{"id":73618,"date":"2020-08-27T16:22:58","date_gmt":"2020-08-27T09:22:58","guid":{"rendered":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/?p=73618"},"modified":"2020-08-27T16:22:50","modified_gmt":"2020-08-27T09:22:50","slug":"membayangkan-haji-bolot-dan-mpok-atik-jadi-host-talkshow","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/membayangkan-haji-bolot-dan-mpok-atik-jadi-host-talkshow\/","title":{"rendered":"Membayangkan Haji Bolot dan Mpok Atik Jadi Host Talkshow"},"content":{"rendered":"<p>Ha? Masak sih Haji Bolot dan Mpok Atiek jadi host talkshow? Yang satu bolot, yang satu latah parah. Lah, gimana caranya?<\/p>\n<p>Yeee. Emang dulu kalian kebayang Tukul dan Sule bisa sukses jadi host talkshow? Kehadiran mereka berdua di dunia \u201cperbincangan\u201d mematahkan dua teori utama tentang kriteria host talkshow di tipi-tipi selama ini: kece dan pinter. Sebentar! Apa benar mereka nggak kece dan nggak pinter?<\/p>\n<p>Kece itu bisa dibentuk dan direkayasa. Apalagi untuk tampilan di tipi. Dempul sana sini, pakein baju sponsor yang cakep atau matching sama co-host yang biutipul. Kalau untuk tampilan tipi, itu bisa diakalin. Tapi, pinter itu mutlak. Buat saya, mereka itu pinter karena profesi mereka sebelumnya adalah tukang lawak. Ngelawak itu susah lhoo. Sementara di sini mereka dituntut untuk berpikir gimana memandu perbincangan sekaligus ngocok perut. Kebayang kan, tantangannya justru lebih sulit.<\/p>\n<p>Pihak produksi tentunya sudah memperhitungkan konsekuensi yang mungkin terjadi pada saat pemilihan host. Makanya mereka umumnya di-support oleh co-host dan talent lainnya untuk memperkuat materi talkshow atau konsep kreatif lainnya. Keraguan pemirsa akan kualitas Tukul memandu perbincangan justru diekspose tim produksi dengan membiarkan Tukul mengeja \u201ccontekan\u201d di properti laptop. Bahkan kalimat \u201ckembali ke laptop\u201d menjadi salah satu ikon Tukul di acara ini.<\/p>\n<p>Oleh karena keberhasilan Tukul dan Sule, saya jadi membayangkan dua pelawak lain yang mungkin bisa juga dicoba untuk jadi host talkshow. Masing-masing tokoh ini memiliki karakter dan ciri khas tersendiri yang bisa bikin gemes pemirsa! Dan yang pasti, kalian nggak akan kebayang kalau beliau-beliau ini bakal jadi host talkshow.<\/p>\n<h4><strong>Kalau Haji Bolot <\/strong><strong>jadi <\/strong><strong>host<\/strong><\/h4>\n<p>Para komedian junior mah kudu cium tangan nih sama beliau. Konon, usianya sudah kepala tujuh. Tapi sampai sekarang Haji Bolot masih wara-wiri di beberapa acara tipi. Cuma beliau pelawak yang konsisten dengan ciri khas budeknya, kecuali kalau lagi ngomongin duit atau yang ngomong cewek cakep.<\/p>\n<p>Pada saat beliau tampil reguler bersama Sule dan Andre di <em>Ini Talk Show<\/em>, saya sampai pada tahap bukan sekedar geleng-geleng kepala karena \u201cpusing\u201d nonton kebolotan beliau. Saya geleng-geleng kepala karena mengapresiasi kerja keras beliau yang bisa mengolah pernyataan lawan bicara untuk dibelokkan sedemikan rupa sehingga jawaban yang keluar seakan memiliki arti yang berbeda dengan yang terucap.