{"id":70852,"date":"2020-08-11T14:26:03","date_gmt":"2020-08-11T07:26:03","guid":{"rendered":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/?p=70852"},"modified":"2020-08-11T14:26:03","modified_gmt":"2020-08-11T07:26:03","slug":"13-rekomendasi-lagu-pop-punk-akustik-untuk-menangis","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/13-rekomendasi-lagu-pop-punk-akustik-untuk-menangis\/","title":{"rendered":"13 Rekomendasi Lagu Pop Punk Akustik untuk Menangis"},"content":{"rendered":"<p>Kita bisa meletakkan sebuah kenangan dalam sebuah lagu. Semisal kondisi hati tidak baik pasca putus cinta, kemudian mendengarkan salah satu lagu dan bisa membuatmu sedikit bahagia, maka kenangan itu akan melekat kepada lagu tersebut. Tiap kali mendengarkan lagu tersebut, kenangan putus cinta tersebut akan mengintai dengan manisnya. Aliran musik apa pun selalu punya lagu yang nostalgik. Dari pop melayu hingga pop punk sekalipun, pasti ada.<\/p>\n<p>Dalam skena pop punk, terkadang mereka tidak unjuk kebolehan hanya dalam vokal berat, distorsi dan pukulan drum saja. Lebih jauh dari itu, pop punk juga menyediakan beberapa tembang untuk ditangisi sekaligus dinyanyikan. Melalui lagu-lagu akustiknya, beberapa lagu dari band pop punk ini bebas dimasuki ingatanmu mengenai apa saja. Terutama, menemani hari-harimu yang layak untuk selalu diapresiasi itu.<\/p>\n<h4><strong>The Story so Far-<\/strong><strong>Clairvoyant<\/strong><\/h4>\n<p>Pergi ke ruang tamu, duduk di kursi tengah, pandangi foto keluarga, melihat masa kecilmu berlarian di ruangan tersebut dan mengalunlah \u201cClairvoyant\u201d dengan khusyuk. Berbisiklah kepada orang yang membuatmu sedih, \u201cdon&#8217;t paint me black, when I used to be golden.\u201d<\/p>\n<h4><strong>Knuckle Puck-<\/strong><strong> No Good<\/strong><\/h4>\n<p>\u201cNo Good\u201d menyediakan dua versi, full-band dan akustik. Yang full-band, mereka menyediakan sebuah lagu untuk menangis sambil di-headbang-i, sedangkan yang akustik menyediakan untuk lebih dalam dari itu, sangat cocok untuk berdiam diri di kamar, merenung, dan memaafkan segalanya.<\/p>\n<h4><strong>Neck Deep-<\/strong><strong>December<\/strong><\/h4>\n<p>\u201cDecember\u201d juga sama, menyediakan dua versi. Bahkan, lagu ini menawarkan sesuatu yang lebih mewah, yakni featuring dengan Mark Hoppus untuk full-band dan Chris Carrabba untuk akustik. Lagu ini menjadi sentimentil mana kala Bulan December, mendengarkan \u201cDecember\u201d menjadi sebuah tradisi patah hati bersama-sama.<\/p>\n<p>Dengarkan lagu ini pada 31 Desember, 5 menit sebelum pergantian tahun. Jangan salahkan saya ketika kalian menangis saat menyanyikan lirik \u201cI miss your face, you\u2019re in my head. There\u2019s so many things that I should have said. A year of suffering, a lesson learned\u201d.<\/p>\n<h4><strong>All Time Low-<\/strong><strong>Missing You<\/strong><\/h4>\n<p>Untuk merindukan seseorang namun tidak kehilangan wibawanya, All Time Low memberikan jawabannya melalui lagu \u201cMissing You\u201d yang terhimpun dalam album Future Hearts ini.<\/p>\n<h4><strong>Modern Baseball-<\/strong><strong>I Think You Were In My Profile Picture Once<\/strong><\/h4>\n<p>Saya pernah duduk di burjonan sendirian, memakai headset dan nguwel-nguwel mie goreng sambil mbati begini, \u201csejak kapan kita tidak saling berbicara lagi?\u201d. Siapa pelaku yang membuat saya menikmati suasana menyenangkan burjonan jadi penuh kontemplasi begini? Ya, lagu ini!<\/p>\n<h4><strong>Knuckle Puck-<\/strong><strong>Home Alone<\/strong><\/h4>\n<p>Rumah yang besar namun semakin sepi. Semua hilir mudik meninggalkan rumah dan tak ada yang sudi untuk kembali lagi. Lagu ini sebenarnya versi akustik dari \u201cBut Why Would You Care?\u201d, namun digubah menjadi lebih tenang namun menghanyutkan.<\/p>\n<h4><strong>The Story so Far-<\/strong><strong>Navy Blue<\/strong><\/h4>\n<p>Mendengarkan lagu ini rasanya seperti sedang dipukul berkali-kali. Namun, entah mengapa, mulut ini rasanya ingin terus mengimbangi nyanyian Parker Cannon dan telinga ini rasanya ingin terus mendengarkan alunan pelan petikan gitar mereka.