{"id":75315,"date":"2020-09-08T06:01:03","date_gmt":"2020-09-07T23:01:03","guid":{"rendered":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/?p=75315"},"modified":"2020-09-08T11:07:49","modified_gmt":"2020-09-08T04:07:49","slug":"teman-saya-mengira-oxygen-absorber-adalah-topping-bakpia-kukus","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/teman-saya-mengira-oxygen-absorber-adalah-topping-bakpia-kukus\/","title":{"rendered":"Teman Saya Mengira Oxygen Absorber Adalah Topping Bakpia Kukus"},"content":{"rendered":"<p><span style=\"font-weight: 400;\">Mungkin selama ini kita tidak memperhatikan bahwa beberapa makanan menggunakan pengawet yang tidak tercampur langsung dalam makanan. Ada makanan yang menggunakan oxygen absorber, penyerap udara yang mencegah makanan cepat berjamur. Kalau nggak berpengalaman tentang hal ini bisa bahaya.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Satu peristiwa lucu terjadi saat saya masih kuliah di kota Jember. Ketika jeda kuliah agak panjang saya dan seorang teman kampus memutuskan untuk pulang ke kos untuk sekadar berleyeh-leyeh sebentar, menunggu jam kuliah berikutnya. Kemudian seorang teman kos yang baru pulang dari Jogja menawari kami bakpia kukus.\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">\u201cBungkusnya bagus ya, Sa?\u201d\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Teman saya membolak-balik bakpia kukus yang dibungkus plastik transparan, sementara saya membereskan bekas makan. Ia membuka bakpia yang sedari tadi dibolak balik. Kemudian saya pergi ke dapur untuk mencuci piring. Sekitar 3 menit kemudian saya kembali ke kamar.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">\u201cRasanya unik sa, cobaen.\u201d\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Kata teman sayaa berkata sambil mengunyah bakpia yang di tangannya hanya tinggal setengah.\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">\u201cSa, ternyata ini ditaburin diatasnya\u201d\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Ia menunjukkan bungkus plastik kecil berukuran 3&#215;3 cm dan berwarna putih dengan garis-garis biru. Tadinya bungkus kecil tersebut terletak di luar bakpia kukus , isinya adalah serbuk kehitam-hitaman. Saat itu dia belum tahu kalau itu adalah oxygen absorber.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Saya sebenarnya sedikit ragu saat dia menaburkan serbuk dalam sachet itu ke atas bakpia kukus. Lha wong saya biasa melihat bungkus kecil seperti itu di kardus-kardus sepatu baru. Tapi melihat ia makan bakpia bertabur toping kehitam-hitaman dengan lahap dan tampak menyakinkan, terbesit sedikit rasa percaya juga.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Teman saya masih kekeh nyuruh saya makan bakpianya. Dia kelihatan doyan banget, entah karena lapar atau memang enak. Saya kemudian berniat memakan bakpia kukus tersebut. Tapi belum sampai saya membuka dan memperhatikan bungkusnya, tiba-tiba teman saya berteriak,<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">\u201cYa Allah sa, TIDAK UNTUK DIMAKAN\u201d.\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Saya tersentak kaget. Ternyata setelah bakpia kukus itu masuk ke perut, teman saya baru membaca keterangan yang tertera di balik bungkus plastik berukuran 3&#215;3 cm tadi. Saya tergesa-gesa melihatnya. Dengan segenap rasa kaget, dan kasihan atau lebih tepatnya ingin menertawakan, saya pun membaca tulisan \u201cTidak Untuk Dimakan\u201d kemudian ada tulisan lagi di bawahnya \u201cOxygen Absorber\u201d.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Menurut hasil browsing yang telah saya lakukan, oxygen absorber adalah penyerap oksigen yang dikemas dalam bentuk sachet kecil. Berfungsi untuk mempertahankan kualitas produk pangan dalam kemasan agar tetap segar seperti saat baru diproduksi. Benda ini berfungsi untuk menghindarkan makanan dari\u00a0 kerusakan yang diakibatkan oleh paparan oksigen. Paparan oksigen dapat menyebabkan oksidasi makanan dan munculnya bakteri maupun jamur.\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Oxygen absorber dibuat dengan serbuk besi dan katalis yang menjadi aktif ketika lingkungan sekitar lembab. Sebenarnya pengawet jenis ini sangat aman digunakan, non toxic, tapi tidak untuk dikonsumsi. Jika tidak sengaja termakan, benda ini bisa menimbulkan bahaya tersedak karena strukturnya yang berupa serbuk. Lagian ini bukan makanan woy, kasihan perutnya di-PHP.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Bagi kalian yang pernah tidak sengaja memakan oxygen absorber karena saking excited-nya kayak teman saya, tenang, zat ini ternyata nggak bikin keracunan kok. Tapi ya tolong lah, jangan dijadikan topping bakpia kukus juga. Masih banyak bahan makanan lain kayak meses, gula pasir, atau kental manis yang bisa dilahap bareng bakpia kukus.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Jadi, biarlah pengalaman makan oxygen absorber itu milik teman saya seorang. Mengingatnya saja mungkin membuatnya malu hingga merasa betapa naifnya kami ketika itu. Hmmm, dasar manusia, apa-apa dimakan.<\/span><\/p>\n<p><strong>BACA JUGA <a href=\"https:\/\/mojok.co\/terminal\/pengangguran-terjadi-bukan-karena-keadaan-tapi-faktor-gengsi\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener noreferrer\">Pengangguran Terjadi Bukan karena Keadaan, tapi Faktor Gengsi<\/a>\u00a0dan artikel\u00a0<a href=\"https:\/\/mojok.co\/terminal\/author\/elisa-erni\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener noreferrer\">Elisa Erni<\/a>\u00a0lainnya.<\/strong><\/p>\n<p><em>Terminal Mojok merupakan platform User Generated Content (UGC) untuk mewadahi jamaah mojokiyah menulis tentang apa pun. Submit esaimu secara mandiri lewat cara\u00a0<a href=\"https:\/\/mojok.co\/terminal\/kirim-tulisan\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener noreferrer\">ini<\/a>\u00a0ya.<\/em><\/p>\n<p><em>Pernah menulis di Terminal Mojok tapi belum gabung grup WhatsApp khusus penulis Terminal Mojok? Gabung dulu, yuk. Klik link-nya<\/em>\u00a0<em><a href=\"https:\/\/bit.ly\/wamojok\" target=\"_blank\" rel=\"noopener noreferrer\">di sini.<\/a><\/em><\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Satu peristiwa lucu terjadi saat saya masih kuliah di kota Jember, teman saya mengira bahwa oxygen absorber adalah topping bakpia kukus.<\/p>\n","protected":false},"author":984,"featured_media":75862,"comment_status":"closed","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"_lmt_disableupdate":"","_lmt_disable":"","jnews-multi-image_gallery":[],"jnews_single_post":[],"jnews_primary_category":[],"jnews_override_counter":[],"jnews_post_split":[],"footnotes":""},"categories":[6],"tags":[438,599],"class_list":["post-75315","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-artikel","tag-kuliner","tag-nostalgia"],"modified_by":"Ajeng Rizka","amp_enabled":true,"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/75315","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/users\/984"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=75315"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/75315\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/media\/75862"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=75315"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=75315"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=75315"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}