{"id":70325,"date":"2020-08-09T16:14:48","date_gmt":"2020-08-09T09:14:48","guid":{"rendered":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/?p=70325"},"modified":"2020-08-09T16:14:48","modified_gmt":"2020-08-09T09:14:48","slug":"3-hari-libur-nasional-yang-justru-bikin-kesal","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/3-hari-libur-nasional-yang-justru-bikin-kesal\/","title":{"rendered":"3 Hari Libur Nasional yang Justru Bikin Kesal"},"content":{"rendered":"<p><span style=\"font-weight: 400;\">Siapa sih yang nggak suka hari libur? Semua orang mulai dari anak sekolah, anak kuliah, sampai orang kantoran, semuanya suka hari libur. Walaupun tahu libur itu hanya rehat sejenak, dan tidak mengubah kenyataan hidup, tapi tetap semua orang menyukai hari libur. Mulai dari sekadar istirahat di rumah, sampai wisata yang membuat diri sendiri senang. Itulah mengapa orang-orang menyukai hari libur. Walaupun, ya, di masa pandemi hari ini libur dan hari biasa sama saja. Sama-sama di rumah, soalnya.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Tetapi, ada juga loh hari libur yang menyebalkan dan ternyata bikin kesal sendiri. Mungkin kalian bakal berpikir, loh kan hari libur tapi kenapa kesal dah. Makanya, jangan baca judulnya saja. Lho, ini kok malah penulisnya yang ngeselin?<\/span><\/p>\n<h4><b>Hari libur nasional yang menyebalkan #1 Hari kejepit nasional<\/b><\/h4>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Paham maksud hari Kejepit Nasional, nggak? Itu loh, maksudnya hari libur tapi bikin hari sebelumnya kejepit, jadi nanggung liburnya. Contohnya, hari Minggu kan memang libur seperti biasa, dan hari Selasa ternyata tanggal merah. Otomatis, hari Senin tetap masuk dan tidak ikut libur. Jarang ada instansi, mau itu sekolah\/kampus sampai kantor meliburkan hari kejepit nasional tersebut.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Jadinya kan agak aneh, ya. Hari minggu kita santai, istirahat dan quality time sendiri. Eh, besoknya masuk kerja\/belajar, tapi besoknya lagi libur lagi. Jadi nyebelin aja rasanya. Kayak ada spasi atau bolong di tengah liburan, agak gimana gitu. Kalau liburnya berturut-turut bisa libur sepuasnya. Punya rencana liburan jadi nggak terdistraksi sama hari nanggung yang harus tetap masuk itu. Ah, pokoknya nyebelin.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Siapa sih yang nggak suka hari libur? Semua orang mulai dari anak sekolah, anak kuliah sampai orang kantoran semuanya suka hari libur. Walaupun tahu libur itu hanya rehat sejenak, dan tidak mengubah kenyataan hidup, tapi tetap semua orang menyukai hari libur. Mulai dari sekadar istirahat di rumah, sampai wisata yang membuat diri sendiri senang. Itulah mengapa orang-orang menyukai hari libur. Walaupun, ya, di masa pandemi hari ini libur dan hari biasa sama saja. Sama-sama di rumah, soalnya.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Tetapi, ada juga loh hari libur yang menyebalkan dan ternyata bikin kesal sendiri dan mungkin orang-orang lain juga merasa? Mungkin kalian bakal berpikir, loh kan hari libur tapi kenapa kesal dahhh. Makanya, baca dulu dan jangan hanya baca judulnya saja. Banyak juga hari libur yang mestinya kita bisa nikmati, tapi malah pada kenyataannya bikin kesal atau paling nggak merasa sedih, deh.<\/span><\/p>\n<h4><b>Hari libur nasional yang menyebalkan #2 Hari libur yang jatuh di hari Minggu<\/b><\/h4>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Saat sedang iseng-iseng melihat kalender, berharap banyak tanggal merah di bulan yang sedang dijalani, eh tahunya saat dilihat tanggal merahnya ada di hari minggu. Ya ampun, mubazir banget rasanya. Kok bisa-bisanya tanggal merah di hari Minggu. Hari Minggu memang tanpa ada tanggal merah, ya, sudah pasti libur. Ini kenapa tanggal merah pakai jatuh di hari Minggu.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Ibarat orang jualan bakso, tapi pengin beli bakso. Ibarat orang mau pacaran, tapi punya pacar. Alias buat apa di hari Minggu itu tanggal merah, woyyy. Apa tanggal merah di hari Minggu membuat rasa liburan menjadi lebih meriah? Apakah waktu akan berjalan sangat lama? Tentu tidak. Sama saja, Brooouw.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">&#8220;Eh, jangan begitu. Seenggaknya bisa mengucapkan selamat tanggal merah!