{"id":74647,"date":"2020-09-05T18:06:54","date_gmt":"2020-09-05T11:06:54","guid":{"rendered":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/?p=74647"},"modified":"2021-08-13T12:16:23","modified_gmt":"2021-08-13T05:16:23","slug":"cacat-hukum-ruu-cipta-kerja-kebangetan-mahfud-md-kalau-baca-bisa-ketawa","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/cacat-hukum-ruu-cipta-kerja-kebangetan-mahfud-md-kalau-baca-bisa-ketawa\/","title":{"rendered":"Cacat Hukum RUU Cipta Kerja Kebangetan! Mahfud MD kalau Baca Bisa Ketawa"},"content":{"rendered":"<p><span style=\"font-weight: 400;\">Perkara RUU Cipta Kerja (dulu namanya Cipta Lapangan Kerja, disingkat Cilaka) emang nggak ada abisnya. Rakyat menolak, pemerintah ngotot bisa merangkum kemelut RUU ini. Yang terakhir, muncul gerakan tandingan untuk melawan penolakan RUU Cipta Kerja lewat <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">endorsing <\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\">artis<\/span> <span style=\"font-weight: 400;\">bertagar #IndonesiaButuhKerja.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Setelah menjadi huru-hara, sejumlah selebritas memutuskan mencabut <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">endorse<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\"> itu seraya<\/span><a href=\"https:\/\/www.vice.com\/id_id\/article\/k7qk5a\/kontroversi-kampanye-ruu-cipta-kerja-melibatkan-influencer-media-sosial-seret-gofar-hilman-dan-ardhito-pramono\"> <span style=\"font-weight: 400;\">mengakui<\/span><\/a><span style=\"font-weight: 400;\"> ada pihak yang mengongkosi mereka. Apakah yang mengongkosi adalah pemerintah? Sampai sekarang masih misteri. Hingga beberapa waktu lalu,<\/span><a href=\"https:\/\/www.kompas.id\/baca\/polhuk\/2020\/08\/25\/buruh-kembali-berdemo-tolak-ruu-cipta-kerja\/\"> <span style=\"font-weight: 400;\">unjuk rasa<\/span><\/a><span style=\"font-weight: 400;\"> menolak RUU ini juga masih digelar.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Sudah banyak ulasan yang mengurai masalah RUU Cipta Kerja. Contohnya<\/span><a href=\"https:\/\/mojok.co\/mhl\/esai\/tolong-ya-yang-ngepost-indonesiabutuhkerja-kalau-mau-endorse-ruu-cipta-kerja-coba-unboxing-dulu\/\"> <span style=\"font-weight: 400;\">ini<\/span><\/a><span style=\"font-weight: 400;\">,<\/span><a href=\"https:\/\/www.kompas.id\/baca\/opini\/2020\/08\/05\/ruu-cipta-kerja-versus-petani\/\"> <span style=\"font-weight: 400;\">ini<\/span><\/a><span style=\"font-weight: 400;\">, dan<\/span><a href=\"https:\/\/nasional.tempo.co\/read\/1344284\/pasal-pasal-bermasalah-ruu-cipta-kerja-versi-koalisi-masyarakat\/full&amp;view=ok\"> <span style=\"font-weight: 400;\">ini<\/span><\/a><span style=\"font-weight: 400;\">. Bank Dunia sampai<\/span><a href=\"https:\/\/www.worldbank.org\/in\/country\/indonesia\/publication\/indonesia-economic-prospect\"> <span style=\"font-weight: 400;\">mewanti-wanti<\/span><\/a><span style=\"font-weight: 400;\"> Indonesia tentang aspek kesehatan, keselamatan masyarakat, lingkungan, dan hak-hak tenaga kerja yang bisa dikorbankan karena RUU tersebut.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Yang menarik perhatian saya, Komnas HAM sudah di tahap meminta pembahasan RUU ini<\/span><a href=\"https:\/\/www.komnasham.go.id\/index.php\/siaran-pers\/2020\/08\/13\/104\/keterangan-pers-nomor-035-humas-kh-viii-2020-pembahasan-ruu-cipta-kerja-omnibus-law-agar-tidak-dilanjutkan.html\"> <span style=\"font-weight: 400;\">tak dilanjutkan<\/span><\/a><span style=\"font-weight: 400;\">. Salah satu alasannya, kajian Komnas HAM mendapati RUU Cipta Kerja mengandung cacat hukum. Khususnya pada bagian Pasal 170 ayat 1 dan 2 yang menyimpang dari asas <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">lex superior derogat legi inferior<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\">.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Cacat hukum ini memang kebangetan. Sebab, asas hukum tersebut sangat dasar dan termasuk salah satu asas hukum paling populer. Ini materi yang bahkan diberikan kepada mahasiswa hukum semester satu.