{"id":7185,"date":"2019-07-17T09:00:52","date_gmt":"2019-07-17T02:00:52","guid":{"rendered":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/?p=7185"},"modified":"2022-01-19T12:01:44","modified_gmt":"2022-01-19T05:01:44","slug":"lima-usulan-alternatif-prank-hantu-untuk-para-youtuber-di-depok","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/lima-usulan-alternatif-prank-hantu-untuk-para-youtuber-di-depok\/","title":{"rendered":"Lima Usulan Alternatif Prank Hantu untuk Para YouTuber di Depok"},"content":{"rendered":"<p>Depok memang nggak pernah berhenti\u00a0 dari pemberitaan, viral, menginspirasi dan penuh kontroversi. Belum lama kemarin\u00a0 sedang hangat-hangatnya <a href=\"https:\/\/mojok.co\/terminal\/tiga-alasan-kenapa-parkir-syariah-itu-penting\/\">tempat parkir antara Ikhwan dan akhwat yang dipisah<\/a>, belum selesai dengan itu, remaja-remaja kreatifnya membuat konten <a href=\"https:\/\/www.vice.com\/id_id\/article\/kzmv5w\/prank-pocong-udah-terlalu-biasa-remaja-depok-cosplay-jadi-tuyul-dan-dibekuk-tim-jaguar\">cosplay Tuyul<\/a> buat <em>ngeprank<\/em> pejalan kaki dan pengendara.<\/p>\n<p>Tapi memang malang tak dapat ditolak dan untung tak dapat diraih, tim <em>prank<\/em> hantu Tuyul ini memang lagi apes betul, karena calon korban yang akan <em>diprank<\/em> ternyata <a href=\"https:\/\/megapolitan.kompas.com\/read\/2017\/05\/30\/08353511\/mengenal.team.jaguar.tim.khusus.anti-kejahatan.jalanan.di.depok?page=all\">tim Jaguar kota Depok<\/a>, yakni satuan elite kepolisian pemberantasan kriminalitas Kota Depok.\u00a0 Tim yang dipercaya sanggup membekuk begal, membubarkan pembalap liar, hingga menangkap hantu jadi-jadian.<\/p>\n<p dir=\"ltr\">Tak berhenti sampai di situ baru-baru ini Wali Kota Depok, M. Idris Abdul Somad membuat kebijakan &#8220;keren&#8221;, alih-alih mengurai kemacetan Wali Kota membuat kebijakan memutar lagu di setiap lampu merah. <u>Ti<\/u>dak main-main lagu yang diciptakan oleh musisi Koko Thole itu langsung dinyanyikan oleh pak Wali Kota sendiri. Sungguh syahdu sekali.\u00a0Kurang sayang apalagi coba Pak Wali Kota kepada para warganya. Pemutaran lagu bertujuan untuk menghibur sekaligus menghilangkan setress para pengendara saat terjadi kemacetan di lampu merah.<\/p>\n<p dir=\"ltr\">Tapi saya di sini tidak akan membahas kebijakan pemutaran lagu itu kok, pada kesempatan kali ini saya akan lebih memperhatikan yang muda saja, tulisan untuk generasi tua besok-besok saja.\u00a0Baik, generasi millenial sebenarnya memiliki potensi yang sangat besar, tergantung bagaimana mengarahkannya agar menjadi lebih baik dan berguna bagi nusa, bangsa dan agama\u2014<em>subhanallah<\/em>. Mereka sudah sangat akrab dengan kecanggihan teknologi dan kecepatan informasi, maka tidak heran jika banyak anak-anak dari generasi ini ingin bercita-cita jadi YouTuber maupun <em>influencer<\/em>.<\/p>\n<p dir=\"ltr\">Menjadi YouTuber bukan hanya perihal gaji yang besar, ini lebih dari itu bahwa profesi YouTuber sangat diapresiasi oleh masyarakat kita, bahkan Universitas Pembangunan Nasional Veteran Jakarta (UPNVJ)\u00a0 membuka jalur mandiri bagi calon mahasiswa YouTuber melalui jalur prestasi dengan syarat memiliki Youtube Content Creator\u00a0 minimal 10 ribu <em>subscribers<\/em>\u2014kan asik tuh.<\/p>\n<p dir=\"ltr\">Tapi menjadi <em>content creator<\/em> dan YouTuber profesional\u00a0 memang tak gampang, <em>my lov<\/em>. Harus memiliki visi dan misi ke depannya. Harus kerja keras dan tidak gampang menyerah, disiplin dan profesional. Prank hantu Tuyul remaja Depok kemarin adalah bukti dari sebuah keprofesionalan sejati, totalitas\u2014kepala botak, pakai celana pendek plastik kaya <em>pampers<\/em>, sekujur tubuh dibaluri tepung\u2014apa ini kalau bukan sebuah <del>kegoblokan<\/del> keprofesionalan hakiki.<\/p>\n<p dir=\"ltr\">Maka untuk ikut meramaikan khazanah dunia <em>prank<\/em> Indonesia, saya mengusulkan 5 alternatif <em>prank<\/em> hantu yang patut kamu coba.<\/p>\n<p dir=\"ltr\"><strong>1. Jadi Miyangga<\/strong><\/p>\n<p dir=\"ltr\">Miyangga adalah hantu air legendaris yang dikenal dan banyak diceritakan di masyarakat pedesaan, khususnya di wialayah Jawa Tengah dan sekitarnya.<\/p>\n<p dir=\"ltr\">Membuat konten YouTube dengan menjadi Miyangga mungkin patut dicoba, tapi memang harus mengeluarkan biaya ekstra untuk membeli rambut palsu yang sangat panjang, dan keluarnya pun harus dari genangan air di jalanan. Nah ini mungkin juga bisa dibuat sebagai kritik kepada Pemerintah setempat untuk membetulkan jalan-jalan berlubang.