{"id":75857,"date":"2020-09-11T12:42:42","date_gmt":"2020-09-11T05:42:42","guid":{"rendered":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/?p=75857"},"modified":"2020-09-11T12:43:12","modified_gmt":"2020-09-11T05:43:12","slug":"mencari-alasan-tas-perempuan-isinya-suka-banyak-banget","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/mencari-alasan-tas-perempuan-isinya-suka-banyak-banget\/","title":{"rendered":"Mencari Alasan Tas Perempuan Isinya Suka Banyak Banget"},"content":{"rendered":"<p><span style=\"font-weight: 400;\">Halo, teman-teman sesama perempuan! Pernah nggak iseng nimbang berapa sih berat tas yang sehari-hari kita bawa? Dua kilo? Tiga kilo? Pasti pernah ngerasain pegal di bahu akibat shoulder bag yang berat kan. Maklum, isi tas perempuan umumnya lebih banyak dan lebih kompleks dibanding tas para lelaki.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Sudah bukan rahasia tas perempuan itu penuh barang beraneka rupa. Padahal terbukti, banyak barang yang tidak benar-benar dibutuhkan, namun tetap saja selalu dibawa.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Seorang teman bahkan mengeluh ketika disuruh mengambil barang di dalam tas istrinya. Yang bikin pusing bukannya isi tas yang berantakan, tapi karena ada banyak sekali pouch (kantong). Teman saya bilang, \u201cKenapa sih mesti ada dompet di dalam dompet, dan masih ada dompet lagi di dalamnya? Ribet banget!\u201d<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Saya hanya tertawa karena saya juga termasuk pelaku. Saya sendiri suka bingung ketika buka tas milik sendiri saking banyaknya barang di sana. Sepertinya, nggak ada yang bisa ditinggal di rumah. Semua perlu dibawa.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Nah, berdasarkan hasil ngobrol dengan beberapa perempuan, bisa jadi hal ini terjadi karena beberapa faktor berikut.<\/span><\/p>\n<h4><b>#1 Barang pribadi perempuan lebih banyak daripada lelaki<\/b><\/h4>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Buat sebagian perempuan, keluar rumah hanya membawa dompet dan hape malah bikin resah. Nanti kalau mau pipis terus nggak ada tisu di kamar mandi gimana? Terus kalau tiba-tiba keringetan dan bedaknya luntur gimana?<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Bisa dibilang, beberapa perempuan memang lebih ribet daripada lelaki. Empat dari enam perempuan yang saya ajak ngobrol membenarkan. Indikasinya, barang-barang kebutuhan pribadinya memang lebih banyak.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Tidak hanya dompet uang-kartu dan hape yang menjadi barang wajib dibawa, tisu basah, tisu kering, power bank\/charger, sanitizer, kacamata, kosmetik, ikat rambut, kipas, pembalut, mukena, parfum, sampai minyak angin pun, untuk beberapa perempuan sudah menjadi barang pribadi yang harus-wajib-kudu ada di dalam tas dan dibawa ke mana-mana.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Bandingkan dengan para lelaki yang bisa melenggang kangkung cukup dengan ngantongin dompet dan hape.<\/span><\/p>\n<h4><b>#2 Tempat bertanya para suami<\/b><\/h4>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">\u201cYang\/Buk\/Mah\/Bun, ada sisir? Tisu? Permen? Koin? Korek? Tusuk gigi? Peniti? Karet? Bolpen? Notes? Kartu nama?\u201d<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Para suami menanyakan barang-barang ini karena pernah menemukan semuanya, yang menurut mereka tidak mungkin ada di dalam tas perempuan, eh ternyata kok ada. Misalnya, lagi ngantre bikin SIM terus kelaperan, tiba-tiba sang perempuan mengeluarkan sepotong cokelat dari tas. Atau lagi asyik nonton bioskop sambil ngemil kentang goreng, tiba-tiba sang perempuan dengan santainya mengeluarkan Boncabe.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Jadi, jangan salahkan para suami yang akhirnya menduga isi tas perempuan nggak kalah sama toserba. Dan para istri pun, yang awalnya tidak merasa perlu membawa barang-barang tersebut, akhirnya jadi merasa perlu memasukkan ATK dan lainnya ke tas karena pengalaman pernah ditanya suami mereka.<\/span><\/p>\n<h4><b>#3 Tempat penitipan barang<\/b><\/h4>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Nggak jarang, di luar banyaknya barang pribadi yang dirasa kudu dibawa, masih ada barang-barang lain yang masuk tas perempuan karena dititipkan anggota keluarga yang lain. Contohnya: laptop, obat, tumbler, payung lipat, buku\/majalah\/koran, sampai sedikit belanjaan minimarket.