&#8221;<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Halahhh. Orang Indonesia tidak peduli selamat-selamat, selama itu bukan hari raya agama dan kemerdekaan Indonesia. Yang penting apa? Yang penting liburnya~<\/span><\/p>\n<h4><b>Hari libur nasional yang menyebalkan #3<\/b> <b>Hari libur One Piece<\/b><\/h4>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Ini nggak usah diperdebatkan lagi. Saya sendiri, hakulyakin, kalau yang libur adalah manga kesayangan kita bersama yaitu One Piece, rasanya akan sangat menyebalkan. Lebih tepatnya, kesal-kesal sedih. Apalagi, kalau misalnya sedang ada Golden Week di Jepang. Fyi, Golden Week itu maksudnya libur panjang di Jepang yang mana kadang mangaka (penulis manga) ikutan libur. Kesannya, baru juga libur kemarin eh pas baca minggu depan libur lagi.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Beberapa kali One Piece kaya begitu, dan para pembaca memang sebenarnya nggak pantas juga sih begitu. Oda-sensei lagi-lagi memang manusia biasa, butuh istirahat dan liburan juga. Beliau bukan robot, kalau misalnya sampai sakit juga kita nggak bisa baca karya beliau itu. Huhuhu, apalagi minggu depan One Piece libur pula. Pokoknya, kalau saat baca One Piece per chapter dan ada tulisan &#8220;minggu depan libur!&#8221;, sedihlah hati kami.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Tapi, ya, namanya juga hidup. Kadang-kadang nggak enak, kadang-kadang lebih nggak enak. Enaknya dikit, termasuk hari liburan. Kita mah yang penting sehat, banyak bersyukur saja agar bisa menikmati hari liburan dengan semestinya. Semoga pandemi selesai, biar kita bisa merasakan liburan dengan normal seperti sebelumnya. Tapi, ya, kalau kebanyakan libur bikin bosan juga sih. Apalagi, kalau sampai nggak ketemu teman-teman sendiri. Agak gimana gitu, ya.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Kalau kalian, hari libur apa yang paling kalian kesal?<\/span><\/p>\n<p><strong>BACA JUGA <a href=\"https:\/\/mojok.co\/isj\/esai\/30-september\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener noreferrer\">30 September Sebaiknya Jadi Hari Libur Nasional<\/a> dan tulisan\u00a0<a href=\"https:\/\/mojok.co\/terminal\/author\/nasrullah-alif\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener noreferrer\">Nasrulloh Alif Suherman<\/a>\u00a0lainnya.<\/strong><\/p>\n<div>\n<p><em>Terminal Mojok merupakan platform User Generated Content (UGC) untuk mewadahi jamaah mojokiyah menulis tentang apa pun. Submit esaimu secara mandiri lewat cara\u00a0<a href=\"https:\/\/mojok.co\/terminal\/kirim-tulisan\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener noreferrer\">ini<\/a>\u00a0ya.<\/em><\/p>\n<p><em>Pernah menulis di Terminal Mojok tapi belum gabung grup WhatsApp khusus penulis Terminal Mojok? Gabung dulu, yuk. Klik link-nya\u00a0<a href=\"https:\/\/bit.ly\/wamojok\" target=\"_blank\" rel=\"noopener noreferrer\">di sini.<\/a><\/em><\/p>\n<\/div>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Mungkin kalian bakal berpikir, loh kan hari libur nasional, kenapa kesal dah. Tapi ini nyata lho.<\/p>\n","protected":false},"author":321,"featured_media":6289,"comment_status":"closed","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"_lmt_disableupdate":"","_lmt_disable":"","jnews-multi-image_gallery":[],"jnews_single_post":[],"jnews_primary_category":[],"jnews_override_counter":[],"jnews_post_split":[],"footnotes":""},"categories":[6],"tags":[8344,8345],"class_list":["post-70325","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-artikel","tag-hari-libur","tag-tanggal-merah"],"modified_by":"Prima Sulistya","amp_enabled":true,"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/70325","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/users\/321"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=70325"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/70325\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/media\/6289"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=70325"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=70325"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=70325"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}