{"id":7310,"date":"2019-07-18T13:30:40","date_gmt":"2019-07-18T06:30:40","guid":{"rendered":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/?p=7310"},"modified":"2022-01-19T11:44:43","modified_gmt":"2022-01-19T04:44:43","slug":"tren-para-so-called-influencer-yang-menginginkan-gratisan-bermodalkan-jumlah-followers","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/tren-para-so-called-influencer-yang-menginginkan-gratisan-bermodalkan-jumlah-followers\/","title":{"rendered":"Tren Para (So Called) Influencer yang Menginginkan Gratisan Bermodalkan Jumlah Followers"},"content":{"rendered":"<p>Saya percaya bahwa dalam menghargai usaha atau bisnis seorang teman adalah dengan cara tidak meminta <a href=\"https:\/\/mojok.co\/amd\/esai\/cara-cantik-dengan-gratisan\/\">gratisan<\/a>\u2014termasuk juga potongan harga atau <a href=\"https:\/\/tirto.id\/daftar-promo-go-pay-juli-2019-dari-cashback-diskon-hingga-voucher-eetS\">diskon<\/a> walau sedikit saja. Jika memang betul mendukung, pasti akan membayar dengan harga yang semestinya dan sudah ditentukan\u2014tanpa adanya harga teman. Sebab harga teman hanyalah istilah untuk mereka yang ingin mendapat gratisan atau potongan harga secara cuma-cuma.<\/p>\n<p>Sebagai seseorang yang pernah berjualan beberapa makanan ringan sewaktu kuliah, saya mengerti rasanya saat beberapa orang meminta gratisan dengan dalih butuh tester untuk merasakan sebelum membeli. Dalam analisa sederhana saya, pemberian tester memiliki sisi positif dan negatif. Akan menjadi positif jika rasa sesuai dengan selera calon pembeli, bisa menjadi rugi saat rasa kurang memenuhi ekspektasi\u2014karena tidak akan jadi dibeli.<\/p>\n<p>Memang, semuanya butuh biaya tambahan untuk sekadar promosi dan memberikan sedikit tester. Namun teman baik saya pernah berkata bahwa dia tidak mau meminta atau bahkan mencoba tester yang tersedia, sebab jika memang makanan yang dijual sesuai dengan selera pasti akan dibeli, tapi kalau pun tidak sesuai selera dia akan mencoba memberi masukan apa yang sebaiknya ditambahkan.<\/p>\n<p>Namun beberapa waktu lalu saat ingin beristirahat sambil menunggu rasa kantuk datang, seperti biasa kegiatan yang saya lakukan adalah mengecek timeline Twitter. Ada sesuatu yang saya temukan dan rasanya menganggu berkaitan dengan usaha atau bisnis seseorang dan gratisan. Mulai bermunculan mereka yang <em>so<\/em>&#8211;<em>called<\/em>&#8211;<em>influencer<\/em> meminta bekerja sama dengan seseorang yang memiliki usaha atau bisnis secara gratisan\u2014tanpa biaya\u2014dan mengandalkan <a href=\"https:\/\/mojok.co\/red\/rame\/moknyus\/akun-resmi-twitter-kehilangan-followers\/\">jumlah <em>followers<\/em><\/a> yang dimiliki.<\/p>\n<p>Entah kenapa caranya selalu sama, awalnya berbincang secara baik-baik, mengajak kerja sama, lalu berujung pada memberi tahu berapa <em>followers<\/em> yang dimiliki dan meminta diberi atau dikirimkan jualannya secara gratisan dengan dalih sekaligus akan dipromosikan melalui akun media sosialnya yang memiliki ratusan ribu <em>followers<\/em> itu.<\/p>\n<p>Ya, semacam meminta di-<em>endorse<\/em>. Bedakan dengan mereka yang memang di-<em>endorse<\/em> oleh <em>brand<\/em> tertentu. Biasanya <em>brand<\/em> yang meminta tolong untuk dipromosikan produknya dengan persetujuan seseorang tersebut. Intinya ada kesepakatan untuk bekerja sama dan saling menguntungkan. Ini sebaliknya, justru seseorang yang terkesan ingin di-<a href=\"https:\/\/mojok.co\/red\/rame\/nafkah\/menghitung-penghasilan-nagita-slavina-dari-endorsement-instagram\/\"><em>endorse<\/em> <\/a>dan cenderung merugikan salah satu pihak\u2014yang memiliki usaha.<\/p>\n<p>Apakah ini dapat dikategorikan mengemis dengan cara yang lebih modern atau kekinian? Atau mungkin para <em>so<\/em>&#8211;<em>called<\/em>&#8211;<em>influencer<\/em> ini sedang terkena <em>star<\/em> <em>syndrome<\/em>? Dengan <em>followers<\/em> yang mencapai ribuan sampai dengan ratus ribuan, mereka merasa sudah dikenal banyak orang dan merasa artis. Sehingga apa pun yang mereka promosikan dirasa akan laku dan pasti banyak peminat.