berbagai program KKN terkait Covid-19, salah satunya sosialisasi\u00a0door-to-door\u00a0tentang Covid-19.<\/p>\n<p>Adha berpakaian rapi lengkap dengan jas almamater dan masker. Dia menyiapkan materi sosialisasi sembari menunggu dipersilahkan masuk.<\/p>\n<p>Setelah beberapa saat menunggu, tuan rumah mempersilakannya masuk.<\/p>\n<p>\u201cSebentar ya, saya belum mandi. Tunggu dulu,\u201d ucap ibu pemilik rumah yang merasa tidak nyaman jika harus mendengarkan sosialisasi dengan kondisi belum mandi, mengingat akan ada sesi dokumentasi di tengah sosialisasi.<\/p>\n<p>Adha menyetujui permintaan tersebut tanpa protes. Dia sudah biasa, sebab ini bukan yang pertama kalinya. Setelah dua hari menjalani program sosialisasi\u00a0door-to-door\u00a0ini, dia telah terbiasa dengan aturan main ibu-ibu yang merasa harus cantik dan rapi ketika difoto.<\/p>\n<p>Setelah pemilik rumah selesai mandi, Adha memulai sosialisasi tentang apa itu Covid-19, bagaimana penyebarannya, dan apa saja yang harus dilakukan masyarakat untuk memutus rantai penyebaran virus tersebut.<\/p>\n<p>Dia menjelaskan dengan bahasa seringan mungkin supaya mudah dipahami warga. Dia pun telah siap menjawab jika ada warga yang bertanya tentang Covid-19.<\/p>\n<p>Sesuai jadwal yang dia susun, ini adalah hari terakhir melalukan sosialisai\u00a0door-to-door. Namun, ini bukanlah warga terakhir yang dia kunjungi, masih ada sesi selanjutnya.<\/p>\n<p>Rumah demi rumah dia datangi dengan hingga berakhirlah program ini. Tiga puluh rumah telah dia datangi. Tiga hari yang cukup melelahkan baginya.<\/p>\n<p>Selain sosialisasi\u00a0door-to-door, Adha juga membuat program sosialisasi melalui media daring. Ada dua grup WhatsApp yang dia gunakan untuk sosialisasi rutin, grup karang taruna dan grup ibu-ibu RT. Di sana, dia memberi berbagai informasi Covid-19, mulai dari apa itu Covid-19, cara pencegahan, hingga data harian penyebaran Covid-19 di Kabupaten Karanganyar.<\/p>\n<p>Selain itu, dia juga memanfaatkan media\u00a0Instagram\u00a0untuk sosialisasi. Melalui WhatsApp dan Instagram, Adha membagikan berbagai poster sosialisasi yang telah dia siapkan sendiri. Ya, KKN kali ini memang serba\u00a0ndewe, kata Jawa untuk sendiri.<\/p>\n<p>Menurut jadwal yang dia susun, sosialisasi daring berlangsung secara intensif pada 25 Mei sampai 29 Juni.<\/p>\n<p>\u201cHambatannya, yakni anggota grup kurang responsif, jadi komunikasinya sering satu arah. Padahal aku berharap dapat banyak respons, syukur-syukur kalau bisa aktif berdiskusi,\u201d tutur Adha.<\/p>\n<p>Adha menyadari bahwa KKN di lingkungan sekitar rumah memang terdengar tidak menarik bagi sebagian besar mahasiswa. Tapi baginya, KKN semacam ini justru memiliki banyak manfaat, misalnya menambah kedekatan dengan tetangga. Dia sadar bahwa pengabdian tidak selalu harus dilakukan di tempat yang dianggap \u201cpelosok\u201d. Mengabdi di tempat kita tinggal juga merupakan hal bernilai bagi masyarakat.<\/p>\n<p><em>Ilustrasi yang digunakan bukan dari kegiatan KKN yang dikisahkan dalam tulisan. Foto oleh Unjbinong Subang via <a href=\"https:\/\/commons.wikimedia.org\/wiki\/File:KKN_20150119_095143.jpg\" target=\"_blank\" rel=\"noopener noreferrer\">Wikimedia Commons<\/a>.<\/em><\/p>\n<p><strong>BACA JUGA <a href=\"https:\/\/mojok.co\/terminal\/kkn-literasi-kerjanya-lebih-nyata-ketimbang-kkn-di-desa-desa\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener noreferrer\">KKN Literasi Kerjanya Lebih Nyata Ketimbang KKN di Desa-Desa<\/a> dan tulisan\u00a0<a href=\"https:\/\/mojok.co\/terminal\/author\/Nursyifa-Afati-Muftizasari\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener noreferrer\">Nursyifa Afati Muftizasari<\/a>\u00a0lainnya.<\/strong><\/p>\n<p>Terminal Mojok merupakan platform User Generated Content (UGC) untuk mewadahi jamaah mojokiyah menulis tentang apa pun. Submit esaimu secara mandiri lewat cara\u00a0<a href=\"https:\/\/mojok.co\/terminal\/kirim-tulisan\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener noreferrer\">ini<\/a>\u00a0ya.<\/p>\n<p><em>Pernah menulis di Terminal Mojok tapi belum gabung grup WhatsApp khusus penulis Terminal Mojok? Gabung dulu, yuk. Klik link-nya<\/em>\u00a0<em><a href=\"https:\/\/bit.ly\/wamojok\" target=\"_blank\" rel=\"noopener noreferrer\">di sini.<\/a><\/em><\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>KKN di UNS Juni lalu tetap diselenggarakan secara offline. Bagaimana mahasiswa melakoninya? Apa saja yang mereka lakukan?<\/p>\n","protected":false},"author":261,"featured_media":76125,"comment_status":"closed","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"_lmt_disableupdate":"","_lmt_disable":"","jnews-multi-image_gallery":[],"jnews_single_post":[],"jnews_primary_category":[],"jnews_override_counter":[],"jnews_post_split":[],"footnotes":""},"categories":[1],"tags":[5468,275,6570,5989],"class_list":["post-76124","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-nusantara","tag-covid-19","tag-kkn","tag-uns","tag-wabah-corona"],"modified_by":"Prima Sulistya","amp_enabled":true,"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/76124","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/users\/261"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=76124"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/76124\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/media\/76125"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=76124"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=76124"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=76124"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}