<\/p>\n<h4><strong>Real Friends-<\/strong><strong>Sixteen<\/strong><\/h4>\n<p>Lagu ini menawarkan kita untuk berdarmawisata ke masa lalu. Di sebuah masa di mana kita bertemu dengan gadis pujaan yang tidak mungkin untuk diraih. Juga, terjebak di sebuah masa di mana semua runtuh, sedih, dan menyiksa tanpa mengerti apa sebabnya.<\/p>\n<h4><strong>ROAM-Tracks<\/strong><\/h4>\n<p>Definisi bahwa lagu-lagu pop punk akustik itu ambyar malah dibengoki bisa dicontohkan melalui lagu ini. Sebagaimana kebanyakan pop punk asal Britannia, penulisan lirik yang super nyelekit juga mereka miliki dalam \u201cTracks\u201d ini.<\/p>\n<h4><strong>Neck Deep-Head to the Ground<\/strong><\/h4>\n<p>Lagu ini saya dengarkan ketika telat naik Kereta Parameks jam terakhir dan harus nginep satu malam di Solobalapan untuk menunggu kereta jam 6 pagi. Ya, namanya juga sedang kasmaran, alih-alih mangkel, yang ada malah bikin tweet dari penggalan lirik ini, \u201cwhen&#8217;s the next time that I can see you?\u201d<\/p>\n<h4><strong>Citizen-<\/strong><strong>I&#8217;m Sick Of Waiting<\/strong><\/h4>\n<p>Lagu ini sangat cocok untuk kamu yang sedang ambyar di hati, namun tegar di body. Apa lagi, lirik yang berbunyi \u201cI bleed from the inside, and I won&#8217;t tell anyone\u201d akan terus mengalun pelan dan berbanding terbalik dengan Mat Kerekes yang menyanyikan.<\/p>\n<h4><strong>Chief State-<\/strong><strong>I&#8217;ll Be a Mess Without You<\/strong><\/h4>\n<p>Ketika sedang membutuhkan seseorang, kirimkan saja lagu ini kepada orang tersebut. Tanpa ragu, orang tersebut akan mengerti tanpa harus diberi tahu maksud dan tujuanmu memberikan lagu ini untuknya apa.<\/p>\n<h4><strong>Neck Deep-W<\/strong><strong>ish You Were Here<\/strong><\/h4>\n<p>Ketika ada seseorang yang mengirimkan dirimu sepotong lagu yang berisikan kerinduan dan kamu tidak bisa menerka maksudnya apa, kirimkan saja lagu ini sebagai balasannya.<\/p>\n<p><strong>BACA JUGA\u00a0<a href=\"https:\/\/mojok.co\/amj\/corak\/maljum\/teror-andong-pocong-di-sidoarjo\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener noreferrer\">Teror Andong Pocong di Sidoarjo<\/a>\u00a0dan tulisan\u00a0<a href=\"https:\/\/mojok.co\/terminal\/author\/gusti-aditya\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener noreferrer\">Gusti Aditya<\/a>\u00a0lainnya.<\/strong><\/p>\n<p><em>Terminal Mojok merupakan platform User Generated Content (UGC) untuk mewadahi jamaah mojokiyah menulis tentang apa pun. Submit esaimu secara mandiri lewat cara\u00a0<a href=\"https:\/\/mojok.co\/terminal\/kirim-tulisan\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener noreferrer\">ini<\/a>\u00a0ya.<\/em><\/p>\n<p><em>Pernah menulis di Terminal Mojok tapi belum gabung grup WhatsApp khusus penulis Terminal Mojok? Gabung dulu, yuk. Klik link-nya<\/em>\u00a0<em><a href=\"https:\/\/bit.ly\/wamojok\" target=\"_blank\" rel=\"noopener noreferrer\">di sini.<\/a><\/em><\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Melalui lagu akustiknya, beberapa lagu dari band pop punk ini akan merasuk ke ingatanmu. Rayakan rasa sakit dan bahagia lewat lagu-lagu ini.<\/p>\n","protected":false},"author":130,"featured_media":67589,"comment_status":"closed","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"_lmt_disableupdate":"","_lmt_disable":"","jnews-multi-image_gallery":[],"jnews_single_post":[],"jnews_primary_category":[],"jnews_override_counter":[],"jnews_post_split":[],"footnotes":""},"categories":[6],"tags":[],"class_list":["post-70852","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-artikel"],"modified_by":"Rizky Prasetya","amp_enabled":true,"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/70852","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/users\/130"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=70852"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/70852\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/media\/67589"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=70852"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=70852"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=70852"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}