<\/p>\n<p>Beliau harus berpikir dan mengolahnya dalam waktu sekian detik. Syarat mutlaknya: harus lucu! Dan beliau melakukan hal ini sepanjang penampilannya. Siapa pelawak yang bisa konsisten melakukan hal itu selain beliau?<\/p>\n<p>Kebayang nggak kalau beliau jadi host talkshow dan bintang tamunya Giying sang calon presiden? Dialognya bisa seperti ini:<\/p>\n<p>\u201cGiying, emang bener lu mau nyapres?\u201d<\/p>\n<p>\u201cBener, Pak.\u201d<\/p>\n<p>\u201cAh\u2026 tapi udah banyak tuh di media nyang bilang lu mau nyapres. Pan elu sendiri nyang bilang waktu <em>konsesi pes<\/em> mau nyalon.\u201d<\/p>\n<p>\u201cKonferensi pers, Pak Bolooottt,\u201d sela co-host biutipul.<\/p>\n<p>Haji Bolot ngerespon, \u201cNah iye itu! Jadi bener kan lu mau nyapres? Kagak usah ngelak lagi dah.\u201d<\/p>\n<p>\u201cIya, Pak, bener kok. Saya emang mau nyapres.\u201d<\/p>\n<p>\u201cJadi lu sebenernye nggak mau nyapres? Pan katanye udah didukung sama partai lu. Jangan plin-plan gitu. Dulu mau nyapres, terus sekarang nggak mau. Jadi nyang bener nyang mane nih?\u201d kejar Haji Bolot.<\/p>\n<p>\u201cSaya mau nyapres, Paaak. Maaauuu nyaaapreeessss! Parpol udah dukung, udah konpres. Baliho udah banyak. Maluuu dong, Pak, kalau saya mundur!\u201d Giying mulai gemes.<\/p>\n<p>\u201cOooh&#8230; jadi lu mau mundur aje nyapresnya karena malu belum ngerti politik? Pan elu bisa belajar dulu di partai. Syusyeh bener sih idupnye!\u201d<\/p>\n<p>Berhasil mojokin bintang tamu bakalan bikin Haji Bolot puas, permisa gemes, dan Giying makin keriting&#8230;.<\/p>\n<h4><strong>Kalau Mpok Atiek <\/strong><strong>jadi <\/strong><strong>host<\/strong><\/h4>\n<p>Usianya memang udah nggak muda. Tapi penampilannya nggak serta-merta terlihat tua. Gaya bicaranya juga cenderung nyablak dan cuek. Kalau yang sebelumnya agak keganggu pendengarannya, yang ini latah parah. Kebayang nggak kalau Mpok Atiek disuruh melakukan wawancara?<\/p>\n<p>Walaupun gampang bikin orang ketawa, namun beliau gampang terenyuh dan berubah melankolis kalau ada yang mengusik emosinya. Bisa jadi pengalaman susahnya hidup saat merintis karir di tahun \u201870-an dulu membuatnya gampang menangis. Sisi melankolis ini yang biasanya justru digarap sebagai salah satu \u201cmodal\u201d talkshow. Apa pun bentuk acaranya, nangis-nangisan masih laku di tipi.<\/p>\n<p>Bayangkan bila suatu saat Mpok Atiek kedatangan Harunyaa, sang artis asal Jepang itu.<\/p>\n<p>\u201cHarunyaa, nama kamu kan Ha-ru-nyaa, apakah ada hubungannya dengan hidup kamu yang katanya penuh haru?\u201d si Mpok memulai perbincangan.<\/p>\n<p>\u201cAkutu dari kecil udah tinggal sama nenek, karena orang tuaku pisah. Dari umur tiga tahun aku nggak pernah ketemu ibu aku, sampai aku nggak inget muka ibu aku seperti gimanaaa\u2026,\u201d jawab Harunyaa.<\/p>\n<p>\u201cEh, gimana ya, gimanaa doonog mukanya? Eh, gimana mukenyeee!\u201d Mpok Atiek terlatah-latah sambil mulai mengusap sudut matanya. \u201cWah&#8230; pasti kamu sayang banget ya sama nenek kamu.\u201d<\/p>\n<p>\u201cIya, kan nenek yang jagain aku. Sempet ngerasain sedih kalau pas ada acara sekolah, murid lain dateng sama ayah dan ibunya, tapi aku cuma ditemenin sodara dan nenek saja.