{"id":75116,"date":"2020-09-06T07:24:57","date_gmt":"2020-09-06T00:24:57","guid":{"rendered":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/?p=75116"},"modified":"2020-09-04T21:25:26","modified_gmt":"2020-09-04T14:25:26","slug":"4-buku-yang-pasti-direkomendasikan-kepada-maba-filsafat","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/4-buku-yang-pasti-direkomendasikan-kepada-maba-filsafat\/","title":{"rendered":"4 Buku yang Pasti Direkomendasikan kepada Maba Filsafat"},"content":{"rendered":"<p>Masuk jurusan filsafat, untuk orang yang sebelumnya nggak hobi baca, bagai masuk ke sebuah jurang tanpa dasar yang gelap gulita. Ketika meraba-raba dalam keadaan gelap, tiba-tiba ada yang menyalakan korek api untuk diri saya. Cahaya ini adalah manifestasi dari beberapa orang yang selalu mbisiki, \u201cini panduan bacaan agar kamu menyukai membaca buku secara terpaksa\u201d.<\/p>\n<p>Bisikan-bisikan ini seakan merasuki saya dari maba yang nggak tahu apa-apa, sampai sekarang\u2014yang tetap nggak tahu apa-apa. Mulai dari kawan, (beberapa) dosen, (beberapa) petugas akademik, kakak tingkat, hingga Yu Par seakan memberikan energi lebih agar saya doyan membaca.<\/p>\n<p>Rekomendasi bacaan ini pun nggak berisi buku-buku berat. Perlahan namun pasti. Ibaratnya, saya diberikan semacam \u201ckiat-kiat\u201d guna masuk ke dalam lembah filsafat yang kadang basah, kadang tandus.<\/p>\n<p>Nah, menengok aktivitas akademika sekarang dilakukan secara daring, maka saya akan memberikan beberapa rekomendasi bacaan yang biasanya diberikan kepada maba filsafat.<\/p>\n<p>Mungkin rekomendasi ini nggak mewakili jurusan filsafat yang sebenarnya, karena bisa jadi nggak relevan dengan kurikulum saat ini. Kenapa saya kasih rekomendasi ini mesti belum tentu relevan dengan kurikulum? Karena saya memulai mengenal filsafat layaknya petugas POM melayani pengguna jasanya, alias mulai dari nol.<\/p>\n<h4><strong>Dunia Sophie karya Jostein Gaarder<\/strong><\/h4>\n<p>Selama ospek tingkat universitas, seseorang kaget mengetahui saya dari fakultas filsafat. Ia mengatakan, \u201cceritain Sofies Verden, dong!\u201d saya hanya bisa mbatin, \u201chah? Seri terbaru Narnia, po?\u201d<\/p>\n<p>Kemudian, ketika ospek fakultas, kakak tingkat saya yang juga bertugas sebagai pendamping, mengatakan begini, \u201cpertama-tama coba baca dulu Dunia Sophie. Enak banget belajar filsafat dari sana. Kalian yang nggak suka, saya yakin bakalan jadi suka. Yang sudah suka, jadi makin suka.\u201d<\/p>\n<p>Minggu pertama kuliah, kawan-kawan saya satu angkatan nyincing-nyincing buku ini kemana-mana. Saya curiga, jangan-jangan ketika nyetir motor, mereka juga sambil baca buku ini. Saya pun nggak mau kalah, mencari di Facebook, toko buku bekas, saya menemukan buku ini dengan harga 40 ribu. Terbilang mahal menengok rumah saya Imogiri, kampus saya di Depok dan motor saya Scoopy. 40 ribu itu Bensin 3 hari, Bos!<\/p>\n<p>Dari buku ini saya seakan diajak menjelajahi sebuah dunia baru. Yang biasanya baca komik dan pol mentok novelnya Enny Arrow, saya diajak menjelajah kepada sebuah dunia yang benar-benar baru. Ya, dunianya si Sophie. Dirinya yang selalu penasaran. Dirinya yang gemar bertanya tentang banyak hal. Untung saja Sophie nggak terlahir di jaman sekarang. Alih-alih dijuluki filsuf cilik, Sophie malah dikatain si kepo.<\/p>\n<p>Tapi rekomendasi bacaan ini amat worth-it bagi kalian\u2014maba filsafat\u2014yang masih asing mengenai dunia filsafat yang super wangun ini. Kalian bakal dibawa secara darmawisata filsafati oleh Sophie Amundsend, Hilde M\u00f8ller Knag dan Alberto Knox dari mulai zaman Yunani kuno hingga sekarang ini.