{"id":75752,"date":"2020-09-12T12:17:55","date_gmt":"2020-09-12T05:17:55","guid":{"rendered":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/?p=75752"},"modified":"2020-09-12T12:17:55","modified_gmt":"2020-09-12T05:17:55","slug":"kok-bisa-detective-conan-tetap-ditunggu-penggemar-ceritanya-monoton-gitu","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/kok-bisa-detective-conan-tetap-ditunggu-penggemar-ceritanya-monoton-gitu\/","title":{"rendered":"Kok Bisa Detective Conan Tetap Ditunggu Penggemar? Ceritanya Monoton Gitu"},"content":{"rendered":"<p><span style=\"font-weight: 400;\">Sebagai penggemar <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">Detective Conan<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\">, saya selalu antusias menantikan komik dan movie terbaru yang rilis setiap periode tertentu. Saya nggak peduli kata penggemar anime lain tentang betapa membosankannya alur manga ini.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Ya, emang sih, saya nggak bisa mengelak dan menyadari alur cerita <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">Detective Conan<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\"> dari awal hingga saat ini gitu-gitu aja. Bagi sebagian orang, emang membosankan banget. Bahkan bisa jadi beberapa penggemarnya juga bosen.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Alurnya kurang lebih begini: Conan, Ran, Kogoro Mouri (kadang disertai kelompok detektif cilik, Heiji Hattori, dan Kazuha) sedang jalan-jalan atau dapat undangan berkunjung ke suatu tempat. Terus, pasti deh di tempat yang mereka tuju ada kasus pembunuhan. Selalu. Kan, aneh, ya.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Kemudian Ran melihat korban yang sudah bersimbah darah. Ran akan berteriak dengan sangat keras, \u201cKyaaa!!!\u201d<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Terus Conan, Kogoro Mouri, dan orang lain bakal segera menuju ke lokasi Ran berteriak. Polisi datang lalu melakukan investigasi bersama. Kogoro mulai mengeluarkan deduksi ngawur, sedangkan Conan merasa ada yang janggal.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Beberapa saat setelahnya, Conan mencari petunjuk sekaligus barang bukti, sampai bisa memecahkan teka-teki kasusnya. Lalu ditutup dengan Conan membius Kogoro Mouri.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Dari dulu selalu saja begitu.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Bosan dengan alur cerita yang gitu-gitu aja? Iya, ada masanya merasa bosan. Berhenti untuk membaca kelanjutannya? Hm, tetap saja sulit.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Buktinya, sampai saat ini penggemar <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">Detective Conan<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\"> masih bertahan. Bahkan, mungkin jumlahnya semakin banyak dari tahun-tahun sebelumnya.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Di luar alur template, sebenarnya Gosho Aoyama dan tim kreatif <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">Detective Conan<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\"> masih menambah karakter, organisasi baru, juga mengembangkan alur cerita yang menarik kok. Perkembangan itu biasanya merupakan lanjutan dari teka-teki lama yang sudah bertahun-tahun bikin penggemar penasaran. Ini beberapa di antaranya.<\/span><\/p>\n<h4><b>#1 Akhirnya Shinichi mengutarakan perasaannya kepada Ran di London<\/b><\/h4>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Ini salah satu cerita yang bikin penggemar <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">Detective Conan<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\"> ikut-ikutan gemes sekaligus kesel. Lah gimana, dari awal sampai chapter Shinichi nembak Ran, kami semua tahu mereka ini saling suka. Tinggal peresmian aja, kapan satu sama lain sadar dan menyatakan perasaannya gitu. Mereka berdua sama-sama sering bilang suka, kangen, sayang, sih. Tapi, dikatakannya dalam hati masing-masing. Hadeh banget.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Nah, di London, akhirnya Shinichi menjelaskan perasaannya ke Ran dalam kondisi sadar. Akhirnya ya! Setelah lama ditunggu-tunggu lho, Pak Gosho!<\/span><\/p>\n<h4><b>#<\/b><b>2 Beberapa episode terbaru lebih banyak menyinggung Organisasi Hitam<\/b><\/h4>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Kehadiran Organisasi Hitam di chapter awal hanya sekelebat, sekadar numpang lewat. Part ini bikin penggemar sangat penasaran sehingga betah ngikutin <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">Detective Conan<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\">. Untunglah, beberapa chapter terbaru mulai blak-blakan menunjukkan orang dari Organisasi Hitam. Bahkan yang membuat menarik, alur cerita mulai tidak biasa dan sulit ditebak. Cenderung makin seru karena satu per satu puzzle lama tentang Organisasi Hitam mulai ditemukan.