{"id":75902,"date":"2020-09-08T14:45:54","date_gmt":"2020-09-08T07:45:54","guid":{"rendered":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/?p=75902"},"modified":"2020-09-08T14:50:38","modified_gmt":"2020-09-08T07:50:38","slug":"antek-pengguna-toilet-yang-menjengkelkan-dan-perlu-dibina","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/antek-pengguna-toilet-yang-menjengkelkan-dan-perlu-dibina\/","title":{"rendered":"Antek Pengguna Toilet yang Menjengkelkan dan Perlu Dibina"},"content":{"rendered":"<p><span style=\"font-weight: 400;\">Saya kerja jadi barista di sebuah kedai kopi, tapi selain kopi, saya juga kerap mengobservasi pengguna toilet.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Kayaknya saya memang lumayan rewel urusan toilet. Ada orang keluar dari toilet dan nggak matiin lampu, saya pasti mangkelnya minta ampun. Kalau kebetulan saya lagi selo, saya bakal nyamperin toiletnya dan matiin itu lampu. Penginnya sih nyamperin pengguna toilet yang baru keluar dan ngedamprat biar terkesan heroik. Tapi saya masih bisa menahan diri karena ingin mempertahankan citra sebagai lelaki berambut gondrong dengan senyum menawan dan cinta damai.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Makanya, saya sering banget bolak balik ke toilet hanya untuk ngecek lampunya nyala apa nggak. Kalau nyala pasti langsung saya matiin kecuali kalau sedang ada yang pakai.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Nah, masih urusan lampu di toilet juga nih. Sejauh ini saya masih bertanya-tanya kenapa ada toilet yang saklar lampunya di luar. Nyebelin banget nggak sih? Kita ke toilet itu kan buat masuk toiletnya ya, bukan buat berdiri di depan pintu. Lampunya juga di dalam, bukannya di depan pintu masuk. Lah, dengan segenap kondisi kayak gitu, kok ada tukang instalasi listrik yang masang saklar di luar? Bukannya apa-apa, tapi saklar lampu di luar itu berpotensi menimbulkan hancurnya pertemanan.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Pernah nggak sih diisengin teman? Tiba-tiba pas kita berkontemplasi dengan khidmat, atau lagi konsentrasi penuh buat boker lalu lampunya mati. Bedebah betul.\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Ya kali kita boker gelap-gelapan. Bokernya sih nggak masalah, lah bersihinnya itu yang bingung. Begitu kita keluar dari toilet, rasanya pengin menghujat siapa saja yang terindikasi melakukan kejahatan berencana itu. Hasilnya, pertikaian dahsyat yang bisa menghancurkan pertemanan.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Lagian kan kalau kita lagi di toilet, terus tiba-tiba mati listrik, kita kan pasti berburuk sangka karena merasa ada teman yang iseng. Amarah sudah memuncak ke ubun-ubun, pas keluar, eh emang gelap semuanya. Anti klimaks.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Makanya, rasanya saya ingin membuat kampanye di change.org buat semua tukang listrik di planet ini, biar kalau bikin saklar lampu toilet itu di dalam, bukannya di luar.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Nah, mari lanjut ke permasalahan dan drama di toilet berikutnya. Apa lagi kalau bukan kebersihan.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Saya bukan orang yang apa-apa kudu bersih banget, tapi urusan toilet, waduh. Melihat tisu berserakan setengah basah di lantai itu bikin geram. Melihat tong sampah yang penuh sesak dengan tisu, puntung rokok, pembalut, dan segenap benda menyebalkan lainnya itu adalah pemandangan paling bedebah yang pernah siperbuat pengguna toilet.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Saya kasih tahu, kalau kalian mau tahu seberapa bersih dapur sebuah restoran, lihatlah toiletnya. Kalau toiletnya bersih, kemungkinan besar dapurnya bersih. Kalau toiletnya kotor berantakan, sudah dipastikan dapurnya juga kotor dan amburadul. Setidaknya begitulah yang dikatakan pebisnis kuliner yang lumayan disegani di Jogja. Jadi ya gitu, apabila saya melihat toilet sebuah tempat makan atau kedai kopi itu jorok, saya langsung merasa horor saat mau menikmati makanan atau minumannya.