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Dengan banyaknya barang yang masuk tas, jelas diperlukan beragam jenis kontainer untuk membuat barang-barang tersebut rapi-terorganisir. Jadilah tas perempuan dipenuhi dompet, pouch, kantong, atau saku yang sering bikin bingung para lelaki seperti teman saya di awal tadi. Padahal, beberapa barang di dalam tas perempuan ada juga yang titipan suami.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Laman<\/span><a href=\"https:\/\/www.liputan6.com\/fashion-beauty\/read\/2658403\/ini-berat-tas-yang-ideal-untuk-anda\"> <i><span style=\"font-weight: 400;\">Liputan6<\/span><\/i><\/a><span style=\"font-weight: 400;\"> menyadur keterangan Evelyn Haworth kepada <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">She Finds<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\"> yang mengatakan, berat maksimum tas selempang adalah sepuluh persen berat badan pemakainya. Jika diasumsikan berat seorang perempuan adalah 60 kg, tas yang dipakainya tidak boleh lebih berat dari 6 kg. Walau kelihatannya sih nggak mungkin ya sampai seberat itu.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Tapi, coba dipikir, seandainya semua barang dan pernik penting-nggak penting itu masuk semua ke tas perempuan. Bukannya tidak mungkin tas perempuan menjadi seberat itu dengan tanpa disadari.<\/span><a href=\"https:\/\/www.halodoc.com\/artikel\/7-penyebab-utama-frozen-shoulder#:~:text=Halodoc%2C%20Jakarta%20%2D%20Gangguan%20bahu%2C,dapat%20berkembang%20dalam%20beberapa%20fase.\"> <i><span style=\"font-weight: 400;\">Halodoc<\/span><\/i><\/a><span style=\"font-weight: 400;\"> pernah mengulas bahwa sering membawa barang atau tas terlalu berat memungkinkan seseorang mengalami nyeri dan kaku pada area bahu. Keluhan ini disebut frozen shoulder. Nah, bahaya kan\u2026. Jadi, sudah saatnya disadari bahwa tas kita para perempuan bukan kantong ajaib Doraemon.<\/span><\/p>\n<p><strong>BACA JUGA <a href=\"https:\/\/mojok.co\/apk\/rame\/list\/5-tipe-cewek-dilihat-dari-komposisi-isi-tasnya\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener noreferrer\">5 Tipe Cewek Dilihat dari Komposisi Isi Tasnya<\/a> dan tulisan\u00a0<a href=\"https:\/\/mojok.co\/terminal\/author\/dessy-liestiyani\/\">Dessy Liestiyani<\/a>\u00a0lainnya.<\/strong><\/p>\n<div>\n<p><i>Terminal Mojok merupakan platform User Generated Content (UGC) untuk mewadahi jamaah mojokiyah menulis tentang apa pun. Submit esaimu secara mandiri lewat cara<\/i><a href=\"https:\/\/mojok.co\/terminal\/kirim-tulisan\/\"><i>\u00a0ini<\/i><\/a><i>\u00a0ya.<\/i><\/p>\n<p><em>Pernah menulis di Terminal Mojok tapi belum gabung grup WhatsApp khusus penulis Terminal Mojok? Gabung dulu, yuk. Klik link-nya<\/em>\u00a0<em><a href=\"https:\/\/bit.ly\/wamojok\" target=\"_blank\" rel=\"noopener noreferrer\">di sini.<\/a><\/em><\/p>\n<\/div>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Isi tas perempuan kadang bikin terpana. Dari tisu basah, tisu kering, power bank\/charger, sanitizer, kacamata, kosmetik, sampai Boncabe ada!<\/p>\n","protected":false},"author":680,"featured_media":76761,"comment_status":"closed","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"_lmt_disableupdate":"","_lmt_disable":"","jnews-multi-image_gallery":[],"jnews_single_post":[],"jnews_primary_category":[],"jnews_override_counter":[],"jnews_post_split":[],"footnotes":""},"categories":[8],"tags":[8735],"class_list":["post-75857","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-featured","tag-tas-perempuan"],"modified_by":"Prima Sulistya","amp_enabled":true,"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/75857","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/users\/680"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=75857"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/75857\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/media\/76761"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=75857"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=75857"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=75857"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}