{"id":67201,"date":"2020-07-25T08:19:00","date_gmt":"2020-07-25T01:19:00","guid":{"rendered":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/?p=67201"},"modified":"2020-07-25T08:19:00","modified_gmt":"2020-07-25T01:19:00","slug":"dilema-tukang-tembak-thermo-gun-kemakan-hoaks-atau-tidak-sama-sama-susah","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/dilema-tukang-tembak-thermo-gun-kemakan-hoaks-atau-tidak-sama-sama-susah\/","title":{"rendered":"Dilema Tukang Tembak Thermo Gun: Kemakan Hoaks atau Tidak, Sama-sama Susah"},"content":{"rendered":"<p>Seperti lazimnya tiap Jumat siang, saya dan adik saya melenggang ke masjid dekat rumah untuk salat Jumat. Sudah lazim juga melihat saf yang berjarak dan ritual \u201ctembakan\u201d thermo gun sebelum masuk masjid.<\/p>\n<p>Saya sudah terbiasa menyorongkan dahi untuk dicek suhunya. Namun, kali ini tak seperti biasanya, saya malah ra digagas oleh bapak-bapak tukang tembaknya. Alih-alih mengacungkan thermo gun ke dahi, beliau malah mengarahkannya ke lengan saya. Saya dan adik saya cuma nyengir dan bisik-bisik saja.<\/p>\n<p>\u201cEfek broadcast wasap nih!\u201d<\/p>\n<p>Yap, belakangan ini lagi-lagi grup WA menjadi biang kasak-kusuk tak akurat di masyarakat, khususnya bapak-bapak. Kali ini, broadcast hoaks yang beredar adalah kabar bahwa thermo gun memancarkan radiasi laser yang berbahaya bagi otak sehingga harusnya tidak diarahkan ke dahi.<\/p>\n<p>Sudah banyak beredar klarifikasi dari hoaks ini. Misalnya dari situs web <a href=\"https:\/\/www.kompas.com\/sains\/read\/2020\/07\/20\/132800023\/-hoaks-thermo-gun-disebut-berbahaya-untuk-otak-begini-faktanya?page=all\">Kompas<\/a>, <a href=\"https:\/\/news.detik.com\/berita\/d-5102343\/tak-bahaya-bagi-otak-ini-penjelasan-soal-laser-di-thermo-gun?single=1\">Detik<\/a>, dan <a href=\"https:\/\/www.klikdokter.com\/info-sehat\/read\/3641934\/penasaran-benarkah-thermo-gun-bisa-membuat-kerusakan-otak\">Klikdokter<\/a>, yang sayangnya penyebaran informasinya tidak seintensif hoaksnya (mungkin karena judulnya kurang bombastis).<\/p>\n<p>Faktanya, thermo gun medis sama sekali nggak ada laser-lasernya. Pengukuran suhu dilakukan dengan infrared yang sebenarnya sama-sama radiasi elektromagnetik, tetapi menurut standar kesehatan pancaran radiasi yang dikeluarkan relatif rendah sehingga tidak berbahaya bagi kesehatan otak.<\/p>\n<p>Malah, thermo gun medis harusnya memang ditembakkan ke dahi (atau telinga). Soalnya, di bagian tubuh tersebut terdapat arteri temporal yang jika diukur suhunya dengan thermo gun maka hasilnya relatif akurat. Jika ditembakkan ke bagian tubuh lain yang tidak ada arteri temporalnya, bisa-bisa suhu yang diukur (makin) tidak akurat.<\/p>\n<p>By the way, thermo gun memang ada yang pakai laser, yaitu yang digunakan untuk industri (thermo gun industri dan medis berbeda ya!). Akan tetapi, lasernya tidak digunakan sebagai pengukur suhu, tetapi hanya membantu membidik saja macam laser pointer untuk presentasi itu, lho. Jadi, radiasi dari lasernya hanya sepoi-sepoi saja begitu.<\/p>\n<p>Sebagai catatan, laser low power ini memang dapat berefek negatif jika diarahkan ke mata karena dapat merusak retina. Tak heran, laser pembidik ini hanya digunakan di industri, bukan medis. Meski begitu, efek ini muncul karena retina mata memang sangat sensitif, berbeda dengan kulit yang tebal dan tidak sensitif, macam kulit koruptor yang kebal caci maki khalayak ramai.<\/p>\n<p>Terus, kalau misal bapak-bapak tukang tembaknya tahu fakta itu (atau malah saya atau Anda yang jadi bapak-bapaknya), apakah bakal menembakkan thermo gun ke dahi? Yaaaa belum tentu juga sih, xixixi.<\/p>\n<p>Masalahnya, persoalan tembak-ke-dahi-atau-tidak ini ternyata bukan hanya problem kesehatan saja. Ada konteks sosial budaya yang juga terkandung di dalamnya. Clickbait sekali kan? \u201cTERNYATA THERMO GUN TIDAK HANYA UNTUK KESEHATAN SAJA!! FAKTA NO 5 BIKIN KAGET\u201d, wadidaw~<\/p>\n<p>Kalau menemui orang kayak bapak-bapak tukang tembak thermo gun tadi, jangan buru-buru menuding beliau termakan hoaks ya (meski kayaknya iya, sih). Siapa tahu beliau sudah paham, tetapi terpaksa tetap melakukan hal itu karena tuntutan masyarakat.<\/p>\n<p>Jika Anda (dan saya) ada di posisi si bapak, mungkin kita akan melakukan hal yang sama. Hal tersebut perlu dilakukan untuk mencegah hal-hal yang tidak diinginkan, misalnya seperti ini:<\/p>\n<p>Bayangkan saja, setelah tersebarnya isu itu ke grup WA, Anda tetap konsisten bertugas mengukur suhu orang-orang dengan tembakan ke dahi seperti biasanya. Lalu datang seorang bapak-bapak paruh baya, sebut saja Pak Jono (mohon maap bagi yang merasa namanya Jono). Dengan cekatan, Anda mengacungkan ke dahi Pak Jono, yang langsung ditepisnya sambil kaget.