{"id":75908,"date":"2020-09-10T06:21:44","date_gmt":"2020-09-09T23:21:44","guid":{"rendered":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/?p=75908"},"modified":"2020-09-10T10:02:20","modified_gmt":"2020-09-10T03:02:20","slug":"menggugat-perusakan-alam-lewat-lagu-lagu-sisir-tanah","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/menggugat-perusakan-alam-lewat-lagu-lagu-sisir-tanah\/","title":{"rendered":"Menggugat Perusakan Alam Lewat Lagu-lagu Sisir Tanah"},"content":{"rendered":"<p><span style=\"font-weight: 400;\">Saya melihat perjuangan Effendi Buhing dan masyarakat adat Kinipan mempertahankan hutan mereka dari kerakusan para pemilik perusahaan. Saya juga menyaksikan sendiri ketika 17 Agustus lalu, masyarakat Samin di lereng Kendeng kembali menggugat aktivitas penambangan yang merampas sawah dan ladang mereka. Setiap hari satu per satu gunung dan perbukitan di daerah saya, Kecamatan Sluke, Kabupaten Rembang, dikeruk dan digunduli tanpa ampun. Saya hanya bisa memendam perih di dada sambil memutar keras-keras lagu-lagu Sisir Tanah.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Berharap lirik-lirik lagu Sisir Tanah yang tajam dan penuh ironi itu bisa melubangi sedikit saja telinga orang-orang bebal dan serakah di atas sana. Syukur-syukur jika akhirnya bisa membuat mereka tidak lagi tuli untuk mendengar jerit tangis petani dan masyarakat kecil yang tanahnya mereka jarah.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Boleh dibilang, Sisir Tanah, grup musik indie-folk asal Yogyakarta yang digawangi oleh Bagus Dwi Danto, merupakan salah satu grup musik yang paling gigih mengampanyekan pentingnya menjaga lingkungan. Sekaligus yang paling lantang melayangkan gugatan kepada siapa saja yang merusak dan tidak bertanggung jawab terhadap alam. Dari namanya saja sudah kedengaran sangat folk sekali. Sisir Tanah, kalau dibahasajawakan artinya adalah garu<\/span> <span style=\"font-weight: 400;\">(alat pembajak sawah tradisional). Sederhana, tapi jelas sangat filosofis dan penuh makna.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Dari catatan saya pribadi, ada tiga lagu Sisir Tanah yang paling lantang menyuarakan narasi perusakan alam tersebut. Tiga lagu dengan lirik sederhana, musik tenang, kalem, namun terasa sangat bertenaga dan penuh asa.\u00a0<\/span><\/p>\n<h4><b>Lagu Sisir Tanah #1 &#8220;Bebal&#8221;<\/b><\/h4>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Dari \u201cBebal\u201d<\/span> <span style=\"font-weight: 400;\">kita bakal menemukan gugatan yang dilayangkan dengan bahasa singkat, padat, jelas, nan sarkas, yang terkandung dalam lirik:<\/span><\/p>\n<p><i><span style=\"font-weight: 400;\">Jika bumi adalah ibu kita manusia memperkosa ibunya<\/span><\/i><\/p>\n<p><i><span style=\"font-weight: 400;\">Jika laut adalah ibu kita manusia memperkosa ibunya<\/span><\/i><\/p>\n<p><i><span style=\"font-weight: 400;\">Jika hutan adalah ibu kita manusia memperkosa ibunya<\/span><\/i><\/p>\n<p><i><span style=\"font-weight: 400;\">Setiap hari, setiap jam, setiap menit, setiap detik<\/span><\/i><\/p>\n<p><i><span style=\"font-weight: 400;\">Ada tak ada manusia mestinya pohon-pohon itu tetap tumbuh<\/span><\/i><\/p>\n<p><i><span style=\"font-weight: 400;\">Ada tak ada manusia mestinya terumbu karang itu tetap utuh<\/span><\/i><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Dalam lagu tersebut saya merasakan penyesalan dan kekecewaan mendalam yang dirasakan seorang Danto kepada anak-anak manusia yang hobi menciptakan kerusakan. Keberadaan manusia, dalam lagu tersebut, digambarkan seolah hanya kutukan bagi semesta.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Karena seharusnya ada atau tidak adanya mereka, pohon-pohon tetap tumbuh tanpa diganggu oleh penebangan liar. Harusnya terumbu karang tidak rusak oleh aktivitas penambangan, lalu-lalang kapal tongkang (pengangkut batu bara), dan pengambilan secara ilegal.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Untuk menggambarkan keterkutukan manusia, Danto sampai harus mengilustrasikannya sebagai seorang anak yang memperkosa ibunya sendiri tanpa henti. Dan itu adalah perbuatan yang keji lagi biadab.