{"id":68555,"date":"2020-07-31T14:03:52","date_gmt":"2020-07-31T07:03:52","guid":{"rendered":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/?p=68555"},"modified":"2022-01-22T11:31:46","modified_gmt":"2022-01-22T04:31:46","slug":"si-doel-anak-sekolahan-episode-24-musim-3-doel-tahu-apa-yang-sudah-dilakukan-sarah","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/si-doel-anak-sekolahan-episode-24-musim-3-doel-tahu-apa-yang-sudah-dilakukan-sarah\/","title":{"rendered":"Si Doel Anak Sekolahan Episode 24, Musim 3: Doel Tahu Apa yang Sudah Dilakukan Sarah"},"content":{"rendered":"<p><span style=\"font-weight: 400;\">Si Doel Anak Sekolahan episode 24 ini kayaknya bakal jadi bagian yang menyakitkan buat Doel. Di awalnya saja Doel yang lagi sibuk kerja di kantor sudah harus kaget dengan kedatangan Roy, ditambah lagi mulut Roy yang lemesnya minta ampun itu sengaja banget bilang bahwa Doel bisa kerja di situ karena bantuan Sarah. Minta dilakban ini mulutnya Roy.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Di tempat yang berbeda, ada Munaroh datang membawa dodol buat Mak Nyak. Sementara Mak Nyak membuatkan minum, Mas Karyo mampir.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">\u201cEh, ada Musarofah! Eh, sapa namamu? Lupa\u2026 Munaroh ya?\u201d kata Mas Karyo.<br \/>\n<\/span><span style=\"font-weight: 400;\">\u201cIya, Mas,\u201d jawab Munaroh.<br \/>\n<\/span><span style=\"font-weight: 400;\">\u201cWah, sudah lama nggak ketemu. Kok pipimu tambah mlenthung?\u201d<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Mas Karyo nih mulutnya juga ngeselin yak.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">\u201cKamu sudah ketemu Mas Mandra belum?\u201d<br \/>\n<\/span><span style=\"font-weight: 400;\">\u201cBelum, Mas.\u201d<br \/>\n<\/span><span style=\"font-weight: 400;\">\u201cWah, kalo kamu ketemu Mas Mandra, dia itu pipinya sama mlenthungnya kayak kamu. Dia sudah punya pacar baru juga. Penyanyi ndangdut! Namanya Ambarwati Elvi Jannah&#8230; Jannah sopo yo? Jan-naaah&#8230; Pokoknya panjang banget! Weh, itu bodinya, Roh, waduh bentuknya tuh kayak kursi baru itu lho, yang rotan tu lho. Merit, tempat duduknya tu guedhe beuh. Itu lho bempernya!\u201d kata Mas Karyo. Kayaknya sengaja manas-manasin Munaroh deh.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Munaroh terkejut mendengar apa kata Mas Karyo, dia nggak mengira Mandra segitu mudahnya move on dan udah punya pacar baru. Saat Munaroh pamit pulang, Mas Karyo juga ternyata mau bareng jalan ke depan karena ada janji. Munaroh memanfaatkan kesempatan ini buat tanya-tanya tentang pacar barunya Mandra.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">\u201cPacar barunya Bang Mandra cakep ya, Mas?\u201d<br \/>\n<\/span><span style=\"font-weight: 400;\">\u201cYa jelas toh. Kalo ndak cakep mana mungkin jadi penyanyi ndangdut! Lah suaminya lak yo cakep toh? Mbok sekali-kali aku tuh dikenalin sama suamimu!\u201d<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Munaroh lalu cerita kalau dia dan Cecep, suaminya, hidup terpisah. Munaroh di Jakarta, Cecep di Cianjur. Munaroh tidak mungkin pindah ke Cianjur karena babenya akan sendirian, Cecep juga tidak mau pindah ke Jakarta karena tidak tahan panas. (Ha?)<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Jadi mereka hanya bertemu sekali dalam seminggu. Makanya Munaroh merasa kehidupan rumah tangganya tidak bahagia. Munaroh juga minta tolong pada Mas Karyo supaya bisa mempertemukannya dengan Mandra. Mas Karyo yang emang demen spotlight tentu mau-mau saja. Mas Karyo janji akan segera mengaturnya.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Kembali ke Doel. Sepulang kerja Doel langsung mampir ke rumah Sarah. Dia menanyakan kebenaran dari ucapan Roy tadi pagi. Sarah jujur mengakui bahwa dia pernah datang ke kantor Om Wisnu dan meminta Om Wisnu menerima Doel kerja di perusahaannya. Sarah bilang dia berniat baik membantu Doel, tidak ada maksud lain.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Doel, seperti biasa, dengan gengsinya yang setinggi langit ketujuh bilang bahwa dia tidak butuh bantuan semacam ini. Dia merasa masih bisa menolong dirinya sendiri, merasa masih kuat untuk berusaha.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">\u201cKamu tahu dari siapa? Pasti Roy ya?