{"id":74405,"date":"2020-09-05T14:14:17","date_gmt":"2020-09-05T07:14:17","guid":{"rendered":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/?p=74405"},"modified":"2020-09-05T14:14:17","modified_gmt":"2020-09-05T07:14:17","slug":"kisah-kelinci-di-bulan-dalam-kebudayaan-jawa-dan-dunia","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/kisah-kelinci-di-bulan-dalam-kebudayaan-jawa-dan-dunia\/","title":{"rendered":"Kisah Kelinci di Bulan dalam Kebudayaan Jawa dan Dunia"},"content":{"rendered":"<p>\u201c<em>Sang hyang candra bangun bahitra \u1e0dat\u0207ng ing kul\u0207m amawa \u015ba\u015ba mar\u00e8ng Jawa<\/em>.\u201d Artinya, rembulan menyerupai kapal yang datang malam hari, membawa seekor kelinci (sebagai muatannya) ke Pulau Jawa.<\/p>\n<p>Dulu, waktu saya kecil, ketika melihat rembulan saya bertanya-tanya, sebenarnya apa sih \u201crelief\u201d yang tergambar di rembulan itu? Dulu saya kira adalah seekor buaya yang sedang mlungker dan mulutnya menganga terbuka lebar. Kemudian masih bertanya-tanya lagi, bagaimana bisa seekor buaya bisa terpahat di rembulan? Pertanyaan yang biasa bagi anak-anak dalam tahap suka bertanya.<\/p>\n<p>Pertanyaan itu kemudian menjadi angin lalu sampai beberapa bulan lalu. Saat membaca <em>Kakawin Sumanasantaka<\/em>, bacaan saya terhenti pada pupuh ke-33 bait ke-4. Pada bait itu si penulis teks, yaitu Mpu Monaguna, menggambarkan bahwa yang ada di rembulan adalah seekor kelinci.<\/p>\n<p>Tentu saja, pernyataan ini menarik sekaligus janggal. Menarik karena menjawab pertanyaan masa kecil saya dan janggal karena tidak mungkin ketika rembulan membentuk kapal yang berarti masih bulan baru memiliki relief kelinci yang utuh. Selain itu, orang Jawa juga menyebut bulan sebagai <em>sasangka<\/em> atau <em>sasadara<\/em>. Kata <em>sasa<\/em> ini dalam bahasa Sanskerta berarti \u2018kelinci\u2019.<\/p>\n<p>Setelah saya selesaikan bacaan atas kakawin ini, saya cari sumber-sumber lain yang menyebutkan rembulan berelief kelinci ini. Saya sedikit kaget ternyata tidak hanya kebudayaan Jawa Kuno saja yang menyebutkan ada kelinci di rembulan. Ada banyak cerita, di antaranya:<\/p>\n<p><strong>#1 Cerita kelinci <\/strong><strong>di bulan pada kebudayaan India<\/strong><\/p>\n<p>Awal mula adanya kelinci di rembulan adalah saat salah satu dewa turun ke bumi dan sedang melihat keindahan hutan. Pada saat itu para hewan-hewan kebingungan untuk memberikan persembahan terbaik mereka. Monyet mempersembahkan pisang-pisang untuk dimakan Dewa itu, berang-berang mempersembahkan ikan, dan kambing mempersembahkan susunya. Tinggal si kelinci yang belum mempersembahkan apa pun kepada Dewa. Kelinci kebingungan mencari apa yang bisa dan layak dia persembahkan.<\/p>\n<p>Pada saat malam harinya, kelinci datang membawa kayu bakar. Kelinci berharap kayu bakar yang dibawanya dapat memberi kehangatan. Tetapi ketika api mulai berkobar, kelinci menyerahkan dirinya dengan melompat ke dalam api supaya dagingnya dapat dimakan oleh dewa. Dewa yang terkesima karena pengorbanan kelinci pun menganugerahinya dengan ditempatkan di rembulan bersama para dewa.<\/p>\n<p>Kelihatannya, cerita inilah yang sampai di Jawa dan kemudian menyebar dan memengaruhi kebudayaan Jawa kuno. Cerita ini dapat dijumpai di lantai dua Candi Borobudur.<\/p>\n<p><strong>#2 Cerita kelinci <\/strong><strong>di bulan pada kebudayaan <\/strong><strong>Tiongkok<\/strong><\/p>\n<p>Kelinci dan katak di bulan sudah menjadi motif pada jubah sutra milik Xin Zhui, istri perdana menteri Negeri Changsha Hunan. Pakaian itu ditemukan di kuburannya yang kemungkinan dibuat pada jaman Dinasti Han.<\/p>\n<p>Selain itu, di Tiongkok juga terdapat cerita yang mirip dengan cerita yang ada di Borobudur. Agaknya cerita ini juga ikut tersebar bersama dengan persebaran agama Buddha di Asia.