\u201d<\/p>\n<p>\u201cHuaaa&#8230; kasian banget kamu ya, Harunyaa&#8230;.\u201d Mpok Atiek mulai nangis, sementara Harunyaa tetep kalem.<\/p>\n<p>\u201cIya, udah Mpok nggak usah nangis. Cup, cup. Aku nggak apa-apa kok. Aku masih bersyukur masih punya nenek, daripada nggak punya siapa-siapa,\u201d malah Harunyaa yang nenangin Mpok Atiek.<\/p>\n<p>Dan Mpok Atiek pun nangis makin kenceng sambil ditenangin Harunyaa..<\/p>\n<p>Nah, gemes kan? Tapi siapa tahu lho, dengan konsep kreatif yang tepat dan tim produksi yang andal, Haji Bolot dan Mpok Atiek bisa memandu program bincang santai yang justru menjadi alternatif acara tipi untuk pemirsa yang males nonton talkshow serius. Jadi, jangan dianggap remeh dulu.<\/p>\n<p><em>Sumber gambar: YouTube <a href=\"https:\/\/www.youtube.com\/watch?v=xYtKWUvv6EU\" target=\"_blank\" rel=\"noopener noreferrer\">Ini Talk Show<\/a><\/em><\/p>\n<p><strong>BACA JUGA <a href=\"https:\/\/mojok.co\/apk\/rame\/list\/6-duo-presenter-paling-lucu\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener noreferrer\">6 Duo Presenter Paling Lucu Sepanjang Sejarah Pertelevisian Indonesia<\/a> dan tulisan\u00a0<a href=\"https:\/\/mojok.co\/terminal\/author\/dessy-liestiyani\/\">Dessy Liestiyani<\/a>\u00a0lainnya.<\/strong><\/p>\n<div>\n<p><i>Terminal Mojok merupakan platform User Generated Content (UGC) untuk mewadahi jamaah mojokiyah menulis tentang apa pun. Submit esaimu secara mandiri lewat cara<\/i><a href=\"https:\/\/mojok.co\/terminal\/kirim-tulisan\/\"><i>\u00a0ini<\/i><\/a><i>\u00a0ya.<\/i><\/p>\n<p><em>Pernah menulis di Terminal Mojok tapi belum gabung grup WhatsApp khusus penulis Terminal Mojok? Gabung dulu, yuk. Klik link-nya<\/em>\u00a0<em><a href=\"https:\/\/bit.ly\/wamojok\" target=\"_blank\" rel=\"noopener noreferrer\">di sini.<\/a><\/em><\/p>\n<\/div>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Jangan remehkan Haji Bolot dan Mpok Atiek. Jika komedian baru seperti Tukul dan Sule bisa sukses, apalagi yang udah terbukti jam terbangnya.<\/p>\n","protected":false},"author":680,"featured_media":73680,"comment_status":"closed","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"_lmt_disableupdate":"","_lmt_disable":"","jnews-multi-image_gallery":[],"jnews_single_post":[],"jnews_primary_category":[],"jnews_override_counter":[],"jnews_post_split":[],"footnotes":""},"categories":[6],"tags":[8555,8554,1899,8556],"class_list":["post-73618","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-artikel","tag-haji-bolot","tag-host-tv","tag-komedian","tag-mpok-atiek"],"modified_by":"Prima Sulistya","amp_enabled":true,"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/73618","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/users\/680"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=73618"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/73618\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/media\/73680"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=73618"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=73618"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=73618"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}