{"id":66782,"date":"2020-07-28T16:17:45","date_gmt":"2020-07-28T09:17:45","guid":{"rendered":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/?p=66782"},"modified":"2020-07-28T16:19:20","modified_gmt":"2020-07-28T09:19:20","slug":"k-pop-menampar-saya-dengan-lagu-lagu-ballad-btob","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/k-pop-menampar-saya-dengan-lagu-lagu-ballad-btob\/","title":{"rendered":"K-Pop Menampar Saya dengan Lagu-lagu Ballad BtoB"},"content":{"rendered":"<p>Saya belum lama menjadi penggemar musik K-pop. Belum tiga tahun. Walaupun sebenarnya pengaruh musik K-pop sudah hadir di hidup saya sejak grup Boyfriend baru debut sampai kini member Super Junior sudah kelar wajib militer semua.<\/p>\n<p>Waktu saya SMK, lagu-lagu macam &#8220;The Boys&#8221; milik Girls\u2019 Generation hingga &#8220;Blue&#8221; milik Big Bang kerap wara-wiri di siaran radio sekolah karena sering di-<em>request<\/em>\u00a0sama teman-teman saking\u00a0<em>booming<\/em>-nya, sampai-sampai saya bisa hafal melodinya dari awal hingga lagu selesai. Namun, karena saya dulunya adalah golongan penggemar musik Barat garis keras, ya mau dikasih denger lagu &#8220;Replay&#8221; punyanya SHINee yang paling enak didengerin pas lagi ngerjain tugas seabrek <span style=\"text-decoration: line-through;\">karena lirik berbahasa Korea susah dihafal jadi nggak bakal ganggu konsenterasi<\/span>, tetap <em>ramashook<\/em>.<\/p>\n<p>Masih jelas di ingatan saya, pada masa-masa itu sering kali dua teman cewek yang duduk di bangku depan nyeritain apa itu \u201csasaeng\u201d meski saya nggak nanya. Kadang mereka pamer koleksi <em>merchandise<\/em> yang saya sendiri nggak ngerti fungsinya buat apa. Saat itu, dibanding barbarbilang ke mereka bahwa saya nggak tertarik sama sekali dengan K-pop, saya jauh lebih memilih berdebat sama temen lain soal julukan JB itu paten punya Justin Bieber atau Jonas Brothers.<\/p>\n<p>Dan godaan para Kpopers dalam bentuk apa pun tak pernah berhasil meluluhkan saya untuk tetap mengagungkan lagu-lagu berbahasa Inggris. Untungnya, saya nggak pernah jadi antis karena masih doyan dengerin lagu-lagu <em>soundtrack<\/em>\u00a0drakor <em>Endless Love<\/em> dan <em>Full House<\/em> yang tayangnya jauh sebelum Han So-hee dimaki-maki segelintir orang Indonesia saking bagusnya akting jadi pelakor. Cuma ya itu, tiap kali ada yang nawarin lagu-lagu K-pop yang katanya bagus, saya siap menolak dengan bilang, &#8220;Bukan selera saya.&#8221;<\/p>\n<p>Kemudian yang terjadi setelah sekian tahun saya cuma jadi pendengar lewatnya musik-musik asal negeri ginseng, pada akhirnya karma menampar saya dengan keras. Bukan lewat lagu-lagu bernuansa penuh semangat yang bisa bikin badan auto nge-dance walaupun cuma bisa angkat bahu kanan-kiri bergantian, saya justru kecantol lagu-lagu balada dari grup BtoB.<\/p>\n<p>Padahal, sebelumnya hati saya nggak pernah tergerak untuk buka barang satu dua detik video-video musik K-pop yang direkomendasikan YouTube. Lah nggak tahunya <em>ujug-ujug<\/em> terhipnotis sama satu video musik yang\u00a0<em>thumbnail-<\/em>nya menampilkan muka visual cakep yang belakangan namanya jadi viral karena disebut-sebut melulu dalam spanduk\u00a0<em>gimmick<\/em> buat promosi salah satu produk minuman teh Indonesia.