{"id":7577,"date":"2019-08-28T10:45:46","date_gmt":"2019-08-28T03:45:46","guid":{"rendered":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/?p=7577"},"modified":"2022-01-24T14:19:42","modified_gmt":"2022-01-24T07:19:42","slug":"emak-emak-pencinta-drakor-vs-emak-emak-anti-drakor","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/emak-emak-pencinta-drakor-vs-emak-emak-anti-drakor\/","title":{"rendered":"Emak-Emak Pencinta Drakor VS Emak-Emak Anti Drakor"},"content":{"rendered":"<p>Zaman yang terus berkembang membuat banyak hal ikut berubah, tidak terkecuali hal-hal yang menjadi penyebab <em>mom war<\/em> alias bahan perdebatan emak-emak. Dulunya, emak-emak tuh kalau <em>gelut<\/em> palingan yang jadi bahan <em>gelutnya<\/em> seputar ASI vs sufor, <em>caesar <\/em>vs lahiran normal, <em>full mom <\/em>vs <a href=\"https:\/\/tirto.id\/dilema-membesarkan-anak-sebagai-ibu-pekerja-cPwx\" target=\"_blank\" rel=\"noopener noreferrer\"><em>working mom<\/em><\/a>, dan hal-hal lainnya yang terkait dengan pola asuh anak.<\/p>\n<p>Akan tetapi, yang terjadi sekarang, bahan <em>gelutnya<\/em> emak-emak sudah semakin kekinian. Hal yang diributkan sudah merambah pada dunia per-drakor-an. Yap, drakor sebagai singkatan dari drama Korea.<\/p>\n<p>Seperti yang kita ketahui bersama, semakin ke sini, <em>trend <\/em><a href=\"https:\/\/mojok.co\/dha\/ulasan\/pojokan\/drama-korea-dan-hallyu-mengubah-pandangan-hidup-saya\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener noreferrer\">demam Korea<\/a> semakin menjadi-jadi. Serangan <em>girlband, boyband<\/em>, dan drama Korea yang melambungkan nama-nama pesohor dari negeri ginseng tersebut membuat anak-anak sampai emak-emak jadi kejang-kejang. Namanya juga sudah demam tinggi kan yah, makanya sampai kejang-kejang.<\/p>\n<p>Jika di beberapa kesempatan kita sering melihat anak-anak atau remaja pencinta hal-hal berbau Korea yang <em>gelut<\/em> sama mereka yang anti bau Korea, maka di linimasa Facebook saya yang sedang <em>hot-hotnya <\/em>terjadi adalah emak-emak pencinta drakor yang <em>gelut<\/em> sama emak-emak anti drakor<em>.<\/em><\/p>\n<p>Emak-emak anti drakor\u2014dan semua hiburan dari Korea\u2014menganggap bahwa nonton drakor itu perbuatan yang sia-sia. Tidak ada gunanya. Buang-buang waktu saja. Soalnya seringkali karena ngedrakor malah jadi lupa mengurus rumah, suami, dan anak. Daripada ngedrakor ya mending mengerjakan pekerjaan rumah. Masak, mencuci, mencuci piring, menyetrika, pokoknya nggak ada waktu buat drakoran. <em>Titik!<\/em><\/p>\n<p>Apalagi drama Korea itu katanya ceritanya cuma gitu-gitu doang, cerita cinta menye-menye atau cerita kehidupan yang penuh drama. Daripada ngedrakor, mending meresapi drama hidup sendiri yang ceritanya tentu tidak kalah dramatis dari drama Korea. <em>Hmm<\/em><\/p>\n<p>Melihat unggahan beraroma <em>gelut<\/em> dari emak-emak pencinta drakor dan anti drakor, saya sampai takjub sendiri. Emak-emak sungguh sudah sangat maju dalam banyak hal, termasuk bahan <em>gelut<\/em>. <em>haha.<\/em> Bosan juga kali yah <em>gelut<\/em> karena hal yang itu lagi itu lagi. <em>basi tauk~<\/em><\/p>\n<p>Lalu, sebagai perempuan yang juga sudah menjadi emak-emak, bagaimana tanggapan saya tentang per-<em>gelut<\/em>-an mereka? Sebentar, izinkan saya tarik napas dulu, baca unggahan dan komentar <em>gelut<\/em> mereka lumayan bikin sesak napas soalnya, hahahah.<\/p>\n<p>Oke sekarang saya siap. Jadi begini, saya sendiri sebenarnya bukan pencinta drakor, <em>girlband, <\/em>atau pun <em>boyband<\/em> Korea. <em>Girlband <\/em>dan <em>boyband<\/em> yang saya tahu cuma ada beberapa nama\u2014nama <i>girlband <\/i>dan <em>boyband<\/em>-nya, bukan nama setiap personilnya\u2014drakor pun begitu, saya bukan pencinta drakor. Saya cuma pernah nonton beberapa judul, itu pun sudah sangat lama sekali, terakhir saya nonton drakor sekitar tahun 2011 atau 2012\u2014kalau tidak salah.<\/p>\n<p>Meskipun saya bukan pencinta drakor, tapi saya tetap tidak setuju kalau hobi ngedrakor dianggap sebagai sesuatu yang buang-buang waktu atau tidak ada gunanya. Anggapan bahwa emak-emak itu tugasnya hanya mengurus rumah, anak, dan suami jelas saja adalah sesuatu yang keliru\u2014menurut saya. Bagaimanapun, yang namanya emak-emak itu juga manusia. Namanya manusia kan juga butuh istirahat dan hiburan. Adapun hiburan apa yang dipilih, terserah mereka dong. <em>Lha wong<\/em> anak dan suaminya oke-oke saja, kok yah malah situ yang heboh sendiri?