{"id":72099,"date":"2020-08-18T12:15:29","date_gmt":"2020-08-18T05:15:29","guid":{"rendered":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/?p=72099"},"modified":"2020-08-18T12:15:29","modified_gmt":"2020-08-18T05:15:29","slug":"aksara-jawa-pesan-kehidupan-di-balik-sebuah-aksara","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/aksara-jawa-pesan-kehidupan-di-balik-sebuah-aksara\/","title":{"rendered":"Aksara Jawa: Pesan Kehidupan di Balik Sebuah Aksara"},"content":{"rendered":"<p><span style=\"font-weight: 400;\">Suatu ketika Dul Kaher ngobrol dengan Pak Misman. Sebagai sesama sepuh, obrolan mereka nggak jauh-jauh dari kisah kehidupan.\u00a0<\/span><span style=\"font-weight: 400;\">Pak Misman memulai cerita dari sebuah pesan yang terkandung dalam aksara Jawa. <\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Aksara Jawa yang dikarang oleh Ajisaka ini konon dianggap mengandung pesan kehidupan yang dalam, yang patut dijadikan sebagai bahan renungan oleh manusia di setiap zaman<\/span><span style=\"font-weight: 400;\">. Berikut ini pesan kehidupan yang tersirat dari aksara Jawa.\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Ha Na Ca Ra Ka (ada sebuah kisah)\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Da Ta Sa Wa La (terjadi sebuah pertempuran)\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Pa Dha Ja Ya Nya (yang sama kesaktiannya)\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Ma Ga Ba Tha Nga (yang menjadi bangkai semuanya)\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Aksara Jawa yang monumental ini, konon diciptakan oleh Ajisaka untuk mengenang kematian dua orang pengikutnya yang mati sia-sia karena kesalahpahaman.\u00a0<\/span><span style=\"font-weight: 400;\">Alkisah, saat Ajisaka hendak pergi untuk menghadapi kezaliman Prabu Dewatacengkar yang gemar memakan manusia itu ia telah menitipkan pusaka keris saktinya pada seorang utusannya.\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Sebelum berangkat, Ajisaka sempat berpesan kepada seorang pengikutnya yang ia titipi pusaka itu agar baik-baik dalam menjaganya dan tidak menyerahkannya pada siapa pun kecuali dirinya.\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Singkat cerita, setelah berhasil menaklukkan Prabu Dewatacengkar, Ajisaka meminta seorang pengikutnya yang lain untuk mengambil keris itu. Dan dari sinilah kesalahpahaman itu dimulai.\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Satu pengikut bersikukuh melaksanakan titah tuannya untuk mengambil keris. Sementara pengawal lainnya tidak mau menyerahkan pusaka itu kecuali diambil secara langsung oleh sang pemiliknya.\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Sebab kesalahpahaman inilah kemudian terjadi adu kesaktian, di mana akhir dari pertarungan itu berujung kematian keduanya.\u00a0<\/span><span style=\"font-weight: 400;\">Ajisaka begitu menyesali kematian kedua pengawal pilihannya itu. Sebab kematian mereka seharusnya tidak akan terjadi manakala tak ada kesalahpahaman diantara keduanya.\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Untuk mengenang peristiwa ini, Ajisaka pun mengabadikan kisah ini dalam aksara Jawa. Tujuan Ajisaka mengabadikan kisah ini adalah supaya peristiwa yang memilukan dan memalukan ini tidak akan terulang kembali pada generasi berikutnya. <\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Itulah versi pertama dari ajaran yang terkandung dari aksara Jawa menurut penuturan Pak Misman. Pak Misman pun menerangkan versi kedua dari pesan itu. Menurut Penuturan Pak Misman, pesan kedua yang terkandung dari aksara Jawa adalah:<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Ha Na Ca Ra Ka (ada sebuah kisah)\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Da Ta Sa Wa La (tentang perkumpulan dua orang manusia)\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Pa Dha Ja Ya Nya (yang sama kekuatannya)\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Ma Ga Ba Tha Nga (yang kemudian menjadi bangkai semuanya)<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Versi kedua dari kisah ini, menurut Pak Misman, mengisahkan tentang hubungan Nabi Adam dan Siti Hawa. Seyelah selesai menjalani hukuman dari Tuhan akibat memakan buah kuldi, keduanya menjalankan tugas berikutnya sebagai manusia yakni berkembang biak.