<\/p>\n<p>Soal promosi mungkin baik, karena dengan itu tentunya akan semakin melebarkan usaha milik seseorang\u2014tak terbatas usaha apa pun. Tapi seharusnya tidak sampai dengan merugikan orang lain, dong? Seperti baru-baru ini yang ramai di Twitter, ada seorang <em>so<\/em>&#8211;<em>called<\/em>&#8211;<em>influencer<\/em> <a href=\"https:\/\/twitter.com\/zianafazura\/status\/1151165632127221760\">yang memesan dibuatkan 500 risoles dan sebagai bayarannya akan diposting<\/a>\u2014diiklankan\u2014di akun Instagramnya, baik diposting lewat foto juga Instastory.<\/p>\n<p>Yang menjadi masalah adalah permintaan 500 risoles tersebut. Itu bukan jumlah yang sedikit, proses pembuatannya pun menggunakan serta menguras waktu, biaya, dan tenaga. Dan bilangnya sih, yang minta dibuatkan secara gratisan itu mau mengadakan sebuah pesta. Ya kalau mau terlihat mentereng dan terkesan mewah, pastinya disesuaikan saja dengan budget yang ada. Kalau ada syukur, jika tidak ada ya sewajarnya saja. Apakah ini semua soal gengsi?<\/p>\n<p>Tujuan seseorang aktif di media sosial mungkin salah satu tujuannya adalah menjadi terkenal dan dikenal, apalagi jika sampai <em>followers<\/em> mencapai ratus ribuan hingga jutaan tentu akan menjadi sebuah kebanggaan. Namun, hal tersebut tidak perlu sampai merugikan orang lain dengan cara meminta gratisan dengan sedikit paksaan. Memangnya tidak tahu, usaha yang dirintis itu memerlukan banyak pengorbanan?<\/p>\n<p>Menjadi <em>influencer<\/em> tentu tidak salah apalagi sambil diiringi dengan pembuatan konten yang betul-betul bermanfaat\u2014menambah wawasan\u2014minimal menghibur tanpa peduli atau bahkan sampai <em>insecure<\/em> kepada jumlah <em>followers<\/em> yang dimiliki.<\/p>\n<p>Mungkin terlalu berlebihan jika menyamakan <em>followers<\/em> dengan penggemar\u2014fans\u2014tapi kalau pun iya, laiknya fans pada umumnya, mereka bisa meninggalkanmu kapan saja jika ada sesuatu yang dirasa menyebalkan dan menganggu. Sama seperti <em>followers<\/em> yang mengikuti akun media sosial seseorang karena dirasa menarik, menghibur, sesuai selera, atau memberi manfaat.<\/p>\n<p>Jika hal tersebut tidak didapatkan apalagi memberi contoh serta dampak negatif, sah dan wajar saja kan jika sampai kehilangan <em>followers<\/em> dan diberi himbauan? Kecuali memang <a href=\"https:\/\/mojok.co\/apk\/ulasan\/pojokan\/kenapa-sih-orang-orang-bodoh-jadi-viral\/\">berniat ingin viral<\/a> dengan mengundang kontroversi, sih.<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Bermunculan so-called-influencer meminta bekerja sama dengan orang yang memiliki usaha secara gratisan dengan mengandalkan jumlah followers yang dimiliki.<\/p>\n","protected":false},"author":24,"featured_media":7338,"comment_status":"closed","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"_lmt_disableupdate":"","_lmt_disable":"","jnews-multi-image_gallery":[],"jnews_single_post":[],"jnews_primary_category":[],"jnews_override_counter":[],"jnews_post_split":[],"footnotes":""},"categories":[12906],"tags":[1828,1800,102,370],"class_list":["post-7310","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-media-sosial","tag-gratisan","tag-influencer","tag-media-sosial","tag-selebgram"],"modified_by":"Ibil S Widodo","amp_enabled":true,"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/7310","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/users\/24"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=7310"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/7310\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/media\/7338"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=7310"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=7310"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=7310"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}