<\/p>\n<p dir=\"ltr\">Kenapa harus muncul dalam genangan air? Karena Miyangga dikenal sebagai hantu air yang muncul dari dalam sungai yang memiliki rambut panjang kuku panjang dan mata merah.\u00a0 Saat keluar dari permukaan yang terlihat hanyalah kepala dan rambutnya. Dia menangkap mangsanya dengan jeratan rambutnya.<\/p>\n<p dir=\"ltr\"><strong>2. Jadi Grandong<\/strong><br \/>\n<em>Ngeprank<\/em> menggunakan cosplay Grandong sangat amat jarang terjadi. Hal ini mungkin bisa menjadi satu langkah pasti untuk mengawali generasi <em>prank<\/em> cosplay Grandong.<\/p>\n<p dir=\"ltr\">Modal untuk menjadi grandong mungkin cukup ribet sih, rambut panjang palsu, baju rombengan, gigi taring palsu. Dan suara yang dimonster-monsterkan<\/p>\n<p dir=\"ltr\"><strong>3. Jadi Mak Lampir<\/strong><br \/>\nJika berbicara tentang Grandong, kita tidak bisa lepas dari <em>big bossnya<\/em> Grandong yakni Mak Lampir. Mak Lampir adalah tokoh antagonis yang ikonik dalam drama kolosal sinetron Misteri Gunung Merapi yang dulu sempat hits di era 2000-an.<\/p>\n<p dir=\"ltr\">Untuk menjadi Mak Lampir memang gampang-gampang susah\u2014gampang karena semua orang bisa berdandan seperti dirinya\u2014tapi untuk soal ketawa kita butuh usaha ekstra untuk menirunya. Ketawa Mak Lampir adalah ketawa <em>legend<\/em> yang mungkin hanya bisa dilakukan oleh Farida Pasha. Tapi tak apa kalau mau mencoba.<\/p>\n<p dir=\"ltr\"><strong>4. Jadi Buto Ijo<\/strong><br \/>\nTak ada salahnya jika kalian memiliki teman yang memiliki badan besar, dan ingin jadi <em>cosplayer low budget<\/em>. Anda bisa menawarinya jadi Buto ijo.\u00a0Buto ijo sendiri penggambarannya mungkin seperti Hulk dengan kearifan lokal, tapi dalam versi lebih <em>ambyar<\/em>.<\/p>\n<p dir=\"ltr\">Modal untuk menjadi Hulk sendiri sungguh sederhana, kita hanya harus membeli cat hijau kegelap-gelapan. Lalu dibaluri ke seluruh tubuh calon <em>cosplayer<\/em> yang telanjang dada, dan pada wajah jangan lupa dibaluri dengan minyak dan arang agar terkesan orisinal, dan otentik. Oh ya, tambah taring-taringan jangan lupa.<\/p>\n<p dir=\"ltr\"><strong>5. Jadi Orang Ketiga<\/strong><br \/>\nOrang ketiga bagaimanapun bentuknya tetap dipahami sebagai hantu atau setan\u2014setan kepala hitam. Bukankah ketika ada dua\u00a0 orang sedang berbicara berdua-duaan maka yang ketiga adalah setan. Maka membuat konten YouTube dengan alternatif menjadi orang ketiga patut dicoba.<\/p>\n<p dir=\"ltr\">Menjadi orang ketiga ini pun sangat sederhana, hanya dibutuhkan mental berani, bangsat\u2014meskipun lebih bangsat koruptor sih\u2014pengkhianat, sekaligus muka tembok. Ini patut dicoba oleh saudara-saudaraku yang ingin membuat konten <em>prank<\/em> hantu.\u00a0Dengan menjadi orang ketiga maka <em>prank<\/em> yang dihasilkan diharapkan akan lebih cemerlang dan menggelegar. Super sekali!<\/p>\n<p dir=\"ltr\">Demikian 5 usulan <em>prank<\/em> hantu untuk para konten kreator <em>prank<\/em> hantu di Depok. Semoga bermanfaat, sukses selalu. Tetap sabar, tenangkan hati dan jiwa saat mendengar <em>single<\/em> terbaru Pak Wali Kota yang diputar\u00a0 saat terik matahari menerjang kalian di lampu merah. Karena sesungguhnya Tuhan bersama orang-orang yang sabar. <em>Subhanallah<\/em>. Tabik.<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Tapi memang malang tak dapat ditolak dan untung tak dapat diraih, tim prank hantu Tuyul ini memang lagi apes, karena calon korbannya ternyata tim Jaguar.<\/p>\n","protected":false},"author":76,"featured_media":7217,"comment_status":"closed","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"_lmt_disableupdate":"","_lmt_disable":"","jnews-multi-image_gallery":[],"jnews_single_post":[],"jnews_primary_category":[],"jnews_override_counter":[],"jnews_post_split":[],"footnotes":""},"categories":[12906],"tags":[1779,1715,1776,1777,1778],"class_list":["post-7185","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-media-sosial","tag-begal-depok","tag-depok","tag-prank-pocong-depok","tag-prank-youtuber","tag-tim-jaguar-depok"],"modified_by":"Ibil S Widodo","amp_enabled":true,"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/7185","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/users\/76"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=7185"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/7185\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/media\/7217"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=7185"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=7185"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=7185"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}