<\/p>\n<p>Menganggap apa yang dipilih sebagai sesuatu yang jauh lebih baik dibanding pilihan orang lain sering kali memang membuat bakat-bakat julid yang selama ini terpendam, akhirnya jadi begitu gampang diluapkan. Padahal, bukan tidak mungkin emak-emak yang selalu ngedrakor itu manajemen waktunya lebih oke daripada situ-situ yang nyinyir. Mereka ngedrakor setelah semua urusan rumah tangga kelar. Makanan siap, rumah rapi, anak dan suami aman terkendali, baru deh ngedrakor.<\/p>\n<p>Satu lagi, meskipun saya tidak begitu banyak menonton drakor, tapi sependek pengetahuan saya, drama Korea itu bukan cuma cerita cinta-cintaan yang menye-menye doang. Saya pernah menonton drakor yang judulnya Jewell In The Palace, drakor ini temanya tentang sejarah dan budaya Korea zaman Dinasti Joseon. Nonton drakor Jewell In The Palace tuh lumayan nambah pengetahuan tentang kehidupan kerajaan di Korea. Ada info tentang masakan Korea, obat-obatan ala kerajaan Korea, kisah perjuangan tokoh utamanya yang adalah tabib atau dokter kerajaan wanita pertama di Korea juga sangat inspiratif. Nah, jadi kalau ada yang bilang drakor itu cerita cinta menye-menye doang, sepertinya dia kurang informasi saja sih sebenarnya.<\/p>\n<p>Eh, tapi kadang ada emak-emak anti drakor\u2014yang kurang informasi tentang dunia drakor\u2014pas dikasih tahu, dikiranya malah kita mau \u201cngeracunin\u201d buat ngedrakor, padahal kan kita cuma mau memberi tahu apa yang sebenarnya. Perkara dia mau ikutan suka ngedrakor atau tidak, ya terserah. Tidak ada paksaan kok.<\/p>\n<p>Jadi, buat emak-emak yang anti-drakor, tidak suka ngedrakor itu hak kalian, bebas lah mau suka atau tidak suka\u2014sama hal apa pun. Sebagai manusia, perbedaan selera itu wajar, yang tidak wajar itu kalau nyinyirin selera orang lain. Orang lain bisa menerima selera situ, kok situ yang sensi sama selera orang lain? Kalau nggak disenggol tuh harusnya jangan nyenggol orang lain lah.<\/p>\n<p>Bagaimanapun, merawat kedamaian itu lebih asyik loh daripada memupuk keributan. Hidup itu lebih seru untuk banyak-banyakin teman daripada banyak-banyakin nyinyir<em>.<\/em><\/p>\n<p>Buat emak-emak pencinta drakor, kalau ada yang nyinyir mending ditanggapi dengan guyonan aja lah yhaaa. Jangan mau terpancing untuk ikutan <em>gelut<\/em>. Daripada buang-buang waktu untuk <em>gelut<\/em>, mending maraton ngedrakor. <em>Betul tidak? hehe\u00a0<\/em>(*)<\/p>\n<p>BACA JUGA\u00a0<a class=\"link link--forsure\" href=\"https:\/\/mojok.co\/terminal\/terima-kasih-untuk-drama-korea\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener noreferrer\">Terima Kasih Untuk Drama Korea<\/a> atau tulisan <a href=\"https:\/\/mojok.co\/terminal\/author\/utamy-ningsih\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener noreferrer\">Utamy Ningsih<\/a>\u00a0lainnya.<\/p>\n<p>Terminal Mojok merupakan platform User Generated Content (UGC) untuk mewadahi jamaah mojokiyah menulis tentang apa pun. Submit esaimu secara mandiri lewat cara\u00a0<a href=\"https:\/\/mojok.co\/terminal\/kirim-tulisan\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener noreferrer\">ini<\/a>\u00a0ya.<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Di linimasa Facebook saya yang sedang hot-hotnya terjadi adalah emak-emak pencinta drakor yang gelut sama emak-emak anti drakor.<\/p>\n","protected":false},"author":69,"featured_media":11366,"comment_status":"closed","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"_lmt_disableupdate":"","_lmt_disable":"","jnews-multi-image_gallery":[],"jnews_single_post":[],"jnews_primary_category":[],"jnews_override_counter":[],"jnews_post_split":[],"footnotes":""},"categories":[13118],"tags":[383,1293,622,2878,1178,2642,1134],"class_list":["post-7577","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-serial","tag-curhat","tag-drama-korea","tag-emak-emak","tag-gosip-tetangga","tag-kpop","tag-nyinyiran","tag-sinetron"],"modified_by":"Ibil S Widodo","amp_enabled":true,"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/7577","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/users\/69"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=7577"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/7577\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/media\/11366"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=7577"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=7577"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=7577"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}