\u00a0<\/span><\/p>\n<h4><b>Lagu Sisir Tanah #2 &#8220;Lagu Hidup&#8221;<\/b><\/h4>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Dari lagu ini kita akan mendengarkan sebuah kampanye perihal pentingnya menjaga lingkungan, melalui musik yang dialunkan dengan syahdu bercampur dengan sedikit ratapan dan rasa gelisah. Seperti tertuang dalam lirik:<\/span><\/p>\n<p><i><span style=\"font-weight: 400;\">Kita akan selalu butuh tanah<\/span><\/i><\/p>\n<p><i><span style=\"font-weight: 400;\">Kita akan selalu butuh air<\/span><\/i><\/p>\n<p><i><span style=\"font-weight: 400;\">Kita akan selalu butuh udara<\/span><\/i><\/p>\n<p><i><span style=\"font-weight: 400;\">Jadi teruslah merawat<\/span><\/i><\/p>\n<p><i><span style=\"font-weight: 400;\">Jika kau masih cinta kawan dan saudara<\/span><\/i><\/p>\n<p><i><span style=\"font-weight: 400;\">Jika kau masih cinta kampung halamanmu<\/span><\/i><\/p>\n<p><i><span style=\"font-weight: 400;\">Jika kau cinta jiwa raga yang merdeka<\/span><\/i><\/p>\n<p><i><span style=\"font-weight: 400;\">Tetap saling melindungi.<\/span><\/i><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Setelah menyampaikan hal paling prinsipil tentang pentingnya menjaga alam, Sisir Tanah meneruskannya dengan kampanye perlawanan terhadap oknum-oknum perusak melalui lirik berikut.<\/span><\/p>\n<p><i><span style=\"font-weight: 400;\">Dan harus berani, harus berani<\/span><\/i><\/p>\n<p><i><span style=\"font-weight: 400;\">Jika orang-orang serakah datang harus dihadang<\/span><\/i><\/p>\n<p><i><span style=\"font-weight: 400;\">Jika orang-orang itu menyakiti harus bersatu menghadapi.<\/span><\/i><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Sebagai pamungkas, Danto menekankan bahwa perlawanan tidak akan ada artinya tanpa adanya empati dan solidaritas antarsesama. Untuk itulah dia menyempurnakan &#8220;<\/span><span style=\"font-weight: 400;\">Lagu Hidup&#8221;<\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">&#8211;<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\">nya dengan menggalang solidaritas sebagai sesama orang yang tertindas dan hak-hak hidupnya terampas lewat bagian berikut.<\/span><\/p>\n<p><i><span style=\"font-weight: 400;\">Sedihmu adalah sedihku juga<\/span><\/i><\/p>\n<p><i><span style=\"font-weight: 400;\">Sakitmu, sakitku, sakit kita manusia<\/span><\/i><\/p>\n<p><i><span style=\"font-weight: 400;\">Bahagiaku takkan lengkap tanpa bahagiamu<\/span><\/i><\/p>\n<p><i><span style=\"font-weight: 400;\">Bahagiakanlah kehiduapan<\/span><\/i><\/p>\n<h4><b>Lagu #3 &#8220;Lagu Alternatif&#8221;<\/b><\/h4>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Sementara lewat lagu ini<\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">, <\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\">Sisir Tanah mengajak kita berandai-andai. Seandainya kehidupan manusia tidak mengganggu keberlangsungan hidup biota-biota lain seperti, bunga-bunga, serangga, juga primata, yang rumahnya terenggut oleh kegiatan tambang dan segala hal menyangkut hajat hidup manusia sendiri.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Ilustrasi dari Danto adalah penyerapan energi Bumi untuk keperluan listrik yang digugat dengan pertanyaan kritis.<\/span><\/p>\n<p><i><span style=\"font-weight: 400;\">Bunga-bunga, serangga, juga primata<\/span><\/i><\/p>\n<p><i><span style=\"font-weight: 400;\">Ada yang baru bangun ketika malam tiba<\/span><\/i><\/p>\n<p><i><span style=\"font-weight: 400;\">Gelap bumi saat memunggungi sang mentari<\/span><\/i><\/p>\n<p><i><span style=\"font-weight: 400;\">Tak akan membuat dunia mati<\/span><\/i><\/p>\n<p><i><span style=\"font-weight: 400;\">Mengapa nyala lampu kita<\/span><\/i><\/p>\n<p><i><span style=\"font-weight: 400;\">Meninggalkan lubang-lubang tambang?<\/span><\/i><\/p>\n<p><i><span style=\"font-weight: 400;\">Mengapa terang rumah kita<\/span><\/i><\/p>\n<p><i><span style=\"font-weight: 400;\">Mendatangkan duka dan derita?