{"id":76068,"date":"2020-09-09T09:40:40","date_gmt":"2020-09-09T02:40:40","guid":{"rendered":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/?p=76068"},"modified":"2020-09-09T11:37:48","modified_gmt":"2020-09-09T04:37:48","slug":"3-modifikasi-makanan-yang-nggak-masuk-akal-di-bandung","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/3-modifikasi-makanan-yang-nggak-masuk-akal-di-bandung\/","title":{"rendered":"3 Modifikasi Makanan yang Nggak Masuk Akal di Bandung"},"content":{"rendered":"<p><span style=\"font-weight: 400;\">Selama lima tahun ini saya tinggal di Bandung, selain dengan beragam bentuk kerupawanan visual penduduknya, saya juga menemukan beragam modifikasi makanan yang aneh dan baru saya temukan hanya di Bandung.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Buat saya yang merantau sejak lulus SD dan sudah keliling ke beberapa daerah lain, referensi jenis-jenis makanan yang saya temukan rasanya sudah terbilang lumayan banyak. Makanya, waktu saya menemukan tiga makanan ini di Bandung, saya merasa agak aneh.\u00a0<\/span><\/p>\n<h4><b>Modifikasi makanan Bandung #1 Kue bandros disaosin<\/b><\/h4>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Udah nggak asing kan sama kue bandros? Dari waktu masih piyik saya udah jajan bandros. Cuma kalau di Bekasi, sebutannya adalah kue pancong. Tapi pas saya cari tahu lagi, ternyata kue pancong sama bandros itu sebenernya beda.\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Masalahnya di Bekasi kue bandros biasanya dikasih topping gula pasir. Saya nanya ke teman yang orang Jawa pun, katanya dia makan bandros juga ditaburi gula.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Pas awal-awal saya datang ke Bandung dan mau beli bandros di abang-abang, saya kaget kenapa dikasih dua pilihan topping: saos atau gula pasir. Dalam hati mikir, \u201cDih, seriusan, ada yang makan bandros pake saos?\u201d<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Soalnya gini, lho. Menurut lidah saya yang dari kecil dijejali bandros pake gula, adonan bandros itu memang gurih, tapi gurihnya cocok dikategorikan sebagai makanan manis. Terus saya juga mikirnya gini, kalau emang nasib bandros disaosin kayak makan bakwan alias bala-bala, apakah ia bisa dimakan pake cabe? Layaknya orang makan bakwan kalo nggak disaosin, ya dicabein? Emm\u2026 asa kumaha kitu.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Tapi ternyata soal enakan mana antara disaosin atau digulain itu relatif. Beberapa teman saya yang lainnya malah merasa modifikasi makanan bandro pakai gula itu aneh. Kebalikan banget.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">\u201cLha, urang malah heran naha bandros digulaan. Enak, kitu?\u201d<\/span><\/p>\n<h4><b>Modifikasi makanan Bandung #2 Lotek dicampur ubi<\/b><\/h4>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Lotek di Bandung juga ngagetin buat saya. Pasalnya, si bumbu kacangnya itu dicampur sama ubi. Ubi, iya ubi\u2026.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Beberapa kali saya beli lotek di ibu-ibu sekitar tempat tinggal, tiap ngulek bumbunya pasti dikasih ubi. Kasusnya bisa kebalikan gitu ama bandros. Si bandros yang menurut saya masuk kategori makanan manis, malah dikasih saos. Lah, lotek yang emang makanan asin malah dikasih ubi yang rasanya dominan manis. Ya Robbi, lieur sugan.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Meskipun memang nggak begitu mengubah rasanya jadi manis banget, tapi buat saya tetep aja kayak agak gimana\u2026 gitu. K<\/span><span style=\"font-weight: 400;\">ata teman saya, \u201cEmang bumbu lotek mah dicampur ubi. Biar kentel.