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Asas <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">lex superior derogat legi inferior<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\"> berarti peraturan perundang-undangan (hukum) yang lebih tinggi tingkatannya bisa mengesampingkan peraturan perundang-undangan (hukum) yang lebih rendah, dan bukan sebaliknya.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Saya hakulyakin, asas itu pernah dibahas dosen hukum mana pun, baik dalam mata kuliah Pengantar Hukum Indonesia maupun Pengantar Ilmu Hukum semester satu. Sendablek-ndableknya<\/span> <span style=\"font-weight: 400;\">mahasiswa hukum, mereka minimal pernah dengar asas hukum ini. Astaga, pemerintah sebagai pengusul RUU Cipta Kerja apa nggak malu ya sama kenyataan ini.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Saya tunjukkan letak cacat hukumnya. Jika kalian baca Pasal 170 ayat 1 dan 2 (<\/span><a href=\"https:\/\/kompaspedia.kompas.id\/baca\/data\/dokumen\/rancangan-undang-undang-cipta-kerja\"><span style=\"font-weight: 400;\">hlm. 682<\/span><\/a><span style=\"font-weight: 400;\">), ada ketentuan bahwa pemerintah bisa mengubah UU (termasuk UU yang tidak diubah dalam UU Cipta Kerja) hanya melalui peraturan pemerintah (PP)!<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Ni\u2019matul Huda dan R. Nazriyah dalam buku <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">Teori dan Pengujian Peraturan Perundang-Undangan<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\"> (2017) menyebut, Indonesia menganut teori jenjang norma (<\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">Stufentheorie<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\">) dalam sistem hukum norma di Indonesia. <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">Stufentheorie<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\">, yang mana merupakan materi standar untuk mahasiswa hukum Strata-1, berarti peraturan perundang-undangan dibuat berjenjang atau bertingkat, dari atas sampai ke bawah. Konsekuensi, segala peraturan perundang-undangan menjadi saling terkait satu sama lain secara vertikal.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Konsekuensi logis dari dianutnya teori ini tecermin dalam prinsip dan asas hukum mengenai tata urutan peraturan perundang-undangan. Menurut Bagir Manan yang dikutip buku tersebut, ajaran tata urutan peraturan perundang-undangan mengandung lima prinsip, salah duanya yaitu:<\/span><\/p>\n<ol>\n<li><span style=\"font-weight: 400;\">Prinsip bahwa muatan peraturan perundang-undangan yang lebih rendah tidak boleh menyimpang atau bertentangan dengan peraturan perundangan-undangan yang lebih tinggi tingkatannya<\/span><\/li>\n<li><span style=\"font-weight: 400;\">Prinsip bahwa suatu peraturan perundang-undangan hanya dapat dicabut\/diganti\/diubah oleh peraturan perundang-undangan yang lebih tinggi atau paling tidak dengan yang sederajat.<\/span><\/li>\n<\/ol>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Kedua prinsip ini secara telanjang dan gamblang termuat dalam UU 12\/2011 tentang Pembentukan Peraturan Perundang-undangan (UU PPP).<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Dengan demikian, ketika RUU Cipta Kerja mengatakan ada UU yang bisa diubah pake PP, padahal hierarki UU lebih tinggi dari PP (menurut UU PPP), kedua prinsip tersebut beserta asas hukumnya telah nyata terpampang sedang dilanggar.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Jadi jelas kan, ketentuan PP bisa mengubah UU dalam RUU Cipta Kerja amat bermasalah. Dia bisa mengacaukan tatanan hukum Indonesia.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Yang bikin makin miris, ketentuan UU PPP tadi sudah dicantumkan dalam \u201cNaskah Akademik RUU Cipta Kerja\u201d (cek aja<\/span><a href=\"https:\/\/www.hukumonline.com\/pusatdata\/detail\/lt5e44b818ae3f4\/rancangan-undang-undang-cipta-kerja-tahun-2020\"> <span style=\"font-weight: 400;\">di sini<\/span><\/a><span style=\"font-weight: 400;\">). Saya nggak habis pikir, masak sih pencantuman itu cuma dijadikan tempelan alih-alih dasar hukum pembentukan RUU Cipta Kerja?