<\/span><\/i><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Dalam lirik tersebut terlihat jelas bahwa Sisir Tanah menolak dan menentang keras kehadiran PLTN dan juga PLTU sebagai medium pembangkit listrik. Tenaga nuklir yang digunakan hanya akan menyisakan lubang-lubang tambang, memakan lahan pertanian warga, dan sangat mungkin juga melahap rumah-rumah tempat berlindung hewan-hewan primata.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Begitu pun PLTU yang selain menyebabkan polusi udara dalam skala kecil, emisi gas buangnya dalam jangka panjang akan menimbulkan bencana yang lebih buruk yaitu, perubahan iklim dunia. Belum lagi aktivitas tongkang di laut yang berpotensi merusak terumbu karang dan mencemari lautan.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Kemudian Danto menyambung lirik tanyanya tersebut dengan sebuah bayangan tentang alternatif lain pembangkit listrik yang ramah lingkungan.<\/span><\/p>\n<p><i><span style=\"font-weight: 400;\">Nyalakan lampu dari putaran angin <\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\">(maksudnya kincir angin)<\/span><\/p>\n<p><i><span style=\"font-weight: 400;\">Terangi rumah dari aliran air <\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\">(maksudnya kincir air)<\/span><\/p>\n<p><i><span style=\"font-weight: 400;\">Sinari kota dengan panas matahari <\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\">(maksudnya panel surya)<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Betapa indah membayangkan dunia ala Sisir Tanah tersebut. Dunia tanpa penambangan, tanpa perusakan alam atau pencemaran lingkungan, dan tentu dunia tanpa perampasan dan penindasan terhadap hamba-hamba kecil nan tak berdaya, juga primata dan bunga-bunga. Dunia yang hampir tidak mungkin dimiliki oleh negeri ini, negeri tempat orang yang berduit menjadi yang berkuasa atas banyak hal dan paling berhak berbuat sewenang-wenang.<\/span><\/p>\n<p><strong>BACA JUGA Ki <a href=\"https:\/\/mojok.co\/terminal\/ki-seno-nugroho-dalang-yang-bikin-milenial-gandrung-dengan-wayang\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener noreferrer\">Seno Nugroho, Dalang yang Bikin Milenial Gandrung dengan Wayang<\/a> dan tulisan\u00a0<a href=\"https:\/\/mojok.co\/terminal\/author\/aly-reza\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener noreferrer\">Aly Reza<\/a>\u00a0lainnya.<\/strong><\/p>\n<p><em>Terminal Mojok merupakan platform User Generated Content (UGC) untuk mewadahi jamaah mojokiyah menulis tentang apa pun. Submit esaimu secara mandiri lewat cara\u00a0<a href=\"https:\/\/mojok.co\/terminal\/kirim-tulisan\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener noreferrer\">ini<\/a>\u00a0ya.<\/em><\/p>\n<p><em>Pernah menulis di Terminal Mojok tapi belum gabung grup WhatsApp khusus penulis Terminal Mojok? Gabung dulu, yuk. Klik link-nya<\/em>\u00a0<em><a href=\"https:\/\/bit.ly\/wamojok\" target=\"_blank\" rel=\"noopener noreferrer\">di sini.<\/a><\/em><\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Ada 3 lagu Sisir Tanah yang paling lantang menyuarakan narasi perusakan alam. Lirik sederhana, musik tenang namun terasa sangat bertenaga.<\/p>\n","protected":false},"author":540,"featured_media":34815,"comment_status":"closed","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"_lmt_disableupdate":"","_lmt_disable":"","jnews-multi-image_gallery":[],"jnews_single_post":[],"jnews_primary_category":[],"jnews_override_counter":[],"jnews_post_split":[],"footnotes":""},"categories":[6],"tags":[248,1782],"class_list":["post-75908","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-artikel","tag-musik","tag-peduli-lingkungan"],"modified_by":"Ajeng Rizka","amp_enabled":true,"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/75908","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/users\/540"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=75908"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/75908\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/media\/34815"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=75908"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=75908"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=75908"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}