{"id":75617,"date":"2020-09-08T06:11:39","date_gmt":"2020-09-07T23:11:39","guid":{"rendered":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/?p=75617"},"modified":"2020-09-07T19:14:28","modified_gmt":"2020-09-07T12:14:28","slug":"kemenangan-film-parasite-sama-saja-tamparan-untuk-pengangguran","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/kemenangan-film-parasite-sama-saja-tamparan-untuk-pengangguran\/","title":{"rendered":"Kemenangan Film Parasite Sama Saja Tamparan untuk Pengangguran"},"content":{"rendered":"<p><span style=\"font-weight: 400;\">Melihat berjayanya film Parasite dengan menyabet 4 piala Oscar tentu menjadi angin segar terutama bagi mereka yang berkecimpung di dunia perfilman Asia. Ini menunjukkan bahwa orang-orang Asia karyanya tidak kalah dengan orang-orang Amerika dan Eropa.\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Walau bukan yang pertama kali menyabet Oscar dari Asia, Parasite berhasil membuka kotak yang tertutup rapat bernama \u201ckategori film terbaik\u201d. Kategori ini biasanya cuma dimenangkan oleh karya-karya Eropa dan Amerika.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Tapi mari lupakan hingar bingar soal keberhasilan membanggakan ini. Saya ingin mengajak Anda semua untuk merenung, bahwa di tengah hiruk-pikuk pujian, ada sebuah tamparan keras nan menyakitkan. Terutama bagi Anda yang sedang berproses menuju sebuah gelar yang disebut \u201cpengangguran\u201d.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Ya, film Parasite jika dilihat dari sudut pandang seorang pengangguran adalah karya yang bajingan.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Sebuah gambaran yang menunjukkan betapa jadi pengangguran itu sulit dan rumit. Ini seperti apa yang disampaikan kawan saya, sebut saja Dodo. Dodo adalah teman saya yang telah lulus S-1 setahun lebih dahulu dari saya. Setelah nonton film Parasite ia ngedumel,<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">&#8220;Apa karena aku nganggur ya, kok film Parasite ini aku nangkepnya tentang pengangguran?&#8221;<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Seminggu setelah tayang dan akhirnya banyak review bermunculan, Dodo menanggapi,<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">&#8220;Orang-orang heboh menerjemahkan mulai dari kemiskinan, sotar-satir, kritik sosial, sampai apalah itu. Padahal simpel menilainya, itu film buat pengangguran.&#8221; Saya penasaran kenapa Dodo ngotot soal unsur pengangguran.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Dodo menjelaskan bahwa gambaran kehidupan yang ditampilkan melalui keluarga Kim Gi-taek sudah dengan jelas menunjukkan bahwa film Parasite = film tentang pengangguran.\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Semua kejahatan, kekonyolan dan berbagai ironi yang ada di plot, berawal dari satu hal, tidak adanya pekerjaan alias nganggur.\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">&#8220;Pengangguran ya kayak di film Parasite itu. Punya ijazah S-1 kayak aku aja susahnya minta ampun nyari kerjaan. Apalagi nih ya, kalau lawannya orang dalam. Pengangguran kaya aku ini bakal jadi sampah.&#8221;<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Tidak sulit sebenarnya menilik sudut pandang pengangguran yang menjadi konstruksi utama dalam film Parasite. Seperti yang disampaikan sang sutradara, Bong Joon Ho. Ia mengutip kalimat sutradara Martin Scorsese dalam pidato kemenangannya sebagai sutradara terbaik di Oscar, &#8220;Yang paling pribadi adalah yang paling kreatif.&#8221;<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Parasite dibuat begitu dekat dengan kita semua. Terkhusus seperti yang apa Dodo bilang tentang film ini, pengangguran. Masalah pengangguran sama halnya dengan masalah kemiskinan. Tidak ada negara yang bisa terbebas dari dua masalah tersebut. Film Parasite hadir dengan pendekatan yang begitu lekat dengan semua orang, mulai dari ketimpangan sosial, pembunuhan, pengangguran, dan kemiskinan.\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Tentunya tidak hanya masyarakat Korea Selatan saja yang bisa mencerna tema besar tersebut. Permasalahan di dalamnya bersifat universal dan hadir di mana pun tanpa memandang suku, ras, atau agama.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Berhasilnya film Parasite menggondol 4 piala Oscar akhirnya menjadi bahan diskusi saya dengan Dodo hari ini. Saya kemudian memberitahukan hal tersebut dan begini jawaban Dodo.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">&#8220;Ya bagus, makin banyak menang penghargaan, makin keras tamparannya untuk semua orang. Nyari kerja susah, orang dalam di mana-mana. Yang kaya makin kaya, yang miskin makin miskin, penipu makin banyak. Parasite menang Oscar, pengangguran keras tertampar!&#8221;<\/span><\/p>\n<p><em>Sumber gambar: <a href=\"https:\/\/www.youtube.com\/watch?v=SEUXfv87Wpk\" target=\"_blank\" rel=\"noopener noreferrer\">YouTube Madman Films<\/a><\/em><\/p>\n<p><strong>BACA JUGA <a href=\"https:\/\/mojok.co\/terminal\/forrest-gump-adalah-gambaran-sempurna-kesetiaan-dan-optimisme-yang-menjengkelkan\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener noreferrer\">Forrest Gump adalah Gambaran Sempurna Kesetiaan dan Optimisme yang Menjengkelkan<\/a> dan artikel\u00a0<a href=\"https:\/\/mojok.co\/terminal\/author\/faridhermawan\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener noreferrer\">M. Farid Hermawan<\/a>\u00a0lainnya.<\/strong><\/p>\n<p><em>Terminal Mojok merupakan platform User Generated Content (UGC) untuk mewadahi jamaah mojokiyah menulis tentang apa pun. Submit esaimu secara mandiri lewat cara\u00a0<a href=\"https:\/\/mojok.co\/terminal\/kirim-tulisan\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener noreferrer\">ini<\/a>\u00a0ya.<\/em><\/p>\n<p><em>Pernah menulis di Terminal Mojok tapi belum gabung grup WhatsApp khusus penulis Terminal Mojok? Gabung dulu, yuk. Klik link-nya<\/em>\u00a0<em><a href=\"https:\/\/bit.ly\/wamojok\" target=\"_blank\" rel=\"noopener noreferrer\">di sini.<\/a><\/em><\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Yang kaya makin kaya, yang miskin makin miskin, penipu makin banyak. Film Parasite menang Oscar, pengangguran makin keras tertampar.<\/p>\n","protected":false},"author":34,"featured_media":75871,"comment_status":"closed","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"_lmt_disableupdate":"","_lmt_disable":"","jnews-multi-image_gallery":[],"jnews_single_post":[],"jnews_primary_category":[],"jnews_override_counter":[],"jnews_post_split":[],"footnotes":""},"categories":[6],"tags":[30,773],"class_list":["post-75617","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-artikel","tag-film-korea","tag-review-film"],"modified_by":"Ajeng Rizka","amp_enabled":true,"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/75617","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/users\/34"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=75617"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/75617\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/media\/75871"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=75617"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=75617"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=75617"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}