\u201d<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Masuk akal sih, mungkin, supaya bisa menginisiatif penggunaan kacang yang berlebihan. Tapi tetap saja lebih baik nggak kental daripada bumbu kacangnya harus dicampur ubi.<\/span><\/p>\n<h4><b>Modifikasi makanan Bandung #3 Batagor kuah<\/b><\/h4>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Saya baru tahu varian batagor kuah pas tinggal di Bandung. Selama ini, batagor yang saya makan itu bumbunya kacang dan kering. Nggak ada batagor yang dikuahin. <\/span><span style=\"font-weight: 400;\">Jadi, kalau kalian ke Bandung, kalian bisa menemukan dua varian batagor ini. Tinggal pilih, yang kuah atau kering.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Beda dari kue bandros dan lotek ubi, batagor kuah lumayan enak dan bisa diterima lidah saya. Masih masuk akal dan lumayan nggak bikin lidah kaget.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Apalagi kalau dimakan waktu hujan, uhhh, batagor kuah oke banget. Kuah batagornya yang hangat, bisa menenangkan dirimu tiap kali habis dengar suara petir menyambar.<\/span><\/p>\n<p><em>Foto oleh <span class=\"mw-mmv-author\"><a title=\"User:Gunkarta\" href=\"https:\/\/commons.wikimedia.org\/wiki\/User:Gunkarta\">Gunawan Kartapranata<\/a><\/span> via <a href=\"https:\/\/commons.wikimedia.org\/w\/index.php?search=batagor&amp;title=Special%3ASearch&amp;go=Go&amp;ns0=1&amp;ns6=1&amp;ns12=1&amp;ns14=1&amp;ns100=1&amp;ns106=1#\/media\/File:Batagor_Savoy_Homann_Bandung.jpg\" target=\"_blank\" rel=\"noopener noreferrer\">Wikimedia Commons<\/a><\/em><\/p>\n<p><strong>BACA JUGA <a href=\"https:\/\/mojok.co\/terminal\/doa-masuk-pasar-itu-harus-dibaca-sebelum-buka-situs-belanja-online\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener noreferrer\">Doa Masuk Pasar Itu Harus Dibaca Sebelum Buka Situs Belanja Online<\/a> dan tulisan\u00a0<a href=\"https:\/\/mojok.co\/terminal\/author\/nuriel-shiami-indiraphasa\/\">Nuriel Shiami Indiraphasa<\/a>\u00a0lainnya.<\/strong><\/p>\n<p><em>Terminal Mojok merupakan platform User Generated Content (UGC) untuk mewadahi jamaah mojokiyah menulis tentang apa pun. Submit esaimu secara mandiri lewat cara\u00a0<a href=\"https:\/\/mojok.co\/terminal\/kirim-tulisan\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener noreferrer\">ini<\/a>\u00a0ya.<\/em><\/p>\n<p><em>Pernah menulis di Terminal Mojok tapi belum gabung grup WhatsApp khusus penulis Terminal Mojok? Gabung dulu, yuk. Klik link-nya\u00a0<a href=\"https:\/\/bit.ly\/wamojok\" target=\"_blank\" rel=\"noopener noreferrer\">di sini.<\/a><\/em><\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Selama lima tahun tinggal di Bandung, saya juga menemukan beragam modifikasi makanan yang aneh dan kayaknya cuma ada di sana.<\/p>\n","protected":false},"author":825,"featured_media":76147,"comment_status":"closed","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"_lmt_disableupdate":"","_lmt_disable":"","jnews-multi-image_gallery":[],"jnews_single_post":[],"jnews_primary_category":[],"jnews_override_counter":[],"jnews_post_split":[],"footnotes":""},"categories":[6],"tags":[141,438],"class_list":["post-76068","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-artikel","tag-bandung","tag-kuliner"],"modified_by":"Ajeng Rizka","amp_enabled":true,"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/76068","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/users\/825"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=76068"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/76068\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/media\/76147"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=76068"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=76068"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=76068"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}