{"id":68095,"date":"2020-07-29T12:15:14","date_gmt":"2020-07-29T05:15:14","guid":{"rendered":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/?p=68095"},"modified":"2021-08-29T22:37:45","modified_gmt":"2021-08-29T15:37:45","slug":"melirik-potensi-cuan-dari-bekas-cucian-perhiasan-emas","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/melirik-potensi-cuan-dari-bekas-cucian-perhiasan-emas\/","title":{"rendered":"Melirik Potensi Cuan dari Bekas Cucian Perhiasan Emas"},"content":{"rendered":"<p><span style=\"font-weight: 400;\">Satu waktu, saat sedang asik-asiknya membaca salah satu artikelnya Mojok, sambil menunggu toko emas, saya didatangi mas-mas yang nanyain bekas cucian emas.\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">&#8220;Mohon maaf Mas, ada air bekas cucian emas nggak?&#8221;<br \/>\n<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Saya yang waktu itu sedang konsentrasi-konsentrasinya baca artikel, dibuatnya plonga-plongo dan sempat bingung sendiri dengan pertanyaan mas ini. Dalam batin saya bertanya, &#8220;Kenapa air bekas cucian saja kok dicari? Alih-alih perhiasan nan anggun yang ada di dalam etalase.&#8221; Untung, waktu itu si Bos juga sedang berada di toko, sehingga <\/span><span style=\"font-weight: 400;\">beliau<\/span><span style=\"font-weight: 400;\"> yang menjawab pertanyaan dari si mas itu.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">&#8220;Mohon maaf Mas, belum ada. Harganya sekarang berapa?&#8221; Si Bos balik bertanya.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">&#8220;Kalau air sepuhan per liternya Rp75.000. Kalau yang debunya per ons-nya Rp900.000.&#8221;<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Sek-sek<\/span><span style=\"font-weight: 400;\">, sebentar. Debu perhiasan? Rp900.000? Apa saya nggak salah denger ini? Apa benar debu bekas cucian emas ada harganya? Saya tambah bingung dengan isi pembicaraan antara si Bos dengan si mas pembeli bekas cucian tadi.\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Singkat cerita, karena itu tidak menemukan apa yang dicari, si mas itu pamit. Tidak lupa, si mas berpesan pada kami untuk menghubunginya sewaktu-waktu, jika bekas limbah cucian emas di toko sudah terkumpul cukup banyak.\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Tampaknya, Bos pun paham dengan kebingungan saya ini. Beberapa saat kemudian, Bos menjelaskan pada saya mengenai perihal bekas cucian emas yang biasa saya kumpulin itu. Bos menerangkan, bekas cucian emas itu memang benar ada harganya. Khususnya, debu-debu sisa polesan perhiasan dan air bekas sepuhan. <\/span><span style=\"font-weight: 400;\">Dan ternyata, harganya pun nggak main-main, ada yang sampai Rp900 ribu per ons-nya. <\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Sekali lagi, saya benar-benar nggak nyangka, dari kumpulan debu yang terkadang membuat saya bersin-bersin itu ternyata memiliki nilai yang fantastis.\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">&#8220;Sekarang kamu sudah tahu sendiri, kan? Makanya, kalau bisa, bekas cucian emasnya itu disimpan yang rapi, supaya nanti kalau sudah terkumpul banyak, bisa dijual,&#8221; tukas Bos.\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Si Bos juga menjelaskan, kalau uang hasil penjualan ini biasanya dipakai buat anggaran perbaikan mesin, peremajaan mesin cuci emas, kalau mesin yang lama tidak lagi memungkinkan untuk diservis, atau juga bisa dipakai untuk mengurangi biaya penyusutan perhiasan emas akibat proses pencucian.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Tiba-tiba saja timbul pertanyaan dari saya<\/span><span style=\"font-weight: 400;\">, &#8220;Maaf Bos, kalau memang bekas cuciannya itu harganya mahal, kenapa kok malah dijual? Bukannya kalau diolah sendiri hasilnya bisa lebih <\/span><span style=\"font-weight: 400;\">gedhe<\/span><span style=\"font-weight: 400;\"> tuh?&#8221;<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Si Bos menjawab, &#8220;Ya itu, masalahnya Dib. Saat ini kita masih belum punya ilmu sama alat buat ngolah bekas cuciannya itu sendiri. Kalau nanti sudah ada, pasti kita bisa ngerjakan sendiri dan untung yang kita dapat bisa lebih <\/span><span style=\"font-weight: 400;\">gedhe<\/span><span style=\"font-weight: 400;\"> nilainya.&#8221;<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Sejurus kemudian, Bos meraih pulpen yang ada di depannya dan mengambil secarik kertas lalu terlihat sibuk mencorat-coreti. Usai menulis, beliau menunjukkan hasil tulisannya itu. <\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Ia menjelaskan. &#8220;Jika per 100 gram barang yang dicuci saja rata-rata penyusutannya bisa sampai satu gram. Bisa jadi, itulah nilai maksimal yang akan kita peroleh dari bekas cucian emas itu, kalau kita olah sendiri.