<\/p>\n<p>\u201cHeh ngawur ya kamu!\u201d Teriak Pak Jono.<\/p>\n<p>Anda (atau saya) membalas sambil kebingungan, \u201cLho, kenapa Pak?\u201d<\/p>\n<p>\u201cMau ngerusak otak saya ya!\u201d<\/p>\n<p>\u201cHah? Apa hubungannya Pak?\u201d<\/p>\n<p>\u201cLha itu termometernya pakai laser yang radiasinya bisa merusak otak!\u201d<\/p>\n<p>\u201cIni aman kok Pak&#8230;\u201d<\/p>\n<p>\u201cGimana to ini kok ndak paham? Sudah banyak infonya yang beredar di grup-grup WA itu!\u201d<\/p>\n<p>\u201cPak, alat ini kan pakainya infrared bukan laser, Insyaallah aman&#8230;\u201d<\/p>\n<p>\u201cItu infonya dari ahli-ahli lho! Yang ngeshare Pak Camat lulusan S2! Kamu nggak usah sok pinter ya!\u201d<\/p>\n<p>Jika sudah bertemu orang yang teguh pendirian seperti itu, kemungkinannya hanya dua. Kalau bukan mengalah, ya baku hantam. Dilema, kan?<\/p>\n<p>Mau keukeuh mengukur di dahi, kok ya macam cari perkara. Mau diam dan manut saja, jadinya malah melestarikan <span style=\"text-decoration: line-through;\">kebodohan<\/span> ketidaktahuan.<\/p>\n<p>Masalah ini akan cukup merepotkan, terutama jika Anda berhadapan dengan orang yang lebih senior atau berpengaruh. Tidak hanya repot berargumen, bisa jadi Anda menghadapi argumentum ad hominem seperti \u201ctidak sopan\u201d, \u201cmelawan orang tua\u201d, \u201canak kayak kamu tahu apa\u201d, dan semacamnya.<\/p>\n<p>Belum lagi jika perdebatan thermo gun itu terjadi di keramaian, bisa-bisa jadi tontonan, bahan gosip, bahkan dicibir orang. Lebih jauh lagi, kabar burung yang menyebar mulut ke mulut bisa berubah-ubah bunyinya. Tahu-tahu, Anda dituduh jadi pembunuh, agen BIN, atau antek aseng.<\/p>\n<p>Oleh sebab itu, saran saya, sebaiknya tidak perlu terlalu ambil pusing jika berhadapan dengan orang-orang seperti ini, lebih baik mengalah saja. Ada pengecualian jika orang yang dihadapi cukup bisa mendengarkan kata-kata Anda, atau Anda memang sedang gabut dan cari kesibukan dengan debat kusir. Satu hal lagi, hindari job jadi tukang tembak thermo gun!<\/p>\n<p><strong>BACA JUGA <a href=\"https:\/\/mojok.co\/terminal\/sesempurna-sempurnanya-innova-diesel-tetap-ada-bagian-menyebalkannya\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener noreferrer\">Sesempurna-sempurnanya Innova Diesel, Tetap Ada Bagian Menyebalkannya<\/a> dan ulasan otomotif\u00a0<a href=\"https:\/\/mojok.co\/terminal\/author\/rafie-mohammad\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener noreferrer\">Rafie Mohammad<\/a>\u00a0lainnya.<\/strong><\/p>\n<p><em>Terminal Mojok merupakan platform User Generated Content (UGC) untuk mewadahi jamaah mojokiyah menulis tentang apa pun. Submit esaimu secara mandiri lewat cara\u00a0<a href=\"https:\/\/mojok.co\/terminal\/kirim-tulisan\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener noreferrer\">ini<\/a>\u00a0ya.<\/em><\/p>\n<p><em>Pernah menulis di Terminal Mojok tapi belum gabung grup WhatsApp khusus penulis Terminal Mojok? Gabung dulu, yuk. Klik link-nya<\/em>\u00a0<em><a href=\"https:\/\/bit.ly\/wamojok\" target=\"_blank\" rel=\"noopener noreferrer\">di sini.<\/a><\/em><\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Satu hal lagi, hindari job jadi tukang tembak thermo gun!<\/p>\n","protected":false},"author":202,"featured_media":67262,"comment_status":"closed","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"_lmt_disableupdate":"","_lmt_disable":"","jnews-multi-image_gallery":[],"jnews_single_post":[],"jnews_primary_category":[],"jnews_override_counter":[],"jnews_post_split":[],"footnotes":""},"categories":[6],"tags":[1251,8034,5663,7966],"class_list":["post-67201","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-artikel","tag-hoaks","tag-hoaks-grup-wa","tag-pandemi-corona","tag-thermo-gun"],"modified_by":"Yamadipati Seno","amp_enabled":true,"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/67201","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/users\/202"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=67201"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/67201\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/media\/67262"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=67201"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=67201"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=67201"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}