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Terlepas dari tisu yang berserakan di mana-mana, ada satu permasalahan kebersihan lainnya di toilet. Kalau yang satu ini bisa saya yakinkan bahwa si pengguna toilet adalah cowok-cowok laknat. Pernah nggak sih kalian buka pintu toilet, nyalain lampu, terus langsung mengumpat dengan ucapan, \u201cUUUAAASUUU!!!\u201d atau semacamnya, pas lihat ada bercak-bercak pipis di pinggiran jambannya? Seringnya ini terjadi di toilet duduk.\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Maksudnya, apa susahnya bersihin pinggiran jamban sebelum pergi meninggalkan toilet? Masa iya membiarkannya begitu saja dan menyiksa pengguna toilet setelah kalian?<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Kalau kebetulan yang pakai setelah itu sama-sama cowok sih masih mending. Lah kalau habis itu cewek, kan sungguh menyebalkan bagi si cewek. Bukan permasalahan gender ya, tapi kalau cewek pipis di toilet duduk itu kan mereka bakal duduk di jambannya, ya bayangin aja pas udah kebelet, eh malah lihat sisa pipis lelaki laknat itu. Marah sambil nahan kebelet.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Maksudnya, masa iya sih saya kudu bikin tutorial pipis yang baik dan benar buat cowok? Kalau pengguna toilet itu adalah anak SD saya sih masih bisa toleransi ya, lha tapi kan kalian itu mas-mas yang udah dewasa dan konon memiliki tingkat penalaran yang sudah matang, tapi kok urusan pipis di toilet aja belum benar?<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Yaelah, urusan sesimpel pipis di toilet aja masih banyak yang kurang ngerti. kalau udah kayak begini, rasanya saya pengin ngajak ngopi Mas Nadiem dan ngobrol serius dengannya. Saya bakal usul buat masukin kurikulum \u201cpipis yang baik dan benar\u201d sekaligus cara menjadi pengguna toilet yang terpuji untuk pelajaran SD, SMP, SMA, bahkan Perguruan Tinggi.<\/span><\/p>\n<p><strong>BACA JUGA <a href=\"https:\/\/mojok.co\/terminal\/5-macam-kepribadian-kucing-kompleks-berdasarkan-observasi-lapangan\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener noreferrer\">5 Macam Kepribadian Kucing Kompleks Berdasarkan Observasi Lapangan<\/a>\u00a0dan tulisan\u00a0<a href=\"https:\/\/mojok.co\/terminal\/author\/riyanto\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener noreferrer\">Riyanto<\/a>\u00a0lainnya.<\/strong><\/p>\n<p><em>Terminal Mojok merupakan platform User Generated Content (UGC) untuk mewadahi jamaah mojokiyah menulis tentang apa pun. Submit esaimu secara mandiri lewat cara\u00a0<a href=\"https:\/\/mojok.co\/terminal\/kirim-tulisan\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener noreferrer\">ini<\/a>\u00a0ya.<\/em><\/p>\n<p><em>Pernah menulis di Terminal Mojok tapi belum gabung grup WhatsApp khusus penulis Terminal Mojok? Gabung dulu, yuk. Klik link-nya<\/em>\u00a0<em><a href=\"https:\/\/bit.ly\/wamojok\" target=\"_blank\" rel=\"noopener noreferrer\">di sini.<\/a><\/em><\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Kalau ketemu Mas Nadiem, saya bakal usul buat masukin kurikulum pipis yang baik dan benar sekaligus cara menjadi pengguna toilet yang terpuji.<\/p>\n","protected":false},"author":702,"featured_media":10057,"comment_status":"closed","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"_lmt_disableupdate":"","_lmt_disable":"","jnews-multi-image_gallery":[],"jnews_single_post":[],"jnews_primary_category":[],"jnews_override_counter":[],"jnews_post_split":[],"footnotes":""},"categories":[6],"tags":[1032,232],"class_list":["post-75902","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-artikel","tag-etika","tag-toilet"],"modified_by":"Ajeng Rizka","amp_enabled":true,"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/75902","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/users\/702"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=75902"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/75902\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/media\/10057"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=75902"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=75902"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=75902"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}