<\/p>\n<p><strong>#3 Cerita kelinci <\/strong><strong>di bulan pada kebudayaan <\/strong><strong>Jepang<\/strong><\/p>\n<p>Di Jepang dikenal sebuah cerita mirip dengan cerita di atas bernama Tsukino Usagi. Ingatkah teman-teman bahwa nama Tsukino Usagi kemudian menjadi sebuah karakter manga dalam cerita Sailor Moon? Pada cerita itu, kata <em>Usagi<\/em> yang memang berarti \u2018kelinci\u2019 digambarkan sebagai seorang Saillor Rabbit.<\/p>\n<p>Cerita yang agak lebih segar di ingatan adalah cerita Otsutsuki Kaguya pada serial manga <em>Naruto<\/em>. Kaguya disebutkan sebagai <em>usagi no <\/em><em>megami<\/em> yang berarti \u2018dewi kelinci\u2019. Kaguya disegel kedua anaknya Otsutsuki Hagoromo dan Otsutsuki Hamura di rembulan.<\/p>\n<p>Cerita mengenai kelinci di bulan ternyata tidak hanya terdapat di Asia. Kebudayaan suku Maya di Guatemala sekitar dua ribu tahun lalu menggambarkan dewi rembulannya yang bernama Ixchel merangkul kelincinya pada sebuah ukiran batu.<\/p>\n<p>Terlepas dari berbagai macam versi cerita tersebut, terlihat pada jaman kuno bulan merupakan sesuatu yang penting bagi kehidupan manusia. Selain sebagai sumber penerangan utama pada waktu malam hari, rembulan memiliki fungsi spiritual pada waktu itu.<\/p>\n<p>Terakhir, pada saat tercetusnya kata <em>\u015ba\u015b\u0101ngka<\/em> sebagai nama lain <em>bulan<\/em> dalam bahasa Sanskerta, jangan-jangan bermula dari keisengan semata. Saya membayangkan dua orang duduk berduaan di bawah rembulan purnama, salah seorang bertanya <em>\u015ba\u015b\u0101 ngka?<\/em> (Itu kelinci?) Satunya lagi menjawab: <em>Ya, \u015ba\u015b\u0101 ngka<\/em> (ya, itu kelinci).<\/p>\n<p><strong>BACA JUGA <a href=\"https:\/\/mojok.co\/terminal\/gelapnya-cerita-dongeng-klasik-pas-dibaca-ulang-saat-dewasa\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener noreferrer\">Gelapnya Cerita Dongeng Klasik Pas Dibaca Ulang Saat Dewasa<\/a><\/strong><\/p>\n<p><em>Terminal Mojok merupakan platform User Generated Content (UGC) untuk mewadahi jamaah mojokiyah menulis tentang apa pun. Submit esaimu secara mandiri lewat cara\u00a0<a href=\"https:\/\/mojok.co\/terminal\/kirim-tulisan\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener noreferrer\">ini<\/a>\u00a0ya.<\/em><\/p>\n<p><em>Pernah menulis di Terminal Mojok tapi belum gabung grup WhatsApp khusus penulis Terminal Mojok? Gabung dulu, yuk. Klik link-nya<\/em>\u00a0<em><a href=\"https:\/\/bit.ly\/wamojok\" target=\"_blank\" rel=\"noopener noreferrer\">di sini.<\/a><\/em><\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Dalam Kakawin Sumanasantaka, digambarkan ada seekor kelinci tinggal di bulan. Kisah sejenis ada di India, Tiongkok, Jepang, dan Guatemala.<\/p>\n","protected":false},"author":1004,"featured_media":75485,"comment_status":"closed","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"_lmt_disableupdate":"","_lmt_disable":"","jnews-multi-image_gallery":[],"jnews_single_post":[],"jnews_primary_category":[],"jnews_override_counter":[],"jnews_post_split":[],"footnotes":""},"categories":[6],"tags":[8670,6229,1146,8516],"class_list":["post-74405","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-artikel","tag-bulan","tag-cerita-rakyat","tag-kebudayaan","tag-kelinci"],"modified_by":"Prima Sulistya","amp_enabled":true,"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/74405","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/users\/1004"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=74405"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/74405\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/media\/75485"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=74405"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=74405"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=74405"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}