\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Tugas mulia tersebut mereka jalani dengan beradu kenikmatan dan kekuatan tanpa melupakan sebuah kesadaran. bahwa itu semua adalah di antara peran yang ditugaskan oleh Tuhan untuk mereka di dunia agar generasi manusia akan tetap ada setelah mereka meninggal dunia atau menjadi <\/span><span style=\"font-weight: 400;\">bathang<\/span><span style=\"font-weight: 400;\">.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Itulah pesan kehidupan yang dapat diambil dari aksara Jawa menurut versinya Pak Misman. Versi dari Pak Misman ini mungkin saja berbeda dari beberapa versi yang telah ada sebelumnya. Namun, setidaknya dari perbedaan itu kita dapat mengambil sebuah persamaan, yakni mengenai ajaran kesejatian hidup dan peran yang diamanahkan oleh Tuhan pada manusia ketika di alam dunia.\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Sebenarnya masih ada banyak bahasan yang hendak disampaikan oleh Pak Misman untuk Dul Kaher. Namun karena anak Dul Kaher sudah selesai mengaji dan merengek untuk lekas pulang, obrolan mereka pun akan berlanjut lagi pada hari berikutnya.<\/span><\/p>\n<p><strong>BACA JUGA\u00a0<a href=\"https:\/\/mojok.co\/terminal\/begini-cara-toko-emas-menghitung-harga-dan-ongkos-dalam-jual-beli-perhiasan-emas\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener noreferrer\">Begini Cara Toko Emas Menghitung Harga dan Ongkos dalam Jual Beli Perhiasan Emas<\/a>\u00a0dan tulisan\u00a0<a href=\"https:\/\/mojok.co\/terminal\/author\/muhammad-adib-mawardi\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener noreferrer\">Muhammad Adib Mawardi<\/a> lainnya.<\/strong><\/p>\n<div>\n<div><span class=\"ctaText\">Baca Juga:<\/span>\u00a0 <span class=\"postTitle\">Kredit: Solusi Tepat Mengelola Uang Ala Generasi Millenial<\/span><\/div>\n<\/div>\n<p><em>Terminal Mojok merupakan platform User Generated Content (UGC) untuk mewadahi jamaah mojokiyah menulis tentang apa pun. Submit esaimu secara mandiri lewat cara\u00a0<a href=\"https:\/\/mojok.co\/terminal\/kirim-tulisan\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener noreferrer\">ini<\/a>\u00a0ya.<\/em><\/p>\n<p><em>Pernah menulis di Terminal Mojok tapi belum gabung grup WhatsApp khusus penulis Terminal Mojok? Gabung dulu, yuk. Klik link-nya<\/em>\u00a0<em><a href=\"https:\/\/bit.ly\/wamojok\" target=\"_blank\" rel=\"noopener noreferrer\">di sini.<\/a><\/em><\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Tujuan Ajisaka mengabadikan kisah ini adalah supaya peristiwa yang memilukan dan memalukan ini tidak akan terulang kembali pada generasi berikutnya.<\/p>\n","protected":false},"author":595,"featured_media":72111,"comment_status":"closed","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"_lmt_disableupdate":"","_lmt_disable":"","jnews-multi-image_gallery":[],"jnews_single_post":[],"jnews_primary_category":[],"jnews_override_counter":[],"jnews_post_split":[],"footnotes":""},"categories":[6],"tags":[8457,8456,8455,2895],"class_list":["post-72099","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-artikel","tag-ajisaka","tag-aksara","tag-aksara-jawa","tag-budaya-jawa"],"modified_by":"Yamadipati Seno","amp_enabled":true,"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/72099","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/users\/595"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=72099"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/72099\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/media\/72111"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=72099"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=72099"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=72099"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}