<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Padahal, ada berjibun pakar hukum dari pihak pemerintah. Nyaris mustahil mereka nggak tahu dan nggak menyadari cacat hukum RUU Cipta Kerja amat sepele sekaligus mendasar.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Tapi saya berbaik sangka, mereka bukannya nggak tahu, mungkin lebih karena lupa. Saya bilang begitu karena kan dari pihak pemerintah ada Mahfud MD, pakar hukum tata negara sekaligus menterinya Pak Jokowi.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Malah prinsip tata urutan perundang-undangan (yang dilanggar RUU Ciptaker itu) pernah ditulis sendiri oleh Mahfud MD dalam buku <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">Perdebatan Hukum Tata Negara Pascaamandemen Konstitusi<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\"> (2010). Dalam buku itu, beliau menulis begini:<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">\u201cPeraturan perundang-undangan itu tersusun secara hierarkis dan mempunyai proporsi materi muatan tertentu. Penyusunan secara hierarkis itu bersifat ketat menentukan derajat masing-masing peraturan perundang-undangan dan isi setiap peraturan perundang-undangan yang secara hierarkis ada di bawahnya tidak boleh bertentangan dengan peraturan yang secara hierarkis ada di atasnya.\u201d<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Lucu kan? Lucu dong!<\/span><\/p>\n<p><em>Foto oleh Wahlul Kafid via <a href=\"https:\/\/ichef.bbci.co.uk\/news\/800\/cpsprodpb\/122E8\/production\/_114827447_antarafoto-demo-tolak-omnibus-low-di-sidoarjo-081020-um-5.jpg\" target=\"_blank\" rel=\"noopener noreferrer\">Wikimedia Commons<\/a><\/em><\/p>\n<p><strong>BACA JUGA <a href=\"https:\/\/mojok.co\/daf\/ulasan\/pojokan\/alasan-mendukung-omnibus-law\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener noreferrer\">Alasan Mendukung Omnibus Law<\/a> dan tulisan\u00a0<a href=\"https:\/\/mojok.co\/terminal\/author\/emerald-magma-audha\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener noreferrer\">Emerald Magma Audha<\/a><a href=\"https:\/\/mojok.co\/terminal\/author\/christian-evan-chandra\/\">\u00a0<\/a>lainnya.<\/strong><\/p>\n<p><em>Terminal Mojok merupakan platform User Generated Content (UGC) untuk mewadahi jamaah mojokiyah menulis tentang apa pun. Submit esaimu secara mandiri lewat cara\u00a0<a href=\"https:\/\/mojok.co\/terminal\/kirim-tulisan\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener noreferrer\">ini<\/a>\u00a0ya.<\/em><\/p>\n<p><em>Pernah menulis di Terminal Mojok tapi belum gabung grup WhatsApp khusus penulis Terminal Mojok? Gabung dulu, yuk. Klik link-nya<\/em>\u00a0<em><a href=\"https:\/\/bit.ly\/wamojok\" target=\"_blank\" rel=\"noopener noreferrer\">di sini.<\/a><\/em><\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Kebangetannya RUU Cipta Kerja dalam melanggar asas hukum udah sampe taraf bisa ditertawakan. Habis, kan udah ada Mahfud MD di pemerintahan.<\/p>\n","protected":false},"author":810,"featured_media":75529,"comment_status":"closed","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"_lmt_disableupdate":"","_lmt_disable":"","jnews-multi-image_gallery":[],"jnews_single_post":[],"jnews_primary_category":[],"jnews_override_counter":[],"jnews_post_split":[],"footnotes":""},"categories":[6],"tags":[8676,3875,8675],"class_list":["post-74647","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-artikel","tag-cacat-hukum","tag-mahfud-md","tag-ruu-cipta-kerja"],"modified_by":"Prima Sulistya","amp_enabled":true,"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/74647","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/users\/810"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=74647"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/74647\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/media\/75529"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=74647"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=74647"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=74647"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}