\u201d tanya Sarah.<br \/>\n<\/span><span style=\"font-weight: 400;\">\u201cAh, udahlah. Nggak enak nyebut nama,\u201d kata Doel.<br \/>\n<\/span><span style=\"font-weight: 400;\">\u201cDoel, kamu marah ya? Iya kan, kamu marah&#8230;.\u201d<br \/>\n<\/span><span style=\"font-weight: 400;\">\u201cNggak, aku nggak marah. Aku cuma merasa masih kuat untuk dikasihani.\u201d<br \/>\n<\/span><span style=\"font-weight: 400;\">\u201cKok kamu gitu sih?\u201d<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Sarah lalu lari masuk rumah.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Doel sampai di rumah saat Mas Karyo lagi ribet sama Mandra. Mas Karyo bilang kalau tadi dia ketemu Munaroh dan Munaroh sempat curhat. Mandra kepo maksimal. Dia kejar Mas Karyo sampai ke kontrakan, tapi Mas Karyo mulai rese. Pakai acara rahasia-rahasiaan segala, pakai acara disuruh nunggu sampai nanti malam pula.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Doel galau, Mandra galau. Galau semua-muanya.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Paginya, Mandra dandan cakep banget. Mas Karyo berangkat nagih ikut dengan opeletnya. Kayaknya mereka udah janjian ini. Dan ternyata benar, Mas Karyo mengajak Mandra ke sebuah tempat di jalanan kebon kampung untuk menunggu Munaroh. Sementara Mas Karyo menunggu santai sambil memeriksa catatan tagihannya, Mandra makin cemas karena Munaroh nggak datang-datang juga.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Sementara di kantornya, Doel diajak bicara oleh Pak Harry dan temannya bahwa omongan Roy tidak usah digubris, cuekin saja. Tapi semakin mendengar omongan teman kerjanya, Doel merasa semakin galau. Bener kan apa kata saya tadi, Si Doel Anak Sekolahan episode 24 ini benar-benar jadi bagian yang berat buat Doel.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Duh, bakal jadi gimana ini ya?<\/span><\/p>\n<p><strong>Daftar sinopsis sebelumnya: Si Doel Anak Sekolahan\u00a0<a href=\"https:\/\/mojok.co\/terminal\/tag\/si-doel-anak-sekolahan-musim-1\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener noreferrer\">musim 1<\/a>, Si Doel Anak Sekolahan\u00a0<a href=\"https:\/\/mojok.co\/terminal\/tag\/si-doel-anak-sekolahan-musim-2\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener noreferrer\">musim 2<\/a>, dan Si Doel Anak Sekolahan\u00a0<a href=\"https:\/\/mojok.co\/terminal\/tag\/si-doel-anak-sekolahan-musim-3\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener noreferrer\">musim 3<\/a>.<\/strong><\/p>\n<p><i>Terminal Mojok merupakan platform User Generated Content (UGC) untuk mewadahi jamaah mojokiyah menulis tentang apa pun. Submit esaimu secara mandiri lewat cara\u00a0<\/i><a href=\"https:\/\/mojok.co\/terminal\/kirim-tulisan\/\"><i>ini<\/i><\/a><i>\u00a0ya.<\/i><\/p>\n<p><i>Pernah menulis di Terminal Mojok tapi belum gabung grup WhatsApp khusus penulis Terminal Mojok? Gabung dulu, yuk. Klik link-nya\u00a0<\/i><a href=\"https:\/\/bit.ly\/wamojok\"><i>di sini.<\/i><\/a><\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Semua gara-gara mulutnya Roy nih! Minta dilakban kali. Doel jadi galau, Mandra galau. Galau semua-muanya.<\/p>\n","protected":false},"author":376,"featured_media":68587,"comment_status":"closed","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"_lmt_disableupdate":"","_lmt_disable":"","jnews-multi-image_gallery":[],"jnews_single_post":[],"jnews_primary_category":[],"jnews_override_counter":[],"jnews_post_split":[],"footnotes":""},"categories":[13082],"tags":[7036,6930,7568],"class_list":["post-68555","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-sinetron","tag-review-sinetron","tag-si-doel-anak-sekolahan","tag-si-doel-anak-sekolahan-musim-3"],"modified_by":"Administrator","amp_enabled":true,"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/68555","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/users\/376"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=68555"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/68555\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/media\/68587"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=68555"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=68555"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=68555"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}