{"id":73991,"date":"2020-08-29T14:08:09","date_gmt":"2020-08-29T07:08:09","guid":{"rendered":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/?p=73991"},"modified":"2020-08-29T14:08:09","modified_gmt":"2020-08-29T07:08:09","slug":"curhat-teman-jangan-disela-dengan-bilang-dulu-masalahku-juga-kayak-gini","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/curhat-teman-jangan-disela-dengan-bilang-dulu-masalahku-juga-kayak-gini\/","title":{"rendered":"Curhat Teman Jangan Disela dengan Bilang &#8216;Dulu Masalahku Juga Kayak Gini&#8217;"},"content":{"rendered":"<p><span style=\"font-weight: 400;\">Curhat, atau istilah koplonya: sambat, berfungsi mengurangi beban masalah si pelaku curhat. Siapa sih manusia yang tidak memiliki masalah? Kalau ada yang mengaku tidak memiliki masalah, bisa jadi dia adalah sumber masalah. Bisa jadi lho.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Orang kalau udah curhat, jelas butuh perhatian. Minimal biar ada yang bisa menyalurkan energi positif ke dirinya agar bisa bangkit dan semangat lagi menjalani kehidupan yang gini-gini aja.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Nah, acara yang diharapkan bisa mengurangi masalah ini kadang malah bikin masalah baru. Seringnya masalah baru berasal dari lawan bicara yang diajak curhat. Orang yang dicurhati malah membandingkan masalahnya di masa lalu dengan masalah si pasien curhat. Kadang sih ceritanya dibikin drama agak ngenes-ngenes, walau itu cerita asli.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">\u201cYang tabah ya. Kamu belum seberapa, kok. Aku dulu tuh begini begono\u2026 begunu\u2026.\u201d<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">\u201cKamu belum ada apa-apanya. Aku tuh kayak gini, gini, dan gini pas waktu itu.\u201d<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Respons seperti ini datangnya bisa dari siapa saja. Orang terdekat sekalipun kayak orang tua atau saudara kandung juga doyan menasihati dengan embel-embel, \u201cKami semua dulu begini yah&#8230;.\u201d<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Jika kamu ada di posisi sebagai tempat sampah curhatan temanmu, plisss, jangan melakukan hal demikian. Ada beberapa alasan kalau saat dicurhati, tidak etis dan tidak elegan untuk mengatakan, \u201cSaya dulu juga begini.\u201d<\/span><\/p>\n<h4><b>Alasan #1 Curhat tuh buat nyari solusi, bukan pertandingan besar-besaran masalah<\/b><\/h4>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Kebiasaan membanding-bandingkan masalah ini nggak tahu deh datangnya dari mana. Entah keceplosan atau sudah terdoktrin sejak kecil. Pokoknya sering kejadian tuh, acara curhat malah jadi pertandingan dengan cerita paling ngenes sebagai juaranya.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Yang diharapkan dari pencurhat kepada pendengarnya kan cuma satu, masalahnya selesai. Bukannya malah dibikin makin stres karena dibalas cerita masalah di masa lalu juga.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Bisa-bisa, setelah membandingkan masalahnya dengan masalah kita dulu, dia semakin terpuruk dan tak bisa mendapatkan solusi. Padahal, dengan dia bercerita ke kita, kita dianggap sebagai orang yang paling ahli memecahkan masalahnya.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Tak perlulah berkompetisi gede-gedean masalah. Soalnya nggak ada juga yang mau menyediakan hadiahnya, \u201cJuara 1 Masalah Paling Besar jatuh kepada. Jeng-jeng-jeng\u2026.\u201d Prestasi kok tentang masalah, hadeeeh.<\/span><\/p>\n<h4><b>Alasan #2 Masalah yang dihadapi beda sama masalahmu dulu<\/b><\/h4>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Misal saja masalah putus cinta. Jelaslah, putus cinta itu menyakitkan. Kecuali memang cintanya untuk main-main, ya B-aja kalau diputusin. Bisa jadi yang curhat ini cintanya begitu dalam kepada mantan, lebih dalam dari yang kita alami. Jelas dong, dia tidak bisa mengandalkan cerita masa lalumu untuk dijadikan pegangan <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">move on<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\">-nya.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Ingatlah, walau ada masalah yang temanya sama, itu bukan alasan menyamakan masalahnya dengan masalahmu. Wong pelakunya dan dinamikanya beda.<\/span><\/p>\n<h4><b>Alasan #3 Dimensi ruang dan waktu yang berbeda<\/b><\/h4>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Ambil contoh yang saya alami sendiri ketika gagal tes CPNS di tahap seleksi kompetensi dasar (SKD). Nilai total saya mencukupi untuk lolos, namun saya gagal di bidang TKP (tes karakteristik pribadi) yang nilainya di bawah <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">passing grade<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\">. Oleh karena syarat lolos adalah semua kategori harus melebih <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">passing grade<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\">, kesempatan jadi PNS pun melayang.