<\/p>\n<h4><strong>Pengantar Filsafat karya Louis O. Kattsoff<\/strong><\/h4>\n<p>Buku ini adalah buku wajib lainnya bagi mahasiswa baru filsafat. Banyak mata kuliah awal-awal yang banyak merujuk kepada buku yang satu ini. Ya, bisa diibaratkan, jika Dunia Sophie diperas dan pereteli fantasi dan alur ceritanya, maka jadilah buku yang satu ini. Saran saya, jika mau beli buku ini, beli di Social Agency saja. Ketika itu, empat tahun yang lalu, saya dapat potongan diskon yang lumayan dari sana.<\/p>\n<h4><strong>Pengantar Filsafat karya Ali Maksum<\/strong><\/h4>\n<p>Semisal buku Dunia Sophie diperas alur ceritanya jadi Pengantar Filsafat karyanya Kattsoff, maka jika buku itu diperas lagi, maka jadilah buku ini. Saya nggak mengatakan buku ini kering ilmu lho, ya.<\/p>\n<p>Walau kesannya seperti buku RPUL versi filsafat, tapi buku ini sangat membantu saya. Tapi, jika boleh jujur, walau direkomendasikan oleh beberapa orang, kalau mau serius menekuni filsafat jangan cepat puas dengan membaca buku ini. Lalu bagaimana? Buka daftar pustaka, jelajahi buku-buku yang dikutip oleh buku ini. Niscaya, Jimmy Neutron bakal minder dan ganti nama jadi Jimmy Primagama.<\/p>\n<h4><strong>Buku-buku karya Dosen<\/strong><\/h4>\n<p>Kalau ini kayaknya pasti ada di setiap jurusan ya. Enaknya, buku-buku ini selalu tersedia di perpustakaan. Ketika ada yang bingung, tinggal tanya saja lha wong yang ngajar itu pengarang bukunya. Walau begitu, beberapa dosen masih sering menyarankan untuk membaca modul buatannya. Bukannya apa-apa, soalnya, buku karangan blio ini belum naik cetak dan masih berbentuk sebuah modul.<\/p>\n<p><strong>BACA JUGA\u00a0<a href=\"https:\/\/mojok.co\/terminal\/semisal-tim-sepak-bola-indonesia-menggunakan-konsep-nama-seperti-di-j-league\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener noreferrer\">Semisal Tim Sepak Bola Indonesia Menggunakan Konsep Nama Seperti di J. League<\/a>\u00a0dan tulisan\u00a0<a href=\"https:\/\/mojok.co\/terminal\/author\/gusti-aditya\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener noreferrer\">Gusti Aditya<\/a>\u00a0lainnya.<\/strong><\/p>\n<p><em>Terminal Mojok merupakan platform User Generated Content (UGC) untuk mewadahi jamaah mojokiyah menulis tentang apa pun. Submit esaimu secara mandiri lewat cara\u00a0<a href=\"https:\/\/mojok.co\/terminal\/kirim-tulisan\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener noreferrer\">ini<\/a>\u00a0ya.<\/em><\/p>\n<p><em>Pernah menulis di Terminal Mojok tapi belum gabung grup WhatsApp khusus penulis Terminal Mojok? Gabung dulu, yuk. Klik link-nya<\/em>\u00a0<em><a href=\"https:\/\/bit.ly\/wamojok\" target=\"_blank\" rel=\"noopener noreferrer\">di sini.<\/a><\/em><\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Nah, menengok perkuliahan sekarang dilakukan secara daring, maka saya akan memberikan rekomendasi bacaan untuk maba filsafat.<\/p>\n","protected":false},"author":130,"featured_media":67699,"comment_status":"closed","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"_lmt_disableupdate":"","_lmt_disable":"","jnews-multi-image_gallery":[],"jnews_single_post":[],"jnews_primary_category":[],"jnews_override_counter":[],"jnews_post_split":[],"footnotes":""},"categories":[6],"tags":[5493,2743,4569],"class_list":["post-75116","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-artikel","tag-filsafat","tag-maba","tag-rekomendasi-buku"],"modified_by":"Rizky Prasetya","amp_enabled":true,"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/75116","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/users\/130"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=75116"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/75116\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/media\/67699"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=75116"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=75116"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=75116"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}