<\/p>\n<p>Ceritanya begini. Pada suatu hari di pertengahan Oktober 2017, saya mengalami sebuah ketidakberuntungan yang lebih bikin kzl dibanding pertanyaan kapan nikah. Saya tidak lulus seleksi CPNS di Kemenkeu pada tahap akhir, Mojokers yang budiman! Nyeseknya lagi, saya nggak lolos karena nggak bisa terbang ke Jakarta lantaran sejak H-1 sampai H+1 jadwal tes, Bandara Supadio Pontianak kebanjiran dan jadwal penerbangan jadi kacau. Untuk lebih lengkapnya soal cerita yang dramatis selevel sinetron Indonesia ini, lain waktu bakal saya ceritain <span style=\"text-decoration: line-through;\">kalo Mojok acc, sih<\/span>.<\/p>\n<p>Saya pun mengalami yang namanya semi-depresi. Merasa stres tapi menolak dikatai frustrasi. Selama tiga hari saya mengurung diri di kamar dan ogah-ogahan makan. Kerjaan saya cuma rebahan sambil mainin hape dan foya-foya kuota yang satu hari dapat jatah 1 GB dari operator <span style=\"text-decoration: line-through;\">yang kalo mati lampu, mati juga sinyalnya<\/span> kesayangan. Niat hati pengin denger lagu-lagu sedih biar air mata saya habis sekalian supaya bisa senyum lagi, tapi faktanya sekian puluh lagu-lagu melow One Direction saya skip teros\u00a0karena kebanyakan temanya yang soal patah hati nggak\u00a0<em>matching<\/em> sama situasi saya yang lagi patah semangat.<\/p>\n<p>Saya coba dengerin lagu-lagu dari penyanyi, grup, dan band favorit saya yang lain, seperti Ariana Grande, Taylor Swift, Westlife, Boyzone, Coldplay sampai The Sript, tapi pikiran dan hati saya belum seger-seger juga. Padahal katanya, dengerin <em>sad song<\/em> bisa bikin perasaan lebih nyaman, tapi kok tidak terjadi dalam kasus saya?<\/p>\n<p>Alhasil, saya buka aja YouTube supaya bisa menyingkirkan kegalauan. Dan entah dari mana datangnya, lagu &#8220;Missing You&#8221; milik BtoB yang udah jelas-jelas ada tulisan judul berbahasa Koreanya juga bisa masuk dalam daftar rekomendasi di antara <em>thumbnail<\/em> video-video Ricis sampai Nella Kharisma di beranda saya. Aneh, saya nggak pikir panjang untuk klik videonya tanpa alasan. Kayak ada magnet-magnetnya. Awalnya, saya kaget sendiri pas dengerin dentingan piano di intro lagu. Bukan karena pianonya dimainin ala-ala <em>backsound<\/em> adegan\u00a0<em>Tom and Jerry<\/em>\u00a0lagi berantem, tapi karena saya bisa langsung merinding padahal belum tahu ke mana arah genre musik apalagi makna lirik lagunya.<\/p>\n<p>Nggak tahunya, saya terpana begitu saja melewati empat menit dan lima puluh lima detik itu. Bukan karena tampilan anggota BtoB yang gantengnya udah kayak minta dipacarin (pertama kali nonton ini, saya bahkan nggak sadar sama sekali ada aktor muda yang bikin saya kena <em>second lead syndrome<\/em> setelah nonton drakor <em>School 2015<\/em>), tapi karena musiknya masuk banget di telinga saya. Cucok. Lagu itu lagu <em>ballad <\/em>pula, beda dari sebagian besar jenis lagu-lagu K-pop yang pernah saya dengar sebelumnya.