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Namun, Bapak keukeuh saya bisa lolos SKD ke tahap selanjutnya. Hal ini dilihat dari nilai totalnya. Bapak tidak tahu ada aturan main lainnya itu tadi. \u201cYa, jelas lolos. Nih ya, dari dulu tes CPNS lihatnya nilai total. Kan nantinya di rangking lagi lah. Kayak Bapak nggak pernah ngalami tes kepegawaian kayak gitu, Hep.\u201d<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Sudah capek plus kecewa terhadap hasil saya, ditambah dengan rasa jengkel ke Bapak yang ngeyel. Lengkap sudah. Waktu itu saya cuma bisa sambat. Tapi ya meh sambat kalih sinten yen sampun mekaten.<\/span><\/p>\n<h4><b>Alasan #4 Kekuatan orang berbeda-beda.<\/b><\/h4>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Kamu bisa saja menyelesaikan masalah dengan hanya pergi ke warung kopi, tapi tak semua orang begitu. Ada orang yang lemah kalau sudah soal cinta, ada yang lemah ketika bersentuhan dengan kegagalan akademis. Alias beda-beda, Bro.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Menceritakan masalahmu dengan alasan agar orang lain terinspirasi dengan kekuatan dan perjuanganmu kadang jatuhnya malah pamer. Mendingan kamu temani dia untuk menemukan kekuatannya sendiri tanpa harus menyinggung-nyinggung dirimu. Dunia tidak berputar mengelilingimu, Brother.<\/span><\/p>\n<h4><b>Alasan #5 <\/b><b>Bisa menghilangkan kepercayaan diri pencurhat<\/b><\/h4>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Ini yang bahaya. Pencurhat jadi kehilangan motivasi dan gairah menyelesaikan masalahnya sendiri karena menganggap masalah orang aja lebih besar. \u201cAh, nilaiku jelek gapapa, wong masih ada yang lebih jelek dan santai-santai aja.\u201d Misalnya begitu.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Sudahlah, nggak perlu mencuri panggung dari orang yang curhat hanya karena kamu haus perhatian. Kalau kamu memang sahabat, luangkan waktu untuk meladeninya buka-bukaan. Tidak harus ngasih solusi, jadi pendengar yang baik saja sudah sangat bermanfaat.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Ini tantangan untuk memutus lingkaran setan curhat. Yang seharusnya curhat dan minta solusi, malah dicurhati balik. Ruwet.<\/span><\/p>\n<p><em>Photo by <a href=\"https:\/\/unsplash.com\/@mero_dnt?utm_source=unsplash&amp;utm_medium=referral&amp;utm_content=creditCopyText\">Chinh Le Duc<\/a> on <\/em><a href=\"https:\/\/unsplash.com\/s\/photos\/annoyed?utm_source=unsplash&amp;utm_medium=referral&amp;utm_content=creditCopyText\"><em>Unsplash<\/em><\/a><\/p>\n<p><strong>BACA JUGA 5 <a href=\"https:\/\/mojok.co\/ajr\/ulasan\/pojokan\/5-istilah-pengaman-saat-debat-online-beserta-fungsinya-yang-tokcer\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener noreferrer\">Istilah Pengaman saat Debat Online beserta Fungsinya yang Tokcer<\/a> dan tulisan\u00a0<a href=\"https:\/\/mojok.co\/terminal\/author\/hepi-nuriyawan\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener noreferrer\">Hepi Nuriyawan<\/a>\u00a0lainnya.<\/strong><\/p>\n<p><em>Terminal Mojok merupakan platform User Generated Content (UGC) untuk mewadahi jamaah mojokiyah menulis tentang apa pun. Submit esaimu secara mandiri lewat cara\u00a0<a href=\"https:\/\/mojok.co\/terminal\/kirim-tulisan\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener noreferrer\">ini<\/a>\u00a0ya.<\/em><\/p>\n<p><em>Pernah menulis di Terminal Mojok tapi belum gabung grup WhatsApp khusus penulis Terminal Mojok? Gabung dulu, yuk. Klik link-nya<\/em>\u00a0<em><a href=\"https:\/\/bit.ly\/wamojok\" target=\"_blank\" rel=\"noopener noreferrer\">di sini.<\/a><\/em><\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Nggak usah deh mencuri panggung dari teman curhat hanya karena kamu haus perhatian. Plis, dengerin dia aja, nggak usah ikutan cerita.<\/p>\n","protected":false},"author":925,"featured_media":74087,"comment_status":"closed","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"_lmt_disableupdate":"","_lmt_disable":"","jnews-multi-image_gallery":[],"jnews_single_post":[],"jnews_primary_category":[],"jnews_override_counter":[],"jnews_post_split":[],"footnotes":""},"categories":[6],"tags":[383,1421],"class_list":["post-73991","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-artikel","tag-curhat","tag-masalah-hidup"],"modified_by":"Prima Sulistya","amp_enabled":true,"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/73991","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/users\/925"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=73991"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/73991\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/media\/74087"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=73991"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=73991"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=73991"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}