&#8221;\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Si Bos melanjutkan, &#8220;Misalnya saja, harga emas 24 karat per gramnya saat ini Rp910 ribu, berarti kalau dikonversi dalam kandungan emas muda yang kita jual, yang kadarnya sekitar 36 persen itu, maka kurang lebih nilai yang akan kita terima adalah Rp910 ribu dikalikan 36 persen. Coba tebak berapa hasilnya?&#8221;<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Saya mengambil kalkulator dan menghitung. &#8220;Sekitar Rp327 ribu, Bos,&#8221;.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">&#8220;<\/span><span style=\"font-weight: 400;\">Yo<\/span><span style=\"font-weight: 400;\">, <\/span><span style=\"font-weight: 400;\">bener<\/span><span style=\"font-weight: 400;\">. Nilainya sekitar Rp327 ribu. Lumayan besar, kan, untuk ukuran serpihan emas yang tampaknya tidak <\/span><span style=\"font-weight: 400;\">mbejaji<\/span><span style=\"font-weight: 400;\"> (berharga) itu? Tapi, kemungkinan besar serpihan emas itu tidak akan sampai terkumpul semuanya. Sebagiannya pasti akan ada yang berhamburan sebab tertiup angin.&#8221;<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">&#8220;Meskipun demikian, jika pemilik toko dapat mengumpulkan setidaknya separuhnya saja, ini masih sangat lumayan untuk menutup biaya penyusutan dan biaya pencucian lainnya.&#8221;<br \/>\n<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Kini saya paham. Rupanya inilah alasan kenapa debu-debu bekas cucian yang ada di gudang itu teronggok cukup banyak. Padahal, sebenarnya tangan saya ini sudah cukup gatal untuk lekas membuangnya gara-gara sering membuat saya bersin-bersin sendiri.\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Untung, saya masih sempat mengurungkan niat. Kalau saja debu-debu itu sudah terlanjur saya buang, entah berapa rupiah kerugian yang bakal diderita, yang imbasnya, mungkin saja, gaji saya dipotong selama beberapa bulan ke depan sebagai ganti rugi.<\/span><\/p>\n<p><strong>BACA JUGA\u00a0<a href=\"https:\/\/mojok.co\/terminal\/begini-cara-toko-emas-menghitung-harga-dan-ongkos-dalam-jual-beli-perhiasan-emas\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener noreferrer\">Begini Cara Toko Emas Menghitung Harga dan Ongkos dalam Jual Beli Perhiasan Emas<\/a>\u00a0dan tulisan\u00a0<a href=\"https:\/\/mojok.co\/terminal\/author\/muhammad-adib-mawardi\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener noreferrer\">Muhammad Adib Mawardi<\/a>\u00a0lainnya.<\/strong><\/p>\n<p><em>Terminal Mojok merupakan platform User Generated Content (UGC) untuk mewadahi jamaah mojokiyah menulis tentang apa pun. Submit esaimu secara mandiri lewat cara\u00a0<a href=\"https:\/\/mojok.co\/terminal\/kirim-tulisan\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener noreferrer\">ini<\/a>\u00a0ya.<\/em><\/p>\n<p><em>Pernah menulis di Terminal Mojok tapi belum gabung grup WhatsApp khusus penulis Terminal Mojok? Gabung dulu, yuk. Klik link-nya<\/em>\u00a0<em><a href=\"https:\/\/bit.ly\/wamojok\" target=\"_blank\" rel=\"noopener noreferrer\">di sini.<\/a><\/em><\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Satu waktu, saat sedang asik-asiknya membaca salah satu artikelnya Mojok, sambil menunggu toko emas, saya didatangi mas-mas yang nanyain bekas cucian emas.\u00a0 &#8220;Mohon maaf Mas, ada air bekas cucian emas nggak?&#8221; Saya yang waktu itu sedang konsentrasi-konsentrasinya baca artikel, dibuatnya plonga-plongo dan sempat bingung sendiri dengan pertanyaan mas ini. Dalam batin saya bertanya, &#8220;Kenapa air [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":595,"featured_media":68125,"comment_status":"closed","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"_lmt_disableupdate":"","_lmt_disable":"","jnews-multi-image_gallery":[],"jnews_single_post":[],"jnews_primary_category":[],"jnews_override_counter":[],"jnews_post_split":[],"footnotes":""},"categories":[12911],"tags":[8126,3754,6297,8125],"class_list":["post-68095","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-loker","tag-air-cucian-emas","tag-cuan","tag-emas","tag-harga-emas"],"modified_by":"Audian Laili","amp_enabled":true,"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/68095","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/users\/595"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=68095"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/68095\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/media\/68125"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=68095"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=68095"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=68095"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}