<\/p>\n<p><iframe src=\"https:\/\/www.youtube.com\/embed\/4bykFvnRzno\" width=\"853\" height=\"480\" frameborder=\"0\" allowfullscreen=\"allowfullscreen\"><\/iframe><\/p>\n<p>Sejak hari itu, tanpa meninggalkan musik Barat yang sudah banyak berkontribusi dalam perkembangan mental saya, perlahan tapi pasti saya pun terus tertarik mencari-cari lagu-lagu K-pop lainnya yang enak menurut kuping serta nyaman untuk diresapi hati dan pikiran saya. Saya memang dulunya suka mikir kalo lagu-lagu K-pop itu berisik dan nggak jelas, tapi semakin ke sini malah semakin malu sendiri menyadari bahwa ternyata lagu-lagu Kpop nggak melulu bergenre &#8220;mencak-mencak&#8221;. Malah ternyata, BTS dan EXO yang biasa mengusung lagu-lagu yang enerjik pun punya lagu-lagu ringan yang sesuai selera saya. Belum lagi baru-baru ini, Day6 kerap <em>comeback<\/em> dengan lagu-lagu ala anak senja versi orang Korea dan BLACKPINK rajin rilis versi akustik dari lagu-lagu mereka yang aslinya bikin jantung olahraga.<\/p>\n<p>Sekarang, K-pop semakin mendunia. Merajalela di mana-mana. Dan sekarang saya nggak cuma doyan dengerin lagu-lagunya BtoB, tapi juga mulai memasukkan lagu-lagu K-pop lainnya ke <em>playlist<\/em>. Mulai dari band indie seambyar Standing Egg sampai grup ciwi-ciwi yang bakat nyanyinya bukan kaleng-kaleng seperti Apink.<\/p>\n<p>Saya nggak setuju kalau ada yang bilang \u201cSemua akan Kpop pada waktunya\u201d. Selera musik tiap-tiap orang jelas berbeda. Tapi eh tapi&#8230; saya nggak jamin juga kalo kalian udah dengerin lagu BtoB sekali saja bakal sanggup untuk bilang \u201cBukan selera saya\u201d.<\/p>\n<p><strong>BACA JUGA <a href=\"https:\/\/mojok.co\/rts\/esai\/cerita-fanboy-kpop-melawan-stigma\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener noreferrer\">Cerita Seorang Fanboy Kpop Melawan Stigma<\/a>\u00a0<\/strong><\/p>\n<p><em>Terminal Mojok merupakan platform User Generated Content (UGC) untuk mewadahi jamaah mojokiyah menulis tentang apa pun. Submit esaimu secara mandiri lewat cara\u00a0<a href=\"https:\/\/mojok.co\/terminal\/kirim-tulisan\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener noreferrer\">ini<\/a>\u00a0ya.<\/em><\/p>\n<p><em>Pernah menulis di Terminal Mojok tapi belum gabung grup WhatsApp khusus penulis Terminal Mojok? Gabung dulu, yuk. Klik link-nya<\/em>\u00a0<em><a href=\"https:\/\/bit.ly\/wamojok\" target=\"_blank\" rel=\"noopener noreferrer\">di sini.<\/a><\/em><\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Saya nggak setuju bahwa \u201cSemua akan Kpop pada waktunya\u201d. Tapi, saya nggak jamin kalian yang dengerin lagu BtoB bakal sanggup bilang \u201cBukan selera saya\u201d.<\/p>\n","protected":false},"author":920,"featured_media":68027,"comment_status":"closed","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"_lmt_disableupdate":"","_lmt_disable":"","jnews-multi-image_gallery":[],"jnews_single_post":[],"jnews_primary_category":[],"jnews_override_counter":[],"jnews_post_split":[],"footnotes":""},"categories":[6],"tags":[8111,47,248],"class_list":["post-66782","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-artikel","tag-btob","tag-k-pop","tag-musik"],"modified_by":"Prima Sulistya","amp_enabled":true,"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/66782","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/users\/920"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=66782"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/66782\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/media\/68027"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=66782"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=66782"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/mojok.co\/terminal\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=66782"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}