<\/span><\/p>\n<h4><b>#<\/b><b>3 Keterlibatan FBI, CIA, dan agen rahasia kepolisian Jepang membuat alur cerita semakin menarik<\/b><\/h4>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Kemunculan Shuichi Akai, Jodie Starling, dan James Black dari FBI sejak awal sudah memberi warna tersendiri di serial <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">Detective Conan<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\">. Dengan terlibatnya beberapa anggota CIA dan Tooru Amuro (Rei Furuya) dari agen rahasia kepolisian Jepang dalam perburuan Organisasi Hitam dengan berbagai kepentingan mereka, cerita <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">Detective Conan<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\"> semakin penuh aksi dan tidak terbatas pada template kasus pembunuhan tadi.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Ingat cerita ledakan di kereta yang melibatkan Subaru (Shuichi Akai), Bourbon (Rei Furuya), Conan, Vermouth, Organisasi Hitam, dan Yukiko Kudo yang juga ikutan menyamar? Episode itu wagelaseh.<\/span><\/p>\n<h4><b>#<\/b><b>4 Keterlibatan Kaito Kid atau Heiji Hattori selalu bikin mangkel Shinichi\/Conan, tapi sangat membantu<\/b><\/h4>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Motif pembunuhan dan alibi berbeda-beda dari setiap pelaku membuat cerita <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">Detective Conan<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\"> menarik. Namun, yang menjadikan keseluruhan cerita dan konfliknya lebih berwarna adalah tokoh pendukung seperti Kaito Kid dan Heiji Hattori.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Pada dasarnya trio Kudo-Hattori-Kaito ini senang bersaing dan saling bikin mangkel. Tapi, adanya kesamaan visi dan misi bikin mereka juga sering saling membantu.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Entah kapan dan bagaimana cerita <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">Detective Conan<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\"> akan berakhir. Sampai saat ini yang tersedia cuma beberapa teori ending dari fanbase. Konon, cerita <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">Detective Conan<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\"> tidak akan tamat selama masih ada pembaca setianya. Tapi, ini juga spekulasi dari fanbase.<\/span><\/p>\n<p><strong>BACA JUGA <a href=\"https:\/\/mojok.co\/terminal\/5-profesi-yang-cocok-untuk-shinichi-kudo-semisal-ia-tinggal-di-indonesia\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener noreferrer\">5 Profesi yang Cocok untuk Shinichi Kudo Semisal Ia Tinggal di Indonesia<\/a> dan tulisan\u00a0<a href=\"https:\/\/mojok.co\/terminal\/author\/setowicaksono\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener noreferrer\">Seto Wicaksono<\/a>\u00a0lainnya.<\/strong><\/p>\n<p><em>Terminal Mojok merupakan platform User Generated Content (UGC) untuk mewadahi jamaah mojokiyah menulis tentang apa pun. Submit esaimu secara mandiri lewat cara\u00a0<a href=\"https:\/\/mojok.co\/terminal\/kirim-tulisan\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener noreferrer\">ini<\/a>\u00a0ya.<\/em><\/p>\n<p><em>Pernah menulis di Terminal Mojok tapi belum gabung grup WhatsApp khusus penulis Terminal Mojok? Gabung dulu, yuk. Klik link-nya<\/em>\u00a0<em><a href=\"https:\/\/bit.ly\/wamojok\" target=\"_blank\" rel=\"noopener noreferrer\">di sini.<\/a><\/em><\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Bahkan penggemar aja mengakui, cerita Detective Conan terlalu template. Tapi, chapter belakangan lumayan seru sebenernya.<\/p>\n","protected":false},"author":24,"featured_media":76963,"comment_status":"closed","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"_lmt_disableupdate":"","_lmt_disable":"","jnews-multi-image_gallery":[],"jnews_single_post":[],"jnews_primary_category":[],"jnews_override_counter":[],"jnews_post_split":[],"footnotes":""},"categories":[6],"tags":[6239,4110,4109],"class_list":["post-75752","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-artikel","tag-detective-conan","tag-komik","tag-manga"],"modified_by":"Prima Sulistya","amp_enabled":true,"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/75752","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/users\/24"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=75752"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/75752\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/media\/76963"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=75752"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=75752"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=75752"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}