{"id":68551,"date":"2020-07-31T14:27:18","date_gmt":"2020-07-31T07:27:18","guid":{"rendered":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/?p=68551"},"modified":"2020-07-31T14:28:13","modified_gmt":"2020-07-31T07:28:13","slug":"antara-jengkel-dan-salut-menghadapi-penjenguk-orang-sakit-yang-datang-beramai-ramai","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/antara-jengkel-dan-salut-menghadapi-penjenguk-orang-sakit-yang-datang-beramai-ramai\/","title":{"rendered":"Antara Jengkel dan Salut Menghadapi Penjenguk Orang Sakit yang Datang Beramai-ramai"},"content":{"rendered":"<p><span style=\"font-weight: 400;\">Seumur hidup saya sendiri belum pernah menginap di rumah sakit sebagai pasien. Tapi menginap sebagai teman si pasien, sudah sering. Rasanya semua sepakat tidak ada yang suka berlama-lama di rumah sakit. Ibaratnya, rumah sakit adalah tempat yang paling dihindari nomor dua setelah kantor polisi. Tapi, namanya kondisi, kadang mau nggak mau harus menetap di hotel bergaya medis ini.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Di antara hal yang bikin tidak betah adalah kedatangan penjenguk. Perihal ini, perasaan yang timbul antara jengkel dan salut.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Ini tentang rombongan\/kompi\/peleton penjenguk yang datang semena-mena. Semena-mena dari segi jumlah, semena-mena pula dari segi waktu.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Biasanya model-model penjenguk ini datang dengan menyewa kendaraan besar, mulai dari mobil <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">pick-up<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\">, truk, hingga bus tua yang suka batuk-batuk. Pemandangan semacam ini akan dengan mudah ditemui di beberapa rumah sakit umum daerah. Di RSUD, biasanya jam kunjung sangat longgar sampai-sampai saya suuzan memang disengaja untuk memfasilitasi animo besuk-membesuk yang tinggi ini.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Saya merasakannya ketika suatu kali menemani saudara sepupu menjalani operasi mata karena kecelakaan. Selama dua minggu opname, seperti yang diduga, keluarga dan tetangga bergiliran mengunjungi tak henti-henti. Bahkan saya yang sehat saja rasanya mau sakit berada di tengah keriuhan tanpa henti begini.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Kadang kelakuan penjenguk sampai tidak masuk akal. Suatu hari seorang penjenguk datang tepat di waktu subuh. Padahal di waktu itu kan biasa dipakai untuk buang air, mengumpulkan nyawa, cuci muka, dan salat. Entah bagaimana bisa penjenguk itu lolos (atau memang sengaja diloloskan) dari pengawasan satpam. Dan entah bagaimana pula sang penjenguk terpikir untuk menjenguk di waktu yang matahari pun masih tidur.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Di pengalaman menjaga pasien opname lain, saya bahkan sampai melongo tapi cuma bisa mengeluh dalam diam. Waktu itu, paman saya dirawat di rumah sakit karena stroke. Kamar yang ditempatinya adalah kamar kelas 3 yang dalam satu ruangan ada 6-8 bilik. Saya tidak berharap ruangan itu menjadi ruangan yang tenang karena memang itu kelas paling ekonomis.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Tapi apa yang saya lihat waktu itu melebihi ekspektasi terburuk saya mengenai hal-hal mengganggu di rumah sakit.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Baru kurang lebih 5 menit saya di ruangan itu, mendadak ada massa penjenguk yang jumlahnya saya lebih dari 25 orang datang membesuk pasien di ranjang sebelah. Tidak main-main, mereka datang bukan hanya menengok keadaan pasien, tapi juga mengajak ustaz untuk memimpin doa berjamaah mendoakan kesembuhan si pasien.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Alhasil, ruangan itu penuh dengan suara \u201camin\u201d yang menyahuti doa sang ustaz. Meski tidak sering, saya sendiri pernah ikut beberapa pengajian. Tak disangka bahwa euforia pengajian bisa sampai masuk ke bilik rumah sakit.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Terlepas dari perilaku yang unik tersebut, saya yakini bahwa niat penjenguk pasti baik, atau malah terlalu baik. Bagaimana tidak, ketika saudara saya opname, hampir tiap hari orang tuanya pulang membawa tumpukan makanan dan minuman buah tangan dari penjenguk. Tidak tanggung-tanggung, saking banyaknya barang yang diberi, orang tuanya harus membawa mobil <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">pick-up<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\">. Jumlah barang itu kalau diuangkan lagi, cukup untuk modal membuka warung kecil. Itu belum termasuk yang berbentuk uang.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Padahal, jika melihat kehidupan para penjenguk sehari-hari, saya yakin bahwa barang atau uang yang mereka beri itu sebenarnya bernilai sangat besar bagi mereka. Tapi betapa pun begitu, rasanya karakter mereka sudah dibentuk dari dulu agar tidak bisa untuk tidak memberi uluran tangan bagi kerabat dan tetangga dekat yang sedang susah. Dan betapa pun kita terusik dengan kebiasaan nyeleneh mereka, jika mengingat kembali rasa empati mereka kepada pasien, secara otomatis rasa rikuh dan jengkel itu mendadak luntur juga.<\/span><\/p>\n<p><strong>BACA JUGA <a href=\"https:\/\/mojok.co\/mrg\/esai\/mempertanyakan-prinsip-syariah-rsud-memangnya-nungguin-orang-sakit-bikin-kamu-horny\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener noreferrer\">Mempertanyakan Prinsip Syariah RSUD: Memangnya Nungguin Orang Sakit Bikin Kamu Horny?<\/a> dan tulisan <a href=\"https:\/\/mojok.co\/terminal\/author\/reno-ismadi\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener noreferrer\">Reno Ismadi<\/a><\/strong><strong>\u00a0lainnya.<\/strong><\/p>\n<p><em>Terminal Mojok merupakan platform User Generated Content (UGC) untuk mewadahi jamaah mojokiyah menulis tentang apa pun. Submit esaimu secara mandiri lewat cara\u00a0<a href=\"https:\/\/mojok.co\/terminal\/kirim-tulisan\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener noreferrer\">ini<\/a>\u00a0ya.<\/em><\/p>\n<p><em>Pernah menulis di Terminal Mojok tapi belum gabung grup WhatsApp khusus penulis Terminal Mojok? Gabung dulu, yuk. Klik link-nya<\/em>\u00a0<em><a href=\"https:\/\/bit.ly\/wamojok\" target=\"_blank\" rel=\"noopener noreferrer\">di sini.<\/a><\/em><\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Biasanya model-model penjenguk ini datang dengan menyewa kendaraan besar, mulai dari pick up sampai bus tua. Pemandangan ini mudah ditemukan di RSUD.<\/p>\n","protected":false},"author":909,"featured_media":58761,"comment_status":"closed","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"_lmt_disableupdate":"","_lmt_disable":"","jnews-multi-image_gallery":[],"jnews_single_post":[],"jnews_primary_category":[],"jnews_override_counter":[],"jnews_post_split":[],"footnotes":""},"categories":[6],"tags":[8166,8165,8164,7095],"class_list":["post-68551","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-artikel","tag-orang-sakit","tag-pembesuk","tag-penjenguk","tag-rumah-sakit"],"modified_by":"Prima Sulistya","amp_enabled":true,"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/68551","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/users\/909"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=68551"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/68551\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/media\/58761"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=68551"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=68551"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=68551"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}